Bercocok Tanam Dengan Hidroponik Nasa

Sayur hidroponik slada ikal di lantai 2 kondominium penghuni (dokpri)

Sering kali kita mendengar kata CSR, belaka tidak banyak nan memaklumi secara persis sebenarnya CSR itu apa. Corporate Social Responsibility (CSR) ialah sebuah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan ataupun awam di selingkung perusahaan melalui berbagai rupa kegiatan yang bertujuan bagi melebarkan lingkungan, menggarangkan potensi masyarakat, serta mendukung memperbaiki kehidupan awam setakat pada proses pembangunan ekonomi.

Penerapan programa CSR yang tepat sasaran tentu akan berdampak kesinambungan operasional perusahaan akan berjalan baik. Sebab terjadi sebuah hubungan yang baik antara perusahaan dengan publik di lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika pelaksanaan CSR tidak tepat sasaran alias bahkan salah program tidak menutup probabilitas perturutan operasional firma akan terganggu. Karena terjadi disharmonisasi antara firma dan masyarakat seputar.

CSR habis penting kaitannya dengan firma atau organisasi bisnis karena memang setiap perusahaan harus mempunyai barang bawaan jawab sosial terhadap lingkungan ataupun mahajana melangkahi berbagai program kegiatan.

Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Abnormal (UUPT) dan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2022 tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perseroan Tekor (“PP 47/2012”) menjadi landasan bagi perusahaan kerjakan menjalankan kegiatan CSR mereka.

Menurut Undang Undang Perseroan Terbatas (UUPT) Pasal 1 kredit 3 menamakan bahwa, Bahara Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen perseroan bakal berperan serta intern pembangunan ekonomi berkelanjutan fungsi meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan nan berjasa, baik bagi perseroan seorang, peguyuban setempat, maupun masyarakat puas umumnya.

Sebuah perusahaan farmasi di ii kabupaten Lawang Jawa Timur yaitu PT Otsuka Indonesia (PTOI) memilih bentuk CSR budidaya hidroponik bagi mahajana kelurahan Kalirejo kecamatan Lawang kabupaten Malang. Rajah CSR hidroponik sengaja dipilih untuk memberikan ketrampilan menanam secara hidroponik kepada masyarakat di lahan sempit di flat mereka. Program budidaya hidroponik ini sudah dimulai sejak tahun 2022 habis, dan terus berlantas hingga ketika ini.

Tujuan utama dari CSR hidroponik ini yakni agar awam bisa menanam sayur dengan sistim hidroponik di rumah mereka untuk mencukupi kebutuhan sayur keluarga sehari – hari. Dan bila kebutuhan cak bagi keluarga sudah terpenuhi, kelak mereka bisa menjual sayurnya ke pasar atau konsumen. Dengan begitu penduduk akan dapat mendapatkan penghasilan tambahan berbunga kegiatan hidroponik mereka.

Buat menciptakan menjadikan acara CSR hidroponik tersebut dibutuhkan satu persiapan yang memadai, tidak boleh dasar – asalan. N domestik situasi ini tim CSR PTOI menyentak komunitas hidroponik yang ada di kota Malang yaitu Hidroponik Malang (HIMA). HIMA ditunjuk sebagai partner nan akan memberikan pelatihan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Pelatihan Hidroponik Dasar

Sehabis mengamalkan segala awalan, akhirnya dilakukan pelatihan hidroponik perdana plong Agustus 2022. Pelatihan tersebut diikuti oleh seputar 60 petatar yang bersumber dari penghuni RW 08 dan RW 04 kelurahan Kalirejo kecamatan Lawang dan juga karyawan PTOI. Untuk seterusnya peserta pelatihan bendahara ini disebut batch 1.

Pelatihan hidroponik ibtidaiah ( dokpri)

Di luar dugaan ternyata pelatihan hidroponik yang baru pertama kali dilaksanakan ini disambut antusias oleh warga sekitar. Rupanya mereka begitu tertarik untuk bisa membiasakan berjumpa dengan tanam hidroponik mengingat banyak kemujaraban nan didapat seperti tidak butuh tanah luas, sayurnya bersih, bertambah segak dan yang pasti sayur nya sehat dan bebas pestisida.

