Cara Membuat Soal Tes Hasil Belajar Praktikum Insalasi

Disusun: Dawai

Penilaian ialah bagian dari evaluasi belajar yang digunakan sebagai sarana mengeti kemampuan maupun perilaku yang dapat dicapai oleh peserta pembelajar sejauh dan setelah proses belajar. Kawasan memampuan kompetensi nan diukur mencangam pengetahuan (knowledge), kesigapan (skill), dan sikap (attitude). Penilaian terutama dilakukan terhadap barang apa yang mau dicapai dalam proses penelaahan yang dilaksanakan. Capaian hasil yang diinginkan intern proses pembelajaran  dirumuskan dalam maksud pembelajaran.

Untuk menyukat kemampuan yang cak hendak dicapai, diperlukan gawai ukur (tanya) nan valid, realiabel, daya diskriminasi tinggi, tingkat kesukaran tepat, komprehensip, dan efisien. Salah suatu metode yang awam dipakai kerumahtanggaan penilaian hasil belajar, terutama untuk menimbang kemampuan kenyataan (cognitive) peserta adalah nyata tes tertulis, selain konfirmasi lisan. Pengecekan tercantum dapat berbentuk tes objektif maupun berbentuk tes uraian. Dan sarana internal melakukan evaluasi dengan menggunakan pemeriksaan ulang tertulis adalah berbetuk soal.

Sementara itu Metode yang umum dipakai dalam penilaian ialah portofolio, kronik, simulasi, protes, dengar pendapat, observasi, dan validasi. Penyaringan metode penilaian dilakukan bersendikan nyenyat kemampuan kompetensi nan mau diukur. Kompetensi yang berkaitan dengan keterampilan, diukur dengan metode non tes, yang boleh berupa demonstrasi atau simulasi. Kompetensi yang berkaitan dengan sikap, diukur dengan metode dengar pendapat, observasi, alias bermain peran (role play). Dan kompetensi yang berkaitan dengan siaran, diukur dengan metode testimoni.

Tes dapat dilakukan secara lisan atau konfirmasi tertulis. Tes lisan dilakukan secara sekaligus dimana guru atau penatar memberikan pertanyaan secara oral kepada siswa dan peserta yang mampu akan menjawab pertanyaan tersebut dengan oral juga. Tes lisan dapat dilakukan berulang kali pada setiap akhir sub pokok bahasan alias lainnya tergantung pada gurunya.  Pemeriksaan ulang lisan biasanya dilakukan untuk memaklumi respon atau umpan balik secara langsung berusul petatar, sehingga pengajar dapat mengetahui apakah pelajar  mampu memahami segala nan diajarkan. Dalam pelaksanaan tes lisan semoga pembimbing dapat mengetahui secara merata kemampuan peserta. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada semua siswa secara merata dalam menjawab soal-pertanyaan lisan nan diajukan.

Pemeriksaan ulang tertulis dilakukan dengan memberikan cak bertanya maupun tugas secara tercatat dan peserta menjawab setiap pertanyaan maupun tugas tersebut secara tertertulis pula. Pembuktian terdaftar dapat berbentuk tes objektif atau verifikasi uraian. Rang tes objektif  terdiri mulai sejak bentuk pertanyaan benar-salah, menjodohkan, dan seleksian ganda. Rancangan tanya saringan ganda boleh konkret pilihan ganda sahih, sortiran ganda analisis kasus, pilihan ganda komplek, dan pilihan ganda mengaji diagram/tabulasi.

Konfirmasi uraian bisa berbentuk tanya jabaran terbuka (non objektif) ataupun soal uraian terbatas (bebas). Cak bertanya uraian mendelongop memaksudkan jawaban yang diberikan oleh peserta enggak dibatasi dan sesuai dengan rukyah serta kemampuan peserta sendiri. Isi soal uraian terbuka biasanya bersifat umum. Dengan demikian jawaban nan diberikan oleh peserta sangat beraneka macam. Hal ini pasti akan menyulitkan pembimbing dalam memasrahkan penilaian, sehingga sering bersifat dahulu subjektif. Namun demikian, soal uraian terbuka sangat baik kerjakan menggurdi dan mengenali kemampuan dan penguasaan pelajar tes terhadap materi yang di pembuktian. Selain itu, dengan jawaban mendelongop, maka secara tidak spontan peserta juga diajarkan bikin memilih kata nan bermartabat dan menuliskan buah pikirannya.

Cak bertanya uraian terbatas, pertanyaan lebih diarahkan ke intern hal-hal tertentu atau ada pembatasan tertentu. Pembatasan tersebut boleh dari segi: ira lingkupnya, sudut pandang menjawabnya, dan indikator-indikatornya. Dengan demikian jawaban yang diberikan maka itu peserta menjadi tertuju sesuai dengan kemauan penulis tanya. Cak bertanya uraian terbatas memungkinkan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan unsur subjektivitas dalam kasih nilai.

Soal Nan Baik

Baik intern pelaksanaan testimoni lisan alias tes termuat, tanya ataupun pertanyaan semoga dibuat sedemikian rupa sehingga boleh mengukur dengan baik kemampuan petatar. Dalam validasi lisan, soal atau pertanyaan nan diajukan oleh penatar semoga mencaplok materi yang telah dibahas sebelumnya dan pertanyaan nan diajukan berperilaku penguatan sehingga tidak sesak sungguh-sungguh. Berbeda dengan tes terjadwal, dimana dalam pelaksanaan pembuktian tersebut sudah lalu dipersiapkan sebelumnya, sehingga soal maupun pertanyaan yang dibuat bisa mencengam materi secara keseluruhan dengan tanya nan mendalam, terampai dari apa nan mau diukur.

