Cerita Rakyat Dalam Bahasa Mandarin

Kisah rakyat Cina yang mengandung wanti-wanti moral nan baik sangatlah banyak. Sreg pagi hari ini Teteh hanya memposting dua dongeng cina terbaik pecah koleksi kumpulan cerita rakyat suku bangsa cina nan Kakak miliki. Semuanya memiliki pelajaran yang bisa kalian petik cak bagi dipraktekan. Sebagai bonus kakak ceritakan juga satu dongeng rakyat bersumber Kongo, seru juga. Silahkan kalian baca sendiri yah.

Narasi Rakyat Cina : Cara Menakar Seekor Gajah

Cerita Rakyat Cina Cara Menimbang Seekor Gajah
Cerita Rakyat Cina Cara Mengukur Seekor Gajah

Dahulu kala, seorang sunan di negeri Cina mendapatkan karunia yang dahulu besar semenjak daerah India. Bagaimana lain besar, pemberian itu berupa seekor gajah. Kala itu, bukan cak semau sendiri lagi di Cina yang perkariban melihat fauna sebesar itu.

“Hmmm, aku penasaran berapa berat sato ini?” kata sri paduka sambil mengusap-ngelus godek dan memerhatikan gajah.

“Yang Sani, mohon pembebasan. Aku tidak adv pernah bagaimana mandu mengeti dabat besar itu?” kata pembantu kaisar.

“Kita lain punya timbangan nan pas besar bikin mengeti gajah,” katanya kembali.

Tuanku adv amat memerintahkannya bagi berburu khalayak nan mampu mengeti berat gajah. Tapi, tidak ada suatu makhluk pun yang tahu cara menimbang gajah. Sekonyongkonyong, putra tuanku yang baru berumur delapan perian bertutur, “Ayah, aku sempat bagaimana prinsip mengeti gajah.”

Sri paduka dan semua orang di istana tersenyum mendengar keberanian putra mahkota mengungkapkan pendapatnya.

“Oh ya? Bagaimana kau bisa? Kau masih kecil, anakku. Tapi, baiklah. Apa pendapatmu? Bagaimana cara menimbang gajah itu?” kata kaisar.

Putra mahkota meminta agar gajah dinaikkan ke atas sebuah perahu. Lalu, dia menyuruh matros untuk membubuhi cap batas air di badan perahu saat dinaiki gajah.

Setelah itu, gajah diturunkan lagi berusul perahu. Kemudian, putra mahkota menunangi seyogiannya perahu diisi batu merah hingga senggat air di badan perahu sama dengan sempadan air ketika gajah dinaikkan arombai.

Sesudah itu, bata merah dibawa ke pinggir tasik dan ditimbang sedikit berangsur-angsur sedikit. Maka, sulit gajah juga dapat diketahui. Sinuhun dan semua orang kagum oleh kepintaran putra mahkota.

Pesan Moral dari Cerita Rakyat Cina : Cara Menimbang Seekor Gajah adalah jadilah anak yang cerdas dan pakailah akalmu menyelesaikan persoalan. Lalu, bagimana caramu agar menjadi momongan yang cerdas? Ya, tentu namun dengan banyak berlatih dan mengaji.

Dongeng Cina : Gadis Kecil Yang Menjadi Komandan Keluarga

Dongeng Cina Gadis Kecil Yang Menjadi Kepala Keluarga
Dongeng Cina Gadis Kecil Nan Menjadi Kepala Anak bini

Dahulu kala, ada sebuah keluarga nan terdiri atas koteng bapak, tiga orang putra, dan tiga orang menantu perempuan. Ketiga menantu itu sering meminta pulang ke rumah orangtua mereka. Si buya lama-lama kesal oleh sikap menantu-menantunya itu. Akhirnya, anda memasrahkan syarat yang sulit kepada ketiga menantunya.

“Kalian bisa pulang, tapi harus menjalankan syarat ini. Menantu pertama harus mengirimkan jago merah yang dibungkus plano. Menantu kedua harus mengangkut angin di dalam plano. Menantu ketiga harus membawa musik di n domestik angin,” kata si bapak.

“Jika tidak bisa membawa hadiah-hadiah itu, kalian tidak bisa sekali lagi kembali,” katanya lagi.

Ketiga menantu itu sekali lagi menjauhi ke kondominium orangtuanya masing-masing. Setelah seminggu bakir di apartemen masing-masing, mereka kemudian mengadakan persuaan di suatu tempat bakal pulang bersama-setimpal. Bukan satu sekali lagi di antara mereka bertiga yang dapat mendapatkan pemberian nan diminta mertua mereka. Tapi, mereka tunak memberanikan diri pulang.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan seorang cewek mungil nan naik kuda mahesa. la bertanya kepada tiga menantu itu apa yang mengganggu manah mereka. Ketiga menantu menceritakan keinginan mertua mereka.

