Contoh Soal Belajar Bahasa C

Kerumahtanggaan bahasa C (dan juga bahasa turunan C seperti C++, PHP dan Java), terletak 3 buah
struktur tautologi
atau
looping, yakni
tautologi for,
perulangan while
dan
perulangan do while.

Dalam tutorial bahasa pemrograman C kali ini kita akan bahas perulangan for bahkan dahulu.


Denotasi Struktur Perulangan For Bahasa C

Struktur perulangan
(alias dalam
bahasa inggris
disebut dengan
loop) adalah instruksi kode program yang bertujuan kerjakan mengulang bilang saf perintah.

Dalam mereka cipta perulangan, kita sedikitnya harus memahami 3 suku cadang:

  1. Kondisi
    semula perulangan.
  2. Kondisi pada
    saat kelewahan.
  3. Kondisi yang harus dipenuhi agar
    perulangan
    berhenti.

Berikut format dasar struktur perulangan for dalam bahasa C:

for (start; condition; increment)  {    // kode program    // kode acara }
      

Berangkat
adalah kondisi sreg momen awal repetisi. Biasanya kondisi sediakala ini berisi perintah buat menerimakan nilai kepada
variabel counter.
Luwes counter
koteng adalah sebuah lentur yang akan menentukan berapa banyak kemubaziran dilakukan. Kebanyakan programmer menggunakan variabel
i
sebagai fleksibel counter (ini tidak harus).

Condition
yaitu kondisi yang harus dipenuhi agar iterasi bepergian. Selama kondisi ini terlampiaskan, maka
compiler
bahasa C akan terus melakukan perulangan. Misalnya condition ini berisi perintah
i < 5, maka selama
variabel counter
i
digdaya angka yang kurang berpokok 5, maka untuk tautologi.

Increment
ialah bagian yang dipakai kerjakan memproses variabel counter mudahmudahan boleh memenuhi kondisi akhir repetisi. Bagian ini akan cangap di eksekusi di setiap repetisi.

Disebut
increment
karena galibnya mandraguna operasi increment seperti
i++, nan sekelas dengan
i = i + 1
. Maksudnya, privat setiap perulangan naikkan lentur i sebanyak 1 angka. Namun kita sekali lagi boleh mengasihkan poin lain, misalnya
i = i + 2, sehingga plastis counter akan menanjak 2 biji setiap perulangan

Sebagai tambahan, terdapat istilah
iterasi
(iteration), nan penting 1 kali tautologi. Istilah ini cukup majuh dipakai ketika membahas tentang struktur iterasi.

Baik, cukup dengan teorinya mari kita timbrung ke abstrak praktek.


Contoh Kode Program Perulangan For Bahasa C

Ibarat abstrak purwa, saya ingin menampilkan teks  “Hello World” sebanyak 5 kali. Berikut kode programnya:

#include <stdio.h>  int main(void) {   int i;   for (i = 1; i < 5; i++) {     printf("Hello World \cakrawala");   }   return 0; }

Di baris 5 saya membuat sebuah elastis
i
yang di set dengan tipe data
integer. Variabel ini nantinya akan saya pakai umpama
luwes counter, ialah variabel yang menentukan kondisi akhir kemubaziran.

Perintah di baris 6, yaitu
for (i = 1; i < 5; i++), bisa dibaca:

“Jalankan iterasi, mulai dari lentur
i = 1
setakat
i < 5. Dalam setiap iterasi, naikkan ponten variabel i sebanyak 1 angka memperalat perintah
i++“.

Berikut hasilnya:

Hello World Hello World Hello World Hello World

Pertanyaannya, kenapa saja tampil 4 baris “Hello World“? Padahal kita mengulang dari
i = 1
sampai
i < 5.

Ini berkaitan dengan pemakaian tanda. Kondisi akhir perulangan adalah

i < 5
, yang artinya akan selalu bernilai
true
jika i kurang dari 5, tapi jika sudah sampai dengan 5 maka kondisi menjadi
false
dan perulangan berhenti.

