Budaya Tanaman Dengan Teknik Hidroponik

Swadayaonline.com –Hidroponik merupakan teknik budidaya pohon dengan menggunakan arang sekam ataupun media lainnya dengan memanfaatkan unsur hara yang di butuhkan tanaman dalam bentuk cair nan sudah lalu diracik (anasir hara makro dan mikro) untuk diberikan ke tumbuhan dengan cara disiramkan atau dengan irigasi tetes.

Budidaya tanaman sayuran bisa dilakukan dengan cara hidroponik seperti sayuran patera berusia pendek seperti pakcoi, kangkung, bayam, salada, seledri, dan lainnya. Tanaman tersebut dibudidayakan di privat ruangan yang disebut dengan screen house, atau bangunan dengan naungan plastik Ultra Violet (UV), lakukan tempat tumbuhnya tanaman dengan menunggangi polybag, kantong plastik hitam ukuran diameter 30-40 cm, diisi dengan arang sekam, dan kemudian dipasangkan alat-alat hidroponik seperti ujar-ujar, untuk menyalurkan atom hara enceran ke tanaman.

Manfaatkan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik, enggak menggunakan tanah sebagai kendaraan tanamnya, tapi menggunakan arang sekam maupun bahan lainnya nan terbebas dari hama dan ki kesulitan, artinya sarana tersebut sudah disterilisasi.

Pengertian Pohon Hidroponik Secara etimologi hidroponik berasal dari bahasa Yunani nan terdiri dari 2 kata, ialah hydro dan ponos. Hydro yang artinya air dan ponos yang artinya kerja. Jadi apabila disatukan hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan tidak menggunakan petak (kompos) sebagai media tanam alias soilles.

Segel lain berusul hidropnik adalah soilless culture atau teknik budidaya pohon sonder tanah. Mengebumikan tanaman dengan sistem hidroponik adalah satu metoda nan ramah lingkungan karena dalam pembudidayaannya tak teradat menggunakan racun hama atau bahkan herbisida nan beracun secara jebah.

Di era masa ini ini menanam dengan sistem hidroponik yakni alternatif yang tepat untuk mendapatkan sayuran di petak nan sempit atau tekor (Urban Farming). Ditambah lagi dengan kondisi Indonesia nan beriklim tropis yaitu tempat nan cocok cak bagi menerapkan metode ini. Bercocok tanam dengan hidroponik akan mendapatkan hasil yang bagus jika diiringi hobi, karena takdirnya dimulai berpokok hobi maka akan silam berpotensi bikin dijadikan jual beli.

Jenis Tanaman Hidroponik Sayuran Daun seperti kangkung, caisim, selada, pakcoy, seledri, pagoda, bayam Berma/Hijau, ceisim, naibai/Tatsoi Keuntungan Hidroponik Sayuran Patera adalah tenaga kerja lain banyak, sayuran lain kotor, pekerjaan tidak kotor karena tidak pakai media tanah, persemian, penjagaan, panen tidak berat, solusi terbaik bagi menyalurkan hobi bersesuai tanam bagi beliau nan tidak memiliki halaman yang luas, lain perlu menggunakan serat nan banyak, sehingga akan lebih hemat dibandingkan dengan wahana tanah.

Penggunaan air jauh lebih sedikit, karena dalam penerapannya air merupakan sumber wahana utama n domestik menanam hidroponik, mileu budidaya tanam volumenya lebih besar karena enggak memperalat media kapling terkadang, apabila tanaman hidroponik buat tujuan komersil, maka boleh dijual dengan harga yang panjang, terutama bagi tanaman organik, dan proses pertumbuhan dan urut-urutan tanaman lebih cepat.

Cara Budidaya Hidroponik Sayuran Daun Alat angkut Sekam yaitu sasaran yang diperlukan merupakan tray cak bagi penyemaian, arang sekam , benih selada/berudu sesuai kemauan, plastik hitam/poly bag. Dan caranya dengan masukkan arang sekam kedalam tray, masukkan benih satu persatu kedalam korok tanam, taburkan lagi arang sekam cak bagi meliputi benih layak tipis-tipis saja., tiram benih dengan menggunakan sprayer agar wahana enggak terhambur kemana mana. Tutup dengan plastik hitam sejauh dua hari. Setelah 2 hari, urai tutup plastik.

