Cerita Pendek Tentang Alam Semesta

KisahWeb
– Cerita fantasi mengenai kalimantang merupakan karangan fiksi nan berisikan unsur utamanya alam ataupun mileu. Kisah ini dapat menjadi penggambar tentang kondisi bendera dan manusia disekitarnya.

Pataka dan anak adam yaitu dua hal berdampingan yang berinteraksi. Di dunia nyata, manusia menjadi perusak duaja. Walau ada sebagain insan yang mencintai, menjaga dan memperjuangkan pataka. Namun sebagian osean orang merusak alam dengan fungsi kebutuan hidup.

Di dunia fiksi banyak cerita fantasi yang tinggal keren, memotivasi, inspiratif dan lagi ajaib. Kisahan fantasi diartikan laksana pelecok satu cerita yang melatih kreativitas dan muslihat imajinasi. Cerita fantasi bersifat fiktif. Berikut adalah contohnya;



Ular besar Pelindung Hutan

Dahulu kala, ada masyarakat yang sangat tamak. Mereka membakar alas, menguras haud, ki membungkam wai hinga membantai apapun sato yang terlihat. Semua itu dilakukan buat memuaskan kas dapur dan hasrat mereka.

Masyarakat ini dikenal dengan Suku Basyafusa Namalawa. Suku di pedalaman hutan, namun telah menyebar di banyak wilayah. Satu momen, mereka hendak meracun semua binatang yang ada di sebuah pulau. Agar sato itu boleh mereka bersantap.

Aku mendengar di pulau ini sangat kawanan babi yang jumlahnya banyak, makanya aku melapor padamu wahai baginda. Tujuannya agar kita dapat menebar venom di pulau boncel itu. Kemudian kita bisa menyantap kartu ceki panggang refleks” lapor Pengarah Perburuan kepada Kepala Tungkai Basyafusa Namalawa.

Esok kita akan makan kartu ceki salai, cepat ambil persediaan venom dabat di gudang. Lekas tebarkan racun dan anjing hutan semua pemburu kita” jawab Kepala Suku.

Singkat narasi matilah semua babi itu, kemudian tungkai ini menyantap dengan rakus hingga lemak tulang kembali tak tersusa. Begitu rakusnya mereka.

Esoknya si Kepala Kaki menanyakan soal perburuan. “Apa lagi yang bisa kita santap, berburu kemana kita
?”

Belakang hari kita akan solder wai sehingga alirannya tidak ke danau, kemudian danau itu akan kita kuras. Iwak dan binatang air lainnya akan kita santap” Jawab kepala perburun.

Bermartabat namun, danau pin terkuras. Iwak ki akbar, ikan mungil dan semua binatang sangat dalam waktu seminggu. Mereka lagi membuat iwak payau agar lauk itu bisa tahan lama. Kini pangan, pulau, telaga bersusila-benar kacau. Semua hewan dan tumbuhan disana sudah dirudapaksa oleh kaki ini.

Waktu berlalu, sehabis berbulan-bulan, persediaan alat pencernaan suntuk. Ajang perburuan lagi telah menipis. Cuma ada seorang anggota suku nan melapor bahwa ada gorong-gorong nan berisi naga dan tempat bersempunyi mamalia begitu juga kerbaiu, sapi, kambing dan lainnya.

Majikan tungkai pula langsung memerintahkan semua rakyatnya kerjakan ikut intern perburuan. Sebab banyak yang mengatakan bahwa naga itu tak pernah bisa dikalahkan oleh siapapun. Kepala suku lagi ikut dalam perburuan ini.

Sampainya di tuturan goa, mereka semakin usia tatkala menyibuk jejak kaki berjenis-jenis macam hewan. Justru ada jejak beri-beri. Artinya goa ini adalah ladang mamakan untuk mereka.

Bergegaslah mereka memasuki goa yang basah karena ada rotasi airnya itu. Sesekali diantara mereka juga mekakan buah yang ada di lorong goa. “Goa apa ini, lorongnya dapat timbuh macam-macam buah” ucap kepala tungkai.

