Bab 6 Sifat Mekanik Bahan

BAB 6 SIFAT Teknisi BAHAN

Standar Kompetensi:

• Menginterpretasikan sifat mekanik mangsa

Kompetensi Asal:

• Membereskan Konsep Elastisitas Target • Menguasai Hukum Hooke • Menentukan Kekuatan Mangsa

A. Syariat HOOKE

1. Gaya Pegas

Menurut Hooke, besarnya kenaikan tahapan ( x) sebuah pegas sebanding dengan besarnya gaya yang bekerja pada pegas itu (F).

F ∆ x = perubahan hierarki (m)

F = gaya (N) K = konstanta pegas (Ufuk/m)

F = − k ⋅ ∆ x Tanda (-) menyatakan arah gaya

2. Konstanta Pegas

Tiap pegas punya koefisien elastisitas pegas (konstanta pegas) yang berbeda-selisih. Besarnya konstanta pegas tersebut dipengaruhi maka dari itu jenis bahan pegas.

3. Sangkutan Pegas

a. Susunan Seri

k1 = konstanta pegas 1 (Cakrawala/m) k2 = konstanta pegas 2 (N/m)

k3 k3 = konstanta pegas 3 (Falak/m) kp = konstanta pegas pengubah

atau konstanta pegas interelasi (N/m) atau konstanta pegas gabungan (Kaki langit/m)

4. Energi Potensial Pegas

Besarnya Energi Potensial pegas dapat ditentukan dengan persamaan:

Ep = F ⋅ ∆ x Ep = ⋅ k ⋅ ∆ x

ataupun

Ep : Energi Potensial Pegas (Joule)

F : Gaya Pegas (N) k : konstanta pegas (N/m) ∆x : simpangan pegas (m)

Latihan Hukum HOOKE

1. Suatu karet ditarik dengan kecenderungan 40 Kaki langit. Jika konstanta pegas tiras 2000 N/m, berapa pertambahan panjang karet?

2. Sebuah benda panjangnya 2 m. Setelah ditarik dengan kecenderungan 10 N panjangnya bertambah menjadi 2.02 m. Segara konstanta pegas benda tersebut adalah . . .

E. 0.05 Ufuk/m

3. Sebuah pegas ditarik hingga panjangnya bertambah sebesar 8 cm. Jika konstanta pegasnya 2400 N/m hitung besarnya energi potensial pegas!

A. 2.68 joule

B. 3.28 joule

C. 4.00 joule

D. 7.68 joule

E. 8.00 joule

4. Energi potensial pegas reja yang meregang 2 cm ialah 600 joule. Lautan konstanta pegas tiras tersebut adalah . . . .

5. Satu benda luwes memiliki konstanta pegas 600 Cakrawala/m. Jika ditarik dengan tendensi 30 N berapakah eskalasi tingkatan benda tersebut?

A. 0.01 m

B. 0.02 m

C. 0.05 m

D. 25 m

E. 520 m

6. Konstanta pegas suatu benda adalah 25.000 N/m. Sekiranya ditarik dengan gaya F sampai panjangnya bertambah sebesar 2 cm, berapa besar energi potensial benda tersebut?

A. 1 joule

B. 2 joule

C. 3 joule

D. 4 joule

E. 5 joule

7. Suatu pegas menahan muatan hingga energi potensialnya

48 joule. Jika beban pada pegas tersebut ditambahkan hingga energi potensialnya menjadi 136 joule, berapa besar usaha yang dialami pegas?

A. 37 joule

B. 102 joule

C. 184 joule

D. 88 joule

E. 65 joule

8. Sebuah benda konstanta pegasnya 2000 Falak/m, ditarik hingga panjangnya bertambah 1 cm. Jika gaya tarik tersebut diperkuat hingga peningkatan hierarki pegas menjadi 3 cm, besarnya usaha yang dipedulikan maka itu benda adalah . . . .

A. 0.32 joule

B. 0.35 joule

C. 0.80 joule

D. 1.08 joule

E. 1.40 joule

9. Suatu pegas meregang hingga energi potensialnya 200 joule. Jika pegas tersebut kemudian ditarik sampai energi potensialnya 320 joule, besarnya usaha yang dikerahkan untuk menarik pegas tersebut adalah . . . .

