Antara Kolonialisme Dan Kezaliman Kemanusiaan

TUGAS Makalah
Kolonialisme DAN KEZALIMAN Manusia

OLEH:

PUTU NIVARINI GAYATRI
XI.IPS.III
21

JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
SMA Area 2 DENPASAR
2022

Kata sambutan

Om Swastiastu,
Atas asung kerta nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, saya “PUTU NIVARINI
GAYATRI” dapat menyelesaikan tugas nan berjudul “makalah KOLONIALISME
DAN KEZALIMAN Bani adam”dengan baik dan tepat pada waktu nan diberikan.
Dalam penyusunannya, saya memperoleh banyak bantuan berpokok heterogen pihak, oleh
karena itu saya mengucapkan terima belas kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua

orang tua dan segenap keluarga besar saya yang telah menerimakan dukungan, hidayah,
dan kepercayaan yang begitu segara. Mulai sejak sanalah semua keberuntungan ini berawal,
semoga semua ini bisa memberikan rendah kesenangan dan menuntun puas persiapan
yang bertambah baik lagi. Meskipun saya berambisi isi dari makalah ini bebas dari
kehilangan dan kesalahan, doang selalu cak semau yang kekurang. Maka itu karena itu, saya
mengharapkan suara dan saran nan membangun kiranya tugas kertas kerja ini boleh kian
baik lagi. Akhir introduksi saya ucapkan trimakasih.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Denpasar, 9 Oktober 2022
Penyusun

Putu Nivarini Gayatri

Pintu I
PENDAHULUAN
Rataan Bokong
Sudah lalu kita ketahui sebelumnya, Indonesia memang naik daun akan harta benda alamnya
terutam pada rempah – rempahnya sehingga banyak yang datang untuk mengadakan

perdagangan dengan rakyat Indonesia. Namun sejenis itu, ada pula yang
menyalahgunakan kekayaan tersebut, atau dapat dikatakan dari adanya kekayaan
rempah – rempah tersebut mewujudkan mereka bernafsu untuk bisa menguasainya.
Keikhlasan bangsa Belanda di Indonesia puas pertama kalinya adalah cuma
untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya bakal memperoleh kejayaaan ataupun
menyohorkan tanah airnya (gold, gospel, glory). Bagi mengatasi persaingan tak
sehat dan sekaligus mematahkan dominasi Portugis, seorang anggota parlemen
Belanda bernama Johan Van Oldebanevelt mengajukan usul yakni penggabungan
seluruh perusahaan cak bertengger yang ada di Belanda menjadi satu kawan dagang. Proposal
tersebut berbahagia bantahan baik. Puas rontok 20 Maret 1602, berdiri Verenigde
Oost Compagnie alias konsorsium perusahaan dagang hindia timur, yang sahih dikenal
dengan VOC. Dengan modal permulaan 6,5 miliar gulden, VOC dipimpin oleh sapta
belas direktur. Mereka dikenal dengan sebutan Heeren Zeventien.
Dari situlah tadinya cerita VOC privat tanggulang rempah – rempah Indonesia. Makalah
ini disusun kerjakan mengetahui bertambah lanjut sejarah VOC di Indonesia, mengerti apa
belaka yang mereka lakukan sehingga mereka dapat berkembang yang kemudian bisa
bangkrut dan risikonya dibubarkan.

Rumusan Masalah
Segala penyebab dibentuknya VOC ?

Bagaimana perkembangan VOC di Indonesia ?
Apa sekadar yang dilakukan baik itu ketatanegaraan maupun kejahatan yang diterapkan pada
rakyat Indonesia?
Bagaimana proses kemunduran VOC?
Apa penyebab kebangkrutan VOC sampai akhirnya dibubarkan?

Maksud
Mengetahui penyebab dibentuknya VOC.

Memahami perkembangan VOC di Indonesia.
Memafhumi cuma yang dilakukan baik itu kebijakan maupun kejahatan yang diterapkan
lega rakyat Indonesia.
Mengetahui proses degenerasi VOC.
Mengetahui penyebab degenerasi VOC sebatas akhirnya dibubarkan.

Manfaat
Memaklumi awal terbantuknya VOC di Indonesia.
Mengetahui proses pembentukan dan tujuan VOC.
Mengetahui nasib baik – eigendom apa saja yang dimiliki VOC terhadap Indonesia.
Mengetahui kebijakan – garis haluan yang bertindak bilamana VOC di Indonesia.

Mencerna penyebab kemunduran VOC nan hingga alhasil VOC dibubarkan.

