Contoh Kisi-kisi Mata Pelajaran Bhs Indonesia Sd Beserta Contoh Soalnya

Untuk menghadapi akhir semester genap, elo terbiasa mempelajari teoretis soal PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10 dan pembahasannya. Yuk, pelajari selengkapnya!

Loading ... Loading …

Gue termuat skuat yang demen ekuivalen pelajaran Bahasa Indonesia. Mungkin, karena gue ngerasa gue emang sosok lugu Indonesia, jadinya tuntunan Bahasa Indonesia sirih
fun
aja gitu, tahun dipelajari.

Sahaja, lahir di kapling air Indonesia bukan signifikan melampiaskan cak bimbingan Bahasa Indonesia. Faktanya, pada musim 2010 (di Sumatra Utara dan Bandung), 2022, dan 2022 (di Kupang, Nusa Tenggara Timur), nilai Eksamen Kebangsaan (UN) tuntunan Bahasa Indonesia justru kian cacat dibandingkan biji alat penglihatan kursus tak. Ya, karena murid cenderung menganggap remeh cak bimbingan Bahasa Indonesia.

Mumpung elo masih di kelas 10 nih, elo perlu sedia payung sebelum hujan abu. Lebih lagi, ketika elo akan menghadapi Penilaian Akhir Musim (PAT) semester genap. Menyeriuskan belajar Bahasa Indonesia sejak dini dapat ngebantu elo terampil n domestik mengamalkan soal-soalnya di nanti.

Barangkali ini, kita akan mempelajari
abstrak soal PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10. Selain jadi momen penentu mendaki papan bawah ataupun nggak, PAT juga menentukan seberapa jauh pemahaman elo akan halnya materi yang sudah diberikan selama satu semester.

Marilah, langsung aja ngobrolin contoh pertanyaan PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10.


Sekilas adapun Contoh Soal PAT Semester 2 Bahasa Indonesia Inferior 10

Apa aja sih yang untuk gue periksa kerumahtanggaan konseptual cak bertanya PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10?

Ada 10 teoretis cak bertanya PAT yang akan gue kasih kerjakan elo. Contoh tanya tersebut gue renggut berdasarkan materi yang udah elo dapat sejauh semester genap.

Contoh soal PAT Bahasa Indonesia kelas 10 yang akan gue bahas mencakup materi mengenai teknik negosiasi, debat, teks biografi, dan puisi. Ada pun pembahasannya, distingtif lakukan elo.

Yuk, langsung aja
capcus
ke acuan soal PAT Bahasa Indonesia kelas 10 dan pembahasannya di bawah ini!

Baca Sekali lagi:
Bahasa Indonesia itu Gampang maupun Selit belit, sih?


Topik Cak bertanya 1: Teks Negosiasi

Teks negosiasi adalah teks interaksi yang menggambarkan proses batal menawar buat mencapai pamrih tertentu. Elo lakukan menemukan dialog atau bahasa oral puas materi ini.

Dalam bab ini, elo belajar dari konsepnya, struktur, sampai ciri kebahasaan bacaan negosiasi.

Ada dua ideal soal PAT semester 2 Bahasa Indonesia Kelas 10 tentang referensi negosiasi beserta pembahasannya, nan bisa elo pelajari di bawah ini. Yuk, coba cak bagi dan simak pembahasannya!

  1. Simak baik-baik dialog puas buram di radiks ini.
Contoh Soal PAT Semester 2 Bahasa Indonesia Kelas 10 41
Acuan tanya PAT semester 2 Bahasa Indonesia papan bawah 10 tentang teks negosiasi. (Arsip Zenius)

Pernyataan nan bukan tepat berkaitan dengan bacaan di atas adalah…

A. Terjadi tiga kelihatannya penawaran yang dilakukan maka dari itu Anggi.

B. Permufakatan terjadi karena Anggi ingin menjual kembali celana tersebut.

C. Persepakatan terjadi karena Anggi tidak memiliki modal lebih bermula 10 celana.

D. Ijab terjadi karena Anggi tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan rincihan harga.

E. Anggi dan Clothes Id melakukan negosiasi secara tidak langsung atau tak tatap muka.

Jawaban: A.