A. 215 joule

B. 120 joule

C. 340 joule

D. 540 joule

E. 72000 joule

Kalau poin Ka = Kb = Kc = 3000 Kaki langit/m, osean konstanta korespondensi pegas di atas adalah . . . .

a. 2000 N/m

b. 4000 Cakrawala/m

c. 6000 N/m

d. 8000 N/m

e. 1000 Tepi langit/m

11. Besarnya tren pegas bernilai destruktif yang artinya . . . .

A. nilainya mungil

B. nilainya besar

C. gayanya sangat lemah

D. arahnya ke bawah

E. arahnya antagonistis dengan sebelah gerak

12. Sebuah motor dilengkapi dengan 4 buah pegas. Takdirnya motor tersebut dibebani kewajiban sebesar 180 Tepi langit, ke empat pegas tersebut berubah panjangnya sebesar 9 cm. Lautan konstanta pegas masing-masing pegas tersebut adalah . . . .

E. 1000 Falak/m

13. Sekantung biji kemaluan digantung pada satu benda pegas, ternyata benda pegas tersebut kian janjang sebesar 3 cm. Jika besar konstanta pegas benda tersebut 2000 N/m, pelik sekarung beras tersebut adalah . . . .

14. Perhatikan tabel data mode lega pegas dan pertukaran panjangnya berikut

Pegas

F (N)

∆l (cm)

20 0.04 pegas yang memiliki konstanta pegas paling kerdil yaitu . . .

e. Ke catur pegas tersebut memiliki konstanta yang sama besar.

15. F (N)

4 ∆l (cm)

Grafik di atas ialah data hasil pengukuran gaya dan pergantian panjang suatu pegas. Samudra konstanta pegas tersebut adalah . . .

a. 1150 N/m

b. 1200 T/m

c. 1300 Horizon/m

d. 1450 N/m

e. 1600 Kaki langit/m

B. ELASTISITAS

Elastisitas yakni kemampuan benda buat dapat kembali ke bagan tadinya momen gaya nan bekerja padanya dihilangkan

1. Stress (tarikan)

Stress yaitu besarnya gaya tarik atau tren dorong yang diberikan tiap ketengan luas penampang benda.

F Stress = A

2. Strain (regangan)

Strain yaitu perbandingan antara perubahan strata dengan tahapan mulanya

∆ x Strain =

3. Modulus Young (modulus elastisitas)

Modulus Young adalah perbandingan antara Stress dan Strain Stress

MY = Strain

F = kecondongan (Cakrawala)

Ataupun

X 0 = panjang benda semula (m)

∆ x = Pertukaran pangkat (m) 2

A = luas penampang (m ⋅ ) MY 0 =

Kursus ELASTISITAS

1. Modulus elastisitas atau modulus Young adalah matra keistimewaan suatu bahan, yang besarnya merupakan . . . .

a. perbandingan antara tegangan dengan regangan

b. rasio anrara regangan dengan tegangan

c. skala antara perubahan pangkat korban dengan tangga benda sebelum diberi perlakuan

d. perbandingan antara gaya dengan luas penampang bahan

e. proporsi antara luas penampang korban dengan kecondongan

2. 6 Tegangan suatu bahan adalah 3 ×10 Pa. Seandainya regangannya 2 × 10 -2 , ki akbar modulus elastisitas bahan

tersebut adalah . . .

a. 7 15 × 10 Pa

b. 7 14 × 10 Pa

c. 7 13 × 10 Pa

d. 7 12 × 10 Pa

e. 7 16 × 10 Pa

3. 2 Suatu benda luas penampangnya 2 cm , panjangnya

11 4 m dan modulus elastisitasnya 6 × 10 2 Lengkung langit/m . Jikalau ditarik dengan kecenderungan 100 N hitunglah pertambahan

panjang benda tersebut!

4. 12 Modulus elastisitas suatu bahan adalah 3 × 10 N/m 2 . sekiranya voltase yang dialami bahan tersebut 15 ×

5 10 2 T/m . besarnya regangan yang dialami bahan ialah ….

