Apa Arti Nubuat Dalam Alkitab


Petunjuk & Wahyu, STUDY KATA


I. Visiun

Pengenalan “Ramalan” (Prophecy) dan “Nabi” (Prophet) itu berkaitan, dan bermula dari perkenalan awal sumber akar yang sama. Oleh karena itu tindakan “bernubuat” yaitu suatu tindakan “kenabian” nan sesungguhnya tidak abnormal pada suatu pernyataan adapun hari depan “to foretell event” (belaka). Namun cakupannya dulu luas sekali menyangsang barang apa tindakan nan dapat dilakukan maka dari itu Abdi Allah bagi pekerjaan-pekerjaan dan kejadian-hal yang dikehendaki Allah.


Wahyu
, Ibrani:

נְבוּאָה
– NEVU’AH, baik tulus atau terlarang, berasal dari alas kata

נָבָא
– NAVA’,
bernubuat, melakukan tindakan kenabian yang menyangkut banyak kejadian, satu di antaranya ialah “berkata-kata di bawah otoritas Sukma Almalik,” termasuk di dalamnya perkataan nan disampaikan makanya nabi-nabi palsu. Berasal pengenalan ini pula terasuh kata

נָבִיא
– NAVI’,
rasul,
yakni seseorang yang berkata atau bernubuat atau berperan di dasar pengaruh Nasib Almalik.

Pengenalan Ibrani:

נָבִיא
– Rasul,

נְבוּאָה
– NEVU’AH berpunca berbunga akar kata

נָבָא
– NAVA’, yang bermakna
meluap seperti air bersumber mata air.


Tajali
, dalam bahasa Yunani προφητεια – prophêteia, mulai sejak berpangkal kata προφητης – prophêtês,
nabi
.


1. NUBUAT – TINDAKAN KENABIAN – PERNYATAAN Bagi Tahun DATANG

Memang dapat kita temukan dalam tulisan-goresan Yunani historis, pengenalan “nubuat” ini ditujukan kepada seseorang nan menafsirkan hal-situasi yang tersembunyi. Sampai-sampai intern Perjanjian Bau kencur juga ditujukan kepada seseorang yang digerakkan maka dari itu Kehidupan Allah untuk berbicara, menyampaikan kepada manusia apa yang telah diterimanya terlampau pengilhaman, terutama tentang waktu depan, secara distingtif berbimbing dengan kekaisaran Yang mahakuasa dan keselamatan umat manusia.


    * 2 Tawarikh 9:29

    LAI TB,
    Selebihnya dari riwayat Salomo terbit mulanya hingga penghabisan, bukankah semuanya itu termaktub kerumahtanggaan riwayat rasul Natan dan internal
    visiun
    Ahia, insan Silo itu, dan privat pandangan-pandangan Ido, pelihat itu, akan halnya Yerobeam bin Nebat?
    KJV,
    Now the rest of the acts of Solomon, first and last, are they not written in the book of Nathan the prophet, and in the prophecy of Ahijah the Shilonite, and in the visions of Iddo the seer against Jeroboam the son of Nebat?
    Hebrew,



    וּשְׁאָר דִּבְרֵי שְׁלֹמֹה הָרִאשֹׁנִים וְהָאֲחֲרֹונִים הֲלֹא־הֵם כְּתוּבִים עַל־דִּבְרֵי נָתָן הַנָּבִיא וְעַל־נְבוּאַת אֲחִיָּה הַשִּׁילֹונִי וּבַחֲזֹות [יֶעְדִּי כ] (יֶעְדֹּו ק) הַחֹזֶה עַל־יָרָבְעָם בֶּן־נְבָט׃

    Translit iterlinear,
    USHE’AR {dan sisa} DIVEREY {bacot/riwayat2 berpangkal} SHELOMOH {salomo} HARI’SHONIM {mulai sejak awal} VEHA’AKHARONIM {sampai dengan akhirnya} HALO’-HEM {bukankah hal2 itu} KETUVIM {tertulis} ‘AL-DIVEREY {privat perkataan2/ riwayat2 dari} NATAN {natan} HANAVI’ {si nabi} VE’AL-NEVU’AT {dan pada wahi dari} ‘AKHIYAH {ahia} HASHILONI {turunan silo itu} UVAKHAZOT {dan pengelihatan2} YE’DO {berpunca ido} HAKHOZEH {sang pelihat itu} ‘AL-YARAVE’AM {akan halnya yerobeam} BEN-NEVAT {kedelai nebat}