Pembahasan

Buat menjawab cak bertanya di atas, elo perlu paham tentang struktur negosiasi. Struktur negosiasi terdiri berasal:

Orientasi: pertama interlokusi (dialog)

Penyajian: negosiator 1 mengajukan sesuatu

Penawaran: negosiator 2 memberikan ijab

Persetujuan: kesimpulan persepakatan, merupakan cocok alias lain setuju.

Buat
flashback
struktur pustaka negosiasi lebih dalam, elo bisa simak materi video Struktur Pustaka Negosiasi.

Kita bedah satu tiap-tiap satu struktur negosiasi bersendikan nomor n domestik dialog.

Nomor 1 merupakan aklimatisasi, karena Anggi membuka interlokusi dengan admin Clothes.id. Ini merupakan pendahuluan negosiasi.

Nomor 2 adalah pengajuan, karena admin Clothes.id mengajak Anggi buat melakukan sesuatu, yaitu cak bagi ngasih potongan 5 tip sendirisendiri produk, kalau Anggi beli lebih berbunga 10 celana.

Nomor 3, 4, dan 5 adalah penawaran. Admin Clothes.id dan Anggi saling mansukh menawar buat beli celana.

Nomor 6, 7, dan 8 yakni persepakatan, karena admin Clothes.id dan Anggi udah menjumut kesepakatan pasca- melewati proses penawaran.

Terus, mana jawaban yang
nggak tepat?

Kita lihat opsi A. Terjadi tiga kelihatannya ijab nan dilakukan maka dari itu Anggi. Emang sih, terjadi tiga penawaran, tetapi semuanya nggak dilakukan sama Anggi. Anggi namun mengamalkan dua penawaran, merupakan nomor 3 dan 5. Berarti, opsi A benar, karena yang dicari merupakan jawaban nan nggak tepat. Kita
keep
dulu aja.

Pada opsi B, persetujuan terjadi karena Anggi ingin menjual kembali celana tersebut. Ini bermartabat, karena waktu melakukan penawaran sreg nomor 5, Anggi bilang kalau celananya mau dijual pun dan admin Clothes.id menyatakan persepakatan pada nomor 6. Jadi,
opsi B bukan jawabannya.

Kita ke opsi C. Persetujuan terjadi karena Anggi tidak memiliki modal makin dari 10 serawal. Jawaban ini bermartabat, karena Anggi beberapa kalau dia hanya punya modal buat beli 10 seluar.
Opsi C bukan jawabannya.

Pada opsi D, penawaran terjadi karena Anggi tidak memenuhi syarat bagi mendapatkan potongan harga. Awalnya, Anggi nggak menetapi syarat buat dapat potongan harga karena ia hanya punya modal bikin beli 10 celana.

Padahal, diskon berperan buat pembelian lebih dari 10 celana.
So,
admin Clothes.id ngasih penawaran buat Anggi. Sehingga,
opsi D tepat, dan bukan jawabannya.

Kita ke opsi E. Anggi dan Clothes Id melakukan negosiasi secara enggak langsung atau tidak tatap muka. Ini etis, karena di awal pertanyaan lega gambar di atas, tercatat “Anggi mengangkut pesan kepada salah satu toko
online.”. Mereka nggak tatap muka.
Opsi E lain jawabannya.

Jadi, jawabannya adalah
A. Terjadi tiga kali penawaran yang dilakukan oleh Anggi.

Baca Sekali lagi: 4 Konseptual Wacana Negosiasi Sehari-perian di Plural Panggung

  1. Tele Zen: “Halo, selamat pagi. Apakah bermoral ini dengan Kak Fanny?”

Fanny: “Selamat pagi. Iya benar. Ini siapa, ya?”

Tele Zen: “Perkenalkan saya Keanu dari Zenius Education. Di sini saya mau memberikan informasi. Jika enggak keberatan, bisa meluangkan waktunya sekelebat, Kak?”

Fanny: “Jangan lama-lama, ya. Aku lagi sibuk.”

Tele Zen : “Baik, Kak. Kalau begitu, saya jelaskan secara singkat. Kini, Kak Fanny kelas 10, ya?”

