Bertanam Buah Dan Sayur Secara Hidroponik

Jakarta

Mulai sejak pandemi corona, banyak orang nan mencoba menanam sayur dan buah menggunakan sistem hidroponik. Kalau berkebun hidroponik berjalan dengan sukses, Bunda dapat panen sayur dari kebun sendiri.

Prinsip menanam sayur dan buah yang suatu ini boleh dilakukan siapa tetapi. Tambahan pula, bisa dilakukan di lahan yang sangat kecil.

“Hidroponik ialah solusi berkebun alternatif menyenangkan yang bisa dinikmati semua makhluk dari segala apa umur,” ujar Steven Hadgis, salah suatu pemanufaktur di bidang tanaman hidroponik, dikutip dari laman
Patch.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menanam sayur hidroponik membutuhkan pengetahuan yang cukup lho, Bunda. Kalau tak, berkebun hidroponik lain akan sukses nih.

Dilansir
Gpn Magazine, ini 4 biaya siluman sukses mengetanahkan sayur dan buah hidroponik:

1. Memastikan kualitas air

Air merupakan komponen penting privat sistem hidroponik. Sebelum berkebun hidroponik, Bunda perlu memastikan kualitas air di rumah nih.

Perhatikan pH kerjakan memastikan apakah air tergolong pada tingkat asam atau alkali. Kalau pH 7,0 berarti airnya independen. Sedangkan, seandainya 7,0 termasuk asam dan di atas 7,0 bersifat basa.

Sudahlah, pH air yang diperlukan buat berkebun hidroponik adalah antara 5,5 dan 6,5. Tapi, pH tetap tergantung pada pilihan masing-masing dan jenis tanaman hidroponik itu sendiri, Bunda

Namun, suhu air harus dipastikan nih cak bagi semua pokok kayu. Bunda harus mengatak air agar suhunya antara 20 sampai 22 derajat Celsius. Pastikan air yang mengalir ke sistem hidroponik bukan terlalu suam atau tawar rasa.

2. Fertigasi

Fertigasi adalah proses menerimakan zat makanan ke dalam sistem hidroponik. Ini sangat penting karena tumbuhan merecup bergantung pada kuantitas air dan gizi nan tepat, Bunda.

Nah, menambahkan nutrisi ke dalam air menjadi tantangan idiosinkratis nih. Tingkat pH air loyal harus seimbang meskipun sudah ditambahkan nutrisi.

Dengan fertigasi, pertumbuhan tanaman jadi lebih efisien lho. Tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan optimal kalau diberi nutrisi secara teratur.

Mengukur pH hancuran nutrisi memang tidak diharuskan, Bunda. Tapi, tingkat pH bisa memengaruhi kecepatan tanaman menyerap zat makanan.

3. Pilih media tanam yang tepat

Karena tanaman hidroponik tidak menggunakan persil, berarti harus ada wahana tanam lain untuk membantu larutan vitamin mengalir secara efektif. Menentukan media tanam yang baik merupakan yang memungkinkan keseimbangan oksigen dan kelembapan akar tanaman.

Salah satu media tanam yang sering digunakan banyak peladang hidroponik adalah kombinasi kelikir lempung dan sabut kelapa. Kelikir tanah pekat patut terjangkau dan bisa menahan oksigen.

Sabut kelapa pun patut baik privat membancang oksigen. Tapi, harganya makin mahal, Bunda.

Sehingga, kawin kelikir petak liat dan sabut kelapa belalah digunakan. Ini dilakukan untuk menghemat biaya.

4. Menyucikan sistem hidroponik

Takdirnya semuanya sudah dilakukan, akan cuma-cuma momen sistem hidroponik terlalu kotor. Membersihkan sistem hidroponik secara teratur bertujuan semoga objektif dari wereng dan ki aib.

Bunda teristiadat memastikan supaya menara air larutan zat makanan bersih. Bunda bisa menggunakan larutan pemutih untuk membeningkan sistem hidroponik.

Pembersihan reservoir galibnya dilakukan 2 setakat 3 ahad sekali. Tapi, seberapa gegares dibersihkan tersidai pada kondisi sistem hidroponik ya, Bunda.

Sistem hidroponik yang bersih akan menghasilkan sayur dan biji pelir yang segar. Tak akan ada ki aib dan hama nan menclok di tanaman hidroponik.

Lihat juga cara mudah membuat tanaman hidroponik di video berikut ini silakan, Bunda.

[Oyong:Video Haibunda]

(sih/kuy)







Source: https://www.haibunda.com/moms-life/20200904182422-76-160278/4-tips-sukses-menanam-sayur-dan-buah-hidroponik