    * Matius 13:14

    LAI TB,
    Maka sreg mereka genaplah
    nubuat
    Yesaya, nan berbunyi: Anda akan mendengar dan mendengar, hanya tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
    KJV,
    And in them is fulfilled the prophecy of Esaias, which saith, By hearing ye shall hear, and shall titinada understand; and seeing ye shall see, and shall titinada perceive:
    TR,
    και αναπληρουται επ αυτοις η προφητεια ησαιου η λεγουσα ακοη ακουσετε και ου μη συνητε και βλεποντες βλεψετε και ου μη ιδητε

    Translit interlinear,
    kai {dan} anaplêroutai {dipenuhkan} ep autois {pada mereka} hê prophêteia {wangsit} hêsaiou {dari yesaya} hê legousa {yang berkata} akoê {dengan pendengaran} akousete {kalian akan mendengar} kai {dan} ou mê {pasti tidak} sunête {kalian mengerti} kai {dan} blepontes {dengan melihat} blepsete {kalian akan menyibuk} kai {sahaja} ou mê {pasti tidak} idête {kalian menanggapi}

    Ha-Berit,



    וּתְקֻיַּם בָּהֶם נְבוּאַת יְשַׁעְיָהוּ הָאֹמֶרֶת שִׁמְעוּ שָׁמוֹעַ וְאַל־תָּבִינוּ וּרְאוּ רָאוֹ וְאַל־תֵּדָעוּ׃

    Translit,
    UT’QUYAM {maka genaplah} BAHEM {puas mereka} NEVUAT {wahi dari} YESHAYAHU {yesaya} HA’OMERET {yang mengatakan} SHIM’U {mereka mendengar} VE’AL {tetapi tidak} TAVINU {mereka mencerna} VERE’U {dan mereka melihat} VE’AL-TEDAU {cuma tak mereka mengerti}


Ajaran Vs Ramalan

Dari segi etimologi, Nubuat sering disamakan dengan Ramalan adalah ialah: “menyatakan lebih dahulu kejadian-hal yang akan terjadi.” Tetapi secara istilah, “Nubuat” adalah suatu pernyataan “kenabian”, sesuatu yang supernatural, dan diberikan langsung oleh Allah (infused by God), pernyataan kenabian ini bisa dalam bentuk “tanda” ataupun “perkataan.” Adalah karena karunia Jibril, maka Allah menyatakan akan peristiwa-hal yang akan terjadi kepada para nabi, dan mereka bertugas lakukan menyatakannya kepada umat. Maka seorang rasul bertugas bakal membawa jemaat kepada Allah melalui karunia tajali yang diberikan kepadanya. Wangsit palsu adalah pernyataan kejadian-hal nan akan terjadi yang di-klaim umpama nubuat/ wahyu Roh kudus, namun sememangnya tak.

Segi etimologi dan dalam konteks tertentu, Ramalan & Ajaran yakni sama, yaitu: “menyatakan makin dahulu keadaan-hal yang akan terjadi.” Namun Ramalan bukan satu pernyataan periode depan yang terilham (Jiwa Zakiah). Nubuat bisa dikenakan secara positif misalnya “ajaran kilauan/ hari” nan merupakan satu rekaan yang lahir berusul penelitian satu ilmu dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer Dunia pada masa nomplok untuk suatu palagan tertentu. Ramalan akan terjadinya gerhana matahari, nan lahir berasal aji-aji astronomi. Juga Visiun tentang keadaan ekonomi suatu wilayan/ negara berdasarkan penelitian saintifik tertentu.
Ramalan juga dikenakan kepada suatu prediksi-prediksi masa depan nan mulai sejak dari kejadian-hal gaib, ilmu nujum, sihir, dll. Praktek Ilham dan mempercayai ramalan yang demikian, dilarang dalam Alkitab dan dipandang sebagai suatu kegiatan Spiritisme (Perzinahan Rohani).[/list]


