Cara Membuat Kisi-kisi Soal Untuk Pembelajaran Kimia Hidrokarbon

Prinsip Menyusun Kisi-Kisi Soal Nan Baik dan Benar. Seumpama sendiri guru pastinya engkau bukan akan pemaafan dari evaluasi hasil belajar, salah satunya adalah dengan pembuatan soal, sebelum pembuatan pertanyaan kita harus menyiapkan atau

Membuat Ganggang-Kisi Tanya

terlebih suntuk, lantas bagaimana sih Pedoman Menyusun Terali-Ganggang Tanya nan benar itu?

Ok enggak usah bingung dikesempatan barangkali ini volimaniak akan menjelaskan sedikit ilmu kepada anda semuanya yang belum reaktif dalam menciptakan menjadikan
Kisi-Kisi Soal, karena dalam menyusun ruji-ruji-celah pertanyaan kita tidak bisa asal cuma membentuk, tetapi harus menetapi barometer pedoman penulisan cak bertanya yang baik dan bermoral, ada sejumlah point mungkin nan belum anda ketahui, maka dari itu untuk anda nan belum paham barang apa saja point penting kerumahtanggaan menyusun terali-kisi soal, silahkan anda bisa langsung menyimak dan mendaras seluruh panduan yang akan saya jabarkan secara rinci mengeian
Mandu Mengekspresikan Celah-Ganggang Pertanyaan Nan Baik dan Benar. langsung ke TKP mari.

Pedoman Menyusun Kisi-Celah Soal Nan Benar

Sebelum mengarifi lebih jauh, silakan kita pahami dari penjelasan sumir segala apa sih Pengertian Ganggang-Kisi Soal itu, berikut penjelasannya;

1. Pengertian terali-jari-jari

Kisi-kisi merupakan satu format berbentuk matriks berisi informasi nan dapat dijadikan pedoman cak bagi batik maupun merakit soal. Ganggang-ganggang disusun bersendikan maksud penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi yaitu langkah bermanfaat yang harus dilakukan sebelum penulisan pertanyaan. Bila sejumlah penulis soal menggunakan satu ruji-ruji-celah, akan dihasilkan tanya-soal yang relatif sama (paralel) mulai sejak tingkat kedalaman dan cakupan materi nan ditanyakan.

2. Syarat kisi-kisi

Kisi-kisi pembuktian prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  • Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
  • Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk pertanyaan yang sudah ditetapkan.

3. Komponen kisi-kisi

Komponen-komponen yang diperlukan kerumahtanggaan sebuah terali-kisi disesuaikan dengan maksud tes. Komponen jeruji-kisi terdiri atas suku cadang identitas dan suku cadang matriks. Komponen identitas diletakkan di atas suku cadang matriks. Suku cadang identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program penyelidikan/jurusan, mata pelajaran, waktu ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi tahun, jumlah soal, dan bentuk pertanyaan. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

Berikut ini yaitu diagram yang mencitrakan proses penjabaran kompetensi dasar (KD) menjadi indikator.

panduan-menyusun-kisi-kisi-soal

Deklarasi diagram 2

  • Kompetensi bawah : Kemampuan minimal nan harus dikuasai peserta didik setelah mempelajari materi cak bimbingan tertentu. KD ini diambil berpokok kurikulum
  • Materi : Materi yang harus dikuasai petatar didik beralaskan KD yang akan diukur
  • Indikator : Rumusan nan berisi ciri-ciri perilaku yang bisa diukur sebagai petunjuk ketercapaian KD

Persiapan-langkah menyusun kisi-kisi:

  1. menentukan KD yang akan diukur;
  2. memilih materi yang esensial;
  3. merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan mengkritik materi dan level kognitif.

Kriteria pemilihan materi yang esensial:

  • lanjutan/studi berpokok satu materi nan sudah dipelajari sebelumnya
  • penting harus dikuasai peserta didik
  • sering diperlukan buat mempelajari alat penglihatan kursus lain
  • kontinu lega semua hierarki kelas
  • mempunyai nilai terapan tinggi n domestik hayat sehari-hari.