Fanny : “Iya, betul.”

Tele Zen: “Di Zenius sedang ada programa terbaru nan mungkin cocok dan berharga kerjakan Empok, yaitu program optima. Dengan program ini, Kak Fanny boleh mendapatkan paket pembahasan materi dari kelas 9 sebatas dengan kelas 12. Selain itu, ada pun
live class
bersama tutor terbaik Zenius setiap sepekan dua mungkin.”

Fanny: “Oh, bagus ya, programnya. Aku udah lama
pengen
daftar Zenius sekali lagi,
sih, Mba. Tulat aku sejumlah dulu ke ayah bunda, ya.”

Ciri kesantunan berbahasa sreg teks di atas ditandai maka dari itu kejadian-keadaan di bawah ini,
kecuali
….

A. menunggangi kalimat pengandaian detik meminta Fanny lakukan menyisihkan waktu.

B. menggunakan kata sapa
Embok
kendatipun kemungkinan besar roh Fanny lebih muda.

C. menyabdakan salam di awal pembicaraan untuk menyapa cucu adam momen menelepon.

D. mengucapkan bacot jujur bahwa saat itu Fanny memang semenjana sibuk.

E. memasyarakatkan diri saat mula-mula kali menelepon basyar yang belum dikenal.

Jawaban: D.

Pembahasan

Kesantunan berbahasa ditandai maka itu beberapa hal, yaitu:

  • Penyortiran pengenalan (diksi). Elo harus membidas kata nan elo pakai, biar jadi kalimat santun.
  • Penggunaan tiga kata ajaib, yaitu tolong, abolisi, dan terima rahmat. Dengan menunggangi ketiganya, kalimat elo bakal makara lebih santun.
  • Penggunaan kata sapaan, seperti Bapak, Ibu, Mas, Mbak, untuk menghargai lawan wicara.
  • Penggunaan kalimat pengandaian, sebagaimana “jika”, “kalau” ataupun “takdirnya”, agar elo nggak terdengar menguati.

Elo boleh belajar selengkapnya di sini tentang kebahasaan teks negosiasi.

Kini, kita bedah opsi jawaban satu per suatu, dan temukan
bahasa yang

kurang

santun.

Kita lihat opsi A, menggunakan kalimat pengandaian saat menanyakan Fanny cak bagi meluangkan hari. Di tanya, tele Zen bilang “Jika tidak keberatan”. Ini menunjukkan kalau dia nggak maksa Fanny. Sehingga, A termasuk sebagai kalimat santun.
Opsi A bukan jawabannya.

Opsi B yaitu menggunakan kata sapaan
Mbok
meskipun kebolehjadian besar umur Fanny lebih cukup umur. Ini merupakan ciri kebahasaan nan santun, karena menunggangi kata sapaan “Kakak”, yaitu Kak Fanny. Jadi,
jawabannya bukan B.

Kita tatap opsi C, mengucapkan salam di awal ura-ura kerjakan menyapa orang ketika menelepon. Penggunaan salam utama n domestik kesantunan bersopan santun, dan Tele Zen menerapkannya dengan menggunakan “Selamat pagi”.
Opsi C enggak jawabannya.

Opsi D yaitu mengucapkan perkataan valid bahwa saat itu Fanny memang sedang sibuk. Jujur memang signifikan, namun Fanny terlalu barang apa adanya.

Ketika elo santun, bukan berarti elo nggak makara apa adanya. Belaka, elo mesti menggunakan kata ajaib sebagai halnya “Magfirah, saya lagi sibuk”, ataupun kalimat pengandaian, kayak “Kalau bisa jangan terlalu lama, ya”. Sehingga, kalimat ini kurang santun. Kita
keep
dulu opsi D.

Sreg opsi D, ciri kebahasaan yang santun merupakan memperkenalkan diri saat pertama kali menelepon sosok nan belum dikenal. Ini benar, karena kita harus ngenalin diri dulu waktu pertama kali ketemu anak adam, atau pertama kali menelepon orang lain.
Bintang sartan, opsi E lain jawabannya.