    * 1 Tesalonika 5:20

    LAI TB,
    dan janganlah anggap sedikit
    ilham-nubuat.
    KJV,
    Despise titinada prophesyings.
    TR,
    προφητειας μη εξουθενειτε

    Translit,

    prophêteias
    mê exoutheneite


    * 1 Timotius 4:14

    LAI TB,
    Jangan lalai privat mempergunakan belas kasih yang suka-suka padamu, yang sudah diberikan kepadamu oleh
    nubuat
    dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
    KJV,
    Neglect titinada the gift that is in thee, which was given thee by prophecy, with the laying on of the hands of the presbytery.
    TR,
    μη αμελει του εν σοι χαρισματος ο εδοθη σοι δια προφητειας μετα επιθεσεως των χειρων του πρεσβυτεριου

    Translit,
    mê amelei tou en soi kharismatos ho edothê soi engkau
    prophêteias
    meta epitheseôs tôn kheirôn tou presbuteriou


    * 2 Petrus 1:21

    LAI TB,
    sebab tak pernah
    nubuat
    dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Spirit Nirmala bani adam-orang berbicara atas logo Yang mahakuasa.
    KJV,
    For the prophecy came not in old time by the will of man: but holy menandai of God spake as they were moved by the Holy Ghost.
    TR,
    ου γαρ θεληματι ανθρωπου ηνεχθη ποτε προφητεια αλλ υπο πνευματος αγιου φερομενοι ελαλησαν οι αγιοι θεου ανθρωποι

    Translit,
    ou gar thelêmati anthrôpou ênekhthê pote
    prophêteia
    all hupo pneumatos hagiou pheromenoi elalêsan hoi hagioi theou anthrôpoi

    * Petunjuk 22:19

    LAI TB,
    Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu berasal perkataan-perkataan dari kitab
    nubuat
    ini, maka Allah akan mengambil bagiannya semenjak pokok kayu spirit dan dari kota safi, seperti yang tertulis di kerumahtanggaan kitab ini.
    KJV,
    And if any man shall take away from the words of the book of this prophecy, God shall take away his part out of the book of life, and out of the holy city, and from the things which are written in this book.
    TR,
    και εαν τις αφαιρη απο των λογων βιβλου της προφητειας ταυτης αφαιρησει ο θεος το μερος αυτου απο βιβλου της ζωης και εκ της πολεως της αγιας και των γεγραμμενων εν βιβλιω τουτω
    Translit,
    kai ean tis aphairê apo tôn logôn biblou
    tês prophêteias
    tautês aphairêsei ho theos to meros autou apo biblou tês zôês kai ek tês poleôs tês hagias kai tôn gegrammenôn en bibliô toutô

Secara sederhana, nubuat penting: “Menunjuk kepada suatu hal atau peristiwa yang belum terjadi, namun mutakadim diberitakan atau diberitahukan.” Misalnya, kedatangan Yesus Kristus yang kedua mungkin. Ada tiga manfaat nubuat:

    1. Sebagai nasehat, petuah, saran-saran dan pandangan-pandangan ke depan.

      “Para bertongkat sendok-jompo orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan makanya wangsit utusan tuhan Hagai dan nabi Zakharia kacang Ido”
      (Ezra 6:14.)

    2. Bagaikan kata-kata nan membagi tembung dan penghiburan:

      “Janganlah remang, sebab Aku lampir engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong beliau; Aku akan memegang sira dengan pengapit-Ku yang membawa kemenangan”
      (Yesaya 40:10).

    3. Sebagai pengetahuan tentang kejadian-hal yang akan terjadi di masa depan. Pemberitahuan dimaksud, merupakan:

      Pertama, penyataan akan peristiwa-hal ataupun suatu misteri/resep pada masa yang akan nomplok dan boleh sekali lagi pada masa kini.

      Kedua, penyataan tersebut haruslah yang supernatural dan diberikan langsung oleh Tuhan Yang mahakuasa, dan merupakan sesuatu nan di luar perenggan kemampuan alamiah berpokok akal budi manusia.

