10 Organ Sistem Alat Reproduksi Wanita Beserta Fungsi Dan Bagiannya –

Barang apa yang dimaksud dengan sistem reproduksi pada orang ?

Sistem reproduksi turunan adalah sistem nan berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri pecah testis, indung telur dan bagian perangkat kelamin lainnya. Pengetahuan tentang Anatomi dan Fisiologi sistem reproduksi pada manusia adalah ilmu yang paling kecil dasar cak bagi setiap pelaku kebugaran reproduksi khususnya para wanita. Kerumahtanggaan makalah ini akan membahas hal tentang
Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita.


Baca Juga Artikel Yang Boleh jadi Berhubungan :

12+ Sistem Ilmu tasyrih Awak Bani adam, Faedah, Penjelasan, dan Gambar Teladan


Organ kelamin luar wanita punya 2 manfaat, yaitu sebagai urut-urutan ikut spermake dalam tubuh wanita dan seumpama pelindung gawai kelamin kerumahtanggaan dari organisme penyebab infeksi.Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit boleh masuk dan menyebabkan infeksi kas dapur. mikroorganisme ini umumnya ditularkan melangkaui relasi seksual. (evelyn pearce, 2002).


Sistem-Alat-Reproduksi-Wanita


Organ reproduksi upik terbagi atas organ
genetalia eksterna
dan
organ genetalia interna. Instrumen genatalia eksterna dan vagina merupakan bagian untuk sanggama, sedangkan organ genetalia interna buat ovulasi,tempat pembuahan kurungan telur,translasi blastokis,implantasi, dan bertaruk kembang janin.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Bersambung :

Fungsi Lambung : Anatomi Dan Fisiologi Makanan Manusia


Endometrium adalah
lapisan epitel yang melapisi rongga rezeki. Permukaannya terdiri atas selapis lembaga pemasyarakatan kolumnar yang bersilia dengan kelenjar sekresi mukosa rahim yang berbentuk invaginasi ke intern stroma selular. Kelenjar dan stroma mengalami perubahan yang siklik, bergantian antara pengelupasan dan pertumbuhan baru setiap sekitar 28hari.


N domestik terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum,penyerbukan zigot(kontasepsi), dan nidasi (implantasi) hasil konsepsi. Setiap spermatozoaterdiri atas tiga bagianyaitu kaput(kepala) yang berbentuk lonjong agak pecak dan mengandung bahan nukleus,ekor dan bagian yang silindrik(leher) yang mengikat kepala dengan ekor. Dengan vibrasi spermatozoa dapat bersirkulasi cepat. (Sarwono Prawirohardjo, 2022)


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :
Rantai Kandungan : Denotasi, Jenis, Seser, Komplet, Gambar



Signifikasi Alat Reproduksi Wanita


Organ Reproduksi wanita yakni satu perkakas
– perlengkapan yang main-main dalam serangkaian proses yang n kepunyaan tujuan bagi berkembangbiak atau memperbanyak satu keturunan. Kiranya manusia boleh mempunyai anak, maka harus mempunyai sebuah gawai – organ reproduksi dengan fungsi dan kerumahtanggaan hal normal.



Organ Sistem Reproduksi Wanita

  1. Organ reproduksi asing dan
  2. Gawai reproduksi dalam


Bagian – Bagian Alat Reproduksi Wanita


  • Secara garis samudra alat reproduksi wanita terbagi menjadi dua kelompok, yaitu ibarat berikut :


1. Peranti REPRODUKSI (GENETALIA) LUAR/ Gawai kelamin luar (Eksternal)


Organ kelamin luar (Internal)
Organ kelamin luar (N domestik)


  1. Mons Pubis/ Mons Veneris

  • Bagian yang menonjol yang banyak berisi jaringan lemak yang terletak dipermukaan anterior simpisis pubis.
  • Setelah pubertas, kulit mons veneris ditutup oleh surai-bulu.
  • Seiring eskalasi usia, jumlah jaringan lemak ditubuh wanita akan berkurang dan bulu pubis akan menipis.


  1. Labia Mayora

  • Berwujud dua buah lipatan jaringan legit, berbentuk bulat panjang dan menonjol yang mulai sejak dari mons veneris dan melanglang kebawah dan ke bokong nan mengelilingi labia minora.

  • Terdiri dari 2 rataan, yakni bagian luar nan menyerupai indra peraba jamak dan ditumbuhi rambut, dan bagian dalam menyerupai gelimir dahak dan mengandung banyak kelenjar sebacea.

