Apa Yang Dimaksud Dengan Sikap Pantang Menyerah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Didalam berwirausaha cak semau beberapa aspek nan menentukan berhasil tidaknya suatu operasi nan dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolan ataupun pemasaran dan sikap. Modal bisa di dapat berbunga majemuk cara misalnya dengan modal yang kita n kepunyaan sendiri alias dengan pinjaman. Maka itu karena itu silam dibutuhkan suatu kemitraan ataupun hubungan social yang baik intern berwirausaha. Karena terkadang intern berwirausaha kita tak dapat memulainya koteng baik karena kekurangan uang, sumur buku, maupun kreatifitas. Maka dari itu karena itu kemitraan sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu aspek nan penting internal berwirausaha.

Akan halnya pengelolaan atau penyelenggaraan dan pemasaran akan kian baik bila kita menguasainya lebih jauh sebagai sendiri wirausahawan, karena aspek pengelolaan dan pemasaran ialah aspek yang menyambut peranan berharga. Sedangkan mengenai sikap, wirausahawan harus memiliki sikap-sikap nan dapat membuat kejayaan dan tentunya harus dimiliki oleh para wirausahawan. Hal ini berfaedah terutama sikap pantang menyerah nan harus dimiliki oleh setiap wirausahawan, karena jika mereka tidak memiliki sikap tersebut pastinya usahanya tak akan melanglang lama.

Pantang menyerah merupakan resistansi wirausahawan yang tangguh munjung semangat, bukan putus asa, kuat kerja berkanjang dan enggak menyerah. Seorang wiraswasta mempunyai cita-cita hierarki untuk sukses didalam mengelola kegiatan usahanya atau bisnisnya akan menjadi pendorong dan sosi resistan dalam menghadapi apa obstruksi, hambatan, cobaan dan kendala dalam berwirausaha. Tentang yang dimaksud dengan ki liat adan tangguh, kuat dan lain mudah putus asa, para wirausahawan didalam mencampuri kegiatan usahanya selain harus ulet diharapkan kembali agar jangan teklok , mudah putus asam, beri, menyerah dan tidak cak hendak berjuang.

Para wirausahawan harus berambisi ingin beradab didalam melaksanakan kegiatan kampanye ataupun bisnisnya. Akan halnya nan dimaksud terbang semangat intern mengelola operasi yakni wirausahawan itu tidak punya lagi di harapan intern berwirausaha. Dalam menghadapi dunia membahu yang munjung ranjau-ranjau kolusi, korupsi dan nepotisme, seseorang wirausahawan memerlukan jiwa enggak putus asa dan tahan banting serta munjung ketabahan untuk memulai liku-liku rintangan didalam usaha/ ataupun bisnisnya, kerap berusaha mencari urut-urutan yang kian baik untuk beradab dan mencapai sukses. Akan semata-mata, pasti tetapi sikap kerja pantang tungkul dan ulet privat mengelola kegiatan gerakan ataupun bisnisnya harus ditunjang oleh pengorbanan, perjuanan, semangat dan kepercayaan pada diri para wirausahawan sendiri.

1.2 Rumusan Komplikasi
1. Apa yang dimaksud dengan sikap pantang tungkul?
2. Kok sikap pantang tungkul diperlukan n domestik berwirausaha?
3. Bagaimana menerapkan sikap pantang menunduk privat berwirausaha?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian sikap pantang menyerah
Plong Hakikatnya sikap pantang tunduk dan ki liat yakni perlagaan wirausahawan yang tangguh penuh spirit, lain putus asa, kuat kerja gentur dan lain menyerah. Seorang wiraswasta n kepunyaan cita-cita tinggi buat sukses didalam mengelolah kegiatan usahanya atau bisnisnya, cita-cita wirausahawan yang sangat tinggi untuk sukses didalam menggapil kegiatan gerakan atau bisnisnya akan menjadi pendorong dan anak kunci tahan internal menghadapi segala rintangan, hambatan, cobaan dan obstruksi internal berwirausaha.
         Tentang yang dimaksud pantang tungkul para wirausahawan didalam menggapil kegiatan usahanya selain harus ulet diharapkan juga mudah-mudahan jangan loyo , mudah terpenggal asam, pasrah, tunduk dan tidak kepingin berjuang. Para wirausahawan harus berambisi ingin maju (ambitition drive) didalam melaksanakan kegiatan aksi maupun bisnisnya. Adapun yang dimaksud putus asa dalam mengelola gerakan yakni wirausahawan itu lain punya harapan lagi didalam berwirausaha.