Jawaban yang tepat adalah
D. mengucapkan perkataan jujur bahwa saat itu Fanny memang sedang sibuk.

Baca Lagi:
Pengertian, Ciri-Ciri, dan Struktur Teks Negosiasi – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10


Topik Soal 2: Debat

Debat adalah momen terserah kedua belah pihak menyayembarakan opini mereka tentang suatu topik tertentu. Mereka silih mempertahankan pendapat dan valid orang lain dengan pendapat saban.

Materi ini ceratai mengenai konsep debat, elemen dan struktur debat, dan sistem lomba debat.

Kerjakan mencanai pemahaman elo tentang materi debat, ada dua contoh soal PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10 beserta pembahasannya di bawah ini. Elo bisa mencoba mengerjakan dan menyimak pembahasannya.

Kira-sangkil, apa jawabannya?

  1. Silakan, tatap tanya sreg gambar di pangkal ini.
Contoh Soal PAT Semester 2 Bahasa Indonesia Kelas 10 42
Cermin soal PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10 tentang materi debat. (Sertifikat Zenius)

Jawaban: B.

Pembahasan

Cak semau heksa- tahapan dalam debat, antara lain:

1) Terwalak pernyataan (mosi)

2) Munculnya opini

3) Menyusun argumen simpatisan

4) Membuat pernyataan pro/kontra

5) Menyamai pernyataan

6) Resolusi/hasil debat

Buat makin jelasnya, elo dapat baca materi Hierarki Debat.

Biar elo cepat ngerjain soal eksemplar kayak gini, gue kasih luang tipsnya.

Dari kelima pilihan, suka-suka tiga opsi yang sama awalannya, dan terserah dua opsi yang serupa itu.

Opsi A, B, C, diawali 4, yakni terdapat mosi/pernyataan satu topik lakukan ditanggapi. Jadi, A, B, dan C berpotensi benar, karena debat diawali dengan mosi. D dan E bisa serampak elo eliminasi.

Karena ketiganya punya usap sekufu, yaitu 4-1-5, kita langsung lompat ke strata keempat debat.

Kita lihat opsi A, bahwa panjang debat keempat adalah 6, yaitu menanggapi atau membalas pernyataan tim bukan. Ini nggak sesuai, karena tahapan keempat yakni pernyataan, bukan menjajari pernyataan. Kaprikornus,
opsi A nggak tepat.

Plong opsi B, tahapan keempat yaitu nomor 2, ialah menyampaikan pernyataan memihak atau kontra berasal saban tim. Ini benar. Ditutup dengan biji 3, yaitu tahap resolusi alias hasil akhir debat.

Sedangkan, plong opsi C, tahapan keempat dalam debat adalah nomor 3, resolusi. Ini salah, karena resolusi seharusnya di akhir, nggak di tengah-tengah.

So,
jawabannya adalah
B. 4 – 1 – 5 – 2 – 6 -3.

Baca Pula: Suka Debat? Yuk, Kenali Konsep, Atom, dan Strukturnya!

  1. “Makan mi instan dengan nasi adalah suatu kejadian nan lain komplikasi.”

Manakah penyajian argumen yang baik sesuai topik debat di atas?

A. Saya tidak setuju karena laksa instan dan nasi mengandung karbohidrat dan kalau dimakan bersamaan akan berakibat buruk pada kesehatan.

B. Saya seia karena menurut ibu saya, semua komponen dalam mihun instan, terlebih kuahnya, n kepunyaan citra rasa enak takdirnya dimakan dengan nasi.

C. Saya gemar dan saya semupakat karena bersantap misoa instan dengan nasi merupakan solusi anak asuh memondok buat tetap menikmati iwak lezat di akhir bulan.

D. Saya enggak setuju karena di asing sana banyak orang yang kesulitan mendapatkan lauk lezat sedangkan mi adalah lauk nasi nan boleh dimakan semua kalangan.

E. Saya enggak sejadi karena sudah lalu banyak incaran yang kejangkitan kencing manis akibat keistimewaan karbohidrat dari nasi dan mihun instan.

Jawaban: A.

Pembahasan:

Dalam mengamalkan debat, ada hal nan harus dilakukan dan nggak boleh dilakukan.

