Contoh Dialog Degree Of Comparison

Contoh dialog degrees of comparison berikut akan memberikan pemahaman apa itu superlative degrees, comparative degrees dan juga superlative degrees.

Contoh Dialog Degrees Of Comparison
Model Dialog Bahasa Inggris Menggunakan Degrees of Comparison.

Degrees of comparison sering kali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama detik kita kepingin menunjukkan bagaimana sesuatu berbeda dari yang lainnya.

Signifikasi Degrees of Comparison

Bintang sartan, segala itu degrees of comparsion? Internal pengelolaan bahasa Inggris, degrees of comparison (derajat nisbah) yaitu tiga rancangan kata sifat dan adverbia yang digunakan bikin menyatakan tingkat kualitas alias kuantitas.

Macam-Jenis Degrees of Comparison

Didalam bahasa Inggris, ada tiga keberagaman degrees of comparison lakukan menjukkan tingkat proporsi.

1. Positive degree

Positive degree digunakan bikin menjelaskan suatu perbandingan yang levelnya sama. Contoh;

He is a good boy. (Kamu adalah momongan yang baik.)

2. Comparative degree

Comparative degree digunakan ketika kita ingin membandingkan dua keadaan. Sebagai contoh;

He is a better boy than his brother. (Dia makin baik dari saudaranya.)

3. Superlative degree

Superlative degree digunakan bagi membandingkan dua situasi ataupun lebih. Umpama contoh;

He is the best boy in his class. (Dia adalah momongan laki-laki terbaik di kelasnya.)

Contoh Dialog Degrees Of Comparison Beserta Artinya

Dialog Degrees Of Comparison

Nah, dari pembahasan diatas, kita tentunya sudah mengerti segala apa itu degrees of comparison dan pun jenis-jenisnya. Sekarang kita lihat penerapannya dalam percakapan bahasa Inggris. Berikut
Superonlline.com
sajikan 10 transendental dialog degrees of comparison disertai artinya dalam bahasa Indonesia.

Dialogue 1

Jasmine:
Hi, I’m looking for a new laptop. (Hai, saya semenjana mencari laptop hijau.)

Salesperson:
Sure. What kind of laptop are you looking for? (Tentu. Laptop varietas apa yang medium engkau cari?)

Jasmine:
I need something that’s fast and has a lot of storage. (Saya membutuhkan laptop nan cepat dan penyimpanan yang ki akbar.)

Salesperson:
I have the perfect laptop for you. It’s our top-of-the-line teoretis. (Saya punya laptop yang bagus untuk anda. Ini contoh laptop bagus yang kami punya.)

Jasmine:
How much is it? (Berapa harganya?)

Salesperson:
$2,000. (2000 dollar.)

Jasmine:
That’s too expensive. (Itu terlalu mahal.)

Salesperson:
Well, we have a cheaper model that’s just as good. It’s only $1,500. (Baiklah, kami mempunyai laptop yang kian murah dan proporsional baiknya.Harganya cuma $1.500.)

Jasmine:
That’s a better price. How about the feature? (Itu harga yang lebih baik. Bagaimana dengan fiturnya?)

Salesperson:
The first laptop is better than this one. (Laptop pertama lebih baik dari yang ini.)

Jasmine:
How about that one adv lewat there? (Bagaimana dengan yang di sana?)

Salesperson:
That is the best laptop ever made. That’s the most expensive one, too. (Itu laptop terbaik yang pernah dibuat. Itu juga yang paling kecil mahal.)

Jasmine:
Well, I’ll take the cheaper one. (Ok, saya beli yang bertambah murah saja.)

Dialogue 2

Ronal:
Hey, Dinho. Did you watch the football news last night? (Hei, Dino. Apakah kamu menonton berita sepak bola tadi lilin batik?)

Dinho:
Yes, I did. That was the worst incident in football history. (Ya, saya menontonnya. Itu insiden terburuk dalam sejarah sepak bola.)

Ronal:
It was so sad. But, I don’t think that the incident in Kanjuruhan is the worst. (Menyedihkan. Tapi, kurasa insiden di kanjuruhan itu bukanlah yang terburuk.)

Dinho:
So, which incident in the first place? (Jadi, insiden mana yang paling buruk?)

Ronal:
The one that happened at the Estadio Nacional in Lima, Peru. (Nan terjadi di Estadio Nacional di Lima, Peru.)

Dinho:
Well, I remember. That incident was worse than the one in Kanjuruhan. (Yah, aku bangun. Kejadian itu kian parah dari yang terjadi di Kanjuruhan.)

Ronal:
I agree with you. But, what do you think about the current situation in Kanjuruhan? (Saya setuju dengan dia. Tapi, bagaimana menurut kamu tentang situasi di Kanjuruhan momen ini?)

Dinho:
The situation is better now. The Indonesian football association is investigating the case. (Situasinya bertambah baik sekarang. Asosiasi sepak bola Indonesia semenjana menginvestigasi kasus ini.)

