Contoh Reaksi Eksoterm Dalam Kehidupan Sehari Hari

Reaksi Eksoterm dan Endoterm: Pengertian dan Perbedaan

eksoterm dan endoterm

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang

reaksi

eksoterm dan endoterm, betapa makin baiknya jika kita mengetahui makin dulu definisi dari termokimia.

Termokimia

Termokimia merupakan hobatan yang mempelajari

mengenai

perubahan hangat api bersumber suatu zat nan disebabkan makanya reaksi fisika dan kimia.

Termokimia ini termaktub ke dalam ilmu termodinamika nan membahas soal perubahan energi nan terjadi akibat reaksi kimia. Elemen-partikel penyusun zat terus mengalir secara konstan sampai menghasilkan energi kinetik yang berbanding lurus dengan suhu alias temperatur.

Artinya, ketika

sebuah

objek dalam kondisi suhu tinggi atau seronok, maka molekul penyusunnya bergerak cepat sehingga energi kinetik makin besar.

Energi itu sendiri datang dari mode yang dihasilkan oleh elemen penggarap zat.

Untuk mengetahui kalor nan ada di dalam sebuah benda, kaidah yang jamak dilakukan adalah mengukur suhunya. Makin tahapan suhu benda tersebut, maka lebih besar pun kalor yang terkandung di dalam benda tersebut.

Organ pengukur kandungan panas api di privat sebuah benda disebut dengan kalorimeter. Kalorimeter digunakan dengan cara mencampurkan dua zat ke dalam sebuah gelanggang. Alat ini memiliki dua jenis, yakni kalorimeter tekanan tetap dan piutang tetap.

Pengaplikasian termokimia dalam aktivitas manusia ialah mengetahui reaksi kimia di dalam badan ketika produksi energi dibutuhkan kerjakan kegiatan sehari-masa.

Baca juga: Penjelasan Mengenai Pembelahan Sel Mitosis dan Meiosis


Lingkungan dan Sistem


Sebelum mencerna apa itu endoterm dan eksoterm, penting juga bikin memahami apa itu konsep lingkungan dan sistem di privat reaksi kimia dan fisika.

Jadi lingkungan ini sebenarnya sisa alam yang berada di luar sistem, sistem ini sendiri ialah

bagian

alam yang diperhatikan oleh bani adam. Sistem ini merupakan zat yang cak semau di n domestik reaksi fisika dan kimia.

Contoh dari konsep lingkungan dan sistem ini yaitu reaksi air dengan garam. Air dan garam ini yaitu sistem reaksi, sementara itu tekanan awan dan suhunya adalah lingkungan.

Sistem ini sendiri terdiri menjadi tiga macam, yaitu sistem melangah, tertutup, dan terisolasi.

Sistem ternganga maksudnya yakni sistem yang ialah hasil dari hijrah energi sekaligus materi yang terjadi karena adanya interaksi antara sistem dengan lingkungan, Misalnya adalah pelarutan sebuah garam dapur di dalam gelas yang terbuka dengan memperalat api.

Provisional sistem

tertutup

ini berarti eksodus energi antara sistem dan lingkungannya, doang materinya tidak ikut berpindah. Contohnya pula melarutkan garam pendiangan di gelas saja kaca itu ditutup. Materi berpokok garam tersebut tidak bisa keluar akan hanya energi panasnya masih boleh keluar bersumber gelas dengan cara menempel plong tutup atau dinding gelas.

Sementara sistem terisolasi ialah tak adanya pemindahan materi dan energi antara sistem dan lingkungan.

Misalnya seperti memasukan air panas di dalam termos yang membuat panasnya tidak menghilang dan volume airnya tetap. Artinya, Air dan panas yang ada di termos tersebut bukan mengalami perubahan.

Baca juga: Memafhumi Perpindahan Bahang: Konduksi, Radiasi, dan Konveksi


Reaksi Eksoterm dan Endoterm



  • Denotasi Reaksi Eksoterm

Eksoterm ini semenjak berpokok dua istilah bahasa Yunani, yaitu ekspos (luar) dan term (kalor). Dengan kata lain, eksoterm ini merupakan suatu reaksi kimia yang menghasilkan kalor atau panas. Reaksi ini boleh terjadi karena adanya perpindahan yang terjadi dari sistem ke mileu. Evakuasi itu hasilnya mengakibatkan cuaca sekitar lebih menggiurkan.

Reaksi eksoterm ini bisa terjadi dengan cara yang alami maupun dengan dibuat. Teoretis eksoterm alami yakni air mengalir di sungai, metal berpuyan, dan juga pembakaran kayu.

Padahal eksoterm buatan contohnya adalah percobaan-percobaan nan dilakukan di dalam sebuah laboratorium seperti mencampurkan air dengan arang karbondioksida pekat.


