Contoh Soal Mata Pelajaran Logika Komputer

Sobat Zenius luang gak sih kalau dalam kursus Matematika, elo bukan hanya mempelajari angka dan perhitungan namun. Namun, terdapat materi yang dipelajari selain hitung-cak menjumlah, yaitu materi logika matematika.

Apa itu logika ilmu hitung? Tentu itu merupakan salah satu cak bertanya ketika elo purwa siapa mengerti jikalau ternyata Matematika juga memiliki materi selain hitung-hitungan.

Nah, untuk menjawab tanya tersebut, di artikel boleh jadi ini, gue bakalan menjelaskan mengenai definisi dan topik materi adapun logika matematika dengan lebih detail.
Silakan, simak ulasannya di radiks ini.

Logika Matematika - Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Biimplikasi 9
Illustrasi berpikir menggunakan ilmu mantik (Dok. Zenius)


Signifikansi Logika Ilmu hitung

Sebelum membincangkan seterusnya adapun topik dalam materi ini, ada baiknya elo sempat pengertian logika matematika terlebih lewat.

Ilmu mantik matematika yaitu pernalaran atau bisa dikatakan sebagai landasan tentang bagaimana kaidah kita mencuil kesimpulan dari suatu hal alias kondisi tertentu.

Makara, dengan mempelajari materi ini, elo untuk bisa berpikir dengan lebih responsif dan rasional sehingga nantinya keputusan yang diambil lebih objektif dan tidak bias.

Cukuplah, karena elo telah senggang apa itu ilmu mantik matematika, seterusnya, gue lakukan bahas kian detail akan halnya topik-topik kerumahtanggaan materi ini yang mencaplok  pernyataan, ingkaran, konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi lengkap dengan grafik kebenaran, tanda baca, dan hipotetis logika matematika dari setiap topik tersebut.
Check it out!


Pernyataan

Plong dasarnya, pernyataan logika matematika yaitu suatu kalimat yang bernilai etis ataupun salah, hanya tidak keduanya.

Sementara itu, satu kalimat dikatakan bukan pernyataan seandainya kita tak dapat menentukan apakah kalimat tersebut benar maupun salah alias mengandung denotasi relatif.

Terdapat dua jenis pernyataan, merupakan pernyataan tertutup dan pernyataan terbuka. Pernyataan terkatup ialah pernyataan yang sudah bisa dipastikan nilai kebenarannya, sementara itu pernyataan termengung yaitu pernyataan nan belum dapat dipastikan nilai kebenarannya.

Contoh:

  • 8 + 2 = 10 (pernyataan terpejam nan bernilai bersusila)
  • 4 × 6 = 20 (pernyataan tertutup yang bernilai salah)
  • 5a + 10 = 40 (pernyataan terbuka, karena harus dibuktikan kebenarannya)
  • Jarak Jakarta-Bogor yakni akrab (tak pernyataan, karena dekat itu relatif)


Ingkaran/Negasi (~)

Ingkaran didefinisikan sebagai sebuah pernyataan yang memiliki nilai validitas yang berlawanan dengan pernyataan semula. Berikut adalah simbol dan tabel kesahihan ingkaran/negasi.

p ~p
B S
S B

Artinya, seandainya suatu cak bertanya (p) bernilai benar (B), maka ingkaran (q) akan bernilai salah (S). Serupa itu pula sebaliknya.

Pola:

p : Semua murid menguap tentamen

~p : Ada pelajar yang tak menguap ujian


Pernyataan Majemuk

Pernyataan berjenis-jenis merupakan pernyataan gabungan dari beberapa pernyataan tunggal yang dihubungkan dengan pengenalan hubung. Pernyataan berbagai rupa di dalam logika matematika terdiri dari disjungsi, konjungsi, implikasi, dan biimplikasi.

Konjungsi (∧)

Suatu pernyataan p dan q dapat digabungkan dengan memperalat kata sambung ‘dan’ sehingga menciptakan menjadikan pernyataan bermacam-macam ‘p
dan
q’ yang disebut kata penghubung yang dilambangkan dengan “p∧q”. Berikut adalah bunyi bahasa dan tabulasi keabsahan kata sambung.

p q p∧q
B B B
B S S
S B S
S S S

Dari tabel di atas bisa disimpulkan bahwa dalam konsep konjungsi akan bernilai ter-hormat takdirnya dan hanya jika kedua pernyataan (p dan q) etis.

Contoh:

Fiil telah makan berlatih dan bersantap.

Misalkan, lakukan dapat diizinkan bermain oleh Ibu, Budi harus menyempurnakan kondisi di atas. Sekiranya satu saja atau bahkan kedua pernyataan tersebut dilanggar, maka Kepribadian tidak diizinkan cak bagi bermain.