  • Labia mayora kiri dan kanan bersatu di bagian belakang dan sempadan depan dari perinium disebut Commisura posterior/ frenulum.
  • Homolog dengan skrotum pada suami laki.


  1. Labia Minora

  • Merupakan dua buah lipatan jaringan yang pipih dan berwarna kemerahan nan terlihat jika labia mayora dibuka.
  • Pertemuan lipatan labia minora kiri dan kanan di fragmen atas disebut –  preputium klitoris, dan di bagian bawah disebut frenulum klitori
  • Pada bagian inferior kedua kelipat labia minora memulur memusat penampang dan menyatu dengan fuorchette.


  1. Clitoris/ Klentit

  • Yaitu suatu tanggul berbentuk tabung dan erektil yang terletak diujung komandan vulva.
  • Mengandung banyak urat sinu sensoris dan pembuluh tenggorokan pembawaan.

  • Jumlah rengkung darah dan persyarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitif terhadap suhu, sentuhan dan sensasi impitan. Fungsi utama klitoris adalah menstimulasi dan meningkatkan keregangan seksual.

  • Ujung badan klitoris dinamai Glans dan makin labil watak terbit pada badannya.
  • Tahapan klitoris pelik melebihi 2 cm dan babak yang terlihat merupakan seputar 6×6 mm atau adv minim pron bila tidak mereguk liur dan akan membelenting jjika secara seksual tergiur.
  • Klitoris analog dengan penis pada lanang.

Klitoris analog


    1. Vestibulum

  • Adalah rongga yang sebelah lateral dibatasi oleh kedua labia minora, anterior maka itu klitoris dan dorsal oleh fourchet.

  • Vestibulum yaitu muara-kuala semenjak 6 biji kemaluan lubang ialah vagina, urethra, 2 ambang glandula bartolini yang terdapat di samping dan asa ke belakang berbunga introitus vagina dan 2 estuari
    kelenjar skene di samping dan agak ke dorsal urethra.

Vestibulum


  1. Glandula Bartholini dan Skene

  • Glandula yang penting di daerah vulva karena bisa melepaskan lendir.
  • Pengeluaran lendir meningkat saat hubungan sensualitas.
Kelenjar Bartholini dan Skene
Kelenjar Bartholini dan Skene

  1. Ostium Uretra

  • Walaupun bukan yakni sistem reproduksi sejati, namun dimasukkan ke dalam putaran ini karana letaknya menyatu dengan vulva.
  • Galibnya terwalak sekeliling 2,5 cm dibawak klitoris.


  1. Ostium Vagina

  • Liang vagina sangat bervariasi bagan dan ukurannya. Pada gadis, kebanyakan vagina tertutup sewaktu-waktu oleh labia minora dan jika dibuka, tampak hampir seluruhnya tertutu maka dari itu himen.
Ostium Vagina
Ostium Vagina


  1. Hymen (Himen)

  • Berupa lapisan nan tipis dan menutupi sebagian raksasa introitus vagina.

  • Biasanya selaput dara bertembuk sebesar ujung deriji berbentuk bulan sabit atau sirkular sehingga darah menstruasi dapat keluar. Belaka kadang kala terserah banyak lubang boncel (kribriformis), bercelah (septata), maupun berumbai tidak beraturan (fimbriata). Puas tipe himen fimbriata, lega perawan sulit membedakannya dengan hymen nan sudah mengalami penetrasi detik koitus.
Hymen (Selaput dara)
Hymen (Silir bawang nona)

  1. Perineum


  • Perineum Adalah daerah muskular yang dititupi kulit antara introitus vagina dan anus.
Perineum
Perineum


2.

Perlengkapan reproduksi privat (Privat)


  • Gawai reproduksi privat wanita terdiri dari indung telur dan sungai buatan reproduksi (serokan kelamin).

Organ reproduksi dalam


  • Ovarium

Ovarium (indung telur) adalah sepasang organ berbentuk seperti
biji zakar almond
yang berada disamping uterus didekat dinding lateral tulang panggul dan congah pada salutan posterior ligamentum latum, postero-caudal tuba falopii.


Panjang kira-tebak 2.5 – 5.0 cm dengan pesek kira-kira 1.5 – 3.0 cm.

Sendirisendiri memiliki permukaan medial dan lateral

OVARIUM

  1. Masing-masing ovarium memiliki got anterior (
    mesovarium
    ) dan riol posterior yang bebas. Ligamentum penyangga ovarium adalah :



    1. ligamentum suspensorium ovarii

      (
      ligamentum infundibulo-pelvicum
      ) dan

    2. ligamentum Ovarii Proprium.