5. “Jikalau menerima gaya dari luar, maka bentuk benda tersebut dapat berubah, tapi kalau gaya nan bekerja pada benda tersebut hilang maka bentuk benda akan kembali begitu juga sediakala”. Sifat benda tersebut dinamakan . . .

a. Tahan banting

b. Lentur

c. Rapuh

d. Fleksibel

e. Lunak

6. Jelaskan barang apa yang dimaksud dengan

a. stress

b. strain

c. elastisitas

7. Sebuah benda panjangnya 2 m. Ditarik dengan gaya 100 N dan panjangnya bertambah menjadi 2.04 m. Jika luas

garis tengah benda 1 cm 2 , hitunglah:

a. stress

b. strain

c. modulus elastisitas

Jika K1 = 200 N/m, K2 = 300 N/m, K3 = 400 Lengkung langit/m, dan K4 = 500 T/m, besar konstanta pegas ikatan pegas disamping ialah …

k1

k2

Seandainya K1 = 400 N/m dan K2 = 600 Cakrawala/m. Tentukan:

a. konstanta pegas gabungan

b. pertambahan panjang pegas setelah ditarik dengan gaya F nan besarnya 20 T

F Diketahui raksasa Ka = 3500 N/m dan besar Kb = 50 N/m. hitunglah:

a. Konstanta pegas gabungannya

b. Pertambahan panjang pegas setelah di tarik dengan gaya F sebesar 90 N

Gapura 5 SUHU DAN Kalor

Standar Kompetensi:

Menerapkan konsep guru dan kalor

Kompetensi Bawah:

1. Menguasai konsep suhu dan kalor

2. Menguasai pengaruh kalor terhadap zat

3. Mengukur guru dan kalor

4. Menotal panas api

A. Master

Suhu ialah derajat panas satu zat. Suhu bisa dirasakan misal seronok, dingin, atau hangat.

1. Skala Termometer

Suhu diukur dengan menunggangi termometer. Terwalak 4 keberagaman diversifikasi skala termometer, adalah: Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.

100 udara murni 80 212 373

Titik didih air

0 o 0 32 273

Tutul beku air

2. Perbandingan Neraca Termometer Dengan Skala X

Misalkan dibuat sebuah termometer X dengan noktah didih air Tdx dan noktah beku air Tbx.

100 o Tdx

Maka bertindak:

Termometer X

3. Proporsi Skala Termometer Celsius, Reamur, Fahrenheit, Dan Kelvin

Hubungan perbandingan skala termometer celsius, reamur, fahrenheit, dan kelvin di atas dapat ditulis:

Ufuk C : suhu dalam rincih perbandingan Celsius (ºC) T R : guru dalam satuan skala Reamur (ºR) T F : suhu dalam eceran skala Fahrenheit (ºF) T K : temperatur privat rincih skala Kelvin (K)

4. Macam – Macam Termometer.

• Termometer alkohol.

0 Karena air raksa berpadu puas – 40 0 C dan mendidih plong 360 , maka termometer air raksa hanya dapat dipakai bikin mengukur master-suhu diantara

interval tersebut. Bakal suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol

0 (Bintik beku – 130 0 C) dan pentana (Titik beku – 200

C) sebagai zat cairnya.

• Termoelemen.

Gawai ini bekerja atas dasar timbulnya mode gerak listrik (g.g.l) dari dua biji kemaluan sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya.

• Pirometer Optik.

Alat ini bisa dipakai bikin mengukur temperatur yang sangat tangga.

• Termometer maksimum-minimum Six Bellani.

Ialah termometer yang dipakai lakukan menentukan master yang tertinggi ataupun terendah dalam suatu hari tertentu.

• Termostat.

Perabot ini dipakai lakukan mendapatkan suhu yang tetap privat suatu ruangan.

• Termometer diferensial.

Dipakai buat menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan.

LATIHAN SUHU

1. Suatu termometer x memiliki noktah beku air

X. Bila suhu suatu benda 40 °

X dan titik didih air 220 °

C, bila diukur dengan thermometer X yakni….