Disjungsi

Suatu pernyataan p dan q bisa digabungkan dengan menggunakan pengenalan sambung ‘atau’ sehingga membentuk pernyataan berjenis-jenis ‘p
atau
q’ yang disebut disjungsi yang dilambangkan dengan “p ∨ q”. Berikut yakni simbol dan tabel validitas disjungsi.

p q p∨q
B B B
B S B
S B B
S S S

Dari tabel di atas bisa disimpulkan bahwa internal konsep disjungsi hanya akan bernilai salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah.

Contoh:

Bandung atau Palembang yakni kota nan terdapat di Pulau Jawa.

Pernyataan Bandung adalah kota nan terletak di Pulau Jawa adalah benar. Pernyataan Palembang adalah kota yang terwalak di Pulau Jawa yakni salah. Sehingga pernyataan Bandung atau Palembang adalah daerah tingkat yang terletak di Pulau Jawa bernilai benar.

Implikasi (⟹)

Implikasi boleh dipandang sebagai hubungan antara dua pernyataan di mana pernyataan kedua merupakan konsekuensi membumi mulai sejak pernyataan pertama. Implikasi ditandai dengan notasi ‘⟹’. Misalkan
p, q
ialah pernyataan, implikasi berikut:

p

q

dibaca ‘jika
p
maka
q’. Berikut adalah bunyi bahasa dan tabel legalitas disjungsi.

p q p⇒q
B B B
B S S
S B B
S S B

Berbunga diagram di atas dapat disimpulkan bahwa n domestik konsep implikasi akan bernilai salah seandainya dan tetapi jikalau sebab bernilai benar namun akibat bernilai salah.
Selain itu implikasi bernilai etis.

Contoh:

Seandainya Budi sembuh maka Khuluk akan sekolah

Jikalau betul Budi sembuh lampau Budi masuk sekolah, Budi mutakadim melakukan hal nan bersusila. Namun jika Budi sembuh sekadar anda tidak turut sekolah, Karakter telah berbuat salah karena memungkiri janjinya.

Lalu, bagaimana seandainya Budi belum sembuh? Perhatikan bahwa Budi hanya bertaki masuk sekolah takdirnya dia sembuh. Akibatnya sekiranya dia masih belum sembuh, tidak kelainan bagi Karakter buat ikut sekolah atau tidak karena dia tak menyundul janjinya.

Biimplikasi

Suatu pernyataan p dan q bisa digabungkan dengan menggunakan prolog hubung ‘jika dan hanya jika’ sehingga membentuk pernyataan berbagai ragam ‘p jika dan hanya jika q’ yang disebut biimplikasi yang dilambangkan dengan “p ⇔ q”. Berikut adalah tanda baca dan tabel kebenaran biimplikasi:

p q p⇔q
B B B
B S S
S B S
S S B

Berpangkal tabel di atas boleh disimpulkan bahwa kerumahtanggaan konsep biimplikasi akan bernilai benar jikalau sebab dan kesudahannya (pernyataan p dan q) bernilai setimpal. Baik itu sama-sama bermartabat, atau sama-separas keseleo.

Contoh:

Ayah mendapatkan gaji jika dan cuma jika ayah bekerja.

Jika ayah mendapatkan gaji maka ayah berkarya dan kalau ayah telah bekerja maka ayah akan berbahagia gaji. Sebaliknya, jika ayah bukan mendapatkan gaji maka ayah madya tak bekerja dan jika ayah tidak bekerja maka ayah tidak akan mendapat gaji.

Nah, Sobat Zenius apa sudah lalu boleh memahami materi tentang ilmu mantik ilmu hitung dengan baik? Seterusnya, gue kerjakan karunia link buat elo mengasah kesadaran melalui tuntunan pertanyaan di sini.

Sekian artikel tentang rangkuman materi ilmu mantik matematika. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan elo. Jangan lupa buat mengerjakan tutorial soalnya, ya!

Jantan ngetes skill matematika? Nih, cobain Zencore! Dengan fitur adaptive learning, elo bisa tau seberapa jago kemampuan fundamental lewat kuis CorePractice, sekaligus upgrade pengambil inisiatif biar makin cerdas! Ketuk banner di radiks kerjakan cobain!

cerdas beneran bareng zencore

Tonton Video Pembahasan Tentang Logika Matematika mulai sejak Zenius

Materi Ilmu hitung Kalimat-kalimat Logika

Materi Matematika Jalinan Antar Kalimat

Materi Matematika Pengutipan Deduksi

Originally published:
October 26, 2022


Updated by:

Ni Kadek Namiani Tiara Putri – SEO Writer Kerumahtanggaan Zenius

Source: https://www.zenius.net/blog/memahami-logika-matematika-dengan-mudah