Arang Sekam Sebagai Media Tanam Hidroponik

Kerumahtanggaan rancangan pemanfaatan lahan pekarangan, hidroponik yakni salah satu teknik bertanam nan dapat diterapkan. Hidroponik ialah budidaya pohon dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan gizi bagi tanaman. Hidroponik cocok diaplikasikan pada daerah dengan pasokan air yang minus karena eksploitasi air lega hidroponik lebih efisien.

Bertemu dengan tanam dengan hidroponik lagi membutuhkan ki alat tanam. Wahana tanam merupakan bahan yang digunakan untuk tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Biasanya media tanam memiliki kandungan hara yang dibutuhkan makanya tanaman. Pada berdapat tanam secara hidroponik, media tanam enggak menyediakan unsur hara namun berfungsi sebagai penyangga tanaman.

Kendaraan tanam hidroponik semoga n kepunyaan adat sebagai berikut :

  • Berwatak porous (berpori)
  • Tidak ada kandungan garam
  • Mampu menyimpan air yang cukup

Berbagai rupa wahana tanam boleh digunakan pada hidroponik, salah satunya yaitu arang sekam. Arang sekam adalah kulit pari gabah (sekam padi) yang telah mengalami proses pembakaran segmental / pembakaran enggak abstrak. Sreg area pembentuk padi, sekam silam mudah ditemui terutama pada ajang rahat padi. Pendayagunaan arang sekam berkecukupan mengurangi limbah puas penggilingan padi.

Berbagai arti internal penggunaan arang sekam sebagai wahana tanam ialah mudah didapat, ringan, steril, porositasnya baik dan mudah diaplikasikan. Apabila tidak tersedia di toko perladangan, arang sekam juga dapat dibuat sendiri. Pembuatan arang sekam dapat dilakukan dengan disangrai atau dibuat arang. Arang sekam nan dihasilkan berkisar 30% – 40% berpangkal incaran yunior.

Selain mengandung qada dan qadar zat arang nan pangkat, puas arang sekam juga terdapat kandungan Si, Mg dan berbagai unsur lainnya nan dibutuhkan tanaman. Penggunaan arang sekam pada hidroponik bisa dilakukan dengan mencampurnya dengan media tanam lain namun bisa juga digunakan tanpa sintesis. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan maupun pokok kayu nan akan ditanam.

Arang sekam dapat digunakan sebagai media semai maupun wahana tanam. Pendayagunaan arang sekam bak alat angkut semai dapat dilakukan dengan cara berikut :

  1. Arang sekam ditaburkan puas baki plastik secara merata dengan ketebalan ± 2 cm
  2. Taburkan sperma di atas arang sekam tersebut
  3. Taburkan pula arang sekam dengan ketebalan 0,5 – 1 cm
  4. Semprot arang sekam dengan sprayer nan mandraguna air setakat arang sekam lembab
  5. Simpan baki plastik di tempat yang teduh
  6. Setelah sprout (3-7 hari sesuai benih yang disemai) maka dulang diletakkan pada tempat nan terkena cahaya rawi pagi sejauh 1-2 jam

Penggunaan arang sekam sebagai media tanam dapat dilakukan  dengan meletakkannya pada netpot hidroponik. Pemakaian arang sekam  umumnya digunakan untuk tanaman  hidroponik seperti tomat, paprika, dan mentimun. Tanaman sayuran yang lain juga boleh menunggangi arang sekam sebagai alat angkut tanam.

Disusun Oleh : Rembulan Bibit, SP (PP Desa Lunto Barat Kecamatan Lembah Segar)

Sumber :

https://atla.co.id/posts/4/media-tanam-hidroponik-arang-sekam-sekam-bakar

https://alamtani.com/arang-sekam-gabah/

https://id.wikipedia.org/wiki/Media_tanam

https://slosa.blogspot.com/2016/08/pendirian-menanam-hidroponik-dengan-media-arang-sekam.html

http://www.urbanhidroponik.com/2017/02/cara-semai-sperma-hidroponik-memakai-sekam-.html

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/93554/Pemanfaatan-Arang-Sekam-Sebagai-Media-Tanam-Pada-Hidroponik/