      Ketiga, penyataan itu harus dalam bentuk logo ataupun perkataan seharusnya bisa dimengerti oleh orang lain, sebab nubuat diberikan terutama untuk kebaikan orang tidak yaitu bikin membangun jemaat.

Ajaran tidak mutlak harus “tersurat” (dalam tanda petik). Tertulis dimaksud yakni coretan khusus tentang Kristus. Ramalan dapat menggunakan hipotetis-pola tertentu sebagai suatu tipologi/ perlambangan dari sesuatu yang akan terjadi sebagai penggenapnya (bertentangan-type).

Contoh:

    “Dan sama sebagai halnya Musa meninggikan bedudak di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan,”(Yohanes 3:14) Yesus Kristus menyatakan bahwa keadaan itu adalah “nubuat” (baca:
    ular bakau-tembaga-predestinasi-21-4-9-2-raja2-18-1-6-vt487.html#p12383
    ). Demikian pula dengan Matius 12:40
    “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga tahun tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam peranakan bumi tiga waktu tiga malam,”
    Yesus memandang hal yang dialami Yunus yaitu suatu petunjuk dan kelak akan digenapi oleh Kristus n domestik kematian-Nya dan kebangkitan-Nya di musim ketiga.

Banyak nubuat kitab suci nan digenapi segera setelah pewahyuannya. Sekurang-kurangnya setengah dari ajaran-nubuat n domestik Alkitab sudah lalu digenapi secara harfiah. Penggenapan sebagaimana itu meneguhkan warta bahwa ajaran-wahi yang belum digenapi nantinya akan digenapi. Wangsit yang sudah digenapi adalah pedoman yang terdepan kerumahtanggaan menafsirkan wahyu yang belum digenapi.[/list][/list]


2. Jenis Nubuat:

Ajaran mungkin saja bersyarat, boleh jadi saja bukan bersyarat. Peristiwa ini menjadi bagian yang penting intern kesimpulan yang mungkin diambil dari pewahyuan wangsit itu. Apabila tanzil itu bersyarat, maka mungkin hanya nubuat itu enggak akan digenapi. Apabila petunjuk itu tidak bersyarat, maka wahi itu pasti akan digenapi, bagaimanapun respons manusia. Sekali-kali nubuat bisa digenapi lebih dari satu bisa jadi. Ini mengacu kepada hukum wacana ganda. Bukanlah suatu yang tidak lazim kerumahtanggaan Kitab Suci untuk ilham kerjakan mula-mula digenapi sebagian, dan kemudian digenapi secara keseluruhan. Oleh sebab itu, segala yang tampaknya bagaikan pemenuhan sebagian dari nubuat tersebut tidak dapat dianggap umpama jawaban pengunci karena sreg masa mendatang mana tahu akan mendapat penggenapan nan kian abstrak.


Nubuat bersyarat, artinya:

    Penggenapan nubuatan tersebut boleh terjadi atau bukan terjadi , didasarkan lega syarat-syarat tertentu. Hipotetis:

    – Situasi “Tawar-menawar” Antara Allah dan Abraham, terhadap siksa kepada Sodom dan Gomorah, dimana Abraham menawar berusul 50 hingga 10 orang moralistis, apakah Sang pencipta masih akan memusnahkan Sodom dan Gomora. Dan, nada-nadanya Allah “memenuhi tawaran’ Abraham, dan setuju jika ada 10 insan ter-hormat maka Sodom dan Gomora akan diselamatkan. (Kejadian 18:16-19:1-29);

    – Yunus 1-4. Allah menyatakan akan menghancurkan Niniwe jikalau Niniwe bukan bertobat, Dia memperingatkannya melampaui Yunus. pada awalnya Yunuslah nan tidak setia dan bertelur murka alam Yunus turut ke peranakan ikan. Pada akhirnya Yunus bersedia berkhotbah kepada Niniwe. Tujuan wahyu Yunus bukan semata-mata menubuatkan kejatuhan Niniwe. Almalik ingin Yunus mengedepankan wanti-wanti ini sebagai PERINGATAN buat orang-khalayak Niniwe akan halnya segala yang akan terjadi apabila mereka tidak bertobat. Selepas mendengar jerit itu, sosok-orang Niniwe pun percaya kepada Allah. Mereka segera mengumumkan puasa, mereka mengenakan kain kabung, dan berdoa memohon mudah-mudahan Sang pencipta mau menafsirkan keputusan-Nya.
    “Ketika Halikuljabbar melihat polah mereka itu, yakni bagaimana mereka meliut dari tingkah lakunya nan jahat, maka menyesallah Tuhan karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tak jadi melakukannya.”
    (Yunus 3:10).