Dalam menghadapi dunia bisnis yang penuh ranjau-ranjau rekayasa, korupsi dan nepotisme, seseorang wirausahawan memerlukan jiwa tidak putus sangka dan ulet serta mumbung ketabahan kerjakan memulai liku-liku rintangan didalam usaha maupun bisnisnya, selalu berusaha mencari perkembangan nan lebih baik untuk bertamadun dan mencapai sukses. Akan sekadar, tentu saja sikap kerja pantang menyerah intern mengelola kegiatan aksi atau bisnisnya harus ditunjang makanya pengorbanan, perjuanan, hidup dan ajudan plong diri para wirausahawan sendiri.
         Sikap kerja pantang takluk dan ulet kerumahtanggaan berwirausaha puas hakikatnya adalah sinar terang keberhasilan dalam menjalankan kehidupan usahanya baik bikin diri wirausaha, keluarganya ataupun cak bagi publik. Seorang wirausahawan yang memiliki sikap kerja pantang menunduk didalam usahanya sreg hakekatnya adalah manusia yang tidak mengenal lelah didalam berwirausaha. Adapun faktor-faktor nan dapat membantu sikap kerja pantang menunduk internal kegiatan kampanye ataupun bisnis para wirausahawan merupakan bak berikut :
•    Berkarya dengan munjung keyakinan, penuh spirit, pantang menyerah dan ulet dalam berwirausaha.

•    Berkarya dengan penuh ketekunan dan mempunyai tekad yang terarah n domestik berwirausaha

•    Bekerja berdasarkan kemampuan, bakat, minat, pengalaman, pendidikan dan keikhlasan intern berwirausaha

•    Bekerja mumbung vitalitas, munjung kegairahan dan mumbung ketabahan dalam berwirausaha.

2.2 Pentingnya sikap pantang menyerah
    Sikap kerja pantang menyerah dalam berwirausaha plong hakikatnya merupakan panah kilap kemenangan dalam menjalankan arwah usahanya baik cak bagi diri wiraswasta, keluarganya maupun lakukan masyarakat. Seorang wirausahawan yang punya sikap kerja pantang menyerah didalam usahanya pada hakekatnya adalah khalayak nan tidak mengenal lelah didalam berwirausaha.

Bagi seorang wirausaha, sikap pantang menunduk yaitu sikap yang enggak mudah kotong nasib dalam menghadapi heterogen obstruksi, selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan, menganggap rintangan/hambatan selalu cak semau intern setiap kegiatan yang harus dihadapi. Mereka yang menyerah sebelum mencapai tujuan, mereka adalah orang-basyar yang gagal dan enggak akan pernah sukses.
Wirausahawan nan punya komitmen tinggi dan pantang takluk di privat berwirausaha, setidaknya harus n kepunyaan 6 kekuatan nan dapat membangun khuluk ;
1.      keagamaan nan kuat cak bagi berbudaya
2.      keinginan nan gentur untuk maju
3.      pemikiran nan konstruktif dan mewah
4.      keluasan pikiran dan keluasan pikiran
5.      ketahanan jasmani dan mental
6.      kejujuran dan barang bawaan jawab

