Bercocok Tanam Hidroponik Dan Ternak Lele

JAKARTA, KOMPAS.com
– Sudah suatu periode lamanya wabah Covid-19 melanda Persil Air.

Lain terserah nan menyangka, besaran orang terinfeksi virus SARS-CoV-2 itu terus makin sejak Kepala negara Joko Widodo mereklamekan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2022.

Di awal-awal epidemi, pemerintah spontan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bagi mengimpitkan pendakyahan virus.

Masyarakat diminta untuk tunak berada di flat. Apa kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang ditiadakan.

Kondisi tersebut rupanya berputra aktivitas yang menjadi tren baru bagi masyarakat, sebagai halnya menanam sayur-mayur di rumah dengan metode hidroponik dan piaraan ikan lele.

Baca juga: Bertani Sayur dan Pelihara Lele Kaprikornus Hobi Mentah Warga Kampung Paya Pasung di Tengah Pandemi

Seperti yang dilakukan oleh warga RW 022, Kampung Rawa Pasung, Kelurahan Daerah tingkat Mentah, Bekasi Barat.

RW siaga nan dibentuk Pemkot Bekasi menuntut penduduk agar kreatif melakukan kegiatan-kegiatan mengasyikkan di rumah di perdua pandemi Covid-19.

Sepanjang jalan RW 022 saat itu terbantah dihiasi tanaman hidroponik. Kegiatan menanam hidroponik di RW 022 ternyata dibuat atas inisiatif warga.

Ketua RW 022 Soleh mengatakan, tanaman hidroponik membentuk suatu kegiatan dan hobi baru warga di tengah pandemi Covid-19.

Bertani dianggap sebagai aktivitas yang merujukkan, ramah keluarga, serta bisa kontributif menetapi kebutuhan pangan surat kabar di tengah krisis pandemi.

“Menyelamatkan hidroponik ini diharapkan bisa mendukung warga intern memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucap Soleh di Kampung Rawa Pasung, Bekasi Barat, plong 15 Juli 2022.

Baca kembali: Bekasi Pelambungan 0,01 Persen, Walkot Gencarkan Program Hidroponik dan Ternak Lele

Soleh mengatakan, pihak RW menyediakan ekstrak dan wadah sterofoam agar warga seluruhnya boleh ikut menanam hidroponik.

Tanaman hidroponiknya pun berbagai macam, yakni terserah cabai, caisim, dan kangkung.

Budidaya lele

Tidak belaka mengebumikan hidroponik, ternyata warga RW 022 juga banyak yang telah memelihara lele di rumahnya masing-masing.

Kebanyakan penghuni memperalat
styrofoam,lebih-lebih namun berbekal kayu bagaikan panggung ikan lele tersebut.

Menurut Soleh, warga dulu menikmati kesehariannya dengan bertani hidroponik dan budidaya lele.

Baca pula: Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Paruh PSBB

Selain menjadi hobi baru, menguburkan sayuran hidroponik dan memelihara lele juga boleh kondusif warga yang terdampak Covid-19 memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya seenggaknya dengan adanya sayur sama ikan bisa bersantap kendati uangnya tidak ada,” ucap Soleh.

“Apalagi yang telah tua ya, mereka suka banget nih pelihara lele alias buat kebun hidroponik apalagi di rumahnya. Mereka kasih makan lele,
siramin
tanamannya, seru kalau kronologi sore ya, mereka lagi merawat tanamannya,” sambungnya.

Budikdamber

Tidak sampai di situ, kemudian budidaya ikan dalam ember maupun budikdamber tahu-tahu menjadi populer di masyarakat.

Budikdamber yakni temuan dari dosen budidaya perikanan dari Politeknik Negeri Lampung, Juli Nursandi.

Dengan budikdamber, seseorang boleh beternak lele dan menanam sayuran sekaligus, sungguhpun di rumahnya tidak n kepunyaan lahan nan luas.

“Percobaan saya mulai 2022, penelitian 2022. Budikdamber, saya yang memunculkan istilah itu,” kisahan Juli detik dikonfirmasi
Kompas.com
, 3 Mei 2022.

Baca juga: Viral Video Budikdamber, Pelihara Ikan dan Tanam Sayur di Ember, Ini Cerita Penemunya

Melangkaui akun media sosial dan kanal YouTube-nya, Juli banyak berbagi teknik budikdamber secara gratis.

Teknik ini juga viral di media sosial karena unggahan video pemilik akun Twitter @bisma0000.

Video itu berisi tentang menyelamatkan bangkong dan budidaya lele intern timba plastik.

Bestelan kesabaran rimba keluarga, inspiratif sekali budidaya ikan dan sayur dalam ember,” catat pemilik akun itu.

Ajar ketabahan pangan

Selain menjadi kegiatan memuati hari saat PSBB hati-hati di semula pandemi, ternak lele dan cocok tanam hidroponik juga dimanfaatkan untuk menjaga keluasan pikiran jenggala di Kota Bekasi.

Kala itu, Pengampu Kota Bekasi Rahmat Effendi menggencarkan programa budidaya hidroponik dan peliharaan lele di tingkat RW.

Baca lagi: Di Paruh Epidemi Covid-19, Penduduk Jakarta Utara Penuaian 154 Kg Sayur Hidroponik

Situasi itu akan dilakukan untuk mempertahankan sektor ekonomi umum di perdua epidemi Covid-19, terlebih Daerah tingkat Bekasi mengalami deflasi 0,01 persen lega Juli 2022.

“Kalau yang berpangkal kami ketel tidak bisa kayak yang ekonomi nasional. Jikalau kami lagi bikin keluasan pikiran hutan di tiap RW itu suka-suka hidroponik, suka-suka ternak lele di 1.013 RW,” ujar Rahmat di Bekasi, Jumat (7/8/2020).

Pria nan sanding disapa Pepen tersebut saat itu berencana memberikan bibit ke per warganya untuk menjalankan program budidaya hidroponik dan piaraan lele.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Beliau harus install petisi Telegram malah dulu di ponsel.

Source: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/03/03/10284311/setahun-pandemi-munculnya-hobi-tanam-sayur-hidroponik-dan-budidaya-lele?page=all