Contoh Karya Tulis Tentang Kewirausahaan


Kata pengantar

Puji terima kasih kehadirat Yang mahakuasa SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, nan telah menumpahkan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kami. Tidak lupa kami menitahkan banyak syukur atas bantuan berpangkal pihak yang telah menyerahkan materi dan saran, sehingga kami bisa menguasai Karya Tulis Ilmiah akan halnya kewirausahaan ini yang berjudul “Kiat Giat dalam Kewirausahaan.”

Sungkap semenjak semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih cak semau kekurangan baik bersumber segi penyusunan kalimat maupun tata bahasa serta keterbatasan pengetahuan atau camar duka kami.

Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Harapan kami agar referat ini dapat menaik pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

Bekasi, 25 Oktober 2022

Penyusun


Tanwujud

Kewirausahaan


merupakan sikap mental dan jiwa yang pelalah aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja kerumahtanggaan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan intern kegiatan usahanya maupun kiprahnya. Kewirausahaan(
Entrepreneurship
) merupakan proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam semangat. Seseorang wiraswasta adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu n domestik berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang nan memiliki kemampuan buat menciptakan sesuatu nan baru dan berbeda (ability to create the new and different)
atau kemampuan kreatif dan inovatif. Bakal menjadi wiraswasta yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki yaitu memiliki jiwa dan watak kewirausahaan.

Kreativitas yang strata teguh membutuhkan sentuhan inovasi hendaknya larap di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai manfaat terhadap satu dagangan dan menjaga dur barang dengan memperhatikan “market oriented” ataupun apa nan sedang laku dipasaran. Salah satu taktik bakal memulai usaha nan sukses yaitu bekerja dengan demen hati, seolah kita medium mengerjakan hobi setakat lupa musim dan tak kenal lelah. Berkreasi dengan senang hati, itulah sebabnya cak kenapa kegiatan kampanye yang berawal berusul hobi seringkali berhasil dengan baik.


Bab I


Pendahuluan

Kewirausahaan


merupakan sikap mental dan nyawa nan selalu aktif, makmur, berkekuatan, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rajah meningkatkan pendapatan internal kegiatan usahanya ataupun kiprahnya.

Seseorang nan memiliki arwah dan sikap wirausaha cak acap tidak sreg dengan apa yang sudah dicapainya. Dari waktu ke waktu, musim ke periode, ahad ke ahad pelalah mengejar peluang cak bagi meningkatkan usaha dan kehidupannya. Dia sayang berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi semua kebolehjadian dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang intern mengembangkan usahanya dengan harapan untuk meningkatkan kehidupannya. Istilah wiraswasta dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun n kepunyaan substansi yang minus farik.

Wirausaha tentu digeluti oleh banyak kalangan. Tentu saja, mereka memiliki aspek-aspek kewirausahaan yang mengandalkan intuisi, pemikiran makul secara tepat dan titik api pada tujuan utama.

Bagaikan petatar, wirausaha tidak sekadar boleh berencana, berkata-perkenalan awal, akan sekadar kembali berbuat, merealisasikan rencana-bentuk n domestik pikirannya ke dalam suatu tindakan nan membidik pada sukses. Maka dibutuhkan kreatifitas, ialah teladan pikir akan halnya sesuatu yang mentah, serta inovasi, yaitu tindakan privat melakukan sesuatu yang mentah.

Pikiran kreatif sejak dini terutama bagi peserta, tercetus dari merendam hobi  pastilah kegiatan yang dulu menyenangkan bagi semua orang. Kesukaan ini akan makin sempurna ketika hobi yang kita miliki bisa kita berdayakan menjadi sebuah bisnis yang dari sana kita dapat memperoleh kemapanan finansial.


Selain merasakan kesukaan nan asing biasa karena mencapai ekonomi dari menyalurkan hobi, seorang nan akan menjadi wirausaha cukup umur pun akan merasakan pengalaman yang berkesan.

1.

Apa saja hal-kejadian nan diperhatikan bagi menjadi wirausahawan?

1.

Mendapatkan pengetahuan tentang cara melakukan kewirausahaan.

2.

Memberi motivasi bakal selalu mengamalkan kewirausaahaan.

1.

Agar pembaca lebih berfikir untuk memulai melakukan kewirausahaan.

2.

Semoga pembaca dapat meluaskan potensi dan kemampuan nya menerobos hobi ke n domestik wiraswasta.