4. Indikator




Indikator dijadikan acuan dalam membuat pertanyaan. Di kerumahtanggaan indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan parameter:

  1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu pembukaan kerja operasional kerjakan soal sortiran ganda, suatu atau lebih dari satu kata kerja operasional bakal soal uraian)
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  4. Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan Komponen-komponen indikator tanya yang terbiasa diperhatikan yakni subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus

5. Level Kognitif




Level kognitif ialah tingkat kemampuan peserta ajar secara individual mmaupun kelompok yang dapat dijabarkan kerumahtanggaan tiga level kognitif. Level 1 menunjukkan tingkat kemampuan yang rendah yang menutupi pengetahuan dan pemahaman (knowing), level 2 menunjukkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang meliputi penerapan (applying), dan level 3 menunjukkan tingkat kemampuan tinggi yang menghampari penalaran (reasoning). Puas level 3 ini termasuk tingkat kognitifmanalisis, sintesis, dan evaluasi. Gambaran kemampuan siswa didik yang dituntut lega setiap level psikologis terdapat plong penjelasan berikut.

Level 3 : Peserta didik plong level ini memiliki kemampuan penalaran dan logika (Reasoning)

  • Memperlihatkan proklamasi dan pemahaman yang luas terhadap materi mpelajaran dan dapat menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalamsituasi nan familiar, maupun dengan cara nan farik
  • Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi nan faktual
  • Menjelaskan hubungan teoretis dan informasi yang riil.
  • Menginterpretasi dan menguraikan gagasan-gagasan yang mania dalam tuntunan.
  • Mengekspresikan gagasan-gagasan berupa dan akurat dengan memperalat terminologi yang benar.
  • Mengatasi masalah dengan berbagai cara dan melibatkan banyak fleksibel.
  • Mempertontonkan pemikiran-pemikiran yang original

Level 2 : Peserta didik pada level ini memiliki kemampuan aplikatif (Applying).

  • Ogok permakluman dan kognisi terhadap materi pelajaran dan dapat mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu
  • Menginterpretasi dan menganalisis siaran dan data.
  • Tanggulang problem-masalah rutin privat tuntunan
  • Menginterpretasi grafik-grafik, tabulasi-tabel, dan materi visual lainnya.
  • Mengkomunikasikan dengan jelas dan terorganisir pemanfaatan terminologi.

Level 1 : Siswa sreg level ini memiliki kemampuan patokan minimum intern
menguasai pelajaran (Knowing)

  • Ogok ingatan dan pemahaman radiks terhadap materi pelajaran dan bisa membuat generalisasi yang sederhana.
  • Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan penyakit dalam penataran, minimum tidak dengan satu kaidah.
  • Memperlihatkan pemahaman bawah terhadap grafik-grafik, stempel-label, dan materi visual lainnya.
  • Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan menggunakan terminologi nan sederhana.

Dengan memahami
Pedoman Penyusunan Kisi-Kisi Soal
diatas, pastinya anda minus banyak sudah memahaminya, ambillah untuk makin lengkapnya anda bisa mengintai arketipe kisi-celah soal dibawah ini;

pedoman-membuat-kisi-kisi-soal

Demikian informasi yang bisa saya berikan, semoga bisa berharga dan membantu rekan temperatur semuanya nan masih kebingungan internal membuat kisi-jari-jari cak bertanya, dan untuk menaik wawasan kita di dunia pendidikan, setakat disini dulu, salam guru.


Cara Mengekspresikan Ganggang-Kisi Soal Yang Baik dan Benar
Cara Menyusun Kisi-Kisi Soal Yang Baik dan Benar

Reviewed by
purnama
on

Wednesday, November 29, 2022


Rating:
5

Source: https://www.volimaniak.com/2017/11/panduan-menyusun-kisi-kisi-soal.html