2. 3 Menerapkan sikap pantang menyerah

Langkah intern menerapkan sikap pantang menyerah yaitu :
1.    Kalau mempunyai gaya mudah menyerah, maka langkah permulaan nan paling utama adalah menyepakati kelemahannya itu. Dengan menyadarinya supaya siap lakukan memperbaikinya.
2.    Motivasikanlah diri untuk mengembangkan sikap pantang tunduk. Sikap ini diperlukan buat meraih kemenangan internal sukma. Perhatikanlah artis, atlit, karyawan boleh menajak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yg kepingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya, orang yg mudah menunduk, kemusykilan dan mudah putus asa ialah orang-orang yang gagal.
3.    Berpikirlah bisa dan akan berhasil meraih apa yang inginkan. Keyakinan ini akan mewujudkan lebih efektif dibandingkan bila terlalu mengantisipasi peluang buruk. Menurut para ahli , orang yang optimis mempunyai kemungkinan yang kian lautan cak bagi berbuah dibanding individu yang pesimis. Kok ? Karena religiositas yg positif akan mempengaruhi mental dan jasad secar bermakna untuk mendapatkan barang apa nan di yakininya.
4.    Arahkan mata pada tujuan , tak pada kendala. Bila memandang sreg intensi ,maka obstruksi lain akan menakutkan. Tapi sebaliknya, bila terfokus pada hambatan , akan mudah kehabisan daya juang.
5.    Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yang mantap , Hadapi dan palamilah camar duka dan petualangan baru. Keberanian nan benar bukan berjasa seperti sosok yang ki angkat bebas ke drum, tapi sebagai halnya khalayak nan menuruninya setahap demi setapak dengan ancang yang masak. Kalau tidak bahadur mencuil resiko , tentu semata-mata mampu plong tempat nan lega hati,tetapi tak akan berkembang.
6.    Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian. Anggaplah tantangan umpama “Sparring Pathner” yang akan mewujudkan semakin langgeng, bukan sebagai raksasa yang menelan. Semakin banyak tantangan, semakin nekat menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yang langgeng.
7.    Jangan terlalu cepat mencoket kesimpulan bahwa tidak akan berhasil bila lega usaha mengalami kegagalan. Belajarlah berpunca kehampaan itu agar didapat gambaran yang makin baik pun.
8.    Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu enggak datang bagi kedua kalinya. Tidak ada pendobrak kegagalan yang sekuat nilai “kegigihan” . Imbangi kegigihan dengan pemikiran yg produktif.

9.    Jangan ki terdorong maka dari itu kekesalan orang enggak, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah terbit kegagalan dan kesalahan khalayak lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Dengan pendirian itu dapat  menghemat banyak sekali masa dan energi  nan suntuk berharga
Jangan tergerak maka itu kegagalan turunan lain, tapi biarlah keberhasilan basyar bukan memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan individu lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Dengan cara itu Anda menghemat banyak sekali musim dan energi ia yg silam berharga.

Gapura III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sikap pantang menyerah lalu bermakna bakal wirausahawan bagi bisa berekspansi gerakan yang kita. Hal ini lewat berkaitan dalam kesuksesan seorang wirausaha, sikap ini harus dimiliki bagi setiap orang yang baru alias yang telah lama menjadi seorang wirausaha, karena kejadian inilah nan akan membuat seorang wirausaha dapat berekspansi setiap usaha-propaganda yang dilakukan.
3.2 Saran
Kerumahtanggaan berwirausaha kegagalan adalah hal yang biasa terjadi dalam setiap manuver kita, untuk itu mudah-mudahan kita bisa menangani kejadian tersebut khususnya kerjakan seorang wiraswasta harus memiliki sikap pantang menunduk dalam melakukan suatu usaha sepatutnya aksi kita boleh berjalan dengan lampias. Untuk mengurangi resiko kegagalan dalam berwirausaha koteng wirausaha harus gegares kreatif dan menciptakan hal-hal baru dalam berwirausaha sepatutnya setiap konsumen menjadi lebih senang.

DAFTAR Pustaka

Ayip, Dede. 2022. Makalah Sikap Ki liat dan Pantang Menyerah. http://ddayipdokumen.blogspot.com/2013/05/referat-sikap-ulet-dan-pantang-menyerah.html. [Serial Online]. Diakses pada 27 September 2022.
Hanifa, Fani. 2022. Makalah Kewirausahaan Menunjukkan Sikap Pantang Menyerah dan Ulet. http://yukimiku.blogspot.com/2011/03/makalah-kewirausahaan-menunjukkan-sikap.html. [Serial Online]. Diakses puas 27 September 2022.
Tri Utomo, Subuh. 2022. Pentingnya sikap ulet dan pantang menunduk kerumahtanggaan berwirausaha. http://smkissud2amb.blogspot.com/2013/03/pentingnya-sikap-ulet-dan-pantang.html. [Serial Online]. Diakses lega 29 September 2022.

Source: https://haninofia.blogspot.com/2013/12/makalah-sikap-pantang-menyerah.html