Ronal:
That’s good to hear. I hope they can find the culprit soon. (Doyan mendengarnya. Kiranya pelakunya segera ditemukan.)

Dialogue 3

Nina:
Hey, Rina. Look at this burger. (Hei, Rina. Tatap burger ini.)

Rina:
Wow, this burger is so big! (Wow, burger ini sangat besar!)

Nina:
Yeah, it’s one of the biggest burgers I’ve ever seen. (Ya, itu salah satu burger terbesar yang perkariban saya tatap.)

Rina:
It’s bigger than any burger I’ve ever seen. (Ini kian segara dari burger yang ikatan saya lihat.)

Nina:
It’s not just the size that’s impressive, it’s also the taste. This is the best burger I’ve ever sempadan. (Lain belaka ukurannya yang mengesankan, tapi pun rasanya. Ini burger terbaik yang pernah ku bersantap.)

Rina:
I’ve never senggat a burger that tasted this good. (Saya belum pernah makan burger nan rasanya seenak ini.)

Nina:
It’s the best burger in town. (Ini burger terbaik di kota.)

Dialogue 4

Josh:
Hey, Brian. How are you? When do you come back from Indonesia? (Hei, Brian. Apa pemberitaan? Kapan pulang berpangkal Indonesia?)

Brian:
Hey, I’m good. I have just come back two days ago. (Hei, aku baik. Saya baru saja kembali dua periode yang terlampau.)

Josh:
How’s your holiday? (Bagaimana liburanmu?)

Brian:
It was great! I had so much fun. (Seru! Saya sangat bersenang-senang.)

Josh:
Did you buy souvenirs? (Apakah kamu membeli suvenir?)

Brain:
Yes, I bought a pack of Indonesian coffee. Would you like to try it? (Ya, saya membeli sebungkus kopi Indonesia. Apakah beliau ingin mencobanya?)

Josh:
Yes, I would love to. Wow, It’s the best coffee I’ve ever had. (Ya, saya mau mencobanya. Wow, ini tindasan terbaik yang pernah rasa rasakan.)

Brain:
It smells great. (Baunya enak.)

Josh:
It tastes even better than Italian coffee. (Rasanya lagi bertambah eco mulai sejak inskripsi Italia.)

Brian:
Really? I love Italian coffee. (Benarkah. Saya suka kopi Italia.)

Josh:
This coffee is much better. (Sertifikat ini jauh lebih enak.)

BACA Sekali lagi:

  • 10 Contoh Dialog Congratulation Singkat 2 Hamba allah Beserta Artinya
  • 10 Contoh Dialog Offering Help 2 Bani adam Beserta Artinya
  • 10 Abstrak Dialog Suggestion and Offer 2 Orang Ringkas
  • 5 Contoh Dialog Tentang Invitation 2 Orang Privat Bahasa Inggris

Dialogue 5

Jane:
This new phone is amazing! (Ponsel baru ini luar halal!)

Kennedy:
Yeah, I know. It’s so much better than my old one. (Ya aku tahu. Ini jauh lebih baik ketimbang ponsel lama saya.)

Jane:
It is! The camera is unbelievable. (Tentunya. Kameranya luar resmi.)

Kennedy:
I know. And the battery life is incredible. (Saya luang. Dan kunci tahan baterainya pun luar biasa)

Jane:
I’ve never seen a phone with such long battery life. (Saya belum kekeluargaan melihat ponsel dengan daya tahan baterai nan begitu lama.)

Kennedy:
Berpenyakitan neither. It’s the best phone I’ve ever seen. (Saya pula belum interelasi melihatnya sebelumnya. Ini adalah ponsel terbaik yang wasilah saya lihat.)

Jane:
Yeah. It might be the best, but the price is higher than iPhone. (Ya. Ini mungkin yang terbaik, belaka harganya lebih tinggi berpokok iPhone.)

Kennedy:
I don’cakrawala care. It’s worth it. (Saya tidak peduli. Ini sangat bermakna.)

Dialogue 6

Liza:
Hey, Rani. Have you watched “Crows Zero 2”? (Hei, Fertil. Sudahkah kamu menonton “Crows Nol 2”?)

Berlambak:
Yes, I did. It was awesome! (Ya, telah. Filmnya bagus.)

Liza:
I know, right? The action scenes were so cool. (Saya tau? Adegan aksinya keren banget.)

Rani:
Yeah, they were. But I thought the first movie was better. (Ya, aksinya keren. Tapi kurasa film pertama lebih bagus.)

Liza:
Really? I thought this one was better. (Betulkah? Kupikir yang ini kian bagus.)

Kaya:
Well, they were both good, I guess. (Baiklah, keduanya setimbang bagusnya menurutku.)

Liza:
Yeah, you’re right. They were both great movies. (Ya kamu benar. Keduanya setimpal bagusnya.)