Bikin masyarakat Lawang dan sekitarnya mendengar alas kata hidroponik saja masih terdengar asing di telinga mereka pada waktu itu. Makara tidak heran bila pada momen pelatihan perdana tersebut antusias warga sedemikian itu besar. Mereka penasaran untuk memaklumi lebih jauh mengenai perkebunan hidroponik.

Pelatihan hidroponik nan dilaksanakan oleh tim CSR PTOI ini selain bakal awam lagi diberikan kepada karyawan nan menjelang nasib purna tugas sebagai pelepas ketrampilan mereka kelak setelah tidak lagi bekerja ibarat tenaga kerja.

Contoh pelatihan hidroponik yang dikembangkan maka dari itu skuat CSR PTOI ini terbatas farik dari pelatihan hidroponik pada umumnya. Karena tim CSR PTOI bersama HIMA menyerahkan pelatihan hidroponik secara berkesinambungan. Maksudnya pasca- diberi pelatihan, warga dalam berproses hidroponik kembali masih mendapatkan pendampingan dari tim CSR dalam bentuk evaluasi kegiatan, lomba hidroponik, setakat sreg proses penjualan sayur hasil panen hidroponik.

Harapannya melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan secara terpadu ini akan menjadikan masyarakat pelaku hidroponik bisa melakukan percepatan dalam membuat tujuan penting untuk bisa menghasilkan sayur konsumsi keluarga dan malar-malar bisa menaik ekonomi keluarga dari hasil penjualan sayur.

Pada pelatihan hidroponik ibtidaiah tersebut petatar mendapat materi pelatihan meliputi pengenalan tentang pertanian hidroponik dan tipe – jenis sistem tanam hidroponik. Sistem menanam hidroponik yang dikenalkan kepada peserta menghampari sistem sumbu, sistem DFT, sistem, NFT, sistem ancu apung, sistem tali air ceng, dan lain – lain. Petatar berbintang terang penjelasan yang lengkap akan halnya kelebihan dan kekurangan dari semua sistem tanam tersebut.

Siswa pula diberikan informasi sewaktu beserta contoh sarana perangkat untuk pertanian hidroponik. Peserta bisa mengaram langsung alamat tanam begitu juga zat makanan AB mix, rockwool, netpot, bibit, seedling, TDS meter, pH meter, dan sebagainya.

Peserta membiasakan praktek menyemai bibit ( dokpri)

Selain bernasib baik materi pelatihan berwujud teori dasar tentang tata mandu budidaya hidroponik mulai berpunca awal, peserta juga diajak lakukan praktek langsung membibit sari di papan bawah dengan menggunakan rockwool dan tusuk gigi misal perabot semainya. Ternyata tusuk persneling yang sejauh ini mereka gunakan bagaikan perabot sokong setelah makan, dapat berfungsi sebagai pengganti cangkul bakal menanam hidroponik. Peserta tambah antusias.

Praktek menciptakan menjadikan instalasi ( dokpri)

Dan yang menjadi pembeda pada pelatihan hidroponik nan dilakukan skuat CSR PTOI ini merupakan siswa juga diberi pelatihan dan praktek serempak tentang tata kaidah pembuatan instalasi hidroponik bermula alamat paralon. Murid nan mutakadim dibagi n domestik kerubungan – kelompok kecil diberi tugas lakukan melubangi paralon dengan holesaw hingga mengunting paralon menjadi sebuah instalasi frame A.

Bukan belaka bapak – buya belaka yang ahli melobangi paralon dengan holesaw, tapi ibu – ibu pun cukup cekatan memegang bor dan melobangi paralon. Mereka sangat bersemangat untuk praktek takhlik instalasi bersama kelompoknya. Seterusnya Instalasi nan dibuat maka itu setiap kelompok awam ini dihibahkan kepada kerubungan tersebut untuk digunakan bagaikan instalasi menyelamatkan secara bersama – sejajar.

Tugas mengunting instalasi setiap kelompok murid pelatihan ( dokpri)

Harapan utama dari pelatihan membuat instalasi ini adalah untuk memberi ketrampilan pada pesuluh moga kelak mereka bisa membuat instalasi hidroponik seorang bikin menjalankan kegiatan menyelamatkan. Bintang sartan mereka tidak wajib membeli instalasi hidroponik pun, sehingga akan bisa menghemat biaya bikin budidaya hidroponik.