    Pembuluh darah ovarium terutama pecah berbunga

    pembuluh nadi ovarica

    yang merupakan cabang

    aorta abdominalis

    dan selanjutnya dialirkan keluar ovarium melalui vena ovarica.

    Ovarium terbungkus oleh tunica albuginea nan mirip dengan yang dijumpai pada testis.


    Adegan luar ovarium disebut

    cortex

    yang n kepunyaan gameet dan dibagian n domestik disebut

    medula

    nan mengandung banyak pembuluh darah besar serta syaraf.

    Cortex ovarium relatif avaskular dan dijumpai beberapa folikel ovarium kecil. Tiap-tiap folikel mengandung ovum immature (
    oosit
    ) nan tersalut dengan satu atau beberapa saduran sel.


    Bila oosit hanya dilapisi oleh satu salutan sengkeran, sel tersebut dinamakan

    sengkeran folikel,

    bila dilapisi maka itu beberapa lapisan sel-sel tersebut dinamakan

    sel granulosa.

    Dibagian cortex terdapat sejumlah folikel dengan berbagai derajat maturasi.


    Plong folikel primordial, oosit dilapisi oleh satu lapisan sel gepeng (sguamoues epithelium).

    Folikel primer memiliki dua maupun lebih lapisan bui granulosa kubis nan mengitari oosit.

    Folikel sekunder mengandung ruang-pangsa digdaya hancuran diantara sel granulosa.


    Kolom tersebut sering mengalami penyatuan (coalesence) takhlik cavum sentral yang disebut sebagai antrum.

    Folikel d’graf atau folilkel vesikuler yang matur punya antrum nan sangat dominan dan folikel galibnya menonjol keluar rataan ovarium.

    Setiap wulan, pada wanita dewasa, satu dari folikel yang masak mengeluarkan oosit dari ovarium, situasi ini disebut
    ovulasi.


kekuatan indung telur

  • Kemujaraban indung telur yakni menghasilkan sel telur (kerangkeng telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
  • Saluran reproduksi
  1. Parit reproduksi (saluran kelamin) terdiri terbit oviduk, uterus dan vagina.

Saluran reproduksi


  • Oviduk ( tuba falopi )


Oviduk (tuba falopii) atau parit telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan janjang sekitar 10 cm. Fragmen pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Lega infundibulum terletak ramburambu-jumbai (fimbrae).


Fimbrae berfungsi mengait ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum nan ditangkap oleh infundibulum akan turut ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum berusul ovarium menuju uterus.

Oviduk

  • Uterus

Uterus (kantung ki gua garba) alias peranakan yaitu rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rezeki).
Serviks
(leher rahim) terletak di puncak vagina.  Selama masa reproduktif, lapisan gelema vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. Sebelum pubertas dan selepas
mati haid, lapisan dahak menjadi licin.


Rahim merupakan suatu perabot yang berbentuk sebagai halnya buah pir dan terletak di puncak vagina. Peranakan terletak di pantat kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat maka dari itu 6
ligamen. Rezeki terbagi menjadi 2 adegan, yaitu serviks dan
korpus
(badan rahim). Serviks yakni uterus bagian bawah yang mengekspos ke jihat vagina. Korpus biasanya pitut ke arah depan.


Selama masa reproduktif, tinggi korpus adalah 2 kali berbunga janjang serviks. Korpus merupakan jaringan kaya otot yang dapat melebar bagi menyimpan janin. Sejauh proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina.


Sebuah serokan yang melalui serviks memungkinkan sperma timbrung ke dalam rahim dan talenta menstruasi keluar. Serviks kebanyakan merupakan penghalang yang baik bakal bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan sejauh masa
ovulasi
(pelepasan sel telur).


Saluran di dalam serviks yaitu sempit, bahkan bersisa sempit sehingga selama kehamilan mudigah tidak dapat melewatinya. Tetapi sreg proses persalinan susukan ini akan meregang sehingga bayi dapat melewatinya.


Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penggarap sputum. Lendir ini deras dan tidak dapat ditembus oleh jauhar kecuali sesaat sebelum terjadinya ovulasi.  Bilamana ovulasi, konsistensi lendir berubah sehingga sperma dapat menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi).


Selain itu, pada saat ovulasi, glandula penghasil dahak di serviks juga mampu menyimpan sperma nan hidup selama 2-3 hari.  Sperma ini kemudian bisa bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ke tuba falopii untuk membuntingi sel telur. Karena itu, korespondensi seksual yang dilakukan n domestik waktu 1-2 masa sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan.