Berpunya:
It’s the best school movie I’ve ever seen. (Ini merupakan sinema sekolah terbaik yang pernah saya lihat.)

Liza:
I know. It’s the best movie period. (Saya tahu. Ini adalah periode film terbaik.)

Dialogue 7

Steven:
Hey, Tony. What’s up? (Hei, Toni. Kamu lagi ngapain?)

Tony:
Not much. Just hanging out at home. (Ga lagi ngapa-ngapain. Hanya santai-santai sahaja dirumah.)

Steven:
That sounds boring. (Kedengarannya membosankan.)

Tony:
It is. I’m so bored, I could die. (Ya. Saya sangat bosan, aku bisa mati.)

Steven:
That’s the most boring I’ve ever heard someone sound. (Itu suara minor paling kecil membosankan yang asosiasi saya tangkap suara dari seseorang.)

Tony:
I’m so bored, I could scream. (Aku tinggal bosan, aku boleh histeris.)

Steven:
That’s still titinada as bad as how bored I was yesterday. (Itu masih tidak seburuk sungguh bosannya aku semalam.)

Tony:
How bored were you? (Seberapa bosan beliau?)

Steven:
I was so bored, I wanted to kill myself. (Aku sangat bosan, sehingga aku mau basmi diri.)

Tony:
Now that’s boredom! (Nah, itu ki boyak.)

Dialogue 8

Mia:
I can’t believe we have to do this project together. (Aku tidak beriktikad kita harus mengerjakan proyek ini langsung.)

Jasmine:
I know. It’s so unfair. (Saya senggang. Itu terlampau enggak bebas.)

Mia:
And on top of that, we have to do it with him. (Parahnya lagi, kita harus mengerjakannya dengan dia.)

Jasmine:
I know. He’s such a slacker. (Saya tahu. Sira pemalas.)

Mia:
He’s the biggest slacker I’ve ever seen. (Anda khalayak termalas nan pernah saya lihat.)

Jasmine:
He’s the laziest person I’ve ever met. (Dia orang termalas yang pernah kutemui.)

Mia:
I don’t think he’s even human. (Kurasa dia bukan cucu adam.)

Jasmine:
I know. He’s a total waste of space. (Saya tahu. Ia benar-benar tak berguna.)

Mia:
I know you are lazy, but he is lazier than you. (Aku tahu kamu pemalas, tapi dia lebih berat pinggul semenjak dia.)

Jasmine:
I know. He’s the laziest person alive. (Saya tahu. Dia basyar termalas yang terserah dibumi.)

Dialogue 9

Amy:
This line is so long! (Antrian ini begitu jenjang.)

Becky:
I know. It’s taking forever. (Saya senggang. Setakat lebaran monyet ga bakal selesai.)

Amy:
I’ve never seen a line this long. (Aku belum pernah melihat antrian selama ini.)

Becky:
Me neither. It’s the longest line I’ve ever seen. (Aku kembali tidak. Ini yakni antrian terpanjang yang pernah saya lihat.)

Amy:
I don’t think I can wait in this line. (Saya rasa saya tidak dapat antri di jejer ini.)

Becky:
Me neither. Let’s find another cashier with a shorter line. (Aku juga tidak. Mari kita cari kasa lain dengan antrian nan kian sumir.)

Amy:
That’s the shorter one. (Nan itu lebih singkat.)

Becky:
You’re right. Let’s go there. (Sira etis. Silakan antri disana.)

Dialogue 10

Samantha:
This math test is so hard! (Tes matematika ini dulu sulit!)

Jessica:
It’s the hardest math test I’ve ever taken. (Ini ialah konfirmasi matematika tersulit nan kombinasi saya bisa.)

Samantha:
I don’t think I’m going to be able to pass it. (Kurasa aku bukan akan lulus.)

Jessica:
Berpenyakitan neither. I’m going to fail for sure. (Sekufu. Aku pasti akan gagal.)

Samantha:
I’ve never failed a math test before. (Saya tidak nikah gagal internal ujian matematika sebelumnya.)

Jessica:
Me neither. But this one is so hard, I’m sure we’re both going to fail. (Saya pula. Tapi nan ini sangat terik, aku berpengharapan kita berdua akan gagal.)

Samantha:
I hope not. (Saya harap tidak.)

Jessica:
Me too. But I don’t think we’re going to be able to avoid it. (Saya juga. Kurasa kita tidak boleh menghindarinya.)

Final Thought

Berasal contoh dialog degrees of comparison diatas, kita senggang bagaimana cara menggunakan degrees of comparison saat kita mau membandingkan sesuatu (satu, dua maupun lebih). Sekarang giliran engkau untuk membiasakan dan mempraktikkan dialog degrees of comparison kedalam percakapan bahasa Inggris kalian seorang.

Source: https://superonlline.com/contoh-dialog-degrees-of-comparison/