Ciri-Ciri Reaksi Eksoterm:

  1. Bakal memaklumi apakah terserah reaksi eksoterm, maka boleh dilihat dengan ciri-ciri berikut ini:
  2. Sistemnya menyerap hangat api mileu
  3. Lingkungan

    menyerap panas api berpunca sistem
  4. Sistem dan lingkungan mempunyai jumlah kalor yang sama
  5. Apabila panas api sistem dan lingkungan dijumlahkan, maka jadinya adalah nol
  6. Kalor berpangkal mileu lebih kerdil dibanding kalor sistem pada akhir reaksi
  7. Jumlah entalpi (jumlah energi) komoditas kian kecil dibanding entalpi reaksi
  8. Transisi entalpi memiliki ponten destruktif
  9. Pelepasan energi boleh diketahui saat suhu meningkat karena dipanaskan, tetapi seandainya pemanasannya dihentikan reaksi akan patuh terjadi.

  • Contoh Reaksi Eksoterm

Contoh reaksi eksoterm nan minimum demap ditemui adalah peristiwa terjadinya api unggun. Kerumahtanggaan peristiwa itu kayu dibakar bagi menghasilkan api. Setelah papan terbakar kondisi di sekitar kayu bakar tersebut tiba suam menirukan panasnya api. Hal itu terjadi karena kayu bakar membebaskan kalor ke lingkungan.

Selain api unggun, kembang api pun juga demikian, di mana di sekitar kembang api itu akan terasa merangsang ketika dibakar dan menyalak.

Kemudian transendental lainnya adalah peledakan persinggahan, pembakaran kayu, sampai proses besi berkarat.


  • Denotasi Reaksi Endoterm

Endoterm juga semenjak dari dua kata bahasa Yunani, merupakan endon yang berarti n domestik dan term yang penting merangsang. Artinya, reaksi endoterm ini yakni reaksi bahang nan mulai sejak pecah lingkungan ikut ke dalam sebuah sistem ataupun sederhananya yaitu reaksi penghirupan kalor.

Reaksi endoterm ini membuat temperatur di mileu menjadi turun dan menjadi kian dingin karena adanya evakuasi panas. Keadaan itu terjadi karena endoterm ini sifatnya menyerap energi yang menyebabkan energi sistem kian, sahaja lingkungan berkurang.

Contoh dari reaksi endoterm di jiwa sehari-hari adalah fenomena fotosintesis di mana satu tumbuhan menyerap kalor surya dan kemudian menaikan energi reaksinya.


Ciri-ciri Reaksi Endoterm:

  1. Produk memiliki energi bertambah banyak dibanding reaktan
  2. Energi nikah produk lebih raksasa dibanding reaktan
  3. Persilihan entalpi memiliki nilai positif
  4. Ikatan kimia bisa melepaskan energ

    i

  • Contoh Reaksi Endoterm

Contoh reaksi endoterm dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika menggoreng bahan makanan. Privat proses wajan pada umumnya membutuhkan kompor, minyak goreng, penggorengan, dan bulan-bulanan nan akan digoreng, internal hal ini misalnya adalah telur.

Lega proses tersebut, telur yaitu sistem, lingkungan adalah minyak rendang dan udara. Karena wajannya tak ditutup maka sistemnya merupakan terbabang.

Saat digoreng, telur akan semakin memanas karena lingkungannya, yaitu minyak goreng suhunya meningkat akibat dipanaskan dengan api.

Ketika proses penggorengan itu, terjadi pemindahan materi sekaligus kalor berpokok sistem ke lingkungan.

Perpindahan panas api itu dimulai dari api, memfokus ke wajan, wajan kemudian meman
as
centung minyak sayur, dan minyak goreng memanaskan tempe hingga matang.

Contoh lainnya merupakan proses pemanggangan roti, memproduksi sakarosa dengan fotosintesis, mencairnya es batu, dan melarutkan garam bisikan ke intern air seronok.


  • Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Eksoterm

Endoterm

Skor perlintasan entalpi negatif

Nilai pertukaran entalpi positif

Terjadi pembebasan hangat api

Membutuhkan penyerapan bahang

Hawa sistem bertambah tinggi dibanding mileu

Suhu sistem lebih rendah dibanding lingkungan

Kalor berpindah ke sistem mileu

Kalor berpindah dari lingkungan ke sistem

Terjadi kenaikan suhu

Terjadi penurunan suhu

Demikianlah pembahasan tentang reaksi eksoterm dan endoterm. Di Sampoerna Academy, materi kimia seperti reaksi eksoterm dan endoterm akan diajarkan dengan cara menggunakan perangkat teknologi dan strategi penataran yang kolaboratif.

Hal itu dilakukan seharusnya siswa dari

Sampoerna Academy

dapat meluaskan keterampilan seperti daya kreasi dan pintasan, komunikasi dan kolaborasi, pemikiran kritis dan pemecahan ki kesulitan, serta penelitian.

Referensi
Harapanrakyat.com – Reaksi eksoterm dan endoterm

Source: https://www.sampoernaacademy.sch.id/id/eksoterm-dan-endoterm/