Uterus khalayak berfungsi sebagai tempat perkembangan sel telur apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri pecah dinding berupa saduran jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium.


Lapisan endometrium (dinding nafkah) tersusun dari sel-sel epitel dan mewatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan melebat puas saat ovulasi (pelepasan zigot dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.

Uterus

  • Vagina

Vagina yaitu kanal akhir dari saluran reproduksi bagian kerumahtanggaan plong wanita. Vagina bermuara lega vulva. Vagina memiliki dinding nan berlipat-lipat dengan bagian terluar maujud selaput berlendir, bagian perdua berupa lapisan otot dan adegan terdalam berupa jaringan ikat berakar.


Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pron bila terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan urat dan jaringan ikat berserat berperangai elastis nan berlaku untuk berekspansi uterus saat bakal anak akan dilahirkan dan akan pula ke kondisi semula sehabis bakal manusia dikeluarkan.

Vagina



  • Proses Fisiologis Sistem Reproduksi

    Wanita



  1. Oogenesis

Oogenesis
Oogenesis

Di dalam ovarium terletak oogonium (oogonia = seremonial) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis takhlik oosit primer.


Oogenesis sudah dimulai saat orok gadis masih di internal kandungan, adalah pron bila bayi berumur sekitar 5 wulan privat kandungan. Pada saat jabang bayi perawan berumur 6 wulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai kanak-kanak anyir perempuan tumbuh menjadi momongan perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut ki berjebah dalam keadaan istirahat (dorman).


Pron bila bayi perawan lahir, di kerumahtanggaan setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Saat menyentuh pubertas, anak perempuan semata-mata memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi sepanjang pertumbuhannya.


Saat memasuki waktu pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang bukan sebanding ukurannya. Terungku oosit permulaan merupaakn oosit yang bertakaran biasa (ki akbar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan bui yang berdimensi lebih kecil disebut badan polar mula-mula (polosit primer).


Lebih jauh , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Hanya lega meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti setakat terjadi ovulasi. Sekiranya tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi.


Namun jika cak semau semen ikut ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan lagi. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel osean yang disebut ootid dan satu rumah tahanan kecil nan disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar purwa juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga jasmani polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi zigot dari oogenesis setiap satu oogonium.


Oosit internal oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) adalah sel pembungkus mumbung cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi kerjakan menyediakan sumber makanan bikin oosit. Folikel juga mengalami pergantian seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer.


Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Plong detik terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder absolusi dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika lain terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.



  1. Menstruasi (Haid)


Menstruasi (haid) adalah

pendarahan secara berkala dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika sel telur tidak dibuahi oleh mani. Siklus menstruasi sekitar 28 masa. Pemuasan ovum yang faktual oosit sekunder semenjak ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon nan mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi.


Bikin mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya yaitu adanya peristiwa yang sangat penting, merupakan ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ horizon) menstruasi. Lakukan periode atau siklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari mula-mula menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, adalah fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase setelahovulasi.


  • Fase menstruasi
Fase Menstruasi
Fase Menstruasi


Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi maka dari itu semen
, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya zigot berusul dinding uterus yang menebal (endometrium).


Lepasnya sel telur tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium nan mengandung halkum darah menyebabkan terjadinya pendarahan sreg fase menstruasi. Pendarahan ini biasanya berlantas selama lima periode. Volume darah nan dikeluarkan biasanya sekitar 50mL.


  • Fase pra-ovulasi

Lega fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus membedakan hormon gonadotropin. Gonadotropin panas hipofisis bikin mengeluarkan FSH. Adanya FSH seronok pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi suatu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan bersemi hingga hari ke-14 hingga folikel menjadi menguning atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya.


Selama pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan lagi (proliferasi) pengasingan-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Eskalasi konsentrasi estrogen sejauh pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks cak bagi melepaskan lendir yang bersifta basa. Dahak yang bersifat basa berguna untuk menetralkan resan cemberut pada serviks agar makin mendukung lingkungan kehidupan sperma.


  • Fase ovulasi

Pada saat mendekati fase ovulasi atau merentang hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pemuasan FSH bertambah lanjut berusul hipofisis. Penerjunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH.


LH merangsang pelepasan oosit sekunder mulai sejak folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu detik terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi maka dari itu sperma. Umunya ovulasi terjadi pada periode ke-14.


  • Fase pasca-ovulasi

Pada fase sehabisovulasi, folikel de Graaf nan ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron.


Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Progesteron pun merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan guna progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penghijauan (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi penyerbukan atau kehamilan.


Proses sesudahovulasi ini berlantas dari perian ke-15 sampai periode ke-28. Cuma, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan n kepunyaan kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga sentralisasi estrogen dan progesteron akan menurun. Sreg kondisi ini, hipofisis menjadi aktif bikin melepaskan FSH dan lebih jauh LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung pun dengan fase menstruasi berikutnya.


  1. Fertilisasi

Fertilisasi alias pembenihan terjadi momen oosit sekunder yang mengandung sel telur dibuahi maka dari itu sperma. Fertilisasi galibnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum semen dapat memasuki oosit sekunder, pertama-tama mani harus menembus berjejer-jejer sel granulosa yang melekat di jihat luar oosit sekunder nan disebut korona radiata.


Kemudian, sperma pun harus menembus lapisan sesudah korona radiata, yaitu zona pelusida. Zona pelusida yakni lapisan di jihat dalam korona radiata, berupa glikoprotein yang memalut oosit sekunder.


Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik jauhar maupun oosit sekunder tukar mengeluarkan enzim dan ataupun paduan tertentu, sehingga terjadi aktivitas yang tukar mendukung.


Sreg mani, bagian kromosom mengeluarkan:

  • Hialuronidase
    ,
    Enzim yang bisa melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata.
  • Akrosin
    ,
    Protease yang bisa menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida.
  • Antifertilizin
    ,
    Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.


Oosit sekunder juga mengecualikan fusi tertentu, ialah fertilizin nan tersusun dari glikoprotein dengan kekuatan :

  • Mengaktifkan semen agar berputar bertambah cepat.
  • Meruntun sperma secara kemotaksis substansial.
  • Mengumpulkan sperma di seputar oosit sekunder.

Pron bila satu sperma menembus oosit sekunder, hotel prodeo-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder menyingkirkan senyawa tertentu nan menyebabkan zona pelusida tidak boleh ditembus oleh sperma lainnya. Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder , sehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penuntasan meiosis II dihasilkan tiga bodi polar dan suatu ovum yang disebut inti oosit sekunder.


Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti (nukleus) pada kepala sperma akan menggembung. Sebaliknya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti semen yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum nan mengandung 23 kromosom (haploid) akan beraduk menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) alias 46 kromosom.


  1. Gestasi (Kehamilan)

Sel telur akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Privat perjalannya ke uterus, sel telur membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok lokap yang sama besarnya, dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula.


Morula akan terus membelah sampai terjaga blastosit. Tahap ini disebut blastula, dengan rongga di dalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). Blastosit terdiri dari kerangkeng-terungku putaran luar dan sel-lokap babak kerumahtanggaan.


  1. Bui-sel bagian asing blastosit

Sel-sel adegan luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit sreg uterus. Sel-sel trofoblas membentuk titik berat-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi bak ranggit. Sel-sel trofoblas pun mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi bikin mengarifi serta meluluhkan sel-sel endometrium.


Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif maka dari itu interniran-sel trofoblas mudah-mudahan ovum berkembang lebih jauh. Kemudian, trofoblas beserta tangsi-sel tidak di bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat mewujudkan tembuni dan berbagai membran kehamilan.


Berbagai macam membran kehamilan berfungsi lakukan membantu proses transportasi, asimilasi, ekskresi dan fungsi-kemustajaban terdepan lainnya selama embrio sukma dalam uterus. Selain itu, adanya lapisan-lapisan membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar, termasuk kekeringan.


  • Sakus vitelinus

Sakus vitelinus (jala-jala telur) merupakan membran berbentuk pura yang pertama kali dibentuk dari perpanjangan lapisan endoderm (salutan terdalam pada blastosit). Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan kurungan-lembaga pemasyarakatan darah dan pembuluh-rengkung darah permulaan fetus. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblas takhlik korion.


  • Korion

Korion merupakan membran terluar nan merecup melingkupi embrio. Korion membentuk vili korion (jonjot-jonjot) di n domestik endometrium. Vili korion pintar pembuluh talenta emrbrio nan berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terwalak di dalam endometrium uterus. Korion dengan jaringan endometrium uterus mewujudkan plasenta, yang adalah organ pemberi vitamin bagi fetus.


  • Amnion

Amnion merupakan membran nan kontan melingkupi embrio n domestik satu ruang nan berisi cair amnion (ketuban). Larutan amnion dihasilkan maka itu membran amnion. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrio kiranya dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi embrio dari pergantian suhu yang drastis serta remai bersumber asing.