2. hawa suatu benda saat diukur dengan thermometer derajat Celsius ternyata sama dengan momen diukur dengan thermometer

derajat Fahrenheit. Berapakah suhu benda tersebut …

3. Suatu zat suhunya 50 °

C. Jika diukur memperalat

termometer rasio fahrenheit, hawa zat tersebut akan terukur sebesar . . .

4. Ahmad membentuk sebuah termometer yang skalanya dinamakan neraca P. Dengan termometer tersebut, suhu air mengeras terevaluasi 20 ° P dan air mendidih terukur 80 ° P. Suatu zat yang suhunya terukur 50 ° P jika diukur menggunakan termometer celsius akan terukur sebesar …. ° C

5. Suatu termometer rasio Y noktah bekunya –

10 ° Y dan titik didihnya 130 ° Y. Satu Zat nan suhunya 40 ° R (skala reamur) jika diukur dengan termometer Y tersebut akan terevaluasi sebesar . . . ° Y

B. Bahang

Panas api merupakan suatu bentuk energi yang dapat berpindah dari zat yang suhunya

tinggi ke zat nan suhunya bertambah minus Kalor Variasi adalah hangat api nan diperlukan kerjakan menaikan hawa 1 satuan komposit

suatu zat sebesar 1°C atau 1 K Kapasitas Kalor adalah kalor yang diperlukan bikin menaikan suhu suatu zat sebesar 1°C maupun 1°K

Gabungan matematis panas api diversifikasi dengan kapasitas bahang yakni:

C = kapasitas hangat api (joule/kg.K atau kalori/gram.K)

c = hangat api jenis (joule/K atau kalori/K) m = massa zat (g atau kg)

saat suatu zat mengalami eskalasi atau penurunan suhu sebesar t ºC, maka zat tersebut menyepakati atau melepaskan kalor sebesar :

Q : kalor ( kal alias joule) m : masa ( g maupun kg)

c : hangat api jenis (kal/g ºC atau kal/g ºC) ∆ t : perubahan suhu (ºC ataupun K )

Bersendikan persamaan diatas, dapat dikatakan bahwa semakin besar panas api jenis satu zat maka semakin sulit bagi zat tersebut untuk dinaikan suhunya .

Berikut samudra hangat api jenis beberapa zat

Hangat api jenis zat

No Zat

(joule/kg ºc)

4 Besi atau cendawan

5 Timah hitam

Kesetaraan antara satuan kalor dan runcitruncit energi. Kesetaraan satuan kalor dan energi ahli mesin ini ditentukan oleh PERCOBAAN JOULE.

1 kalori = 4,2 joule

maupun

1 joule = 0,24 kal

C. PERUBAHAN WUJUD. Terdapat 3 jenis wujud, ialah : Padat, Cair, dan Tabun

Bahang Laten (L) Kalor laten suatu zat ialah panas api yang dibutuhkan buat merubah wujud zat tersebut wujud yang lain pada hawa dan tekanan yang tetap.

Sekiranya panas api laten = L, maka untuk merubah wujud satu zat bermassa m seluruhnya menjadi wujud yang lain diperlukan hangat api sebesar :

Q=m.L

Dimana : Q : kalor (kalori ataupun joule) m : massa (gram atau kg) L : kalor laten (kal/g alias Joule/kg)

• Hangat api lebur ialah kalor laten pada transisi wujud padat menjadi cair

puas titik leburnya. • Kalor beku yaitu kalor laten lega pergantian wujud cairan menjadi padat

pada titik bekunya. • Kalor didih (bahang uap) merupakan kalor laten pada perlintasan wujud larutan menjadi uap pada titik didihnya.

Dibawah ini gambar diagram pertukaran wujud air (H 2 O) dari fase padat, cair

dan gas nan pada prinsipnya proses ini sekali lagi dijumpai puas lain-enggak zat.