Pola pelatihan hidroponik dasar serupa itu dilanjutkan juga pada tahun – waktu berikutnya. Lakukan petatar pelatihan batch 2 dilakukan pada tahun 2022. Dan dilanjutkan dengan pelatihan batch 3 pada musim 2022. Hingga pelatihan tingkat lanjut pada tahun 2022. Dan selama 4 masa melanglang tercatat CSR pelatihan hidroponik untuk publik di kelurahan Kalirejo sudah menjangkau 6 RW.

Pada tahun 2022 dan 2022 vakum tidak ada kegiatan pelatihan hidroponik karena pandemi. Dan baru plong bulan September 2022 pula diadakan pelatihan dengan tema nan berbeda yakni Pelatihan Marketing Hidroponik.

Setelah menirukan programa pelatihan, warga diberikan pendampingan kerumahtanggaan bentuk evaluasi atas kegiatan memakamkan nan mereka untuk. Seluruh peserta pelatihan setiap batch dikumpulkan dan diberi kesempakatan buat berbantahan tentang segala kendala yang dihadapi selama proses menguburkan di rumah ataupun di instalasi kelompok masing – masing.

Evaluasi kegiatan hidroponik warga (dokpri)

Plong saat evaluasi ini skuat CSR PTOI didampingi instruktur HIMA membantu mencarikan solusi atas segala persoalan budidaya yang dihadapi oleh petambak. Radu evaluasi warga diberi bahan menyelamatkan pun berupa bibit, nutrisi dan rockwool sebagai penyemangat mereka buat menyinambungkan kegiatan menanam.

Evaluasi setiap batch pelatihan dilakukan sebanyak dua mana tahu. Pada kesempatan evaluasi kedua ini skuat CSR PTOI akan menganjurkan informasi tentang lomba hidroponik antar kelompok di dalam suatu batch pelatihan. Kesempatan evaluasi kedua tersebut dijadikan sarana sosialisasi adapun tata mandu pelaksanaan adu hidroponik antar kelompok.

Dan perumpamaan bahan menanam untuk adu, tim CSR PTOI sudah lalu menyiagakan sari sayur yang sama cak bagi semua kelompok, rockwool, dan nutrisi. Setiap kelompok akan mengakuri pembagian bahan adu yang sama.

Warga penuaian sayur hidroponik (dokpri)

Tanding hidroponik antar kelompok

Tim CSR PTOI berkomitmen tinggi cak bagi kontributif masyarakat selingkung perusahaan agar bisa berhasil n domestik mengembangkan kegiatan pertanian hidroponik mereka. Sebagai bentuk perhatian perusahaan kepada penghuni yang sudah aliansi mengikuti pelatihan hidroponik, maka cak regu CSR PTOI mengadakan lomba menyelamatkan hidroponik antar kelompok penghuni puas setiap batch pelatihan.

Lomba menanam hidroponik ini koteng melibatkan skuat juri dari komunitas Hidroponik Malang. Sedangkan tanaman sayur yang dilombakan berupa slada keriting. Tujuan berpunca tanding ini agar mahajana bisa mengebumikan hidoponik dengan benar dan bisa menghasilkan sayur yang bagus. Diharapkan ke depan awam dapat mandiri untuk bisa menambah pendapatan berusul penjualan sayur hidroponik. Dan mimpi cak bagi menjadikan Kelurahan Kalirejo sebagai Kampung Hidroponik dapat segera terlampiaskan.

Lomba kerjakan setiap batch pelatihan kebanyakan akan diikuti oleh panca hingga enam kelompok peserta. Masing – masing kerumunan yang terdiri 5 anak adam tersebut mulai menyemai tanaman sesuai dengan jadwal tanding yang ditetapkan oleh cak regu CSR PTOI selaku panitia lomba. Setiap keramaian secara bersama – sederajat mengikuti lomba dengan membentangkan proses menguburkan plong instalasi frame A mereka.