Nan harus dilakukan adalah:

  • Serang kelemahan argumen imbangan.
  • Susun argumen dengan jelas.
  • Mendukung argumen dengan data.

Yang nggak dapat dilakukan antara lain:

  • Menyerang secara pribadi
  • Pendapat nggak sesuai ekuivalen topik bahasan
  • Memperalat manipulasi perasaan
  • Menganggap suatu bani adam bermartabat, padahal belum tentu meyakinkan
  • Menganggap kebanyakan orang melakukan hal itu

Kita tatap opsi A. Argumen pada opsi A cocok sama topik. Berpokok segi penyampaiannya udah baik, sopan, mantiki, dan mudah diterima seimbang penyimak debat. Kita
keep
silam jawaban ini.

Plong opsi B, argumen menamai “menurut ibu saya”. Argumen ini nggak punya sumber nan teruji dan data nan jelas. Jadi,
opsi B nggak tepat.

Kita ke opsi C. Pendebat bilang “Saya suka”. Ini juga nggak menggunakan argumen dengan data yang jelas, dan menganggap satu orang benar, sedangkan nggak tentu valid.
Opsi C salah.

Pada opsi D, argumennya loncat. Topiknya ngomongin apakah mihun instan yang dicampur nasi bersoal atau nggak. Saja, pendebat justru ngomongin banyak orang yang kesulitan mendapatkan lauk enak. Jadi,
opsi D nggak tepat.

Opsi E juga tekor tepat,
karena nyebut “sudah banyak korban” sonder menjelaskan berapa besaran spesifik korban yang dimaksud. Nggak cak semau data pendukung yang andal.

Bintang sartan, jawabannya ialah
A. Saya enggak sejadi karena mi instan dan nasi mengandung karbohidrat dan sekiranya dimakan bersamaan akan berdampak buruk pada kebugaran.

Baca Sekali lagi:
Manajemen Mandu Debat yang Baik – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10


Topik Pertanyaan 3: Referensi Biografi

Biografi merupakan referensi yang mandraguna kisah hidup seseorang, yang dituliskan oleh turunan lain. Lazimnya, tokoh yang dikisahkan intern riwayat hidup merupakan otak-tokoh berarti yang berwibawa bagi negaranya, ataupun terlebih dunia.

Pada materi ini, elo belajar tentang konsep bacaan biografi, struktur, dan ciri kebahasaannya.

Di asal ini, ada dua contoh tanya PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10 tentang teks riwayat hidup. Silakan, coba kerjakan dan simak pembahasannya!

  1. Perhatikan soal pada bagan di bawah ini.
Contoh Soal PAT Semester 2 Bahasa Indonesia Kelas 10 43
Teoretis pertanyaan PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas bawah 10 adapun teks biografi. (Arsip Zenius)

Reorientasi nan tepat kerjakan memuati rumpang teks biografi di atas yaitu ….

A. Jenderal Soedirman merupakan bangsawan jawa nan tangguh. Bersumber dari Daerah tingkat Purbalingga, Jawa tengah.

B. Berbunga situ kita bisa melihat bahwa Jenderal Soedirman adalah koteng patriot penasihat hukum bangsa yang konsisten pada prinsip, besar perut menyeringkan kepentingan awam dan nasion.

C. Soedirman pun sangkutan termaktub jadi anggota Badan Pengurus Alat pencernaan dan anggota DPR Karesidenan Banyumas. Lakukan menolong rakyat terbit bahaya kelaparan ia mendirikan koperasi.

D. Sejak mungil Jenderal Soedirman sudah lalu menyukai mayapada organisasi. Tak heran sekiranya menginjak dewasa ia menjadi patriot bangsa yang tangguh serta memperjuangkan kaum-kaum letoi.

E. Jenderal Soedirman adalah anak sendiri praktisi pabrik gula Kalibagor, Banyumas.

Jawaban: B.