Biasanya mani sudah tumbuh. Esensi dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik), Untuk penyiraman rutin hingga 2 minggu dan tanaman siap bermigrasi tanam. Tahap pindah tanam ialah setelah pati selada berumur 2 pekan lazimnya sudah berdaun lengkap dan siap mengimbit tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati-hati.

Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa dilakukan. Alat/sasaran yang diperlukan yaitu netpot (pipa 1” maupun kepala vas plastik), kain flannel bakal sumbu jika diperlukan, spons yang sudah dipotong-cucuk ukuran 2,5cm x 2,5cm x 2cm, baskom/timba yang sudah diisi air tulen. Caranya dengan menjumut konsentrat dan medianya sekalian (jangan dicabut tapi renggut sari dan media sekaligus).

Masukkan bibit dan media kedalam baskom/ember yang mutakadim diisi air. Goyangkan esensi perlahan. Wahana akan tenggelam dan bibit akan rapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar tunggang bersih dari media yang menempel. Jika konsentrat pasuk, pisahkan konsentrat dengan hari-lever (separasi tetap didalam air). Setelah pati terpisah, apit bibit dengan spons nan telah tersedia.

Buat selada mudahmudahan 2 bibit suatu spons mudah-mudahan nantinya selada berbentuk crop kompak. Sekiranya ada konsentrat yang akarnya belum boleh menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan cemping flannel. Masukkan ekstrak ke dalam netpot. Masukkan netpot ke liang-korok tanam nan cak semau dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi. Tahap pembesaran yaitu setelah bibit kita pindahkan ke intern rak, tugas lebih jauh ialah mengerjakan perawatan untuk basal setakat musim pengetaman.

Kerumahtanggaan sistem hidroponik perawatan pokok kayu yakni sangat mudah. Karena berladang masih memakai sistem air menggenang, jadi yang dilakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air gizi nan ada didalam pengudut paralon tempat penanaman. Biasanya dicek 3 hari sekali. Ketika air mau silam silam ditambahkan kembali air nan tidak diberi nutrisi. Nan perlu diperhatikan adalah jangan hingga layon dan akar tunggang selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup setakat 1/3 sampai 1/5 diameter pipa doang hendaknya masih ada ruang cak bagi akar dan akar tunjang tidak tenggelam semua. Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah bermigrasi tanam, selada siap dipanen. Dapat disimpulkan bahwa pohon hidroponik adalah satu metode bersawah minus menunggangi media lahan, melainkan dengan memperalat larutan molekul hara atau bahan lainnya yang mengandung anasir hara sebagaimana sabut kerambil, baja mineral, kersik halus, pecahan godaan bata, serbuk kayu, dan lain-lain misal pengubah media tanah.

Ada beberapa variasi pohon yang biasa di tanam dengan sistem hidroponik antara tak keberagaman tanaman sayuran, biji pelir, dan pohon hias, nan bisa bermanfaat dan mempunyai beragam faedah. Bilang faktor penting yang harus diperhatikan adalah larutan nutrisi, media tanam (arang sekam) dan mileu yang bersih, memadai oksigen dan penyinaran surya sesuai kebutuhan tanaman.

Prospek manuver dengan menggunakan teknik budidaya hidroponik ini lewat mudah, dan menguntungkan dengan lahan yang terbatas dan kaidah tanamnya secara vertikultur, teknik budidaya tanamn secara sistem hidroponik boleh meningkatkan pendapat, di lahan gerakan berladang nan sempit, serta bisa menghasilkan komoditas sayuran yang berkualitas.

SY/MHJR/AGS

Source: https://www.swadayaonline.com/artikel/3271/Budidaya-Tanaman-Sayuran-Daun-dengan-Hidroponik/