Patokan penilaian tanding bukan hanya ditekankan pada hasil akhir menanam, tapi mencengam keseluruhan proses memakamkan hidroponik. Menginjak dari saat menyemai esensi setiap minggu. Proses mengimbit tanam seedling ke instalasi. Belas kasih identitas tanaman puas instalasi berisi tanggal tanam dan tanggal penuaian. Termasuk juga kreatifitas setiap kelompok untuk menaik tutul tanam diluar instalasi terdepan. Semua tangga proses menyelamatkan tersebut dokumentasinya wajib dikirimkan oleh setiap keramaian kepada juri lomba.

Penilaian tanding dilakukan sebanyak dua barangkali. Pada penilaian mula-mula dilakukan dua minggu setelah proses mengimbit tanam. Sreg kesempatan penilaian pertama ini peserta lomba diperkenankan lakukan wawanrembuk dengan juri penguji tentang kondisi tanaman mereka. Sebab lomba ini sebenarnya sebagai bagian proses pembinaan dan pendampingan menanam kepada warga hendaknya mereka dapat melakukan proses mengebumikan hidroponik dengan baik.

Hijau sreg saat penilaian kedua, maupun satu bulan pasca- pindah tanam juri lain bisa pula diajak konsultasi. Karena pada penilaian kedua ini wasit bertugas memonten tampilan tanaman pesuluh bakal mencari pemenang lomba. Tanaman yang dinilai wasit yaitu pokok kayu yang ada di instalasi dan juga di instalasi tambahan lainnya yang dibuat oleh peserta.

Semua proses yang dilakukan pada detik lomba menanam sepanjang satu bulan secebis tersebut, sejatinya adalah memberikan pelatihan kepada petani tentang cara budidaya hidroponik. Sehingga kelak ketika mereka telah boleh menemukan pasar, maka mereka akan mampu untuk merencanakan strategi produksi sayur secara kontinyu. Dengan cara semacam itu maka tahapan proses menanam menginjak dari menyemai, bermigrasi tanam, menuai, setakat mengemas sayur menjadi satu penggalan utuh yang dipelajari oleh semua keramaian petambak.

Intern acara pengumuman juara adu hidroponik, panitia menyisihkan rahmat lakukan jago pertama berupa 1 set instalasi hidroponik. Sedangkan cak bagi juara 2 dan 3 menyepakati hadiah peralatan hidroponik substansial pH meter dan TDS EC sebagai wahana pelengkap lakukan kegiatan hidroponik.

Dan sebagai rancangan penghargaan kepada semua murid tanding yang sudah berusaha dengan baik, maka tim CSR PTOI memberikan bantuan paralon kepada masing – masing kelompok peserta. Diharapkan warga bisa menambah jumlah titik tanam dengan pertolongan paralon tersebut. Sehingga hasil panenan sayurnya bisa makin meningkat kembali dengan tambahan jumlah titik tanam mentah.

Memasarkan sayur hidroponik

Ada hal yang paling penting berpokok kegiatan hidroponik itu yaitu menjual hasil panenan sayur pekebun. Setelah pas dengan kebutuhan sayur keluarga di rumah, maka pilihan buat bisa menjual sayur ke konsumen itu menjadi penentu kegiatan hidroponik akan terus berlangsung. Sebab jika tidak ada serapan pasar pron bila penuaian sayur, maka warga tentu akan merasa celih cak bagi meneruskan kegiatan hidroponik karena lain ada hasil nyata yang mereka dapatkan.

Terkait dengan pemasaran dagangan sayur hasil panen petani ini, skuat CSR kembali mendukung masyarakat dengan mencarikan pasar sayur bagi mereka. Cara pertama cak regu CSR adalah dengan menawarkan sayur warga tersebut kepada karyawan firma. Setiap ada panenan sayur, warga akan melaporkan plong tim CSR. Selanjutnya tim akan menawarkan sayur tersebut ke pegawai. Dan ketika ada pesanan sayur, maka penghuni akan mengirim sayur ke koperasi karyawan yang cak semau di depan kantor perusahaan. Prinsip sederhana cak memindahtangankan sayur pemukim by order seperti mana ini ternyata layak efektif untuk mendukung serapan sayur berbunga panenan penghuni

Pengetaman sayur hidroponik siap dipasarkan (dokpri)

Cara kedua yang dilakukan adalah dengan kontributif mencarikan pasar sayur warung makan. Bikin pasar warung makan ini jenis sayur yang diminati yakni variasi slada keriting. Warung makanan yang memakai slada keriting puas olahan masakannya cukup banyak seperti warung lalapan, tahu campur, memakan – gado, kebab, burger dan lain – lain. Bakal serapan slada pada warung makan jumlahnya cukup banyak. Sepekan pembajak boleh cak memindahtangankan sayur 10 – 20kg slada cak bagi memenuhi warung langganan.

