Budidaya Tanaman Sayur Cara Hidroponik

Mata air Gambar : BPTP LAMPUNG

Pendahuluan

Hidroponik adalah pelecok satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah,  dengan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi untuk tanaman. Sistem penanaman hidroponik sudah dikembangkan plong 1983 hanya belum rembet.   Seiring dengan  diinisiasinya  Program  Acuan Kawasan Rumah Jenggala Lestari (M-KRPL) pada masa 2022 oleh Badan Litbang Perladangan, sistem penanaman hidroponik tiba dikembangan kembali dan menjadi tendensi bikin wilayah perkotaan terutama di rumah nan mempunyai halaman sempit, malar-malar bila di rumah sekadar ada ruangan di atas bangunan memungkinkan untuk menguburkan sayuran dengan  sistem hidroponik.

Ada banyak tanaman yang dapat ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik mulai dari pohon katai hingga lautan. Namun, di indonesia sistem penanaman hidroponik lebih banyak dimanfaatkan untuk menanam beraneka ragam macam tanaman sayuran hijau seperti pakcoy, sawi, selada, keilan dan sayuran daun lainnya.  Mengetanahkan sayuran dengan sistem hidroponik meski menyenangkan karena bukan mesti becek-becekan dengan lahan, juga tidak begitu merepotkan karena sayuran yang ditanam dapat merecup dengan baik tanpa diganggu cacing dan nan tentu lebih bersih dan sehat. Namun demikian patuh harus dilakukan perawatan untuk hasil yang maksimal.

Cara Merawat Pokok kayu

Merawat pokok kayu hidroponik harus dilakukan dengan baik dan sopan kiranya bisa mendapatkan tanaman yang fit dan dapat tumbuh dengan baik. Akan halnya prinsip perawatan tanaman ini sebenarnya tidaklah sulit cak bagi dilakukan. Mandu perawatan tumbuhan boleh dilakukan dengan beberapa cara perumpamaan berikut.

.

  1. Pemeriksaan ulang kondisi air di perumpamaan penampungan dengan cara andai berikut :
  • Pastikan majuh a air yang tersedia n domestik kondisi bersih.
  • Untuk menjaga kebersihan, disaran untuk menganti air paling 4 periode sekali.
  • Wadah penampungan sebaiknya menunggangi ajang bening maupun transparan,

 sehingga anda lebih mudah mencacat kondisi dan keterediaan air.

  • Puas sistem hidroponik fertigasi sebaiknya tidak membiarkan air selama berhari-musim dan rutin menganti air setiap 1-2 perian sekali.
  • Jangan isi penghimpunan secara penuh, idealnya isi 1/2 maupun 3/4 putaran doang agar saat di kuras bukan terlalu banyak yang terdepak.
  1. Cek Gegares Kondisi Larutan Nutrisi

Biji terdepan kedua yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman hidroponik yakni ketersediaan cair vitamin. Selain tidak boleh menyisihkan air, media nan digunakan juga tidak berkecukupan menyenggangkan unsur hara yang di butuhkan makanya tanaman Oleh karena itu sangat penting sekali buat selalu mengontrol dan mengkhianati kondisi dan ketersediaan cair zat makanan.  Beberapa prinsip yang dilakukan ialah umpama berikut :

  • Cek ketersediaan hancuran gizi setiap harinya.
  • Setiap tiga tahun sekali silih cair vitamin dengan yang baru.
  • Bahas apakah terserah parit lega larutan gizi yang macet atau tersumbat.
  • Hidayah dosis larutan vitamin diberikan secara bertahap.
  • Gunakan air yang sejati untuk mencapur dengan cairan nutrisi.
  • Pastikan nutrisi yang digunakan tidak dalam periode kadaluwarsa.
  1. Bersihkan Wadah Wahana Tanam dan Larutan Gizi

Panggung ki alat nan transparan akan sangat rentan untuk di tumbuhi lumut sehingga harus berbuat pembersihan ajang dengan cara :

  • Buang residu larutan gizi yang ada.
  • Bersihkan bagian yang mulai di tumbuhi lumut dengan menggunaka air bersih dan air berputar.
  • Rendam panggung dalam air bersih atau alkohol.
  • Isi kembali dengan larutan gizi,Untuk situasi ini secara rutin setiap 1-2 pekan sekali.
  • Jangan sampai menunggu lumut memenuhi kancah karena akan berwibawa bagi pertumbuhan tumbuhan.
  1. Jaga Sanitasi Lingkungan

Sanitasi lingkungan adalah hal yang harus diperhatikan dalam merawat tumbuhan hidroponik, karena mileu yang murni akan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pada lingkungan nan putih, hama penyakit akan enggam merecup dan berkembang. Sebaliknya pada mileu yang kotor dan lembab maka peluang tanaman terserang wereng dan penyakit akan bertambah tinggi.  Bakal menjaga sanitasi lingkungan yang harus dilakukan adalah :

  • Bersihkan rumput-suket liar yang cak semau di seputar tempat tanam.
  • Jangan biarkan sampah memenuhi lokasi tanam.
  • Buang sampah berusul pemangkasan bagian tanaman dan jauhkan dari tanaman yang sehat.
  • Cek selalu keseriusan sorot yang turut, jangan sebatas cerah matahati terhalang dan menciptakan menjadikan lingkungan lembab.
  • Setiap satu bulan sekali usahakan untuk mengamalkan penyemburan menggunakan pestisida (insektisida dan fungisida) di sekitar mileu bertunas.
  1. Cek Kondisi Tanaman Secara Berkala

Amati kondisi pokok kayu secara berkala ialah nilai terpenting dalam merawat tanaman hidroponik.   Dengan berbuat verifikasi secara intensif kita boleh mencerna apa yang terjadi lega tumbuhan, karena seandainya terserang hama atau ki kesulitan atau bahkan kekurangan cair vitamin, pohon menunjukkan gejala seperti daun menguning, kering, dan gejala lainnya.

      6. Cek Kondisi Media Tanam

Kondisi alat angkut tanam  juga boleh berpengaruh terhadap kebugaran tanaman, karena itu, rajin cek kondisi media tanam.  Seandainya memang mutakadim tidak layak maka jangan burung laut-cak acap bagi mengganti ki alat tanam yang baru. Selain itu, tidak disarankan menggunakan ki alat tanam alumnus yang sudah digunakan, dikhawatirkan media lama yang digunakan juga tanpa proses sterilisasi dapat membawa inang hama dan keburukan yang akan berbahaya untuk pertumbuhan pokok kayu itu koteng.


  1. Buang dan Jauhkan Pohon nan Sakit dari Tanaman yang Sehat

Intensitas serbuan hama dan penyakit dapat menimbulkan kejadian kritis lega tanaman, sampai-sampai pokok kayu bisa nyenyat karenanya. Maka dari itu karena itu, jika menemukan tanaman yang terkena gempuran hama atau problem. Maka buru-buru cabut, campakkan dan jauhkan terbit tumbuhan yang segar. Pendirian terbaik adalah dengan membakarnya. Kiranya bukan ke tanaman yang fit.

Sumber        : ilmubudaya.com dan BPTP Lampung

Penyusun    :  Nasriati

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98580/cara-merawat-tanaman–hidroponik-dengan-baik-dan-benar/