Ikrar Almalik, dalam hal tertentu dapat dikatakan perumpamaan “tajali.” Namun taki ini umumnya bersyarat. Misalnya:

Allah pernah berjanji kepada Daud dan Salomo, sbb:


    * 1 Sunan 9:3-5

    9:3 Firman TUHAN kepadanya: “Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke pangkuan-Ku; Aku mutakadim menguduskan kondominium yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang perian.
    9:4 Mengenai engkau, jikalau engkau hidup di pangkuan-Ku proporsional sebagaimana Daud, ayahmu, dengan masif hati dan dengan bersusila, dan mengerjakan sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika anda tetap mengikuti segala kelanggengan dan regulasi-Ku,
    9:5 maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti nan sudah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus dari geta kerajaan Israel.

Halikuljabbar berjanji tinggal di Yerusalem yang di sana terdapat Kuplet Tahir-Nya, lakukan selama-lamanya. Tapi coba lihat ayat ini:


    * Yeremia 6:6

    Sebab beginilah firman TUHAN semesta standard: “Tebanglah pohon-pohonnya dan timbunlah tanah menjadi tembok terhadap Yerusalem! Itulah kota yang harus dihukum! Hanya penindasan tetapi di dalamnya!

Apabila kita membaca Kitab Yehezkiel dikatakan bahwa kemuliaan Allah meninggalkan Yerusalem, dan Kuplet Suci. Allah yang mulia lain bisa kompromi dengan dosa. Dosa dan keagungan Allah tidak mungkin bercampur. Dimana ada dosa disitu kemuliaan Allah menjadi musnah. Sebaliknya di mana ada mahamulia Tuhan disitu ada kegadisan dan hukum Allah di tinggikan. Jadi, Allah bisa semata-mata berubah sikap karena dosa dan pertampikan manusia. (lihat bahasan di

almalik-tidak-berubah-dan-berubah-vt38.html#p92

)

Benarkan Almalik tinggal di Yerusalem selama-lamanya? Kita luang Yerusalem ditinggalkan Allah dan menderita. Bahkan terjadi penduduk Yehuda seluruhnya terbuang berbunga Yerusalem dan menjadi bani adam buangan di Babel pada perian rezim Nebukadnezar II sreg tahun 586 sM.

Segala apa yang menyebabkan Yang mahakuasa menjadi berubah sikap:

    “Maka itu karena kamu pergi Almalik, Iapun meninggalkan ia!”
    (2 Tawarkh 24:20b)

Jadi ikrar (maupun Nubuat) Allah bahwa Engkau akan sangat di Yerusalem sepanjang-lamanya, itu bersyarat, bahkan dapat dibatalkan-Nya. Ikrar penyertaan Sang pencipta akan ditepati sejauh orang-manusia Israel n kepunyaan komitmen kepada Tuhan. Sebaliknya, atas resistansi cucu adam-orang Israel kepada karunia keselamatan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri menyesali Yerusalem (Lukas 19:41 band. Matius 23:37-39). Yerusalem mengalami kejatuhan yang dahsyat puas tahun 70 Kristen (lihat pembahasannya di

syarah-yesus-kristus-di-gunung-zaitun-matius-24-1-25-46-vt2287.html

).

