Panca LANGKAH Belajar AL QUR’AN HADITS Plong TINGKAT MADRASAH ALIYAH

Sep 2, 2022

7501

LIMA LANGKAH  BELAJAR AL QUR’AN HADITS PADA TINGKAT MADRASAH ALIYAH


LIMA LANGKAH  BELAJAR AL QUR’AN HADITS PADA TINGKAT MADRASAH ALIYAH

Maka dari itu : Susanti S.Ag. (Guru PAI puas MA Muhammadiyah Saningbakar) A. Mukaddimah Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah terdiri atas empat mata les, yaitu : Al-Qur’an-Hadits, Akidah-Akhlak, Fikih, dan Ki kenangan Kultur Islam. Per mata pelajaran tersebut pada dasarnya ubah terkait, isi mengisi dan melengkapi. Al-Qur’an-Hadits ialah perigi penting ajaran Islam, dalam keefektifan anda merupakan sumur akidah-akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, muamalah), sehingga kajiannya produktif di setiap partikel tersebut Al-Qur’an-Hadits, menegaskan pada kemampuan baca tulis yang baik dan sopan, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya privat kehidupan sehari-waktu. Mata tuntunan Al-Qur’an-Hadits di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata tuntunan Pendidikan Agama Selam yang yakni peningkatan dari Al-Qur’an-Hadits nan telah dipelajari maka itu peserta di MTs/SMP. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari, memperdalam serta memperkaya kajian al-Qur’an dan al-Hadits. Peningkatan tersebut mencantol sumber akar-bawah keilmuannya umpama persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan yang bertambah tinggi, serta memahami dan menerapkan tema-tema tentang makhluk dan tanggung jawabnya di muka marcapada, demokrasi serta pengembangan guna-guna pengetahuan dan teknologi dalam perspektif al-Qur’an dan al-Hadits perumpamaan persiapan lakukan atma bermasyarakat. Secara faktual, mata pelajaran Al-Qur’an-Hadits n kepunyaan kontribusi dalam menerimakan cambuk kepada siswa buat mempelajari dan mempraktikkan petunjuk dan nilai-angka yang terkandung intern al-Qur’an-hadits bak perigi utama ajaran Selam dan sekaligus menjadi pencahanan dan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-waktu. Mata pelajaran Al-Qur’an-Hadits bertujuan kerjakan: a. Meningkatkan kecintaan pesuluh terhadap al-Qur’an dan hadits b. Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat intern al-Qur’an dan hadits misal pedoman kerumahtanggaan menyikapi dan menghadapi nyawa c. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan al-Qur’an dan hadits yang dilandasi oleh dasar-pangkal alamiah tentang al-Qur’an dan hadits. Al Qur’an merupkan kitab Allah yang diturunkan kepada Rasul saw yang harus di imani setiap muslim. Padahal Hadits merupkan polah sira yang dicerminkan dari al Qur’an. Beriman kepada kitab Allah adalah riuk satu akur iman yang ke tiga. Percaya kepada Al-Qur’an harus dibuktikan dengan mempelajarinya dan mengajarkannya kepada insan bukan. Mempelajari Al-Qur’an adalah kunci keberhasilan hidup dunia dan akhirat. Dengan mempelajari Al-Qur’an Hadits maka seseorang akan mempunyai banyak pengetahuan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan basyar lain. Mempelajari Al-Qur’an Hadits berarti berlatih membacanya dan menulisnya memahaminya, menganmalkan dan menghafalnya Bagi seorang pendidik , diantara tugas yang memerlukan kebulatan hati yang suntuk dan kepedulian yang ekstra yaitu tugas mencari metode terbaik untuk mengajarkan Al-Qur’an Hadits kepada anak asuh- anak, sebab mengajarkan Al-Qur’an Hadits ( kepada mereka ) merupakan salah suatu daya dalam wahi Islam. Tujuannya adalah agar mereka tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Hati merekapun dapat dikuasai dengan cahaya hikmah, Para sahabat telah mengetahui urgensi memelihara Al-Qur’an dan pengaruhnya. Maka