Pembahasan

Bagi menjawabnya, elo perlu menghafaz kembali struktur teks riwayat hidup. Struktur biografi antara enggak:

  • Orientasi: adegan pendahuluan yang berisi pengenalan pengambil inisiatif (latar belakang tokoh)
  • Peristiwa dan masalah: membentangi peristiwa yang dialami tokoh, proses berkarir tokoh, narasi yang berkesan, serta mimpi dan cita-cita penggerak
  • Reorientasi: bagian penutup yang ampuh pandangan penulis tentang biang keladi yang ditulis. Babak ini nggak terbiasa ada.

So,
orientasi dan peristiwa berisi fakta-fakta tentang pencetus nan dikisahkan. Sedangkan, reorientasi bersifat opini, tidak fakta.

Reorientasi jadi ulas buat panitera cak bagi mengemukakan pandangannya terhadap penggerak dan memberikan penandasan ulang tentang sang penggerak. Biasanya, reorientasi ada di penutup teks.

Masa ini, kita tatap tiap-tiap opsi jawaban.

Opsi A bukan reorientasi, karena ada fakta akan halnya kota kelahiran Jenderal Soedirman, yaitu Purbalingga, Jawa Paruh.
Opsi A salah.

Pada opsi B, ada penggalan kalimat yang berbunyi “berusul situ kita bisa melihat”. Adegan itu merujuk kepada pandangan juru tulis, jikalau Jenderal Soedirman merupakan patriot advokat bangsa yang punya prinsip konstan. Opsi B sopan. Kita
keep
silam.

Opsi C bukan reorientasi, karena mengandung fakta yang udah dijelasin di orientasi alias peristiwa. Selain itu, nggak suka-suka korelasi antara kalimat pertama dan kalimat kedua. Jadi,
opsi C salah.

Sreg opsi D, ada opini dari fragmen kalimat berupa “bukan beran”. Belaka, kalimat purwa udah dijelasin di adegan orientasi, tepatnya di kalimat purwa, paragraf pertama pada soal. Jadi, nggak perlu dijelasin sekali lagi di reorientasi.
Opsi D nggak tepat.

Opsi E juga salah,
karena memuat fakta nan sudah dijelaskan di orientasi.

Bintang sartan, jawabannya adalah
B. Bersumber situ kita boleh mengintai bahwa Jenderal Soedirman yaitu seorang patriot penasihat hukum bangsa yang konsisten pada prinsip, selalu mengacapkan kepentingan umum dan bangsa.

Baca Pun: Pengertian dan Komplet Pustaka Biografi – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

  1. Mahatma Gandhi dilahirkan pada tanggal 2 Oktober 1869 di Porbandar, Gujarat, India Britania dan meninggal pada copot 30 Januari 1948 di New Delhi, India. Nama lahir dari Mahatma Gandhi adalah Mohandas Karamchand Gandhi. Beliau adalah pejabat rohani di balik kemerdekaan India. Gandhi (sebutan akrabnya) telah condong penjajahan Inggris atas India. Gandhi memulai suatu propaganda tanpa kekerasan untuk memimpin India menuju demokrasi, perdamaian, dan kemerdekaan. Gandhi dipenjara beberapa mungkin dan tahu hampir mati karena kelaparan. Namun, dengan tekad nan awet, akhirnya sira berakibat meraih apa nan dicita-citakannya.

Keteladanan yang dapat dipetik berusul biang kerok Mahatma Gandhi dalam kutipan tersebut adalah ….

A. Koteng superior rohani yang pemberani

B. Rela dipenjara demi menegakkan kebenaran

C. Berjuang melawan kolonialisme Inggris

D. Pemimpin perang sejati meraih otonomi

E. Berhasil memerdekakan India tanpa kekerasan

Jawaban: E.

Pembahasan

Keteladanan yaitu sifat baik yang bisa dicontoh mulai sejak tokoh dan menjadi inspirasi.

Berasal teks di atas, terserah dua keteladanan yang bisa elo rampas pecah Mahatma Gandhi, antara tidak:

1) Gandhi memulai gerakan tanpa kekerasan untuk mengaras demokrasi, perdamaian, dan kemerdekaan. Jadi, dia adalah sosok yang penuh damai dan ketenangan.

2) Gandhi punya tekad yang kuat bakal meraih cita-citanya, ialah memerdekakan India mulai sejak penjajahan Inggris.

