Bolehkah Memotong Kuku Bayi Sebelum 40 Hari


KOMPAS.com
– Banyak orangtua yang tidak mau memotong kuku bayinya setakat usia buah hatinya 40 hari. Apakah hal tersebut baik untuk dilakukan?

Mantri Spesialis anak asuh RS Gubuk Sani, Puri Luhur, dr Ellen Wijaya, Sp.A menyebutkan bahwa hal tersebut adalah mite.

“Tidak bisa menyelang kuku jabang bayi sampai usia 40 musim adalah mite. Anda dapat memotong kuku si boncel sejak pekan pertama kelahiran,” tutur Ellen kepada
Kompas.com, Pekan (12/7/2020).

Baca pun: Seri Baru Jadi Ortu: Benarkah Bayi Mewarisi Alergi pecah Orangtua?

Kuku yang sesak panjang, lanjutnya, malar-malar boleh melukai jabang bayi. Tetapi kuku bayi yang masih lembut dan fleksibel membutuhkan perawatan yang lebih hati-hati.

“Cakar boleh dirapikan menggunakan kikir ceker jabang bayi ataupun gunting kuku bayi nan ujungnya tumpul agar tidak melukai jabang bayi,” jelas Ellen.

Orangtua tidak boleh menggigit ceker bayi untuk menggunting cakar tersebut karena ada risiko terjadinya infeksi.

Baca juga: Sorot Hijau Kaprikornus Ortu: Baby Oil Tidak Aman lakukan Bayi, Benarkah?

Kuku jabang bayi bertaruk lebih cepat dibandingkan insan dewasa, dengan pertumbuhan cakar tangan selingkung 3 mm/ wulan dan kuku kaki 1,5 mm/ bulan. Sehingga, kuku tungkai dapat dirapikan 1-2 mana tahu per rembulan.

“Melempengkan kuku bayi bisa dilakukan kapan orok tidur sehingga bayi intern keadaan antap dan meminimalisir risiko cidera saat menggunting kuku bayi,” lanjut Ellen.

Selain itu, menggunting kuku juga dapat dilakukan sesudah mandi karena kondisi kuku kanak-kanak anyir yang lembek.

Dapatkan update
berita seleksian
dan
breaking news
saban hari dari Kompas.com. Silakan bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Ia harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/12/170200823/seri-baru-jadi-ortu–benarkah-bayi-tidak-boleh-potong-kuku-sampai-40-hari-