BAB II
PEMBAHASAN

Tujuan VOC dan Urut-urutan VOC
Harapan VOC
Tersapu adanya persaingan antarkongsi Belanda, maka Pemerintahan dan Parlemen
Belanda mengusulkan sebaiknya antarkongsi Belanda mendirikan sebuah perusahaan
komersial yang kian besar. Plong tanggal 20 Maret 1602 secara lumrah dibentuklah
persekutuan sekutu dagang Belanda yang diberi nama Vereenigde Oost Indische
Compagnie (VOC). VOC didirikan di Amsterdam. Adapun tujuannya ialah :
Menjauhi persaingan yang tidak sehatantara sesame kerumunan/kongsi pedangang
Belanda nan sudah ada.
Memperkuat kursi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan para

pengelana Negara lain.
Membantu dana pemerintah Belanda yang madya berjuang menghadapi Spanyol yang
masih menduduki Belanda.
Perkembangan VOC

Orang-manusia VOC mulai menampakkan sifatnya yang congkak, kejam, dan kepingin
unggul sendiri. VOC mau mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui monopoli
penggalasan. VOC mulai ikut campur dalam berbagai konflik antara penguasa yang
satu dengan penguasa nan lain. Beberapa kerajaan di yang Transisi sikap VOC itu
sudah lalu menimbulkan kegagalan untuk rakyat dan penguasa di Indonesia. Perubahan
sikap itu terutama sekali terjadi sreg hari pemerintahan Gubernur Jenderal VOC
yang kedua adalah Jan Pieterzoon Coen.
Buat dapat menguasai Jayakarta, JP Coen kemudian membangun benteng-benteng di
sekitar loji VOC, sehingga loji semakin besar. Bahkan plong tahun 1619 VOC
menyerbu dan membakar kota Jayakarta. Di atas reruntuhan kota itu kemudian
dibangun daerah tingkat mentah nan dinamakan Batavia.
Dengan dibangunnya pertahanan-kubu dan loji-loji sebagai pusat kegiatan VOC,
maka sagur-jalur perbelanjaan di kepulauan Nusantara mutakadim dikendalikan maka dari itu VOC.
Lakukan mengendalikan kegiatan monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia
bagian timur, khususnya Maluku, diadakan Pelayaran Hongi.

Kebijakan dan Kezaliman yang Dilakukan VOC di Indonesia
Ketatanegaraan VOC
Kebijakan- strategi VOC yang diterapkan di Indonesia
menguasai pelabuhan-pelabuhan dan mendirikan benteng buat melaksanakan

monopoli perdangan.
melaksakan politik devide et impera ( memcah dan menguasai ) kerumahtanggaan rangka cak bagi
menguasai imperium-kerajaan di Indonesia.
Untuk mempererat kedudukannya, mesti menyanggang seorang Gubernur Jenderal.
Melaksakan sepenuhnya Hoki Oktroiyang diberikan pemerintah belanda, sama dengan :
– hak monopoli
– properti cak bagi membentuk uang
– hak nutuk mendirikan benteng
– hoki untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan di Indonesia, dan
– hak lakukan tentara.
membangun pangkalan atau markas VOC yang semula di banten dan di Ambon,
dipindah ke Jayakarta ( Batavia ).
Melaksakan pelayaran Hongi ( HOngi tocjten ).

Adanya milik ekstirpasi, yaitu hak buat membinasakan tanaman rempah-rempah nan
melebihi kodrat.
Pengaruhnya kebijaksanaan VOC bagi rakyat Indonesia
kontrol raja menjadi menyusut / bahkan didominasi secara keseluruhan oleh
VOC.
Wilayah kerajaan terpecah belah dengan melahirkan kekaisaran dan penguasa yunior di

bawah kendali VOC.
Properti Oktroi ( istemewa ) VOC, membuat masyarakat Indoneisa menjadi miskin dan
menderita.
Rakyat Indonesia mengenal strategi persen, mengenal system pertahanan benteng, etika
perjanjian dan prajurit bersenjata berbudaya ( senjata jago merah, meriam ).
Pelayaran HOngi, boleh dikatakan sebagai satu peroncean, perampasan,
perabdian dan pembunuhan.
Hak ekstirpasi buat rakyat merupakan ancaman matinya suatu harapan / sumber
penghasilan yang bisa terlalu.

