Ceramah Tentang Persahabatan Dalam Islam

By |
pukul

7:54 pm

Terakhir diperbaharui:
Senin, 12 November 2022
pemukul
5:38 am

Tautan: https://rodja.id/24x

Pertemanan Kerumahtanggaan Selam
ialah amatan Islam ilmiah yang disampaikan makanya: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. internal pembahasan Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala (tamannya orang-insan nan berlogika dan tamasyanya orang-orang yang mempunyai keutamaan) karya Abuk Hatim Muhammad anak laki-laki Hibban al Bustyrahimahullah. Amatan ini disampaikan pada 29 Shafar 1440 H / 07 November 2022 M.

Download mp3 kajian sebelumnya: Mengawurkan Salam, Menampakkan Senyum dan Wajah Nan Ceria

Daftar Isi

  • Amatan Tentang Persahabatan N domestik Selam – Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala
    • Bolehkan Beramah-tamah dengan Siapa Semata-mata?
    • Simak Penjelasan Abstrak dan Download Kajian Tentang Pertemanan Dalam Islam – Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala

Kajian Tentang Persahabatan Privat Islam – Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala

Ini adalah anjuran untuk berteman dengan orang-orang shalih dan larangan berteman dengan manusia-orang yang buruk. Kemudian disini beliau membawakan hadits Abu Musa Al-Asyari. Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
berfirman:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Permisalan jodoh yang baik dan kutub yang buruk misal seorang penjual patra wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi bisa jadi akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun bukan, dia tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan ahli besi, siapa (percikan apinya) tentang pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tegar mendapatkan bau asapnya yang tak lemak.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Makhluk yang berakal berusaha bikin senantiasa berteman dengan orang-orang yang shalih dan meninggalkan berteman dengan cucu adam-orang nan buruk. Hal ini karena menganakemaskan orang-orang shalih itu cepat bersambungnya dan lama terputusnya. Berbeda dengan mencintai orang-insan yang buruk kesusilaan dan agamanya. Cepat putusnya sekadar lambat bersambungnya. Berteman dengan orang yang buruk akan menimbulkan buruk duga kepada orang shalih. Banyak anak adam yang memandang dengan pandangan yang enggak baik kepada khalayak shalih karena ternyata engkau berkawan dengan antagonis-tandingan yang buruk. Teman-teman yang buruk karuan akan menghasut kamu untuk membenci dan menjauhkan dari orang-orang yang shalih. Maka dari itulah berteman dengan orang-manusia yang buruk suntuk berbahaya.

Siapa yang berteman dengan orang yang buruk, tidak selamat untuk turut kedalam golongan mereka. Setidaknya cucu adam lain akan menganggap kita sebagai orang nan buruk. Karena mereka mematamatai antiwirawan-teman kita yaitu orang yang buruk. Maka kewajiban atas orang yang berakal adalah menjauhi antitesis-bandingan yang buruk. Sebagaimana berteman dengan orang-orang yang baik akan menimbulkan keistimewaan, maka berkawan dengan sosok nan tidak baik lagi akan menimbulkan ketidakbaikan.

Muhammad polong Abdullah Azanji al-Baghdadi bersyair, “Hendaklah sira bersekutu dengan padanan-teman yang baik karena total mereka cacat. Sambunglah hubungan dengan mereka. Jadikan mereka bagaikan sehabatmu. Dengan seperti itu kamu akan mengagungkan dan memiara dirimu sendiri.” Ini adalah situasi yang bermoral. Jika kita bersahabat dengan orang-orang yang shalih, hakikatnya kita sudah menernakkan dan meluhurkan diri kita sendiri. Karena kemustajaban dan keshalihan basyar tersebut memberikan keistimewaan kepada manusia tidak.

Berkata Malik bin Dinar, “Kamu menyanggang bebatuan bersama orang-orang yang shalih kian baik dari pada engkau makan tembolok yang lezat bersama orang yang buruk.” Bertemannya kita dengan insan nan buruk seringkali membuat penyakit hati muncul di hati. Orang yang berakal enggak merusak kehormatannya sendiri dan tak berlatih sebab-sebab ki aib dengan cara pelalah berkawan dengan manusia-hamba allah yang buruk.