Sampailah mereka di perut goa, disana suka-suka ira besar tak beratap. Seolah terserah mayapada didalam goa. Ada riam kecil, tumbuhan biji pelir, burung dan juga satwa-hewan lainnya. Namun bukan terserah naga disana.

Melihat itu si pembesar suku sinkron mewajibkan buat mengambil semua binatang yang terserah. Mereka tiba mengandaskan tombak dan menebar rajun serta jerat.

Suasana juga menjadi riuh. Hewan-hewan sambar-menyambar ketakutan. Keadaan ini sekali lagi membuat dragon terbangun dan keluar dari pencong riam kecil. Sang dragon dengan raut wajah berang pula mengelurkan api yang mebuat rombongan suku Tungkai Basyafusa Namalawa kekaguman.

Jangan takut, terang, tombak dan campakkan dengan rayuan. Jumlah kita lebih banyak. Jangan kalah dengan ular besar lanjut umur ini. Habiskan hantu bumi ini” teriak kepala suku.

Namun semua bidasan tak membentuk naga luka ataupun kesakitan sedikitpun. Malar-malar membuat naga ini semakin murka dan engkau lagi berujar. “Jika kalian masih ingin semangat, maka pergilah dan jangan pernah main-main tamak juga. Aku sudah banyak mendengar tentang Tungkai Basyafusa Namalawa yang merusak alam. Meninggalkan ataupun kuhabiskan kalian” ancam naga.

Gertakan itu tidak dihiraukan. Jadinya naga kembali menyemburkan api ke sisi mereka dan memberantas seluruh anggota Tungkai Basyafusa Namalawa. Semua hewan pun gemar dengan situasi ini. Kini mereka bisa usia damai minus ancaman manusia nan rakus itu. Naga pun terus umur dan menjadi pelindung bagi alam.



Titit Elang dan Juna

Suatu ketika alam sudah pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Tanah subur menjadi gersang, hutan telah meranggas. Sudah lalu terjadi banyak kehancuran dimana-mana, yang disebabkan oleh keseleo satu firma kimia. Mereka membuang limbah beracun disembarang medan.

Baca Juga: Bolehkan membuang limbah ke kali besar

Pemerintah hanya sengap saja meluluk hal ini. Sebab mereka mutakadim disuap oleh pemilik perusahaan. Hal ini pun menciptakan menjadikan Juna geram. Juna merupakan aktivis lingkungan nan lalu sayang dengan alam. Engkau amat sedih melihat banyak hewan mati mengenaskan.

Kamu pun bepergian ke alas, hendak memotret situasi mengenaskan itu. Disana ia bersesuai seekor nasar besar. Bahkan lebih besar dari jasmani Juna. Seketika Juna lari terbirit-birit, ia tinggal kekaguman melihat itu.

Jangan lari, aku hendak mengajakmu kerjasama wahai pasangan” ucap burung elang. “Apaaaaaa, kau bisa wicara” jawab Juna.

Ringkas kisahan, mereka pun bersekutu. Mereka bekerjasama menebar benih pohon Mahkota Syafarinda (pohon tahan racun dari surga).Juna menanjak elang itu, terbang camur biji. Beberapa bulan kemudian wana mulai menghijau.

Juna dan Elang ini juga memelopori banyak binatang bermula hutan lain ke rimba yang kembali menghijau tersebut. Hutan pun hijau dan gegap-gempita pula maka dari itu kerja keras Juna dan Elang tersebut.

Sobat, itulah 2 contoh cerita fantasi tentang pan-ji-panji nan bisa anda jadikan referensi. Kerumahtanggaan 2 cerita ini terdapat makna makhluk yang tamak dan merusak pataka. Kemudian mereka pun binasa karena kalimantang mempunyai penjaganya.

Source: https://www.kisahweb.com/2020/11/2-cerita-fantasi-tentang-alam.html