Kekejaman VOC
Selama di Indonesia, VOC memlakukan peristiwa – hal seperti berikut :
Merebut pasaran produksi pertanian dan memonopoli perdagangan di Indonesia.
VOC mendudukin tempat – tempat strategis
Melakukan pemaksaan bahkan setakat diperangi apabila ada rakyat Indonesia nan
tak cak hendak bekerja.
Melakukan semu daya agar membujur keuntungan dan kekuasaan sebesar – besarnya.
Ikut rampai internal kebobrokan kekerajaan.
Bentuk Reaksi Rakyat Indonesia Terhadap Keserakahan dan Kezaliman VOC
Perlakuan VOC terhadap Indonesia, menyebabkan banyak perlawanan dari heterogen

penjuru.
Mataram Melawan VOC
Sultan Agung berkeinginan mengusir sosok-orang Belanda berpokok pulau Jawa. Puas tahun
1628 menyerang VOC di Batavia dipimpin Wedana Bahureksa. Gagal.
Menyusul barisan Tumenggung Suro Agul-agul. Kyai Dipati mandurareja dan Kyai
Dipati Upasanta, menyerang benteng Holandia tetapi gagal.
Pada tahun 1629 pasukan Mataram kembali menyerang Batavia. Terjangan gagal
lagi. Namun puas serangan kedua ini Gubernur Jenderal J.P. Coen meninggal.
Alasan-alasan Mataram menyerang di Batavia diantaranya:
Belanda dianggap merintangi cita-cita Ratu Agung
Belanda merintangi hubungan dagang Mataram dengan Malaka
Belanda berbuat berangasan kerumahtanggaan bertoko

Kerajaan Makasar menghadapi VOC
Ibukota Makasar Sombapou merupakan bandar nan sangat strategis. VOC kepingin
menguasainya. Operasi yang dilakukannya antara lain mengajukan tuntutan kepada
Kanjeng sultan Makasar kiranya:
Makasar menutup bandarnya bagi kapal-kapal asing kecuali VOC
Makasar memberi peruntungan monopoli kepada VOC
Melarang kapal-kapal komersial Makasar membeli rempah-rempah di Maluku

Permintaan tersebut ditolak Prabu, akibatnya perselisihan bukan bisa dihindarkan.
Seumpama tuanku, Sultan Hasannudin dengan dakar berani menandingi VOC. Ia mendapat
julukan “Ayam Kosen dari Timur”. Tahun 1667 VOC berdampak meniup-niup raja Bone
Aru Palaka bikin mengganjar Makasar. Pertarungan hebat terjadi Juli 1667. Pasukan
Makasar harus menghadapi persemakmuran VOC dan Aru Palaka.
Musim 1667 wulan November Sultan Hasannudin terpaksa harus menandatangani
perjanjian Bongaya. Isinya:
Makasar harus mengakui monopoli VOC
Wilayah Makasar diperkecil hingga tinggal Gowa
Makasar harus membayar seluruh biaya perang
Pertempuran Banten terhadap VOC
Perlawanan rakyat Banten terhadap VOC mulai berlangsung sejak VOC merebut
Jayakarta (1629). Perlawanan ditingkatkan puas masa rezim Sultan Agung
Tirtayasa, sejak 1651. Menyibuk perkembangan Banten VOC tidak senang, maka VOC
dengan pertolongan putra raja (Syah Haji) bertelur mengadu domba
Hasilnya Tuanku berserta Pangeran Purbaya terdesak dan melarikan diri. Cuma Prabu
bisa ditangkap masa 1683, sedang Pangeran Purbaya menyingkir ke Periangan.
Perlawanan rakyat Banten dilanjutkan maka dari itu Ratu Bagus Buang dan Kyai Tapa.
Tentangan rakyat Banten terhadap VOC mengangkut akibat:
Banten dikuasai VOC

VOC berhak intervensi penuh dalam pemerintahan
Peruntungan kuasa Banten atas Cirebon harus dilepaskan
Biaya perang harus ditanggung Banten
Perlawanan Trunojoyo terhadap VOC
Trunojoyo adalah putra tumenggung Madura. Perian 1674 ia mengankat senjata melakukan
peperangan karena Sri paduka Amangkurat I memerintah secara diktatorial dan
bekerjasama dengan VOC. Trunojoyo dibantu Karaeng Galesung, Monte Marano,
Macan Wulung, dan enggak-enggak. Penukar Angkurat I merupakan Amangkurat II mempersunting
bantuan VOC. Di asal pimpinan kapten Jonker, masa 1679 Trunojoyo tertangkap
dan dibunuh Amangkurat II
Perlawanan Untung Suropati
Untung Suropati mantan serdadu VOC lain tega melihat bangsanya diperlakukan
kahar oleh serdadu VOC. Sira mengangkat senjata. Perlawanannya
berlangsung antara tahun 1658-1706. Anda bekerjasama dengan Sunan Amangkurat
III(Sunan Mas)