LATIHAN Bahang DAN PERUBAHAN WUJUD

1. banyaknya panas api yang dibutuhkan untuk mengubah wujud satu benda disebut….

a. Bahang

b. Produktivitas bahang

c. Kalor variasi

d. Kalor laten

e. Kalori

2. kalor jenis suatu benda gelimbir pada ….

a. Jenis benda

b. Konglomerasi benda

c. Volume benda

d. Rona benda

e. Massa tipe benda

3. kalor yang

diperlukan

kerjakan

memanaskan 200 gr air bersuhu

20 ° C hingga menjadi uap air bersuhu 100 °

C adalah …. ( kalor jenis air 1 kal/gr °

C, dan bahang didih air 540

kal/gr)

a. 100.000 kal

b. 110.000 kal

c. 116.000 kal

d. 122.000 kal

e. 124.000 kal

4. Semakin tinggi hangat api keberagaman satu zat, maka …

a. suhunya mudah naik

b. suhunya sulit menaiki

c. mudah memuai

d. musykil memuai

e. suhunya demap rendah

5. suatu zat jika suhunya berkurang, artinya zat tersebut …

a. melepas kalor

b. menerima kalor

c. tidak memiliki hangat api

d. kalornya sedikit

e. kekurangan kalor

6. buat menentukan daya produksi panas api suatu zat, kita membutuh kan pemberitahuan …

a. massa dan tagihan

b. kalor jenis dan konglomerasi

c. kalor jenis dan volume

d. volume dan agregat jenis

e. massa jenis dan kalor jenis

7. berapa kalor yang dibutuhkan untuk menggelegakkan 1 kg air yang suhunya

30 ° C … ( kalor spesies air 4200 J/kg ° C)

a. 290.000 J

b. 294.000 J

c. 295.000 J

d. 300.000 J

e. 310.000 J

8. ketika es melebur menjadi air, maka es tersebut …

a. menerima kalor suhunya bertambah

b. melepas kalor dan suhunya berkurang

c. melepas kalor dan suhunya tetap

d. memufakati kalor dan suhunya setia

e. menerima kalor dan sluhunya berkurang

D. PEMUAIAN Pemuaian panjang.

Bila suatu batang pada suatu master tertentu panjangnya Lo, jika suhunya dinaikkan sebesar ∆ t, maka batang tersebut akan bertambah tahapan sebesar ∆ L yang dapat dirumuskan misal berikut :

∆ L = Lo . α . ∆ t

α = Koefisien muai panjang Besarnya koefisien muai panjang suatu zat berbeda-beda, tersangkut variasi

zatnya.

Jikalau suatu benda panjangnya puas guru kaki langit 0 ºC adalah L 0 . Koefisien muai panjang = α , kemudian dipanaskan sehingga suhunya menjadi ufuk 1 ºC maka tangga benda tersebut akan bertambah sebesar:

L=L 0 . α .(t 1 –falak 0 )

Panjang batang puas suhu t 1 ºC adalah : L t = Lo + ∆ L = Lo + Lo . α . (cakrawala 1 –falak 0 )

L t = Lo (1 + α ∆ t)

L t = Panjang benda setelah dipanaskan Lo =

Panjang mula-mula. α =

Koefisien muai panjang ∆ ufuk =

Beda antara suhu akhir dan suhu mula-mula.

Pemuaian Luas.

Bila suatu lempengan ferum (luas Ao) pada t 0 ºC, dipanaskan sebatas t 1 ºC, luasnya akan menjadi A t , dan pertambahan luas tersebut yakni :

β adalah Koefisien muai luas ( β =2 α )

A t = Luas benda pasca- dipanaskan lengkung langit ºC Ao =

Luas mula-mula. β = Koefisien muai Luas ∆ t =

Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.

Pemuaian Volume

Bila suatu benda berdimensi tiga (mempunyai piutang) mula-mula volumenya Vo pada hawa to, dipanaskan sampai cakrawala 1 ºC, volumenya akan menjadi V tepi langit , dan pertambahan volumenya adalah :

γ merupakan Koefisien muai Volume ( γ =3 α )

= Piutang benda sesudah dipanaskan t C Vo = Piutang mula-mula. γ

= Koefisien muai ruang ∆ falak = Selisih antara temperatur akhir dan suhu mula-mula.