Ketika ini sayur hidroponik hasil budidaya pekebun binaan CSR PTOI sudah kaya menembus pasar di Lawang dan Malang Raya. Dan bahkan penjualan sayur hidroponik pemukim juga sudah kreatif menembus pasar sayur di daerah tingkat – kota tidak di Jawa Timur seperti Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Sumenep. Khusus untuk Lamongan kebutuhan sayur per ahad sebanyak 70kg slada berkerut nan diambil serempak dari hasil penuaian petani.

Pengguna sayur hidroponik (dokpri)

Sedangkan di daerah tingkat Lawang sendiri sebagian samudra pasar sayur di dominasi makanya penjual makanan. Banyak warung makan yang telah mulai beralih memakai sayur hidroponik kerjakan menu makanannya. Alasan yang mereka sampaikan sayur hidroponik makin tahir, lebih segar, lebih kres, bukan pahit, dan lebih langgeng cak bagi penyimpanannya karena sayurnya masih ada akar. Jadi buat warung makan lebih cocok bagi mengaryakan sayur hidroponik untuk menu hidangannya.

Sebut namun salah suatu warung peranakan Ayam Rendang Gober di Lawang yang sudah lebih dua tahun mengebon memakai sayur slada hidroponik orang tani untuk menu lalapan ayam gorengnya. Menurut kisahan pemilik warung, bahwa slada hidroponik rasanya kres dan enggak pahit, sehingga pelanggan sangat menyukai. Dan takdirnya sayur slada konvensional dari pasar, ternyata pelanggan banyak nan enggak mau makan sayurnya. Sejak saat itu pemilik warung sering mempekerjakan sayur slada hidroponik untuk menu makanannya.

Kondisi penjualan sayur hidroponik yang terus membaik ini karuan saja memotivasi petani lakukan terus konsisten menanam sayur hidroponik. Mereka telah congah merasakan maanfaat sekalian dari kegiatan hidroponik yang memang dapat meninggi income keluarga mereka. Jadi jangan heran takdirnya beberapa petani hidroponik rumahan nan konsisten mengetanahkan disini sudah boleh meraih penghasilan jutaan mata uang berpunca hasil jualan sayur hidroponik. Kaprikornus penstabilan pemberdayaan masyarakat melalui CSR hidroponik sudah pahit lidah ki berjebah menggelorakan ekonomi warga.

Kunjungan Tamu

Fenomena sayur hidroponik yang ditanam di selingkung rumah, baik di halaman ataupun di lantai atas wadah jemuran, atau lebih-lebih di pagar – pagar rumah itulah yang menjadi alasan penyebutan peladang hidroponik rumahan. Karena gelanggang menanamnya tidak luas bukan di green house atau kebun, melainkan hanya di halaman sempit rumah. Karena banyak petani rumahan yang mengebumikan hidroponik di kawasan ini, maka kelurahan Kalirejo sekarang lagi dikenal dengan sebutan hijau sebagai Kampung Hidroponik Lawang.

Dinamika petani hidroponik rumahan di Lawang ini pada kesannya bisa menarik awam luas cak bagi menclok dan belajar tentang cara menanam hidroponik. Petani nan sudah bisa memproduksi sayur dengan senang hati mau memindahkan ilmunya kepada warga masyarakat yang datang dan sparing kepada mereka. Dengan demikian maka perkembangan hidroponik di Lawang dan sekitarnya dengan cepat menyebar ke masyarakat luas.

Kegiatan hidroponik warga ini mampu menarik gerombolan masyarakat terbit luar desa lakukan datang berkunjung ke kampung hidroponik ini. Mereka tertarik datang untuk menyibuk langsung bagaimana kegiatan hidroponik boleh dijalankan dengan baik oleh warga binaan CSR PTOI.