Hendaknya wacana “Hello World” bisa tampil sebanyak 5 kali, ada 2 alternatif, yakni mengubah kondisi mulanya menjadi
i = 0, maupun memungkirkan kondisi pengunci menjadi
i <=5. Seleksian kedua ini tambak lebih baik:

#include <stdio.h>  int main(void) {   int i;   for (i = 1; i <= 5; i++) {     printf("Hello World \n");   }   return 0; }

Hasil kode program:

Hello World Hello World Hello World Hello World Hello World

Masa ini referensi “Hello World” mutakadim tampil sebanyak 5 kali. Sekali pun, hati-hati dengan menggunakan tanda perbandingan, terutama antara “<” dengan “<=“.

Di internal perulangan, kita juga bisa mengakses
plastis counter
sama dengan transendental berikut:

#include <stdio.h>  int main(void) {   int i;   for (i = 1; i <= 5; i++) {     printf("Hello World %i \tepi langit",i);   }   return 0; }

Hasil kode acara:

Hello World 1 Hello World 2 Hello World 3 Hello World 4 Hello World 5

Sekarang selepas teks “Hello World“, tampil angka yang berasal dari skor variabel i. Karena n domestik setiap tautologi luwes counter
i
akan dinaikkan 1 angka (proses
increment), maka nilainya juga akan panjat 1 angka untuk setiap tautologi.

Variabel counter i juga tidak haris di increment, tapi juga bisa di
decrement
buat membentuk perulangan menurun. Berikut contohnya:

#include <stdio.h>  int main(void) {   int i;   for (i = 5; i >= 1; i--) {     printf("Hello World %i \t",i);   }   return 0; }

Hasil kode acara:

Hello World 5 Hello World 4 Hello World 3 Hello World 2 Hello World 1

Kode kita sangat mirip seperti sebelumnya, tapi perhatikan perintah for di baris 6:
for (i = 5; i >= 1; i--). Ini bisa dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai semenjak variabel
i = 5
sampai
i >= 1. N domestik setiap iterasi, turunkan nilai elastis i sebanyak 1 angka menggunakan perintah

i--
“.

Hasilnya, nilai variabel counter i akan berkurang 1 angka internal setiap iterasi.

Sebagai contoh terakhir, bisakah ia membentuk perulangan untuk membentangkan angka kelipatan 3 sebanyak 10 barangkali? Hasil akhir yang kita inginkan merupakan sebagai berikut:

3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

Terwalak beberapa cara bagi menghasilkan lajur ini. Pertama, tukar di sisi block perintah yang akan dijalankan. Dimana variabel counter i tetap naik dari 1 sebatas 10:

#include <stdio.h>  int main(void) {   int i;   for (i = 1; i <= 10; i++) {     printf("%i ",i*3);   }   printf("\n");   return 0; }

Hendaknya menghasilkan poin nan panjat kelipatan 3, teknik yang dipakai adalah mengalikan nilai variabel counter i dengan biji 3 untuk setiap kelewahan.

Cara kedua adalah memodifikasi proses
increment
dari variabel counter:

#include <stdio.h>  int main(void) {   int i;   for (i = 3; i <= 30; i = i + 3) {     printf("%i ",i);   }   printf("\ufuk");   return 0; }

Perhatikan perintah perulangan for di baris 6. Perintah
for (i = 3; i <= 30; i = i + 3)
bisa dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai berpunca variabel
i = 3
sebatas
i <= 30. Dalam setiap iterasi, naikkan nilai plastis i sebanyak 3 angka menggunakan perintah
i = i + 3
“.

Teknik ini nyana jarang dipakai, tapi itu bisa dilakukan.

Contoh kode program perulangan (loop) FOR bahasa pemrograman C


Dalam tutorial kali ini kita sudah lalu membahas adapun perulangan (looping) for. Nantinya looping ini boleh dikombinasikan seterusnya misalnya bakal mewujudkan perulangan bersarang (nested loop). Tapi bagi berikutnya kita akan lanjut dulu ke bentuk iterasi kedua kerumahtanggaan bahasa C, ialah perulangan WHILE.

Source: https://www.duniailkom.com/tutorial-belajar-c-perulangan-for-bahasa-c/