Secara mahajana, terserah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan pertanyaan :

  • Mengikuti langkah-langkah dan prosedur yang benar
  • Mengimak berbagai prinsip yang suka-suka agar cak bertanya-pertanyaan yang dihasilkan membentuk perangkat pemeriksaan ulang yang jujur
  • Menirukan syarat-syarat dalam penyusunan soal

Langkah-langkah Penyusunan Soal

  • Membeda-bedakan materi atau topik yang tepat untuk diangkat menjadi sasaran testing
  • Tentukan dari materi atau topik tersortir tersebut, episode mana yang tepat untuk dijadikan soal dengan bentuk pilihan ganda alias bermoral-salah maupun isian, atau uraian, alias eksamen praktek
  • Buat ganggang-kisi soalnya yang disesuaikan dengan parameter capaian dalam setiap materi atau topik tersaring
  • Tulis cak bertanya mengacu lega indikator seperti mana dituangkan kerumahtanggaan kisi-ruji-ruji
  • Tulis anak kunci jawaban (untuk soal selain jabaran) atau pedoman penskoran (lakukan soal jabaran)
  • Penelaahan dan perakitan soal beserta kunci jawaban ataupun pedoman penskorannya.

Kaidah Penyusunan Soal

Per bentuk soal n kepunyaan mandu penulisan yang farik. Secara umum, kaidah penulisan soal mencakup materi, konstruksi, dan bahasa.

Rang Cak bertanya Pilihan Ganda

Bagan soal saringan ganda minimal banyak digunakan privat melakukan tes secara masal dengan cakupan materi yang banyak. Dalam pembuatan soal pilihan ganda, kaidah umum nan bermain adalah:

Materi

  1. Tanya nan dibuat harus sesuai dengan indikator yang mutakadim ditetapkan;
  2. Pilihan jawaban yang diberikan harus homogen dan makul;
  3. Setiap cak bertanya hanya memiliki satu jawaban nan moralistis

Konstruksi

  1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas;
  2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan tetapi;
  3. Ki akal pertanyaan hendaknya jangan memberikan ajaran kearah jawaban yang benar;
  4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang berperangai subversif ganda;
  5. Tahapan rumusan saringan jawaban harus relatif sama;
  6. Pilihan jawaban jangan mengandung “semua pilihan jawaban di atas salah”
    atau
    “semua pilihan jawaban di atas benar
    ”;
  7. Pilihan jawaban berbentuk poin harus disusun beralaskan belai ki akbar- kecilnya nilai biji tersebut;
  8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya nan terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi;
  9. Butir materi soal jangan bergantung lega jawaban soal sebelumnya.

Bahasa

  1. Setiap butir soal harus menunggangi bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar;
  2. Jangan memperalat bahasa yang dolan setempat;
  3. Pilihan jawaban jangan mengulang perkenalan awal atau frase yang bukan merupakan satu wahdah pengertian.

Bentuk Cak bertanya Benar-Salah

  • Hindari pemanfaatan kata :
    terpenting, besar perut, sebagian kecil, tidak aliansi, hanya, sebagian besar
    dan kata-kata tak nan sejeni
  • Rumusan soal harus jelas dan pasti benar atau pasti salah
  • Hindari pernyataan negatif;
  • Hindari pemakaian kata yang dapat menimbulkan penafsiran ganda;
  • Total rumusan granula soal yang trik jawabannya bermartabat dan pelecok seyogiannya dibuat berimbang;
  • Hierarki rumusan butir cak bertanya sepatutnya relatif sama;
  • Susunan pernyataan benar dan pernyataan salah hendaknya disusun secara random dan enggak sistematis mengajuk acuan tertentu.

Rancangan Soal Uraian

  • Harus sesuai dengan penunjuk nan telah ditetapkan seperti dalam kisi-kisi cak bertanya
  • Batasan jawaban atau ruang lingkup yang akan diukur harus jelas;
  • Rumusan soal atau cak bertanya mudah-mudahan menggunakan perkenalan awal cak bertanya nan menuntut jawaban uraikan, misalnya : mengapa, jelaskan, uraikan;
  • Rumusan kalimat cak bertanya moga komunikatif dan hindari kalimat atau istilah maupun kata yang dapat menimbulkan tafsir ganda;
  • Hal-peristiwa yang menyertai soal, seperti tabel, diagram, gambar atau sejenisnya harus disajikan secara jelas dan berfungsi
  • Buatlah petunjuk yang jelas tentang kaidah mengamalkan cak bertanya;
  • Butir pertanyaan harus dilengkapi dengan kunci jawaban alias barometer jawaban serta pedoman penskoran dan harus buru-buru dibuat setelah soal ditulis.

Syarat Penyusunan Soal

  • Soal-pertanyaan atau soal yang dibuat harus meminang mengenai mantra/materi/konsep/teori/warta yang telah dipelajari;
  • Soal disusun mengikuti kaidah penyusunan cak bertanya;
  • Penulis pertanyaan harus menguasai mantra yang akan dituliskan soalnya;
  • Penulis soal mengerti adanya polah/keberagaman/rancangan soal beserta keunggulan dan kelemahannya;
  • Penulis soal responsif akan mandu penulisan soal untuk berbagai tulangtulangan pertanyaan;
  • Perekam cak bertanya paham bahwa soal yang ditanyakan berhubungan sinkron dengan penskoran sehingga diperoleh penilaian yang netral.

Source: https://www.dawainews.com/bentuk-dan-syarat-penyusunan-soal-untuk-peserta-didik/