Kunjungan kader mileu sekolah ke hidroponik penduduk (dokpri)

Sebelum taun banyak tamu nan melawat ke kampung hidroponik Lawang. Mereka terserah yang berasal berpokok pemerintahan, berpokok perusahaan, terbit saung pesanten, bersumber sekolah, Karang taruna, dan ibu – ibu PKK. Anjangsana tamu ke kampung hidroponik ini menjatah dampak baik positif lakukan pekebun, karena mereka bisa pun cak memindahtangankan sayurnya on the spot dengan model petik sayur seorang dari kebun. Selain itu pekebun juga dapat menjual dagangan olahan sayur lainnya seperti jus sayur, puding, rahim olahan dari sayur dan sebagainya.

Menjadi Tempat Penggalian Mahasiswa

Kedatangan pekebun hidroponik rumahan di Lawang ini ternyata juga menarik minat kalangan akademisi buat dijadikan obyek studi. Banyak mahasiswa bermula berbagai Perguruan Tinggi di Malang yang datang untuk berbuat eksplorasi mengenai budidaya hidroponik di Lawang.

Kegiatan mahasiswa bersawa petani hidroponik (dokpri)

Penelitian nan mereka lakukan bakal pemenuhan tugas akhir mereka menyusun skripsi dengan menggotong topik pembajak hidroponik rumahan. Terserah mahasiswa yang melakukan penekanan terhadap jalan budidaya hidroponik warga. Ada sekali lagi mahasiswa yang melakukan penelitian tersapu aspek sosial masyarakat nan terpumpun dalam gerombolan petambak hidroponik.

Sudah pasti kedatangan petani hidroponik di Lawang nan tumbuh melalui program CSR PTOI ini bernas memberikan dampak nyata bagi masyarakat lainnya tertulis kalangan akademisi cak bagi belajar banyak adapun hidroponik di masyarakat.

Komentar Warga

Berikut ini beberapa komentar dari petambak hidroponik binaan CSR PT Otsuka Indonesia yang sudah sukses berbudidaya hidroponik dan sudah boleh meraih tambahan income dari jualan sayur hidroponik.

Yami ( Ibu Apartemen Jenjang )

Assalamualaikum wr wb. Saya bu Yami penduduk RW 15 kelurahan Kalirejo Lawang. Saya menyabdakan terimakasih nan tak terevaluasi kepada tim CSR PT. Otsuka Indonesia yang telah mengikutsertakan saya dalam pelatihan Hidroponik plong bulan Agustus 2022.

Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan privat pelatihan tersebut, diantaranya Saya dapat menguburkan sayur yang sehat dan bugar tanpa wajib tanah yg luas. Selain itu saya lagi bisa mengisi waktu adv pernah dengan kegiatan positif dan nan berjasa boleh menambah income batih. Dan nan lebih berfaedah pun bahwa dengan hidroponik mileu menjadi tulus, sejuk dan cegak.

Lega Awal tahun 2022 saya berangkat menanam sayur. Awalnya hanya lakukan konsumsi koteng dan dibagi – bagikan ke jiran. Tapi beruntung saran dan arahan dari Tim CSR Otsuka sayur tersebut mulai saya jual dan saya tawarkan ke sejumlah bandingan yang mempunyai gerakan ki gua garba. Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah memiliki sejumlah pelanggan yang setia menggunakan sayur saya privat usahanya, di antaranya ” Ayam aduan Gober Mata air Waras, Perbaraan mak Cus, mie ayah embok Empok, Gado – meratah sumber sekar, dan beberapa propaganda nasi kotak. Harapan saya selepas mengimak pelatihan Marketing Hidroponik berpokok CSR Otsuka yang plonco diadakan pada bulan September 2022 ini makin bisa meningkatkan pasar sayur Hidroponik dengan makin baik pun.

Terimakasih CSR Otsuka Indonesia, sebaiknya kian berkembang dan konsisten eksis.

Lilik Pudjiastuti ( Pensiunan Master SMA)

Puji syukur saya panjatkan pada Allah SWT karena karuniaNya saya dipertemukan dengan PT Otsuka dan simultan diberikan pimpinan sampai momen ini. Saya wanita tipe pegiat, pron bila purna nan saya butuhkan kegiatan dan alhamdulillah kegiatan itu sesuai dengan hobby saya yaitu berkebun. Suka duka sudah lalu saya alami sreg proses menanam hidroponik ini..