Gerbang II


Lingkaran Teori


A.



Konsep Kewirausahaan

Kewirausahaan(
Entrepreneurship
) yaitu proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam umur. Visi tersebut boleh nyata ide inovatif, probabilitas, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.  Hasil akhir dari proses tersebut ialah penciptaan usaha yunior yang dibentuk sreg kondisi risiko atau ketidakpastian.

Kewirausahaan punya keefektifan yang berlainan-beda antar para juru atau sumber acuan karena berbeda-beda bintik berat dan penekanannya.  Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan laksana bekerja sendiri (self-employment). Koteng wirausahawan membeli barang saat ini sreg harga tertentu dan menjualnya pada masa nan akan datang dengan harga enggak menentu.Makara,  definisi ini kian menekankan plong bagaimana seseorang menghadapi risiko maupun ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi kebolehjadian-prospek di intern sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencengam kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terjaga alias belum teridentifikasi dengan jelas, atau onderdil faedah produksinya belum diketahui selengkapnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang mentah dan berbeda. Turunan yang berbuat kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.

Menurut Carol Noore nan dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya terobosan.
Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal bermula pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, ilmu masyarakat, organisasi, kultur dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut takhlik
“locus of control”,
kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan nan kemudian berkembangan menjadi
wirausahawan
yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal berpokok orang, seperti
locus of control, ketegaran, nilai-biji, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berpangkal dari lingkungan nan memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan prospek. Maka itu karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melintasi proses yang dipengaruhi lingkungan,
organisasi, dan
keluarga.


B.



Ciri – ciri dan Sifat Kewirausahaan


Cak bagi dapat hingga ke pamrih nan diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan sekali lagi memiliki resan-kebiasaan kerumahtanggaan kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha ialah:

·

Berorientasikan tugas dan hasil

·

Berani mengambil risiko

·

Menjurus ke masa depan

·

Jujur dan tekun

Sifat-sifat sendiri wirausaha adalah:

·

N kepunyaan rasam keimanan, otonomi, individualitas, optimisme.

·

Cak acap berusaha untuk berprestasi, berorientasi puas laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka berkreasi keras, energik dan n kepunyaan inisiatif.

·

Mempunyai kemampuan mengambil risiko dan suka lega tantangan.

·

Bertingkah laris andai ketua, dapat bergaul dengan orang tidak dan gemar terhadap saran dan kritik yang membangun.

·

Punya terobosan dan kreativitas janjang, luwes, serba dapat dan memiliki jaringan bisnis nan luas.

·

Memiliki sensasi dan cara pandang yang mengarah pada waktu depan.

·

Punya religiositas bahwa hidup itu seperti kerja keras.


A.



Tahap – tahap Kewirausahaan



Tahap di mana seseorang yang berniat untuk mengerjakan usaha mempersiapkan segala sesuatu nan diperlukan, diawali dengan melihat probabilitas persuasi baru yang mungkin apakah menelanjangi propaganda baru, melakukan perolehan, atau berbuat “franchising”.
Tahap ini juga memilih diversifikasi usaha nan akan dilakukan apakah di bidangpertanian, industri, atau jasa.


·





Tahap melaksanakan usaha







Dalam tahap ini sendiriwirausahawanmengelola berbagai rupa aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM (Sendang Daya Manusia), kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang menghampari bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.


·





Tahap mempertahankan usaha







Tahap di mana
wirausahawan
berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

·


Tahap mengembangkan usaha



Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong maujud atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi riuk suatu pilihan yang mungkin diambil.



A.






Sikap Wirausaha







Mulai sejak daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan sebelumnya, boleh kita identifikasi sikap koteng wirausahawan yang dapat diangkat berbunga kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:





Dalam melaksanakan kegiatannya, koteng wirausahawan harus memiliki kedisiplinan nan tinggi. Keistimewaan semenjak prolog kesetiaan itu koteng ialah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketelitian yang dimaksud bertabiat universal, merupakan presisi terhadap musim, kualitas jalan hidup, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, bisa dibina dalam diri seseorang dengan berusaha mengendalikan pekerjaan sesuai dengan waktu nan direncanakan. Adat sering menunda pekerjaan dengan majemuk macam alasan, adalah rintangan yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilanKedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan loyalitas wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus tetap asas. Hal tersebut akan boleh tercapai jikalau wirausahawan memiliki kedisiplinan nan tinggi terhadap sistem kerja nan sudah ditetapkan. Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja
.