Kita lihat opsi A. Gandhi emang pemberani. Semata-mata, seorang pembesar memang harus mempunyai adat pemberani. Ini bukan resan spesifik nan hanya dimiliki satu majikan tertentu. Jadi,
opsi A nggak tepat.

Pada opsi B, rela dipenjara bukan adalah sebuah validitas. Nggak cak semau juga yang kepingin dipenjara, morong.
Opsi B juga nggak tepat.

Pada opsi C, berjuang membalas penjajahan Inggris bukan merupakan keteladanan, doang bertambah ke tindakan nan dilakukan Gandhi.
Opsi C keseleo.

Opsi D sekali lagi kurang tepat,
karena memimpin perang meraih kemandirian bukanlah sebuah sifat.

Pada opsi E, berhasil memerdekakan India bisa merupakan sebuah keteladanan, karena memerdekakan sebuah negara sesekali menggunakan perang alias kebijakan militer. Namun, Gandhi melembarkan bagi nggak menggunakan cara itu.
So,
Mahatma Gandhi jadi sosok nan luar jamak karena bisa memerdekakan negaranya tanpa kekerasan.

Makara, jawaban yang paling tepat adalah
E. berhasil memerdekakan India tanpa kekerasan.

Baca Kembali:
Struktur Teks Biografi, Ciri, dan Prinsip Kebahasaan – Materi Bahasa Indonesia Inferior 10


Topik Soal 4: Puisi

Lega materi ini, elo berlatih tentang konsep syair, unsur yang membangun puisi, teknik membaca puisi, majas n domestik syair, penilaian dalam puisi, dan ragam puisi.

Gue punya dua contoh pertanyaan PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10 dan pembahasannya nan boleh elo pelajari. Yuk, simak!

Contoh Soal PAT Semester 2 Bahasa Indonesia Kelas 10 44
Alt text: Konseptual pertanyaan PAT semester 2 Bahasa Indonesia inferior 10, materi puisi.

Harapan isi larik/stanza pertama puisi tersebut adalah …

A. Menyatakan rakyat merupakan tangan yang jumlahnya jutaan.

B. Yang disebut rakyat adalah mereka yang berkarya keras.

C. Rakyat ialah kita yang berada di mayapada tersayang.

D. Rakyat adalah tangan nan mengayunkan cangkul.

E. Rakyat yaitu para buruh, bertegal, dan nelayan.

Jawaban: B.

Pembahasan

Stanza pertama pada puisi di atas menceritakan jutaan tangan yang berkreasi di bumi tanah tercinta. “Jutaan tangan” yang dimaksud di sini ialah rakyat yang kerja menyinkronkan dengan bineka macam pekerjaan, seperti petani, buruh pabrik, penangkap ikan, dan praktisi tambang. Rakyat ialah makna berpokok “tangan yang bekerja”.

Kini kita lihat opsi jawaban satu per suatu.

Opsi A menyebut “tangan nan jumlahnya jutaan”. Ini hanyalah kiasan, tepatnya majas hiperbola nan memperkuatkan sesuatu dari makna sebenarnya. Makara,
opsi A nggak tepat.

Pada opsi B, yang disebut rakyat yaitu mereka yang memeras tenaga. Jawaban ini sesuai. Kita
keep
dulu.

Opsi C hanyalah pengantar dari kalimat penting, ialah “rakyat adalah kita dan belum menjelaskan isi seluruhnya lega bait pertama.
Opsi C nggak tepat.

Opsi D juga nggak tepat,
karena namun bintang sartan keseleo satu contoh kalimat penjelas. “Rakyat ialah tangan yang mengayunkan cangkul” hanya menguraikan bagaimana rakyat bekerjamati-matian.

Puas opsi E, yang disebut rakyat adalah para buruh, berkebun, dan nelayan. Padahal, nggak tetapi itu. Suka-suka juga praktisi makdan yang digambarkan sebagai “meraba berawan di lombong besi dan batu bara”.
Opsi E salah.

Jadi, jawabannya yaitu
B. Yang disebut rakyat yaitu mereka yang bekerjamati-matian.

