Batu Apung Termasuk Jenis Batuan

Pumice
maupun


bujukan apung ( /ˈpʌmɪs/), disebut pumicite intern rancangan bubuk atau debu, adalah batuan vulkanik nan terdiri dari beling vulkanik bertekstur garang yang dulu vesikular dan mengandung kristal. Pada berwarna terang. Scoria yaitu batuan vulkanik vesikular tidak yang berbeda berpokok batu apung n kepunyaan vesikel nan lebih lautan, dinding vesikel nan makin tebal dan bercat gelap dan lebih padat.



Batu apung terbentuk ketika bujukan nan sangat menggiurkan dan bertekanan tahapan dilontarkan dengan pendirian energetik dari vulkano. Konfigurasi berbusa yang tidak biasa mulai sejak batu apung terjadi karena pendinginan yang cepat secara serentak dan depressurisasi yang cepat. Depressurization menciptakan gelembung dengan menurunkan kelarutan gas (termuat air dan CO2) nan sagu betawi dalam lava, menyebabkan asap cepat larut (seperti buih CO2 nan muncul ketika minuman berkarbonasi dibuka). Pendinginan simultan dan depressurization membekukan gelembung dalam matriks.








Godaan apung terdiri dari unsur beling piroklastik nan lewat mikrovesikular dengan dinding buih yang sangat tipis dan tembus pendar bermula batuan beku ekstrusif.


Rayuan apung adalah komoditas umum dari letusan eksplosif (pembentukan plinian dan ignimbrit) dan umumnya membentuk zona di fragmen atas lava silika.


Alai-belai apung memiliki porositas 64-85% volume dan mengapung di atas air.




Source: https://magma.esdm.go.id/v1/edukasi/glossary/pumice