  • Alantois

Alantois merupakan membran pembentuk uri (ari-kandang kuda). Tembuni mencantumkan embrio dengan plasenta puas endometrium uterus ibu. Di dalam alantois terdapat halkum talenta yang menyalurkan zat-zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengasingkan tinja metabolisme, seperti karbon dioksida dan urea bakal dibuang oleh ibu.


  1. Sel-kurungan bagian dalam blastosit

Rumah pasung-sel penggalan dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal bakal anak (embrioblas). Pada embrioblas terletak saduran jaringan asal yang terdiri dari saduran luar (ektoderm) dan sepuhan internal (endoderm). Meres ektoderm penyok ke dalam sehingga mewujudkan lapisan tengah (mesoderm). Selanjutnya, ketiga saduran tersebut akan berkembang menjadi bermacam ragam organ (organogenesis) pada ahad ke-4 sampai minggu ke-8.


Ektoderm akan menciptakan menjadikan saraf, mata, indra peraba dan cingur. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, dalaman, pembuluh darah, ginjal, kambar dan kelenjar kelamin. Endoderm akan menciptakan menjadikan perlengkapan-organ yang bersambung langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan.


Selanjutnya, menginjak minggu ke-9 sampai bilang saat sebelum kelahiran, terjadi penyempurnaan beragam organ dan pertumbuhan awak yang pesat. Perian ini disebut hari janin atau masa fetus.


  1. Laktasi

Kelanjutan bayi yang yunior lahir mengelepai lega persediaan buah dada dari ibu. Produksi air buah dada (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (tetek) ibu. Sebelum kehamilan, tetek sekadar terdiri berpokok jaringan adiposa (jaringan sedap) serta suatu sistem aktual kelenjar buah dada dan saluran-saluran kelenjar (duktus kelenjar) nan belum berkembang.


Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar payudara dirancang maka dari itu mammotropin. Mammotropin merupakan hormon nan dihasilkan berbunga hipofisis ibu dan tembuni bakal manusia. Selain mammotropin, ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron nan dikeluarkan oleh plasenta, sehingga sistem saluran-saluran kelenjar susu tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar tetek dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar.


Sungguhpun estrogen dan progesteron terdepan buat urut-urutan bodi kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah bakal mencegah sekresi dari air susu. Sebaliknya, hormon prolaktin n kepunyaan bilyet yang bentrok, ialah meningkatkan sekresi air payudara.


Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat bersumber minggu ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion bani adam, yang juga mempunyai sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin berpokok hipofisis ibu.


  1. Menopause

Mati haid merupakan berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat jompo perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak bisa mengerti apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang bontot sampai satu tahun berlalu. Mati haid sewaktu-waktu disebut misal perubahan semangat. Sekitar 80 komisi wanita mulai berkinja-kinja menstruasinya.



Faktor Nan Mempengaruhi

Proses Fisiologis Sistem

Reproduksi Manusia

Banyak faktor nan berpengaruh terhadap reproduksi manusia yang boleh dikelompokkan sebagai berikut


  • Faktor Organobiologik

Reproduksi hamba allah yang berkarakter berkelamin ganda, dipengaruhi maka dari itu faktor organobiologik, baik pada adam maupun pada wanita. Faktor organobiologik ini mencangam berbagai penyakit anatomis ataupun fungsional dari lega alat tubuh manusia, terutama masalah radas dan manfaat reproduksi, nan dapat mengakibatkan kelainan puas kualitas dan besaran reproduksi manusia.


Dalam kerumunan faktor oganobiologik ini, termasuk :

  1. Sukma makhluk.

Diketahui bahwa puncak kesuburan umumnya berada pada arwah sekitar 24 – 25 waktu. Fungsi reproduksi menurun setelah umur itu.

  1. Faktor zat makanan.
  2. Penyakit infeksi, seperti radang glandula parotis sreg perkataan (gondongan), tuberkulosis, kencing nanah, radang prostat, kenohong, cacar dan sebagainya.

  3. Alergi dan alai-belai imunologik.
  4. Provokasi metabolisme umum, sebagaimana diabetes dan sebagainya.
  5. Kegagalan buah punggung menahun.
  6. Kelumpuhan bagian bawah anggota badan (papaplegia).
  7. Kelainan endoktrim pada kelenjar hipofise otak.
  8. Kelainan kromosom.
  9. Pengaruh dari luar : pengasosiasi, zat kimia, radiasi, suhu ling¬kungan sekitar, dan sebagainya.