·


Komitmen Tinggi



Komitmen adalah aman akan halnya sesuatu hal nan dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun individu enggak. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus punya komitmen yang jelas, terpatok dan bersifat progresif (membidik lega keberuntungan). Komitmen terhadap dirinya sendiri boleh dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-alamat yang direncanakan intern hidupnya. Sementara itu contoh komitmen wirausahawan terhadap bani adam lain terutama konsumennya yaitu pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, perampungan bagi kebobrokan konsumen, dan sebagainya. Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki segel baik di mata konsumen yang risikonya wirausahawan tersebut akan mendapatkan pembantu dari pengguna, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai alamat perusahaan adalah memperoleh laba nan diharapkan.

Keterbukaan merupakan galangan kesopansantunan yang kadang-kadang dilupakan oleh sendiri wirausahawan. Keterbukaan intern berperilaku berwatak kompleks. Kejujuran tentang karakteristik produk (dagangan dan jasa) yang ditawarkan, keterusterangan adapun promosi yang dilakukan, keterbukaan mengenai peladenan purnajual nan dijanjikan dan kejujuran adapun segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.

·


Produktif dan Inovatif

Kerjakan memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas nan tinggi
.


Sentral kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh pernalaran yang maju, mumbung dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada sepanjang ini di pasar. Gagasan-gagasan yang produktif umumnya enggak dapat dibatasi oleh ruang, rajah maupun periode. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan pintasan-terobosan baru.

dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif nan barangkali mustahil.

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila basyar tersebut dapat melakukan kedahagaan dengan baik minus adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, minus adanya ketergantungan dengan pihak lain. Independensi merupakan adat mutlak nan harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Lega prinsipnya sendiri wirausahawan harus n kepunyaan sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut ki berjebah memperalat fakta/realita sebagai landasan berpikir yang masuk akal dalam setiap pengutipan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya. Banyak koteng primadona wirausahawan yang berpotensi janjang, namun pada akhirnya mengalami kegagalan sekadar karena wirausahawan tersebut lain utilitarian, objektif dan rasional dalam pemungutan keputusan bisnisnya. Karena itu dibutuhkan intelek privat melakukan penyortiran terhadap masukan-masukan/ sumbang saran nan suka-suka keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan aksi yang sedang dirintis.


A.



Faktor – faktor Kegagalan Kewirausahaan

·


Tidak kompeten dalam eksekutif.

Tak kompeten atau tidak n kepunyaan kemampuan dan deklarasi mengelola usaha yaitu faktor penyebab penting nan mewujudkan perusahaan invalid berhasil.

·


Kurang berpengalaman.





Baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber pusat manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan
.







·



Invalid boleh mengendalikan keuangan

.

Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama intern finansial adalah memelihara persebaran kas. Mengatur pengeluaran dan pembelajaran secara cermat. Selang surup memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lampias.

·


Gagal dalam perencanaan.

Perencanaan merupakan titik mulanya berpunca satu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

·


Lokasi yang kurang memadai.

Lokasi usaha yang diplomatis ialah faktor yang menentukan kesuksesan usaha. Lokasi nan tidak diplomatis bisa mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena sedikit efisien.

·


Kurangnya pemeriksaan peralatan.

Pengawasan dempet berbimbing dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pemeriksaan mengakibatkan penggunaan perangkat tidak efisien dan tak efektif.

·


Sikap yang kurang sungguh-bukan main n domestik berusaha.

Sikap nan setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kebolehjadian gagal menjadi osean.

·


Ketidakmampuan dalam berbuat peralihan / peralihan kewirausahaan.

Wirausaha yang sedikit siap menghadapi dan melakukan perubahan, bukan akan menjadi wiraswasta yang berhasil. Keberhasilan kerumahtanggaan berwirausaha hanya dapat diperoleh apabila gagah mengadakan transisi dan berada membuat pertukaran setiap waktu.


A.



Radiks Kemampuan Diri Kewirausahaan.

Tidak tetapi di perlukan keinginan bakal memiliki usaha, namun sendiri pengusaha / wirausahawan seperti pelajar sekurang-kurangnya mempunyai 6 (enam) asal kemampuan, nan akan menjadi pengendali privat menjalankan usahannya. Kemampuan itu terdiri berbunga:

1. Kemampuan memotivasi diri

2. Kemampuan berinisiatif.

3. Kemampuan membentuk modal (capital)

4. Kemampuan mengatur waktu (time management skill).

5. Kemampuan mental yang dilandasi agama

6. Kemampuan mencekit hikmah dari pengalaman


B.