Kenyataannya, Allah telah mengubah perjanjian-Nya (tatap: Yeremia 31:31-35), yang artinya hak keistimewaan Israel sebagai umat pilihannya diubah kembali. Allah pada zaman Perjanjian Baru Allah menentukan Gereja-Nya adalah umat pilihannya, dan Engkau tinggal di masing-masing khalayak percaya. Dalam religiositas Kristiani kita tak lagi menaruh harapan kehadiran Allah kepada Yerusalem nan secara fisik, belaka kepada hal yang bertambah kekal, adalah
Yerusalem yang baru:


    * Wahyu 21:1-2

    21:1 Lampau aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang permulaan dan manjapada yang purwa sudah lalu berputih, dan lautpun tidak ada lagi.

    21:2 Dan aku mengintai kota yang kalis, Yerusalem nan yunior, turun dari sorga, berasal Allah, nan nilik bagaikan mempelai perempuan nan nilik buat suaminya.

Bekas tinggal Allah n domestik kekudusan tahir, yakni
‘Yerusalem sorgawi’
(Galatia 4:26) atau
‘Yerusalem yang bau kencur’
(Wahyu 21:2).[


Ramalan tanpa syarat, artinya:

Penggenapan nubuatan tersebut bukan didasarkan pada adanya syarat-syarat apapun – misalnya:

eksistensi Yesus yang pertama (sudah lalu digenapi) dan kehadiran Yesus yang kedua (akan digenapi) serta penghakiman, penghukuman, pemulihan marcapada (semua itu akan digenapi).


3. Mengenal Wahyu yang Asli dan yang Palsu

“Yang terutama harus engkau ketahui, adalah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Zakiah enggak bisa ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak gabungan nubuat dihasilkan oleh kehendak sosok, sahaja maka dari itu dorongan Arwah Asli anak adam-orang berbicara atas nama Allah”
(2 Petrus 1:20-21) [/list]

Nubuat dalam perspektif Petrus:

    1. Visiun dalam Kitab Putih [PL & PB] tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.

    2. Nubuat tersebut tidak dihasilkan oleh niat atau kehausan anak adam.

    3. Nubuat dihasilkan makanya kuasa Roh Kudus, sehingga memungkinkan seseorang bisa berbicara mewakili Tuhan Halikuljabbar.

Pada zaman Perjanjian Lama, singularis era utusan tuhan Yeremia, banyak sekali nabi nan bernubuat haram:

    1. Mereka bernubuat atas nama baal (Yeremia 2:8).

    2. Mereka memberikan harapan nol dan hanya mengungkapkan penglihatan taksiran hatinya sendiri, bukan segala apa nan difirmankan Halikuljabbar Allah (Yeremia 23:16-17).

    3. Mereka bernubuat nan mengademkan lever dan telinga manusia doang.

Bagaimana kita bisa mengetahui nubuat yang safi dan yang ilegal? Bakal mengenal nubuat yang tahir dan palsu, ada beberapa petunjuk yang bisa kita ikuti:

    1. Berburu tahu ramalan dan kesaksian Alkitab mengenai nubuat itu.
    “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang lain berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya lain mulai sejak subuh”
    (Yesaya 8:20).

    2. Nubuat nan bukan mengakui Yesus adalah Tuhan
    “Dan setiap roh, nan tak menyanggupi Yesus, tidak berasal dari Allah. Vitalitas itu adalah atma antikristus dan tentang kamu sudah lalu sira dengar, bahwa beliau tubin dan sekarang ini engkau sudah ada di dalam dunia”
    – 1 Yohanes 4:3.

    3. Dari biji zakar yang dihasilkan
    “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar begitu juga domba, tetapi senyatanya mereka yakni serigala yang buas. Berusul buahnyalah anda akan mengenal mereka. Dapatkah manusia memetik biji zakar anggur berasal belukar duri alias buah ara dari rumput duri?”

    Matius 7:15-16.

Suatu hal yang signifikan untuk mencerna nubuat, adalah kita harus dapat mengeluarkan manakah nubuat yang verbatim dan manakah yang ialah kiasan/ tipologi/ perlambangan, untuk yang type ini kita terlazim memahami segi metaforis yang tidak verbatim, sebagaimana pola nan sudah dikemukakan di atas mengenai nubuat “Yunus turut ke dalam alat pencernaan ikan” dan “ular ari tembaga”.

Source: https://www.sarapanpagi.org/nubuat-study-kata-vt449.html