  • Faktor Psikoedukatif

Reproduksi turunan lagi dipengaruhi maka itu bervariasi faktor yang tergolong psikoedukatif, yaitu faktor kejiwaan dan pendidikan maupun warta manusia.


Kesadaran akan gawatnya penyakit kependudukan suatu negara, merupakan motivasi untuk upaya pentingnya memelihara kebugaran ibu dan anak asuh serta anak bini, mewujudkan para pasutri mempraktekkan keluarga berencana. Dalam banyak hal, pendidikan kaum wanita berkarisma positif terhadap pengendalian reproduksinya.


  • Faktor Sosiokultural

Faktor yang tergolong dalam kelompok sosial budaya membagi pengaruh lagi terhadap reproduksi manusia. Rukyah bahwa anak lelaki makin berharga daripada wanita, banyak momongan banyak rejeki seringkali menjadi pendorong pemacuan terhadap fungsi reproduksi, bahkan seringkali dengan menaksirkan akibat buruk terhadap kesehatan ibu dan anak.




Hormon-Hormon Puas Sistem Reproduksi
Wanita

Pada wanita, peran hormon n domestik jalan oogenesis dan kronologi reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi yaitu dalam siklus menstruasi.


  • Estrogen

Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Cak semau banyak jenis dari estrogen tapi yang paling terdepan lakukan reproduksi yaitu estradiol. Estrogen berarti lakukan pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual lega wanita yaitu pembentukan payudara, jeluk jasad, surai kemaluan,dll.


Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan menciptakan menjadikan ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan besaran enceran cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi mani.

  • Progesterone

Hormon ini diproduksi maka itu korpus luteum. Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus dipertahankan sepanjang trimester sediakala kehamilan hingga uri dapat membuat hormon HCG.


  • Gonadotropin Releasing Hormone

GNRH merupakan hormon nan diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tataran, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga ketentuan GNRH akan menjadi tekor, begitupun sebaliknya.


  • FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)

Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel. Berbunga folikel yang matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan bagi waktu tertentu maka dari itu LH.


  • HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Tiba diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 ahad oleh jaringan trofoblas (tali pusar). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 ahad (sebatas sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun puas trimester kedua (selingkung 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).


Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama puas masa-perian kehamilan awal. Mungkin juga memiliki kepentingan imunologik. Deteksi HCG sreg pembawaan maupun air kencing bisa dijadikan sebagai tanda peluang adanya kehamilan (tes Galli Mainini, konfirmasi Pack, dsb).


  • LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin

Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu maka dari itu kelenjar payudara. Di indung telur, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan bui telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Puas kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh uri (HPL / Human Placental Lactogen).


Arti laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama sreg masa laktasi / pascapersalinan. Prolaktin sekali lagi memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga seandainya kadarnya jebah (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan godaan haid berupa amenorhea.



Bisikan dan Penyakit Sreg Sistem Reproduksi Wanita

  1. Bencana menstruasi

Rayuan menstruasi sreg wanita dibedakan menjadi dua keberagaman, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer yakni bukan terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah bukan terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan maupun lebih pada orang yang perdua mengalami siklus menstruasi.


  1. Tumor ganas genitalia

Kanker genitalia lega wanita dapat terjadi sreg vagina, serviks dan indung telur.


  1. Puru ajal vagina

Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan maka itu virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.


  1. Tumor ganas serviks

Tumor ganas serviks merupakan keadaan dimana sel-sel minus bertaruk di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, indung telur, sepertiga penggalan atas vagina dan kelenjar limfe panggul.


  1. Kanker ovarium

Puru ajal ovarium punya gejala nan tidak jelas. Dapat nyata rasa susah pada panggul, pergantian fungsi parit pencernaan maupun mengalami pendarahan vagina tekor. Penanganan bisa dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.


  1. Endometriosis

Endometriosis adalah kejadian dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk alias jauh di asing uterus, misalnya di paru-paru.


Gejala endometriosis substansial guncangan perut, pinggang terasa lindu dan nyeri lega masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan hidayah obat-obatan, laparoskopi alias bedah laser.


  1. Infeksi vagina

Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul mengerinyau-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia kreatif. Penyebabnya antara tidak akibat sangkut-paut kelamin, terutama bila laki tertular infeksi, kawul maupun bibit penyakit.


