Apakah Anggrek Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Antusiasme Bertanam Hidroponik

Hobi dapat menjadi makin berbunga tetapi kesenangan bila mampu menghasilkan pendapatan lampiran. Hal itu dialami Deny Agustian. Selama sembilan tahun, maskulin kerap disapa Deny ini berbuntut meraup untung dari usaha tanaman hidroponik. Padahal, dulunya usaha tersebut tetapi kegiatan digunakan untuk mengisi luang namun, namun kini terlebih mendatangkan kantung peso.

Penduduk
Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon ini memang mempunyai hobi berbendang sejak remaja. Di tahun 2022 habis, ia mencoba bereksperimen beralih mencoba bertanam dengan metode hidroponik. Ia memanfaatkan persil sempit nan aktual pakus dan halaman di sebuah tanah nan bukan jauh pecah rumahnya.

’’Mulanya memang dipakai gudang, tapi masih banyak bagian yang nganggur akhirnya saya pakai berkebun. Tapi, pakai pendirian hidroponik biar bisa menguburkan banyak,’’ ujar pegawai area sipil Pemkot Mojokerto ini.

Awalnya, Deny mencoba mengebumikan konsentrat sayuran yang ia beli pecah toko persawahan dengan modal Rp 125 ribu. Mulai bermula sayur pakcoi, pakcoy, tomat hingga cabe. Luas tanah nan dimiliki Deny untuk bertemu dengan tanam itu berukuran 7,5 x 23 meter. Semua bibit tersebut ditanamnya menggunakan sistem NFT atau menerobos pipa PVC. Alhasil cukup memuaskan.

Selain tumbuh dengan cepat dan ki berjebah, hasil panen sayurannya sepan melimpah. ’’Saking banyaknya, itu saya bagikan ke tetangga. Terimalah, karena sudah lalu berakibat, akhirnya saya berangkat memakamkan buah melon. Jadi, biar ada variasi tanaman,’’ ucapnya.

Juga-lagi, hasil eksperimen Deny berhasil. Proses panen buah melon hidroponik miliknya terbilang adv amat cepat. Intern musim setahun, Deny mengaku boleh panen tiga kelihatannya. Bahkan, saat dijual harganya laku kian mahal dibandingkan dengan harga melon absah di pasaran. ’’Sekilo bisa sebatas Rp 75 mili, dan permintaannya strata sekali. Karena rasanya memang lebih manis dibandingkan melon nan ditanam di tanah, oleh permintaan banyak,’’ bebernya.

Deny menjuluki sekali panen ia bisa meraup penghasilan seputar Rp 23 juta. Pembeli melon hidroponiknya berasal dari lokal maupun luar Mojokerto. ’’Banyak teman saya sendiri nan beli. Ttapi, antitesis dari asing ii kabupaten, seperti di Jombang dan Surabaya,’’ bebernya.

Bahkan, saking keteteran maraknya tuntutan melon hidroponik, Deny mengaku membatasi suatu pengasosiasi belaka bisa membeli satu buah sekadar.
Deny menyanggupi, hingga ketika ini engkau belum relasi mengalami gagal panen. Sebab, preservasi hidroponik terbilang sangat mudah dan menghemat waktu.

Takdirnya biasanya tumbuhan di tanah membutuhkan proses penyiraman makin teratur, justru tanaman hidroponik sebaliknya. ’’Kalau pohon lahan saban hari harus disiram, yang hidroponik seminggu saja sudah cukup. Cocok buat mereka yang punya kegiatan sibuk tapi hobi berkebun,’’ ujar pria 45 tahun ini.

Kini, Deny tengah bereksperimen menyedang sistem pohon hidroponik lega pokok kayu hias dan anak uang. Hal itu terinspirasi mujur hobi si istri, Agustiningsih yang memang senang mengoleksi tanaman hias. Bilang tanaman anggrek kembali sudah start berkembang di tanah sempit miliknya. Tentunya bilang anggrek itu ditanam secra hidroponik.

’’Pakai sekam sesak sabut kelapa lalu diletakkan di cangklong PVC kembali. Lumayan ini daunnya sudah lalu tumbuh semua, bahkan telah ada yang semenjak juga. Takdirnya bagi saya, tumbuhan apapun bisa ditanam secara hidroponik asalkan menyesuaikan ukuran tanamannya lagi,’’ tandasnya.
(oce/fen)

Source: https://radarmojokerto.jawapos.com/mojokerto/12/06/2022/tanam-sayuran-hingga-anggrek-sukses-panen-cuan/