Lega perian penuaian permulaan belum punya dan belum tahu pasar, berbagai cara saya lakukan dengan berlatih ke petambak yang sudah sukses, disana saya diajari mandu mengejar pasar.

Saya mulai mengemas sayur saya dan menawarkan ke teman-teman saya dengan cara posting di WA.

Syukur Alhamdulillah kesannya saya diberikan perkembangan keluar. Sekarang saya memiliki total 1200 lobang tanam. Hasil panen saya terbit panen permulaan pada waktu pelatihan 12 kg per wulan sekarang per rembulan saya bisa panen 115 kg sayur Alhamdulillah .

Setiap kali panen sayur saya posting dengan pamrih mengajak lawan-tampin untuk bersemangat sekali lagi menanam. Sehingga pamrih PT Otsuka untuk membuat lingkungan kita hijau, oksigen lingkungan tetap segak dan menaik kenaikan ekonomi keluarga di Kalirejo ini dapat tercapai. Mungkin ini yang bisa saya sampaikan, sekali kembali terimakasih PT Otsuka semoga semakin banyak ilmu-ilmu yg diberikan ke masyarakat sekitarnya.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Meilini Herna ( Ibu Rumah tangga & Penggerak PKK )

Awal mula kenalan dengan hidroponik ialah saat kami diberi pelatihan hidroponik oleh PTOI lega periode 2022 tepatnya wulan Agustus 2022. Sebelumnya memang sudah pernah pun mengetahui akan halnya hidroponik ini lewat media sosial FB dan google. Kami adalah kerumunan pertama yang diberi pelatihan maka itu PTOI.

Sepanjang 2 waktu pelatihan kami mendapatkan banyak ilmu mulai sejak para mentor HIMA. Mulai semenjak mandu menyemai, cara pindah tanam, cara mencampurkan nutrisi ke dalam wadah air bakal asupan tanamannya, cara merakit alat instalasi nya serampak. Alhamdulillah banyak ilmu yang kami dapatkan.

Selepas itu saya berangkat menyelamatkan hidroponik di rumah. Sesudah dua bulan kian saya bisa pengetaman sayur katak dan sawi hijau pokchoy bahagia banget rasanya.. Amazing…Kerjakan cak bagi tetangga dan anggota kelompok.. Bahagiaaa banget.

Beberapa rembulan kemudian kami dikumpulkan sekali lagi untuk dilakukan evaluasi berbunga hasil pelatihan. Disini saya merasa sangat senang karena kami umpama pelaku pemula hidroponik ini selain diberi pelatihan pula dibantu kapan ada kesulitan. Alhamdulillah sekali pula.

Seterusnya sampai sekarang saya masih menjalani kegiatan ini hitungan lebih dari 6 periode sebagai pegiat hidroponik. Alhamdulillah…gak angkuh-muluk sich sepatutnya ada… Tetapi jika dilakukan dengan sabar dan telaten hidroponik ini ternyata mutakadim boleh menambah income saya. Saya pribadi sangat berterimakasih kepada PT. Otsuka Indonesia dan mentor dari HIMA telah mengasihkan kesempatan saya bagi belajar tentang Hidroponik. Semoga barokah buat semua.

M. Yusuf (Tenaga kerja PTOI)

Alhamdulillah . kegiatan hidroponik itu meredakan. Apalagi hasil tanamannya lagi dapat dijual. Bentuk ke depan sekiranya penjualan lancar insyallah akan menambah instalasi dengan harapan untuk memperpendek jarak masa panen dengan rotasi penuaian setiap 5 hari. Sebagai petani hidroponik kami berharap setiap hasil pengetaman sayur bisa diserap pasar. Sehingga rotasi tanaman bisa berjalan baik. Kepada teman-teman saya mengajak ayo kita tanamkan jiwa rasa senang dalam berhidroponik sehingga bisa menghasilkan sayuran yang segak berkualitas, insyallah dijamin rejeki jemah kepada kita.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menganjur Lainnya dari Penulis Klik di Sini

Image

Penulis


Marilah Login untuk Berkomentar

Artikel Lainnya

Source: https://retizen.republika.co.id/posts/178767/bangkitkan-ekonomi-warga-lewat-program-csr-hidroponik