  1. Keputihan (Fluor Albus)

Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh plural pasilan, antara lain jamur Candida albicans, Protozoa dari diversifikasi Trichomonas vaginalis, mikroba, dan virus. Candida albicans menaksir mileu yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan sreg perempuan hamil dan pengidap diabetes melitus (kencing manis).


  1. AIDS

AIDS merupakan kependekan mulai sejak Acquired Immttne Deficiency Syndrome (sindrom hilangnya kekebalan karena bentukan). Komplikasi ini disebabkan oleh virus HIV (Human Immtmodeficiency Virus). Sampai sekarang, penyakit mematikan ini belum ada obatnya. Manusia yang meradang virus HIV enggak langsung menderita AIDS.


Masalah ini yunior terbantah setelah enam rembulan sampai panca tahun, bergantung pada keluasan pikiran awak seseorang. Kebobrokan ini mencaci lokap-rumah tahanan darah putih yang merupakan penggalan dari sistem imunitas tubuh. Akibatnya, kalau meradang mikroba tertentu nan bagi orang biasa lain membahayakan. penanggung AIDS dapat meninggal.


  1. Kista

    Kista ovarium adalah kantung mungil berisi enceran yang berkembang dalam ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Sahaja, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari gempa bumi haid, kista pecah, epistaksis, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas setakat tumor ganas endometrium.


  2. Myom

    Myom ialah basung urat rahim yang berubah menjadi tumor jinak. Istilah mudahnya, daging tumbuh di rahim.
    Gejala-gejala myom:
  • Nyeri perut atau pantat.
  • Kandungan terasa penuh dan kadang membesar seperti wanita hamil.
  • Nyeri saat bersenggama.
  • Gejala anemia karena kehilangan talenta haid.
  • Sering berkemih karena miom menekan kandung air kencing.
  • Tekanan pada panggul.
  • Gangguan haid begitu juga enggak terstruktur, linu, dan pendarahan tidak halal (lebih banyak atau lebih lama).

Gejala tersebut bisa dirasakan apabila kondisi myom sudah melembung.


  • Kesimpulan

Ilmu tasyrih sistem reproduksi wanita terbagi menjadi 2 babak merupakan: Organ-organ eksternal, berfungsi kopulasi, terdiri dari: Vulva, mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris,
vestibulum, introitus/orificium vagina, vagina, prineum.


Organ-organ interna berfungsi untuk ovulasi, fertilisasi ovum, transpoertasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, dan kelahiran terdiri dari: Uterus, servik uteri, corpus uteri, ligamentum penyangga uterus.  Oogenesis adalah proses pembentukan zigot (kamp telur) nan terjadi didalam ovarium. Hasil berpangkal oogenesis ialah ovum dan tiga jasmani polar.


Sel benih testis pada orang laki-laki, maupun sel sperma ovarium pada perempuan terlihat sreg mulanya arwah janin. Kejadian, bagaimana penjara reproduksi ini digerakkan ke daerah tempat yang telah ditentukan, yaitu ovarium dan testis, merupakan satu resep agung dan indah.


  • Saran

Intern pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kehabisan pesiaran serta kekurangan dalam penulisan. Situasi tersebut terjadi karena penyalin masih dalam tahap pembelajaran sehingga diharapkan untuk kritik dan saran berasal rekan-rekan serempak untuk dapat membimbing dan kondusif penelaahan lebih lanjut.



DAFTAR Bacaan

  • Campbell, dkk. 2004. Ilmu hayat Jilid III. Jakarta: Erlangga.
  • http://www.crayonpedia.org/mw/Sistem_Reproduksi_Dan_Penyakit_Yang_Berhubungan_Dengan_Sistem_Reproduksi_Pada_Manusia_9.1
  • http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/25/ki kesulitan-dan-ki aib-sreg-sistem-reproduksi/
  • http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/23/organ-reproduksi-laki-laki/
  • http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/08/organ-reproduksi-wanita.html
  • http://biologimediacentre.com/sistem-reproduksi-2-reproduksi-pada-manusia/
  • Nangsari, Nyanyu Syamsiar. 1988. Pengantar Ilmu faal Manusia. Jakarta: Depdikbud.
  • Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi bikin Bidan. Jakarta: Gramedia.
  • Pratiwi, dkk. 2006. Biologi. Jakarta: Erlangga.
  • 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: EGC.

Itulah ulasan adapun

Pengertian Dan Bagian-Bagian Perkakas Reproduksi Wanita Beserta Fungsinya




Pola

. Semoga apa yang diulas diatas berharga bagi pembaca. Sekian dan Sambut Kasih.

Siapa Dibawah Ini nan Sira Cari