Asbabun Nuzul Surat An Nur Ayat 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

اَلزَّانِيْ لَا يَنْكِحُ اِلَّا زَانِيَةً اَوْ مُشْرِكَةً ۖوَّالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَآ اِلَّا زَانٍ اَوْ مُشْرِكٌۚ وَحُرِّمَ ذٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ ﴿٣

az-zānī lā yangkiḥu illā zāniyatan au musyrikataw waz-zāniyatu lā yangkiḥuhā illā zānin au musyrik, wa ḥurrima żālika ‘alal-mu`minīn

Pezina maskulin tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan dayang musyrik; dan pezina perempuan enggak boleh menikah kecuali dengan pezina lanang atau dengan lanang musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi manusia-bani adam muslim. (3)


Sebab Turunnya Ayat

An-Nasa’i meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa terlampau suka-suka seorang wanita bernama Ummu Mahzul yang berprofesi sebagai pelacur, sangat suka-suka salah satu sahabat Nabi saw. yang mau mengawininya. Maka Halikuljabbar menurunkan ayat ini

Serbuk Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan al-Hakim meriwayatkan bersumber hadits Amr bin Syu’aib berpangkal ayahnya dari kakeknya bahwa dahulu seorang adam yang bernama Mazid dibawa semenjak tawanan di Mekah hingga sampai di Madinah. Anda punya koteng sekutu wanita di Mekah nan bernama Inaq. Dia mohon izin kepada Nabi saw. untuk mengawini wanita tersebut, akan belaka beliau sekali-kali bukan menjawab, hingga turun ayat ini. Maka Rasulullah bersabda, “Hai Mazid! Pezina laki-junjungan tak boleh menikah kecuali dengan pezina atau perempuan musyrik”. Karena itu, jangan mengawininya!”

Sa’id kedelai Manshur meriwayatkan dari Mujahid bahwa ketika Allah mengharamkan zina-padahal para wanita pelacur itu cantik-cantik- cak semau nan berkata, “Biarlah mereka objektif dan menikah.” Maka turunlah ayat ini.

Source: https://mjna.my.id/asbabun_nuzul/view/24-3-3