Alat Untuk Mengukur Kedalaman Sumur

Print Friendly, PDF & Email

blank

Padalah, plong tulisan ini akan diberi tahu bagaimana mandu menghitung kedalaman sendang/kanyon
hanya dengan bermodalkan godaan dan stopwatch. Semakin akurat stopwatch (mampu mengukur semakin banyak angka dibelakang koma, sebagai halnya 2,32 momen) maka akan semakin akurat perhitungan kedalamannya. Begitupula akurasi/ketepatan lagi akan meningkat jika respon pendengaran kita bagus, lewat apakah hubungannya dengan cak menjumlah kedalaman sumur/jurang? Siapkan alat catat dan kertas! Siap-siap mengamini butir-butir bahwa ternyata fisika itu mengasyikkan dan bermanfaat 🙂

Ancang pertama
adalah memintal bujukan. Gangguan nan digunakan hendaknya tidak terlalu besar, batu seukuran biji zakar anggur sudah cukup. Ukuran batu menjadi penting karena berkaitan dengan hambatan udara yang dialami oleh bencana. Semakin besar atau lebar ukuran batunya, maka obstruksi awan menjadi semakin besar dan harus dimasukkan kedalam runding kedalaman sumber/jurang. Sebaliknya, jika ukuran batunya kecil maka hambatan awan tidak terlalu berpengaruh dan dapat diabaikan. Saja jangan terlalu kecil, kita akan kesulitan mendengarkan obstulen sewaktu bencana mengenai permukaan dasar perigi atau jurang (suaranya plus lirih).

Anju selanjutnya
adalah  menyusun indikator atau bahasa sederhananya ialah menyatakan apa-segala apa yang dapat diamati kedalam bentuk keteter dan unik. Seperti apel dinyatakan dalam fonem
a, jambu dinyatakan dalam huruf
j
(jambu enggak boleh dinyatakan kerumahtanggaan buram
ja, karena akan bingung dengan apel).

1. Terdapat dua tahap waktu hal

  • Pertama: Waktu yang dibutuhkan oleh provokasi untuk sampai ke meres air sumur ataupun jurang dinyatakan kerumahtanggaan
    lengkung langit1.
  • Kedua:Hari yang dibutuhkan maka itu suara minor akibat benturan godaan dengan rataan air sumur maupun jurang untuk mengaras telinga kita disebut dengan
    t2
    . Jadi luang centung mengapa respon pendengaran kita harus bagus? Karena jika telat minus saja kita mengimpitkan pentol stopwatch lakukan berhenti, maka
    t2

    menjadi tidak akurat. Akhirnya? Antisipasi kedalaman menjadi tidak akurat. Maka itu karena itu, jika ingin mendapatkan akurasi yang tingkatan dalam perhitungan kedalaman sumur/lurah, berharga untuk mengulangi proses pelemparan batu hingga berkali-kali, kemudian diambil ponten kebanyakan waktunya.

Waktu besaran dari kedua tahap tersebut dinyatakan denganCakrawala, dimana
Horizon = t1 +  tepi langit2

2. Kedalaman sumur atau leger dinyatakan dengan
h

3. Kecepatan gelombang listrik suara dinyatakan denganv

4. Gaya gravitasi dinyatakan dengan
g

Langkah ketiga dan juga ancang bungsu adalah mengerjakan perhitungan, rekaan sederhana.

Berpangkal gerak anjlok bebas (mata pelajaran Fisika kelas X SMA), kita luang bahwa

blank

Dan berpokok perumusan kederasan gelombang (ain cak bimbingan Fisika kelas VIII SMP), kita luang bahwa

blank

Masukkan nilai
t1

dan
t2

untuk menghitung hari total
Tepi langit  dan pindahkan
Ufuk
keruas kanan, maka diperoleh:

blank

Dari persamaan diatas, yang hendak kita cari merupakan kedalaman (h). Seyogiannya
h
nya bisa dihitung, maka penyebut
v
lega suku

kedua harus dihilangkan. Makanya karena itu, kedua ruas dikalikan dengan
v
sehingga menjadi

blank

Ingat persamaan kuadrat? Ya, persamaan diatas selayaknya adalah bentuk dari pertepatan kuadrat. Misalkan
blank , maka persamaan diatas menjadi

blank

Atau boleh disusun menjadi rajah baku persamaan kuadrat menjadi:
blank

Dengan menunggangi

rumus leter

(alat penglihatan tutorial Matematika kelas IX SMP) untuk mencari akar-akar tunjang kemiripan diatas, maka diperoleh bentuk H, yaitu:

blank

Ambil harga yang positif untuk mendapatkan kredit H,
nggak
kelihatannya teko kedalaman bernilai subversif? Tapi ingat, ganti juga skor
H
dengan
√h

, sehingga diperoleh
rumus kedalaman
sumur/tahang sebagai berikut:

blank
Model kasus:

Misalkan kita lontar batu dan mendengar suara batu nan mencecah permukaan sumber akar perigi/jurang dalam waktu 2 sekon (dihitung dari pada saat melempar batu sebatas terdengarnya suara). Maka berapa kedalaman sumur/jurangnya?

Berpokok rumus menotal kedalaman, ada 3 parameter nan kita butuhkan ialah
waktu, kecepatan suara, dan gravitasi. Kelancaran suara biasanya bernilai 340 m/s, dan gravitasi bernilai 10 m/s2, maka
T
= 2 s
v
= 340 m/s
g
= 10 m/s2

Dimasukkan ke dalam rumus, maka diperoleh kedalaman sumur melalui perhitungan kalkulator adalah
18,9 m. Oh iya, jadi selain rayuan dan stopwatch, kita pun zakar mesin hitung dan perabot tulis bagi menghitung, hehe. Kecuali jika kemampuan matematika kita bagus seperti pemrakarsa Lintang dalam Laskar Pelangi, kita dapat menghitungnya di persil menggunakan ranting pohon.

Persoalan kerumahtanggaan tulisan ini terinspirasi dari Soal Essay No. 4 OSN Fisika tingkat Kabupaten/Kotamadya perian 2005

Baca kembali Kita Semua Berbakat dalam Matematika, Pengkhususan Ilmu Syaraf Membuktikannya

Source: https://warstek.com/kedalaman/