Pola Kampanye Kecil

Program usaha kecil menjadi salah satu harapan yang boleh membantu mengurangi persoalan kefakiran dan pengangguran di Indonesia. Bermacam ragam aksi kecil yang menguntungkan kerjakan awam hendaknya semakin ditingkatkan untuk memusat Indonesia lebih sejahtera juga.

Keinginan untuk membangun sebuah usaha katai kadang kala terkendala. Hal ini diakibatkan sulitnya menentukan sempurna manuver kecil yang menguntungkan, bahkan faktor kekurangan dana ialah pelecok suatu obstruksi yang paling tersulit yang harus dihadapi masyarakat bikin memulai usaha kecil-kecilan nan dapat menopang ekonomi kearah yang lebih baik pun. Doang karena keterbatasan informasi yang ceratai tentang pola gerakan tersebut mengakibatkan kedahagaan kamu kerjakan membuka manuver akhirnya gagal.

Tentang contoh usaha kecil yang menguntungkan tersebut bisa kamu baca selengkapnya kerumahtanggaan daftar berikut ini:

Manuver Boncel Kandungan dan Minuman

·

Membuat rahim ringan / snack dan kue,

·

Mengolah dalaman pisang menjadi dendeng,

·

Menciptakan menjadikan daging tiruan bersumber kawul tiram, dan tidak-lain.

Tuntunan dan Pendidikan

·

Sekolah entrepreneurship,

·

Kursus bahasa asing,

·

Pimpinan belajar rumahan, dan tak-lain.

Usaha Rental

·

Pengurusan dokumen,

·

Delivery order,

·

Penyelamat data, dan tidak-lain.

Agribisnis

·

Budidaya lauk mas bocah,

·

Budidaya ikan komet,

·

Budidaya kantong semar, dan lain-bukan.

Kerajinan

·

Membuat kap lampu busur dari pasir, mika, enceng gondok, pelepah pisang,

·

Menciptakan menjadikan perangkat flat pangkat bersumber kertas arena,

·

Mewujudkan mainan dari kusen, misalnya puzzle, dan tidak-lain.

Itulah beberapa contoh usaha katai yang menguntungkan yang mungkin bisa menginspirasi anda untuk membuat usaha mungil yang tentunya dapat mendongkel ekonomi keluarga kearah yang makin baik  dimasa taruna.


A.



Wasilah Antara Kreatifitas dengan Inovasi

Bagi memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang panjang. Daya kreatifitas tersebut sepatutnya adalah dilandasi makanya akal pikiran nan bertamadun, munjung dengan gagasan-gagasan baru yang berlainan dengan produk-dagangan nan telah ada sepanjang ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, rangka maupun perian. Justru seringkali ide-ide jenius nan menyerahkan inovasi-terobosan baru n domestik bumi usaha awalnya yaitu dilandasi oleh gagasan-gagasan fertil yang kelihatannya mustahil.

Hanya, gagasan-gagasan nan baik pun, jika lain di implementasikan kerumahtanggaan kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius galibnya membutuhkan daya pintasan yang tinggi berpokok wirausahawan nan bersangkutan. Kreativitas yang tinggi patuh membutuhkan sentuhan pintasan moga laku di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan nilai guna/nilai kebaikan terhadap suatu komoditas dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang madya laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau kekuatan puas sebuah barang, maka meningkat juga daya jual produk tersebut di alat penglihatan pengguna, karena adanya pertambahan nilai ekonomis bikin produk tersebut bagi pemakai.

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah mempunyai jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, ataupun kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia merupakan seseorang yang n kepunyaan kemampuan bakal menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (
ability to create the new and different)

atau kemampuan rani dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan cak bagi memulai usaha (
start up
), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang plonco (
creative
), kemauan dan kemampuan cak bagi  mencari peluang (
opportunity
), kemampuan dan kewiraan bikin menanggung risiko

(
risk bearing
) dan kemampuan buat mengembangkan ide dan meramu sumber kunci. Kedahagaan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:

a)

Berbuat proses / teknik baru (the new technic),

b)

Menghasilkan komoditas ataupun jasa baru (the new product or new service),

c)

Menghasilkan ponten tambah bau kencur (the new value added),

d)

Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu lega pasar,

e)

Mengembangkan organisasi bau kencur (the new organisation).


A.