Pada Gas

Khusus lega gas; pemuaian, perubahan tekanan, dan perubahan hawa menunaikan janji kemiripan

PV 1 ⋅ 1 PV 2 ⋅ 2 =

1 = tekanan gas pada keadaan 1 (Horizon/m ) P 2

2 = tekanan tabun pada kejadian 2 (N/m )

1 = volume asap pada keadaan 1 (m )

2 = volume gas pada keadaan 2 (m ) T 1 = guru benda puas hal 1 (K) Ufuk 2 = suhu benda plong keadaan 2 (K)

Siuman: bakal asap, suhu harus dituliskan dalam satuan kelvin

Anomaly Air

Enggak semua zat mengikuti hukum pemuaian, misalnya air. Di kerumahtanggaan interval suhu 0ºC- 4ºC air akan menyusut saat dipanaskan dan memuai saat didinginkan,

sahaja sehabis melewati 4º

C, air akan kembali normal, yaitu memuai bila dipanaskan dan menciut bila didinginkan. Keadaan ini disebut ANOMALI AIR.

LATIHAN PEMUAIAN

1. Pinang sebatang baja pada temperatur 20 ° C panjangnya 100 cm, bila tingkatan baja sekarang 100,1 cm dan koefisien muai strata baja 10 -5 / ° C,

maka suhu cendawan sekarang adalah …

2. suatu mayat ferum berukuran panjang 20 cm. selepas dipanaskan hingga suhunya bertambah sebesar

C, panjangnya menjadi 20,04 cm. koefisien muai panjang logam tersebut yakni …

3. dua buah logam, ferum A dan B yang saling bersesakan dan

memiliki koefisien muai panjang farik. Jika kedua metal tersebut dipanaskan secara bersamaan, bentuknya menjadi seperti A

gambar di samping. Berarti koefisien muai panjang ferum B …

a. Setimpal dengan logam A

b. Lebih kecil berpokok logam A b. Lebih kecil bermula logam A

d. Kian besar dari ferum A

e. Sangat kecil

4. sreg suhu antara 0 ° C-4 ° C takdirnya air dipanaskan maka …

a. akan memuai

b. suhunya tetap

c. akan menyusut

d. komposit jenisnya bertambah

e. suhunya menciut

5. satu gas menempati volume 100 cm 3 pada hawa 0 °

C dan tekanan 1

atm. Bila suhu dijadikan 50 °

C dan

tekanan dijadikan 2 atm, debit gas menjadi sekeliling …

a. 38,4 cm 3

b. 45,5 cm 3

c. 59,2 cm 3

d. 84,5 cm 3

e. 18,3 cm 3

E. AZAS BLACK

Jika 2 jenis zat pada tekanan nan sama, suhunya farik jika dicampur maka zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan panas api, sedangkan zat nan bersuhu lebih kurang akan menyerap hangat api.

Jadi bertindak : Bahang yang diserap = panas api yang dilepaskan

Qserap = Qlepas

Pernyataan di atas disebut “Asas Black” yang kebanyakan digunakan intern kalorimeter, yaitu peranti pengukur hangat api macam zat.

F. PERPINDAHAN KALOR

Panas bisa dipindahkan dengan 3 macam kaidah, antara bukan : • Secara konduksi (Hantaran) • Secara konveksi (Aliran) • Secara Radiasi (Pancaran)

1. Konduksi.

Plong kejadian konduksi, pemindahan panas yang terjadi tidak disertai dengan perpindahan partikel zat. Banyaknya hangat api yang merambat tiap satuan tahun yang dialami oleh suatu layon yang panjangnya L, luas penampangnya A, dan perbedaan temperatur antara ujung-ujungnya ∆t, yakni :

k adalah koefisien konduksi panas bulan-bulanan dan besarnya terjemur berpokok jenis mangsa. Semakin besar biji k suatu bahan, semakin baik resan konduktifitas bahan tersebut.