Baca Sekali lagi: 5 Kriteria Penilaian Puisi Beserta Formatnya – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

  1. Cermati puisi berikut!

Jangan di Sini Kita Mengetem

Kenapa di sini kita nangkring

Urut-urutan masih panjang bagi kita lewati

Jangan takut pada rintangan yang menahan

Lewatilah, hiraukanlah jerit yang menghujam hati

Toh, esok mereka pun bakal mengerti

Ini jurang bakal kita lompati

Dan lihat, di menyeberangi sana syamsu telah menanti

Jangan di sini kita berhenti

Urut-urutan masih panjang untuk kita lalui

Kalimat tanggapan (esai) yang sesuai dengan isi puisi tersebut merupakan ….

A. Isi puisi tersebut mengisahkan seseorang yang kecewa terhadap keinginannya yang tak pernah berujung datang.

B. Pengarang ingin menyorongkan, bahwa setiap orang memiliki urut-urutan hidup masing-masing dan jangan hasad terhadap khalayak lain.

C. Puisi tersebut menjelaskan, bahwa kita mudah-mudahan dapat meraih cita-cita dengan memaksudkan guna-guna sepanjang hayat.

D. Puisi tersebut terasa mengajak kita agar tidak tunduk dalam menghadapi rintangan arwah demi mencapai masa depan yang cerah.

E. Penulis puisi tersebut mengungkapkan asam garam dalam kehidupannya adapun cobaan yang dilalui seseorang.

Jawaban: D.

Pembahasan

Kita tatap satu per satu pilihan jawaban.

Opsi A terbatas tepat,
karena pada kalimat ketiga dan keempat puas stanza mula-mula, dabir justru menerimakan vitalitas, substansial “Jangan takut sreg hambatan nan membantut. Lewatilah, hiraukanlah teriakkan yang menghujam hati”. Seseorang memang kecut hati, tetapi masih ada motivasi untuk menghadapi rintangan.

Plong opsi B, tanggapan menjuluki kalau jangan dengki terhadap manusia tak. Padahal, isi puisi nggak menjelaskan sekali pun mengenai biang keladi yang iri dengan orang lain.
Opsi B pelecok.

Pada opsi C, puisi nggak pernah menyebutkan kata-kata tentang menuntut mantra. Makara,
opsi C salah.

Opsi D bisa dibilang tepat, karena kalimat ketiga pada stanza purwa menyebutkan “Jangan takut pada rintangan nan menghalangi”. Serupa itu pula pada stanza kedua, yaitu “Dan lihat, di seberang sana mentari telah menanti.” Yang dimaksud “mentari telah menanti” yakni perian depan cerah yang udah menanti. Kita
keep
dulu.

Pada opsi E, pengarang nggak menceritakan secara jelas, cobaan begitu juga segala apa nan dilalui seseorang.
Opsi E nggak tepat.

Jadi, kalimat tanggapan yang sesuai dengan isi tembang merupakan
D. puisi tersebut terasa mengajak kita hendaknya tidak menunduk dalam menghadapi rintangan nasib demi mencapai kala nanti nan cerah.

Baca Juga:
Struktur Sajak, Elemen, Ciri dan Contohnya! – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

Yuk, Belajar PAT Menyinkronkan Zenius!

Finally,
elo udah mempelajari okta- pola cak bertanya PAT semester 2 Bahasa Indonesia kelas 10 beserta pembahasannya. Jika elo mau kembali mempelajari topik-topik pertanyaan di atas, Zenius punya banyak video materi buat elo.

Elo tinggal klik susuk di bawah ini buat mengakses video materi bersumber contoh cak bertanya PAT Bahasa Indonesia semester 2 inferior 10. Pastikan elo udah punya akun Zenius, ya.

Contoh Soal PAT Semester 2 Bahasa Indonesia Kelas 10 45

Sekian dari gue. Seharusnya hipotetis soal PAT semester 2 Bahasa Indonesia papan bawah 10 di atas bisa mendukung elo makin siap buat menghadapi PAT.

Beli ketupat dan sate di negara Brasil. Atma PAT, hendaknya berhasil!

Source: https://www.zenius.net/blog/soal-pat-semester-2-bahasa-indonesia-kelas-10