Hobi Menjadi Modal Usaha

Banyak pengusaha sukses memulai usahanya dari hobi. Privat ilmu
psychology of success, dari 2000 orang sukses yang diteliti, ternyata 80 persen nya adalah basyar nan menyukai apa yang dia lakukan. Faktor menyukai menghadirkan energi sukses yang memiliki daya dorong luar biasa. Berkreasi dengan senang lever, itulah sebabnya mengapa kegiatan operasi nan berawal dari hobi seringkali berbuntut dengan baik. Dimana riuk satu buku untuk memulai usaha yang sukses merupakan bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang melakukan hobi hingga pangling waktu dan tidak kenal lelah.

 Ciri – ciri hobi yang bisa dijadikan usaha:

1.

Hobi yang bernilai

Sejumlah hobi kali memiliki nilai jual tinggi, saja sebagian yang enggak sama sekali bukan dibutuhkan oleh pasar. Lakukan menilainya, kita harus melakukan penelitian pasar terlebih dahulu. Sederhana nya, detik kita mengesir suatu rezeki, kita berfikir bagaimana suatu peranakan tersebut menjadi sebuah jual beli.

Cobalah tatap kembali apakah suatu nafkah tersebut tegar semacam itu menggandeng sehingga kita tidak kehilangan kecintaan padanya meski telah dimakan acap kali. Maka satu poinnya ialah hobi tersebut harus subur membuat kita tertambat selamanya bagi memulainya dengan sebuah bisnis.

Jika kita sudah memulai bisnis makanan, bisa jadi kita memiliki pelanggan nan farik-selisih setiap harinya. Semata-mata, permintaan mereka rata-rata hampir sama satu dengan yang bukan. Karuan cuma, kita harus mempertahankan target. Maka, poin mula-mula adalah produk tersebut harus sanggup tetap menjaga kestabilan target penjualan secara terus menerus.

Persiapan-langkah mengubah hobi menjadi bisnis, antara enggak:

a.

Luangkan periode lebih banyak untuk menekuni hobi, dan hasilkan karya dengan kualitas yang kian baik dan kuantitas nan lebih banyak.’Practise makes perfect’
dengan terus berlatih, maka akan menghasilkan karya yang semakin baik.

b.

Menambah terus pengetahuan, bisa melalui kursus-latihan dan lain-lain nan berbimbing dengan hobi. Suka-suka banyak cara yang lebih murah kerjakan menaik pengetahuan kita melampaui buku, internet maupun majalah dan berbagai media amanat lainnya.

c.

Membiasakan bertepatan dari turunan-orang yang telah ahli alias sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama pun menjadi prinsip yang terbaik cak bagi menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kualitas harga.

Apapun yang nan kita pilih, cintailah. Dengan melakukan sesuatu yang dicintai seperti layaknya mempunyai hobi, segera lah matangkan konsep dan menyulapnya menjadi sebuah usaha yang menghasilkan keuntungan nan menjulang jenjang.



Bab III


Metodelogi Penelitian

Metode yang kami gunakan adalah metode wawancara, yaitu mendapatkan takrif dengan cara menyoal langsung kepada responden, yaitu Adeline (XI MIA 4), seorang penjual sate sosis di SMAN 3 Bekasi. (Hasil temu ramah terlampir).



B.



Waktu dan Ajang Studi

Penelitian dengan metode temu duga ini kami lakukan sreg perian Kamis, 20 Oktober 2022 bertempat di kelas XI MIA 4 SMAN 3 Bekasi.


C.



Jenis Wiraswasta





Sate Sosis, yaitu sosis yang ditusuk dan dibakar dengan bumbu pedas spesial yang paling banyak diminati.


Bab IV


Hasil Penajaman dan Pembahasan


A.



Pemberitaan Kewirausahaan

Adeline, seorang siswi di SMAN 3 Daerah tingkat Bekasi. Ia menjual sosis yang sebelumnya ia pesan bersumber orang lain, kemudian beliau jual kembali di sekolah alias biasa disebut dengan
Reseller.
Reseller
merupakan cak memindahtangankan pula suatu dagangan nan dilakukan maka dari itu penjual setelah penjual tersebut membeli nya. Engkau memulai usaha ini karena banyak hal, antara tidak karena kamu hobi makan dan menyukai sosis, yang kedua karena tuntutan untuk mencari dana dalam rangka Halliday. Halliday adalah acara pertandingan intern latar bahasa yang diselenggarakan OSIS SMAN 3 Bekasi yang berkreasi sebagaimana ekstrakurikuler Debat Bahasa Indonesia (DBI), klub Korea, Jepang, Inggris, dan Prancis pada 24 September 2022 yang terlampau.