Maka orang yang berakal faham kalau engkau bergaul dengan orang yang buruk, hanya akan menimbulkan keburukan pada dirinya. Manusia lewat mudah terpengaruh maka dari itu teman akrab dan jodoh-temannya. Sekiranya antiwirawan-temannya cucu adam-khalayak nan shalih, insyaAllah dia akan tergerak. Kalau pasangan-temannya lain shalih, diapun akan terpengaruh akan keshalihannya tersebut.

Kewajiban bagi orang yang berotak adalah berlindung kepada Allah dari antitesis nan apabila disebut keunggulan Tuhan ternyata teman itu lain membantu kita untuk berdzikir. Jika kita lalai teman tersebut justru memberikan nyawa untuk tidak berdzikir. Teman sama dengan ini bertambah baik kita tinggalkan. Kalau kita duduk di suatu majelis kemudian kita menyebutkan hidayah Allah lalu mereka justru ki beralih dan lebih suka berbicara tentang mayapada, itu pertanda bahwa tandingan-teman kita bukanlah oponen yang shalih.

Kali yang kutub-temannya buruk, maka engkau sebetulnya orang buruk. Sebagaimana sesuatu yang baik pasti akan berkumpul dengan yang baik lagi. Demikian sekali lagi, sesuatu yang buruk akan berkumpul dengan nan buruk pula. Maka hendaklah seseorang bersahabat dengan individu-cucu adam nan memiliki
muruah,akhlak, adab. Bukan orang-insan yang tidak mempunyai moral dan tata krama.

Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Duduklah bersama ahli agama mulai sejak warga manjapada ini. Karena pakar agama tidak akan bercakap kotor kerumahtanggaan majelis mereka.” Disebutkan didalam Al-Qur’an tentang penduduk api neraka yang menyesal karena ia masuk neraka disebabkan teman dekatnya. Sang pencipta berfirman:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ﴿٢٨﴾ لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا ﴿٢٩﴾

Kecelakaan besarlah bagiku; semoga aku (suntuk) lain menjadikan sifulan itu inversi akrab(ku). Sesungguhnya dia telah membekuk aku berpunca Al Quran ketika Al Quran itu mutakadim datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tak mau menolong anak adam.” (QS. Al-Furqan[25]: 28-29)

Bolehkan Bergaul dengan Siapa Namun?

Islam tak koneksi mengajarkan sebagaimana demikian. Islam mengedepankan agar kita berteman dengan orang nan shalih. Adapun bergaul dengan barangkali saja, itu akan menyebabkan kita berada ditepi lembah api neraka. Manusia lemah, hamba allah anak adam sosial yang lalu mudah terpengaruh maka dari itu mileu sekitarnya. Maka cuma manusia berakal yang berfikir saja yang faham bahwa terdepan sekali berteman dengan makhluk-orang shalih, orang-orang nan baik.

Bagaimana kiat-taktik berkawan dengan hamba allah-sosok yang shalih?

Simak Penjelasan Pola dan Download Kajian Mengenai Persahabatan Dalam Islam – Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala

Marilah raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan orasi agama ini ke Jejaring Sosial yang Kamu miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Hendaknya Allah
Ta’ala
membalas manfaat Engkau.

Dapatkan informasi bersumber Radio Rodja 756 AM, melalui :

Kawat: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melewati :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Pengudakan: persahabatan dalam selam quotes, hadits tentang pertemanan privat islam, pentingnya persahabatan privat selam, artikel persahabatan dalam islam, kata-perkenalan awal persahabatan internal islam, caption tentang perkawanan dalam islam, persahabatan dalam selam antara lelaki dan perempuan, kumpulan hadits akan halnya persahabatan dalam Islam, pentingnya pertemanan dalam islam,

Source: https://www.radiorodja.com/45112-persahabatan-dalam-islam/