2. Konveksi. Sreg situasi konveksi, perpindahan panas yang terjadi disertai dengan eksodus partikel. Besarnya Kalor yang menular tiap eceran waktu adalah :

H=h.A. ∆ cakrawala

h = koefisien konveksi

3. Radiasi.

Radiasi yakni kejadian hijrah kalor tanpa melalui madya atau zat. gelombang listrik elektromagnetik. Energi panas tersebut dipancarkan dengan kecepatan yang seperti

gelombang-gelombang elektromagnetik bukan di ruang hampa (3 x 10 8 m/det) Banyaknya panas yang dipancarkan per rincih perian menurut Stefan Boltzman adalah :

W=e. τ .T

Dengan:

2 W = Intensitas radiasi yang dipancarkan masing-masing satuan luas (J/m 2 .det atau watt/m )

e = Koefisien emisivitas (Kunci pancaran) latar

2 τ 4 = Konstanta awam = 5,672 x 10 watt / m k T = Suhu mutlak benda (K)

Besarnya harga e tersampir pada tipe permukaan benda 0 e 1, benda hitam konseptual n kepunyaan skor e = 1.

Les AZAS BLACK DAN Perpindahan Panas api

1. Sebanyak 10 gram es bersuhu 0 ° C dipanasi dengan hangat api sebanyak 1000 kalori. Jika kalor lebur es 80 kal/gr dan hangat api jenis air 1 kal/gr ° C, maka es akan menjadi air yang bersuhu …

2. berikut ini contoh gejala yang terjadi akibat perpindahan bahang secara konduksi, kecuali …

a. mesin mobil terasa panas

b. meres gelas mandraguna air merangsang menjadi seksi

c. pada siang hari mega terasa erotis

d. komponen elektronik menjadi merangsang

e. setrika menjadi panas

3. sebuah logam, panjangnya 2 m dan luas penampangnya 1 cm 2 . takdirnya

kedua ujungnya bersuhu -5 °

C dan

C, dan konduktifitas termal logam

1 kal/cm °

C, total kalor yang

dihantarkan selama 2 detik adalah …

4. lempeng gelas berukuran luas 3 m 2 dan tebal 3,2 mm. sekiranya temperatur pada

kedua sisi beling 25 °

C dan 30 ° C,

berapa lampias konduksi kalor yang terjadi

(konduktifitas termal kaca 0,8 W/m K)

a. 3700 J/s

b. 3725 J/s

c. 3800 J/s

d. 3750 J/s

e. 3780 J/s

5. 75 gram air yang suhunya 0 ° C dicampur dengan 50 gram air bersuhu 100 °

C, maka temperatur akhir

campurannya adalah …

6. dua batang logam yang sejenis, yaitu

A dan B. penampang A banding B adalah 2 : 1 dan tinggi garis tengah A banding penampang B adalah 4 : 3. bila beda suhu antara kedua ujung-ujung ( T) sekufu, maka jumlah kalor nan meluas tiap runcitruncit perian puas logam A : besi

B adalah …

7. suatu batang tembaga panjangnya 150 cm dan luas penampangnya 30

cm 2 . ujung yang satu menempel pada es yang suhunya 0 ° C dan ujung yang

bukan menempel lega air seronok yang suhunya 100 °

C. bila koefisien

konduktifitas termal tembaga adalah

0.9 kal/s cm °

C, maka banyaknya

bahang yang merambat pada serat sejauh 10 detik ialah …

8. berikut adalah hal nan dapat terjadi sreg suatu zat akibat eksodus kalor, kecuali …

a. debit zat bertambah

b. debit zat berkurang

c. wujud zat berubah

d. suhu zat berkurang

e. agregat zat berkurang

9. kita merasa hangat pron bila lilin batik hari di sekitar jago merah unggun. Peristiwa tersebut akibat pemindahan kalor dengan pendirian …..

a. konduksi

b. konveksi

c. radiasi

d. melalui mega

e. melalui jago merah

10. perbandingan lancar energi kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda yang dipanaskan lega suhu 4000 ° K dan

2000 ° K adalah …

a. 16 : 1

b. 8 : 1

c. 4 : 1

d. 2 : 1

e. 1 : 1

Source: https://text-id.123dok.com/document/oz19jwgeq-sifat-mekanik-bahan-10-buku-siswa-fisika-kls-x-pdf.html