Adeline membeli 80 tusuk sate sosis dari seorang penjual seharga Rp. 160.000,- yang kemudian ia jual lagi dengan harga Rp 2.500,- per tusuk nya. Ia melakukan persuasi ini dengan senang hati. Menurutnya, selain belajar berwirausaha, ia juga mendapatkan banyak kenalan melampaui penjualan ini. Ia mengatakan untuk berwirausaha, kita harus punya rasa percaya diri dan minus rasa malu bakal menarafkan operasi. Ia menyepakati sehari mengalami kerugian sekitar Rp. 5.000,- dikarenakan terserah sejumlah hamba allah yang belum membayar hasil jualan nya.

Adeline pun menerapkan motto dalam hidupnya “Usaha dan kerja keras tidak mengkhianati hasil” serta ia diwarisi bakat berwirausaha berbunga anak bini nya. Jadi, ia ingin memulai kampanye dari sekarang sebatas bisa sampai ke kesuksesan dalam berbisnis di masa yang jemah.

Dengan gerakan dan kerja persisten nya boleh membuahkan hasil. Kini, dia masih terus berjualan untuk mencukupi kebutuhan nya. Serta atas sikap dan sifat nya dalam berwirausaha mutakadim ia terapkan internal operasi nya. Tentu nya, kita dapat mencontoh dari apa nan ia lakukan selama ini dalam ber-wiraswasta.


A.



Harga Sosi Penjualan (HPP)

Harga pokok penjualan ialah seluruh biaya yang dikeluarkan cak bagi memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan pecah barang nan dijual.

Manfaat dari harga siasat penjualan merupakan:

1.

Sebagai patokan bikin menentukan harga jual,

2.

Lakukan mengetahui laba nan diinginkan perusahaan. Apabila harga jual makin besar berasal harga pokok penjualan, maka akan diperoleh laba. Sebaliknya, apabila harga jual lebih rendah berasal harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian.


Penghitungan

:

Sate sosis 80 cucuk, eceran Rp. 2.000,-                                   = Rp. 160.000,-

Hasil penjualan sosis Rp. 2.500,- x 80                                    = Rp. 200.000,-

HPP Rp. 2.000,- x 80                                                              = Rp. 160.000,-

Laba                                                                                        = Rp. 40.000,-

Rugi karena belum ada yang membayar Rp. 5.000,-

Total laba = Rp 40.000 –  5.000

     = Rp. 35.000,-


Bab V


Penutup


A. Kesimpulan

Kewirausahaanadalah proses mengidentifikasi, melebarkan, dan membawa visi ke kerumahtanggaan kehidupan. Wirausahawan memiliki motivasi, panggilan semangat, kecaburan dan emosi yang sangat terkait dengan skor skor, sikap dan perilaku bagaikan khalayak unggul. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki anak kunci daya kreasi yang tinggi. Daya kreasi yang tinggi tetap membutuhkan gesekan inovasi hendaknya larap di pasar. Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan ponten guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu dagangan dengan memperhatikan “market oriented” ataupun apa yang semenjana laku dipasaran. Keseleo suatu pusat bikin memulai usaha yang sukses adalah berkreasi dengan senang lever, seolah kita sedang mengerjakan hobi hingga lupa waktu dan enggak kenal penat.


B. Saran

Cobalah memulai wirausaha dan mengepas hal nan plonco. Terus kembangkan jiwa kreativitas dan tanamkan sikap seorang wirausaha puas diri. Mulai lah berusul satu hal nan disukai, sebaiknya menyenangkan saat melaksanakan wiraswasta tersebut.


Daftar Pustaka

Ahmad Rifai. 2022.
Aku Bangga Dapat Usaha Sendiri. Jakarta: CV Ciptamedia Binanusa.

http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurut-pandai/


http://vinymalasari.blogspot.co.id/2015/10/karya-ilmiah-kewirausahaan.html?m=1

https://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan





https://web.facebook.com/Kewirausahaan-kerjakan-pelajar-505274669516253/?fref=n
f

========================================================================

Arigatou Gozaimasu
^^

11 November 2022

Source: https://scarlet-chan.blogspot.com/2016/11/contoh-karya-tulis-kewirausahaan.html