Proses Kebrangkutan VOC
VOC ( Verenigde Oostindische Compagnie) ataupun yang biasanya kita kenal dengan
kongsi dagang milik belanda ini telah remang sejak 1602 ini nan permulaan kali datang
ke indonesia bagi mengerjakan perdagangan keseluruh benua asia. tapi tahukah kalian

bahwa VOC dulunya merupakan pelecok satu kongsi dagang nan paling kecil berkuasa dan
berjaya karena mereka memiliki banyak laba berbunga hasil penjualan rempah-rempah dan
produk komoditi lainnya dari Asia yang kemudian dijual ke Eropa. Kemudia
perusahaan yang dimiliki mayoritas seluruh penghuni negara Belanda ini pernah
mengalami kebangkrutan dan hasilnya semua aset-asetnya diambil makanya pemerintahan
Belanda pada sekitar abad ke-18. fajtor-faktor penyebab kemunduran VOC antara
enggak:
banyaknya korupsi yang dilakukan oleh sebagaian besar fungsionaris hierarki VOC yang
dibuat bikin membeli rumah-rumah berlambak di Belanda
pembukuan mengenai laba yang berbeda antara dinas dagang di Asia dengan kantor
di Pusat yakni di Belanda, sehingga menyebabkan banyak sekali uang-uang hasl laba
dari VOC yang diselewengkan oleh para pegawai yang berkarya di dinas-biro
cabang VOC
Adanya ekspansi dagang yang dilakukan VOC untuk memperbesar wilayah
jangkauannya perdangannya yang membutuhkan biaya yang tak sedikit sedangkan
laba nan dibubukan VOC enggak mencukupi sehingga banyak hutang-hutang yang
timbul akibat pengembangan kulak tersebut.
adanya bidasan terhadap kapal-kapal hak VOC di lautan yang dilakukan maka itu
armada kapal laut milik Eropa, sehingga banyak kapal dagang milik VOC yang enggak
kembali sehingga membuat VOC menjadi kekurangan armada kapal cak bagi dagang.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah menemukan daerah penghasil rempah – rempah, perdaganganpun meningkat.
Bikin menghindari persaingan antarpedagang suatu bangsa dibentuklah kongsi
dagang. Privat ki ini, maka Belanda mendirikan VOC di Indonesia.
Awalnya VOC dipimpin maka dari itu Dewan Tujuh Belas nan berkedudukan di Amsterdam.
VOC didirikan lakukan mengejar keuntungan sebanyak – banyaknya hingga jadinya
menjadi persekutuan dagang kolonialis. Mulailah bercokol kolonialisme dan imperialism di
Indonesia.
Lega kejayaannya, wilayah kekuasaannya meluas sehingga menimbulkan masalah
dalam manajemen pemerintahan. Penapisan tidak lagiberjalan lancar. Pengurus
VOC start hidup bermewah – mewahan dan adanya korupsi. Sehingga utang VOC
meningkat dank as dahulu untuk memodali perang. VOC mulai mengalami
kebangkrutan.
Puas terlepas 31 Desember 1799, VOC dibubarkan
Semua kejadian yang dilakukan VOC doang merugikan pihak Indonesia, dan mengambil untung
paling-paling untuk VOC tanpa memperdulikan kezaliman bani adam yang terjai, pihak
VOC menyiksa Indonesia minus rasa bersalah.

Daftar pustaka :
Pusat Sejarah Indonesia
http://campusnancy.blogspot.com/2012/10/reaksi-rakyat-indonesia-terhadap.html
http://hujanderas.wordpress.com/2007/08/03/tak-gampang-lupakan-kejahatan-voc/
http://rajinbelajar.net/terbentuknya-dan-perkembangan-voc
http://sejarah-andychand.blogspot.com/2013/11/faktor-faktor-penyebab-kehancuranvoc.html
http://serbasejarah.blogspot.com/2011/10/politik-politik-voc-yangditerapkan.html
http://sunshinerainsoundgg.blogspot.com/2014/01/sejarah-berdirinya-voc-diindonesia.html
http://www.slideshare.net/indrisukma/ketatanegaraan-voc-dan-pengaruhnya-kerjakan-rakyatindonesia

Source: https://text-id.123dok.com/document/z1edwpvy-kolonialisme-dan-kezaliman-manusia-doc.html