dari itu karena itu menurut Abdul Mukti (1987,214) Rasulullah menganjurkan kepada umatnya kerjakan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak- anaknya sesuai dengan anjuran Utusan tuhan. وقا Ù„ النبي صلى الله عليه وسلم , خيركم من تعلم ا لقران وعلمه (رواه البخار) Artinya : “ Nabi Muhammad SAW bercakap, seindah-baik kamu adalah bani adam yang membiasakan Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori) Diadalam Hadits yang tak Rasulullah SAW juga berbicara : وقال ابن مسعود : اقرءواالقران فانكم تؤجرون عليه بكل حرف عشر حسنات اماانى لااقول الحرف الم ولكن الالف حرف واللام حرف والميم حرف (رواه الترمذى) Artinya : “Telah berujar Anak lelaki Mas’ud, bersabda Rasul SAW; Bacalah olehmu Al-Qur’an, maka sememangnya anda akan diberi pahala dengan setiap lambang bunyi itu deka- kabaikan. Tidak lah aku katakan Alif Lam Mim, itu satu lambang bunyi, tetapi alif satu huruf, lam satu abjad dan mim satu lambang bunyi.” (HR. At-Tumudzi) Beralaskan Hadits diatas banyak sekali kebaikan dan keutamaan yang akan diterima oleh basyar yang membaca Al-Qur’an. Secara logika apabila yang membaca hanya banyak sekali keutamaannya apalagi anak adam yang mentadabburinya. tentu lebih banyak dan lebih penting. Karena itu menurut Ahmad Syarifudin (2005,76) belajar menulis dan menyalin Al-Qur’an juga bukan kalah mulianya dengan sparing mendaras (qiro’ah), menterjemahkan, memahami dan mentafsirkannya. Karena dengan menulis Al-Qur’an maka akan menjadi amal jariyah bikin kita, dimana apabila tulisan kita dibaca makanya hamba allah tidak, maka kita akan medapatkan pahala dari apa yang kita tulis. Rasulullah SAW bersabda : ان ممايلحق المؤمن من عمله وحسناته بعدموته : علمانشره وولداصالحاتركه أومصحفاورثه اومسجدا بناه اوبيتالابن السبيل بناه اونهراأجراه اوصدقةاخرجهامن ماله فى صحته وحياته تلحقه بعد موته (رواه ابن ماجه) Artinya : “Sesungguhnya amal dan kebajikan yang dapat menyusul orang mukmin sehabis sira meninggal dunia diantaranya yaitu : ilmu yang dia sebarkan, anak sholeh nan dia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang dia wariskan, zawiat yang dibangunnya, apartemen tinggal bagi perantau yang dia bangun, bengawan yang dia alirkan (irigasi), dan sedekah harta nan dikeluarkannya saat sehat dan hidup. Seluruh amal dan kebajikan ini akan menyusul orang mukmin sepeninggalnya semenjak manjapada.” (HR. Ibnu Majah dan Ibni Khuzaimah berpunca Debu Hurairah r.a) Plong tulisan nan singkat ini penulis ingin menawarkan kepada para pembaca lima langkah dalam mempelajari al Qur’an Hadits. Untulk siswa tingkat Madrsah Aliyah yang sudah penulis trapkan dalam proses penerimaan. B. PEMBAHSAN a. Konotasi Metode Pendidikan Kata ‘metode’ berasal bermula bahasa Yunani methodos yang berarti “cara ataupun jalan”. Didalam bahasa inggris disebut method dan bahasa arab menterjemahkannya dengan thariqoh dan manhaj. Didalam bahasa Indonesia introduksi tersebut mengandung kemustajaban cara yang teratur dan berpikir dalam-dalam baik-baik bakal mencapai maksud atau cara kerja nan berstruktur buat melicinkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. Jadi metode pendidikan adalah cara nan terintegrasi dan nanang baik-baik yang digunakan untuk mengasihkan pelajaran kepada peserta didik. (Erwati Aziz: 2003, 79) Metode kembali berarti mandu atau perkembangan nan ditempuh atau dilalui cak bagi mencecah tujuan tertentu dan metode mengajar adalah jalan nan harus dilalui lakukan mengajar anak didik cak agar dapat mencapai pamrih membiasakan mengajar. (Ramayulis:2001,2) Suka-suka pun yang mengartikan metode mengajar merupakan perkakas atau kaidah lakukan mencapai tujuan pengajaran, sedangkan metode