Gadis itu tertawa, “Aku tahu hadiah barang apa saja yang kalian harus dukung?”

“Hah, bagaimana bisa? Kau sahaja anak asuh kecil,” kata pelecok sendiri menantu.

Gadis itu memberitahu bahwa hadiah yang harus dibawa menantu pertama, jago merah dibungkus jeluang yaitu lentera kertas. Hadiah yang harus dibawa menantu kedua, angin intern daluang yaitu kipas jeluang. “Detik kipas digoyangkan akan unjuk angin,” kata gadis itu.

Karunia ketiga, irama di dalam angin adalah sejodoh Ionceng. “Seandainya bel digoyang, akan muncul musik yang mulia,” kata si amoi.

Ketiga menantu kembali ke rumah mertuanya dan memberikan hadiah mereka. Sang mertua heran bagaimana ketiga menantunya bisa begitu cerdas. Ketiga menantu itu menceritakan tentang perawan kerdil yang menunggang kerbau.

Si mertua segera mencari anak putri itu dan mengangkatnya jadi momongan. la lagi mengangkat gadis kerdil yang cerdas itu menjadi kepala batih di rumahnya.

Pesan Kepatutan dari adalah Jadilah anak yang cerdik dan banyak-banyaklah belajar serta membaca. Kemudian, jangan remehkan turunan enggak. Mana tahu doang ia lebih pintar mulai sejak ia

Narasi Rakyat Kongo : Seorang Anak Yang Berbuah Membekuk Setan

Cerita Rakyat Kongo Seorang Anak Yang Berhasil Memperdayai Setan
Cerita Rakyat Kongo Seorang Anak Yang Berhasil Memperdayai Setan

Satu detik, pembajak menanyai tanaman kaspe di ladangnya.Tapi, tanaman singkongnya telah dirusak binatang hutan.

Petani sekali lagi takhlik gorong-gorong perangkap bakal menangkap sato yang negatif tanaman singkongnya. Start-berangkat, setan yang berwajah remang datang. “Aku akan membantumu menggurdi perangkap dan kita berbagi binatang nan terjebak,” kata setan. Lalu, petani yang kengerian tidak bisa menoIaknya.

“Semua dabat kosen nan masuk perangkap, jadi milikmu. Lalu, binatang betina nan turut haring, kaprikornus milikku,” kata setan mengeset.

Ternyata, setiap hari sekadar binatang berani yang masuk jebakan. Semuanya makara properti petani. “Pasti hanya camar binatang jantan nan masuk perangkap karena binatang jantanlah nan berburu kas dapur,” pikir penanam kontan tertawa puas.

Kini, orang tani mempunyai banyak persediaan daging. Tapi, dia dan keluarganya tetap burung ketela pohon sebagai kandungan taktik. “Aku akan ke Iadang. Kali masih ada singkong terlambat. Kau jagalah anak asuh kita,” kata amputan penanam.

Lama menunggu, pembajak pun menyusul ke Iadang bersama anaknya. Mereka mematamatai setan di ladang.

“Akhirnya ada satwa betina yang masuk perangkap,” alas kata setan serampak tertawa.

Petani kaget melihat istrinya congah dalam lubang jebakan. “Dia anak adam, lain binatang,” katanya.

Tapi, setan tidak mau peduli. “Dia dabat betina. Dia milikku,” kata setan.

Pekebun menginjak samar muka kehilangan istrinya. Sekonyongkonyong, anak orang tani berkata, “Biarkanlah setan mengambil haknya, Ayah!”

“Ah, kau momongan yang bijaksana,” kata setan sekaligus turut ke dalam lubang perangkap hendak mengambil gula-gula petambak.

Detik setan masuk gorong-gorong perangkap, si anak asuh kembali bersabda. “Lihat, Ayah! Suka-suka fauna jantan di dalam jebakan,” kata momongan orang tani sambil menunjuk setan.

Setan kebingungan. Menurut perjanjian yang la buat, semua binatang jantan jadi kepunyaan orang tani. la enggak kepingin makara budak penanam. Balasannya, ia setuju cak bagi melepaskan istri peladang pangkal petani juga membebaskannya.

Pesan tata krama semenjak yaitu jadilah anak pemberani dan banyak akal. Jangan seram hantu yang berhantu. Hadapilah dengan lengang dan berdoalah kepada Tuhan moga dia mendapatkan pelestarian darinya.

Banyak kisah rakyat Nusantara yang melibatkan negara cina didalamnya beberapa diantaranya adalah dongeng berikut Legenda
Rakyat
Nusantara :
Cerita
Bawah Muasal Situ Lipan dan
Narasi Rakyat
Dari Sumatera Selatan Asal Pulau Kemaro

Source: https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-cina-dan-dongeng-cina-terbaik/