Apakah Setelah Sholat Tahajud Boleh Tidur Lagi

Inilah Hukum Shalat Tahajjud Setelah Berselang Sekian Jam dari pulang ingatan Tidur

Inilah Hukum Shalat Tahajjud Setelah Berselang Sekian Jam dari bangun Tidur

Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb Ustaz… Jika setelah tidur kita tidak sambil menunaikan shalat tahajjud, tapi kita kerjakan hal yang lain dahulu, satu dua jam kemudian baru kita laksanakan, apakah masih tergolong ke privat tahajjud?

Hamba Halikuljabbar

Jawaban:

Wa’alaikum Salam Wr Wb
Tanya yang silam bagus. Berikut jawabannya.

Pengertian Tahajjud:

Tahajjud artinya meninggalkan tidur di malam perian. Dan tahir alas kata Tahajjud dapat penting tidur dan juga bermakna shalat di perdua malam. Privat bahasa Arab pengenalan begitu juga ini termasuk kategori pembukaan “al Adhdad” yaitu: sebuah kata nan memiliki dua makna yang anti.
(Tatap: Al Mishbah al Munir juz 1, hal. 128 dan juz 2, hal. 634, dan at Tauqif keadaan. 111).

Shalat sunat tahajjud adalah shalat potong kulup yang dilakukan setelah ingat tidur di malam hari. Jika dilaksanakan di malam hari sebelum tidur dinamakan shalat qiyamullail.
(Tatap: al Majmu’ syarh al Muhadzzab juz 4, peristiwa. 19, al-Iqna’ juz1, situasi. 116 dan Nihayat az Zain situasi. 103).

Keutamaannya:

Keutamaan tahajjud sangatlah luar biasa, dia termasuk ibadah yang sangat dianjurkan maka itu Allah Swt untuk seluruh hambaNya. Allah Swt berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan sreg sebahagian lilin lebah hari bersembahyang tahajudlah dia laksana suatu ibadah pelengkap bagimu; moga Tuhan-mu mengangkat ia ke tempat yang terpuji”.
(QS. Al Isra’ ayat 79).

Internal hadits Rasulullah Saw juga banyak membentangkan ibadah sendi ini, diantaranya begitu juga yang terdapat intern hadits yang diriwayatkan oleh Pastor at-Tirmidzi no. 3549 dan imam al-Hakim no. 1156 dari Modin dan Serbuk Umamah al-Bahili RA:

عليكم بقيام الليل ﻓﺈﻧﻪ ﺩﺃﺏ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻗﺒﻠﻜﻢ، ﻭﺇﻥ ﻗﻴﺎﻡ اﻟﻠﻴﻞ ﻗﺮﺑﺔ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ، ﻭﻣﻨﻬﺎﺓ ﻋﻦ اﻹﺛﻢ، ﻭﺗﻜﻔﻴﺮ ﻟﻠﺴﻴﺌﺎﺕ، ﻭﻣﻄﺮﺩﺓ ﻟﻠﺪاء ﻋﻦ اﻟﺠﺴﺪ

“Sebaiknya kalian ber Qiyamullail. Senyatanya sira merupakan kebiasaan basyar-orang shaleh sebelum kalian, dia mendekatkan kalian kepada Tuhan kalian, menghapuskan dosa, mencegah dari mengamalkan kesalahan, dan menyenangkan penyakit dari tubuh”.

Dalam syarah Ibn Batthal terhadap Shahih al Bukhari 3/111, Jabir bin Abdullah mengatakan, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Ibunda Utusan tuhan Sulaiman As berpetaruh kepada si anak:

يا بني لا تكثر النوم بالليل فإن كثرة النوم بالليل تدع الرجل فقيرا يوم القيامة

“Duhai anakku janganlah kamu banyak tidur di lilin lebah hari, karena banyak tidur di malam hari akan menjadikan seseorang fakir di tahun yaumudin”. (Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 1332).

Qailulah sangat kontributif bikin Tahajjud:

Qailulah adalah tidur sejenak di perian siang baik sebelum zhuhur atau setelahnya.

Keutamaan qailulah disebutkan dalam yang dipertuan Ibnu Majah hadits no. 1693 Rasulullah Saw bersabda:

استعينوا بالقيلولة على قيام الليل

“Perkuatkanlah diri kalian bikin qiyamullail dengan qailulah”.

Qailulah merupakan suporter penting untuk kuat tahajjud. Para cerdik pandai memposisikan pentingnya qailulah bagi orang yang hendak bertahajjud begitu juga pentingnya sahur bagi orang yang berpuasa. (Mughni al Muhtaj 1/228).

Waktu Tahajjud:

Dalam kitab al-Mahalli (Kanzur Raghibin) dan syarhnya Hasyiyah al-Qalyubi (jil. 1 situasi. 220) disebutkan:

ويسن التهجد وهو التنفل في الليل بعد النوم ولو قبل وقت العشاء وبعد فعلها ولو مجموعة تقديما

“Disunnahkan Tahajjud merupakan shalat sunnat di lilin batik tahun setelah tidur, walau sebelum waktu Isya dan setelah melaksanakan sahalat Isya walau secara jamak taqdim”.

Dengan demikian takdirnya seseorang terpicing sejenak setelah maghrib dan bangun sebelum tiba waktu Isya, boleh baginya melaksanakan shalat tahajjud terutama setelah engkau melaksanakan shalat maghrib dan isya secara jamak taqdim (jika internal konfisi safar misalnya).

Waktu Tahajjud berakhir sehabis seruan salat Subuh secara suka-suka-an sebab ia adalah shalat malam. Dan bisa dilakukan di luar waktunya secara Qadha-an. Karena kaidah dalam mazhab Pendeta Asy-Syafi’i setiap shalat sunat yang n kepunyaan tahun tertentu, dianjurkan untuk diqadha’ setelah berlalu waktunya sama dengan dhuha, sunat rawatib dan lain-lainnya jika terlambat. (An-Najmu al-Wahhaj fi syarh al-Minhaj jil. 2 situasi. 305).

Berdasarkan soal yang ditanyakan maka shalat khitan Tahajjud boleh dilakukan sesudah bangun tidur walau sudah berlalu sekian jam dari bangun tidur.
Wallahu A’lam

Comments


comments



Source: http://konsultasifiqih.com/inilah-hukum-shalat-tahajjud-berselang-sekian-jam-bangun-tidur/