privat mengajar adalah teknik presentasi yang dikuasai guru untuk mengajar alias menyajikan bahan cak bimbingan kepada siswa didalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan dipraktekan makanya siswa dengan baik. (A. Muardi C dan Paimun: 1982,39) Tujuan pengajaran pada hakikatnya adalah satu proses memungkirkan anak asuh jaga, dimana sebelum dilibatkan dalam satu kegiatan, anak didik tersebut sesudah mengalami kegiatan kerumahtanggaan tahun tertentu. Oleh karena itu berhasil tidaknya suatu indoktrinasi ditentukan maka itu berbagai macam macam faktor diantaranya merupakan faktor metode. Begitu juga dengan indoktrinasi yang berbahasa Arab. Sumardi (1974: 7) menyatakan: “Internal pengajaran bahasa asing salah satu segi yang sering disoroti ialah segi metode. Sukses tidaknya satu program pengajaran bahasa seringkali dinilai berasal segi metode nan digunakan. Sebab metodelah yang menentukan isi kerumahtanggaan mengajarkan bahasa”. Hal ini menunjukkan, bahwa metode secara masyarakat maupun metode untuk pengajaran bahasa Arab boleh membidikkan kejayaan membiasakan anak asuh serta memerosokkan kerjasama dalam kegiatan belajar mengajar antara pendidik dengan anak pelihara. Di samping itu metode Juga dapat memberikan inspirasi pada anak didik melalui proses hubungan nan serasi antara pendidik dan anak asuh didik seiring dengan pamrih pendidikan (Muhaimin, 1993: 232). Beralaskan uraian diatas maka boleh disimpulkan bahwa metode pendidikan adalah pendirian yang terkonsolidasi, sitematis, dan teknik presentasi materi pembelajaran yang disampikan makanya pendidik hendaknya murid didik dapat menangkap, memahami dan mengamalkan materi pelajaran dalam gambar mencapai tujuan penerimaan yang telah ditentukan. b. Metode Pembelajaran Al Qur’an Hadits Ada beberapa metode penataran yang biasa digunakan privat proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits, diantaranya adalah : 1. Metode Ceramah Metode lektur adalah metode formal, metode ini paling kecil banyak dilakukan oleh para pendidik lamun umurnya minimum tua. Pola interaksi dalam pembelajaran merupakan satu arah (penyemat suntik), dimana guru mengasihkan informasi/pengetahuan secara aktif sedangkan peserta berpose pasif mengakui mualamat. (Jamal Ma’mur Asmani: 2010,139-140) Menurut Fatah Terima kasih (2005,137) pada lengkap pembelajaran diatas, komunikasi nan terjalin adalah satu arah dengan guru sebagai pusatnya (Teacher centered), dimana suhu menyampaikan pelajaran dengan bersyarah dan pesuluh didik mendengarkan dan menyadari (anak didik pasif), gurulah yang merencanakan, menyelesaikan dan melaksanakan apa sesuatu. Cermin ini banyak kelemahannya diantaranya adalah : suasana kelas normatif, hawa cenderung kahar sebab hubungan hawa dengan anak jaga sama dengan pejabat dan kaki tangan, anak didik sudah lalu faham apa belum akan halnya materi yang disampaikan temperatur tidak boleh mengarifi dengan cepat. 2. Metode Penugasan Metode ini pun sudah lama dipraktekan para pendidik di Indonesia. Kebanyakan metode ini dilakukan guru ketika enggak bisa masuk kelas karena berhalangan, sehingga daripada inferior riuh-rendah maka siswa diberi tugas mengerjakan sesuatu yang ada kaitannya dengan pelajaran saat itu. Metode ini juga bisa berarti PR (pekerjaan rumah) bagi siswa, yaitu semberap tugas nan harus diselesaikan oleh siswa diluar jam sekolah. (Arif Armai: 2002, 164) 3. Metode Drill/ Latihan Karena anju-persiapan pembelajaran dalam referat ini memperalat metode drill, maka bikin pembahasan metode drill penulis akan menguraikan lebih detail dibandingkan dengan metode lainnya. Metode drill adalah suatu kegiatan internal melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempumakan suatu kegesitan supaya menjadi permanen. (Shalahuddin: 1987, 100). Suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan perkembangan melatih anak-anak terhadap bahan tutorial yang sudah diberikan. (Zuhairini: 1983,106) Menurut Zuhairini (1983: 107) cak semau bilang manfaat metode drill diantaranya adalah umpama berikut : a. Dalam waktu nisbi singkat, cepat dapat diperoleh penguasaan dan ketangkasan yang diharapkan b. Para murid akan memiliki warta siap. c. Akan menanamkan plong anak-anak kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin. Sementara itu kelemahan metode drill adalah bagaikan berikut : a. Menahan talenta dan inisiatif siswa b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada mileu c. Menciptakan menjadikan kebiasaan nan preskriptif d. Menimbulkan verbalisme 4. Metode Sorogan Sorogan ialah ciri khas penerimaan model pesantren, dimana santri satu persatu maju, untuk menyetorkan pendudukan ilmunya kepada temperatur/ustadz, maupun santri tersebut akan mendapatkan tambahan ilmu dari ustadz akan sekadar dengan model pelayanan basyar. (Arif Armai: 2002,150) c. Lima Awalan Belajar Qur’an Hadits bagi Siswa MA a. Membaca Sreg tataran ini guru memulai dengan membaca dengan baik dan bermartabat. Pesuluh mendengarkan. Kemudian guru mempersilahkan siswa membacanya secara sendiri-sendiri. Sesudah itu guru merampus murid bakal membacakan ayat/hadits yang sedang dipelajari, kemudian siswa yang lain memperhatikan referensi temannya yang menengah tampil. b. Menulis/Dikte Menulis yang dimaksaudkan ialah menuliskan ayat-ayat / hadits yang dipelajari dengan mengawasi tex ayat/hadits secara sederum. Persiapan ini pun dapat dilakukan dengan cara temperatur mendiktekan ayat / hadits yang diplejari. Akan tetapi siswa harus tau bagaiman tatacara penulisan ayat/hadits. Buat dapat menulis atau menyalin ayat Al-Qur’an dan Hadits seseorang harus menguasai huruf hija’iyah. Huruf-huruf itu terserah yang dapat mengikat dan disambung, ada nan bisa disambung tetapi lain bisa merintih. Masing-masing mempunyai bentuk huruf sesuai posisinya (di depan, perdua, belakang ataupun terpisah). Sebagai halnya n domestik tabulasi berikut : contoh Di akhir Di tengah Di semula Menggermang sendiri Bunyi Tanda ا ا ا ـــــــا ـــ ـــ ا – Alif بــــبـــب ـــــــب ـــبــــ بـــــــ ب b Ba تــتــــت ـــــــت ــــتـــــ تـــــــ ت kaki langit Ta ثــــثـــث ـــــــث ـــــثــــ ثـــــــ Ø« ts Tsa جـــجــج ـــــــج ـــجـــــ جــــــ ج j Jim حـــحـــح ـــــــح ــــحــــ حــــــ Ø­ ch ha خــخـــخ ـــــــخ ـــــخــــ خــــــ Ø® kh Kho د د د ـــــــد ـــ ـــ د d Dal Ø° Ø° Ø° ـــــــذ ـــ ـــ Ø° dz Dzal ر ر ر ــــــر ـــ ـــ ر r Ra ز ز ز ــــــز ـــ ـــ ز z Za ســســس ـــــس ـــســـ ســـــ س s Sin شــشــش ـــــش ــــشـــ شـــــ Ø´ sy Syin صــصــص ــــص ــــصـــ صــــ ص sh Shod ضــضــض ــــض ــــضـــ ضــــ ض dh Dhad طــطـــط ــــــط ــــطـــ طــــــ Ø· th Tha ظـــظـــظ ــــــظ ـــــظـــ ظــــــ ظ zh Zho عــعــــع ــــــع ـــــعــــ عــــــ ع ‘ ‘indra penglihatan غـــغـــغ ــــــغ ـــــغـــ غــــــ غ gh Ghain فـــفــــف ــــــف ـــــفــــ فـــــــ ف F Fa قـــقــــق ــــــق ـــــقـــ قــــــ Ù‚ Q Qaf كـــكـــك ــــــك ــــكــــ كــــــ Ùƒ K Kaf لـــلــــل ــــــل ــــلــــ لــــــ Ù„ L Lam مـــمــــم ــــــم ــــمــــ مـــــ Ù… M Min نـــنـــن ــــــن ــــنــــ نـــــ Ù† N Nun Ùˆ Ùˆ Ùˆ ــــــــو ـــ ـــ Ùˆ W Wawu هـــهـــه ــــــــه ـــهــــ هــــــ Ù‡ H Ha ـــــــلا ـــــــلا — لا L Lam alif —- — —- Ø¡ ‘ Hamzah يــيـــي ــــــي ـــــيـــ يــــــ ÙŠ Y Ya Grafik Tatap di http://staff.undip.ac.id/sastra/fauzan/2009/07/22/menggambar-huruf-arab/ c. Menterjemahkan Perkata Menterjamahkan ayat/hadits perkata maksaudya adalah mengalihbahasakan /memahamkan kata-perkenalan awal ayat/hadits yang sedang dipelajari. Langkah ini dapat dilakukan dengan melihat kamus bahasa arab. Kamus yang sederhana adalah kamus bahsa arab karangan Mahmud Yunus. Alias meluluk al qur’an yang sudah diterjemahkan perkata. Dan itu sudah banyak yang diterbitkan. Akan tetapi dalam menterjemahkan siswa hanya menuliskan kata-alas kata yang belum ia ketahui artinya. Sedangkan yang sudah di ketahui artinya tidakboleh pula di tuliskan. d. Mengetahui Mengerti ini maksudnya sehabis peserta dapat menterjemahkan secara menyeluruh ayat/hadits nan sudah diplejari tersebut maka pesuluh dipersilahkan untuk berdiskusi mengenai harapan ayat/hadits tersebut. Ini juga tidak terlepas dari peranan guru dalam memberikan pemahaman maksud ayat/hadits dan di tambah dengan reperensi partisan. e. Menghafal Tugas selanjutnya petatar ialah menghafal ayat/hadits nan semenjana dipelajari. Dalam menghafal ini menurut Sa’dullah (2008,52-54) ada sejumlah metode dalam mempermudah menghafal Al-Qur’an, diantaranya adalah : 1. Bi Nazhar yaitu membaca tautologis-ulang dengan melihat mushaf 2. Tahfizh yaitu menghafalkan sedikit demi adv minim ayat-ayat/ hadits yang sudah dibaca secara bi Nazhar. 3. Talaqqi yaitu menyetorkan alias memperdengarkan hafalan yang baru dihafalkan kepada seorang guru atau penatar. 4. Takrir yakni mengulang hafalan atau menandai-sima’-kan yang rangkaian dihafalkan kepada temperatur yang hafal. 5. Tasmi’ ialah memperdengarkan hafalan baik kepada orang per orang maupun kelompok jama’ah C. PENUTUP Diantara tugas pendidik yang terpenting dan memerlukan ketekunan serta kepedulian yang ekstra adalah tugas mengejar metode terbaik untuk mengajarkan Al-Qur’an/Hadits kepada siswa, sebab mengajarkan Al-Qur’an/Hadits kepada pesuluh merupakan salah satu pokok dalam ajaran Islam, dan metode sangat menentukan kemajuan tujuan pendidikan. Ada banyak metode didalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadits. Panca langkah yang penulis tawarkan untuk tingkat Madrasah Aliyah agaknya sangat ampuh bakal diterapkan sesuai dengan pengalaman penyadur bilang tahun mangkat. Demikian tulisan ini penulis sampaikan mudah-mudahan memambah cakrawala pembaca dalam penataran alqur’an hadits. Daftar pustaka Armai, Arif. (2002). Pengantar Ilmu dan Methodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press Asmani, Jamal Ma’mur. (2001). Tips menjadi master inspiratif, berada dan inovatif, Yogyakarta: Diva Press Aziz, Erwati. (2003). Kaidah-Cara Pendidikan Islam, Solo: Tiga Serangkai http://staff.undip.ac.id/sastra/fauzan/2009/07/22/batik-fonem-arab/ Muhaimin dan Abdul Mujib. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Kaiya. Mukti, Abdul. (1987), Manhalul ‘Irfan, Aji-aji tajwid dan Tata susila Membaca Al-Qur’an, Bandung: Sinar baru Peraturan Nayaka Pendidikan Kebangsaan Nomor : 22 tahun 2006 adapun Standar Isi Ramayulis. (2001). Metodologi Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Titit Mulia Sa’dullah. (2008). 9 Cara praktis menghafal Al-Qur’an, Jakarta: Gema Insani Press Shalahuddin, Mahfud. (1987). Metodohgi Pencekokan pendoktrinan Agama. Surabaya: Bina Ilmu. Sumardi, Muljanto. (1974). Pengajaran Bahasa Asing Sebuah Tinjauan dari Segi Metodohgi., Jakarta: Bulan Bintang. Syarifudin, Ahmad. (2005), Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an, Cet- 2, Jakarta: Gema Insani Press Syukur, Fatah. (2005). Teknologi Pendidikan, Semarang: Rasail Zuhairini, dkk. (1983). Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Aksi Kebangsaan.