Contoh Soal Pelajaran Penyelesaian Grafika Smk

1
Gapura VIII PENYELESAIAN GRAFIKA/ PURNA CETAK Penyelesaian Grafika merupakan tahap keladak maupun kelanjutan berpangkal proses cetak grafika dan membentuk kecukupan yang diperlukan maka dari itu hasil cetak grafika. Hasil proses cetak grafika ada yang langsung selesai, hanya ada juga yang harus dilanjutkan dengan proses penjilidan atau dijadikan barang pembungkus hasil produksi lainnya. Ada juga yang masih harus dilengkapi dengan barang bukan bikin ajang penyimpanan (map) ataupun yang lainnya. Yang tertera intern penuntasan grafika, antara lain : penjilidan, sampul, dan kartonase. Penjilidan merupakan proses lanjutan dari hasil gemblengan, sesudah radu dicetak, dilanjutkan dengan menyulap, tisik dan proses lainnya sehingga menjadi rangka siasat, majalah dan hasil lainnya. Cangkang merupakan proses lanjutan pecah cetak ilmu cetak-mencetak, hasil gemblengan enggak dibuat ki akal, belaka dibuat contong obat-obatan, arena jambangan atau barang-barang tak, yang memerlukan kemasan. Sedangkan kartonase identik dengan segala sesuatu untuk keperluan biro, misalkan map, doos (dus) untuk menggudangkan dokumendokumen berarti. Seiiring perkembangan teknologi cangkang dan kartonase dilakukan dengan mesin-mesin unik. Kemasan yang mulanya dibuat dengan sasaran plano, kini telah beralih ke plastik dan diselesaikan dengan teknik cetak saring cak bagi mencetaknya. 1. Teknik melipat kertas secara manual dan dengan mesin Melipat yaitu menekuk satu lempengan sampai 180 ozon, sedemikian itu seterusnya sesuai dengan total lipatan yang di kehendaki. Dalam melipat kita mengenal ada beberapa cara atau sistem, yaitu : a. Sistem melipat dengan tangan mengaryakan tulang pelipat 456

2
Tulang beragangan 8.1. Melipat dengan tulang pelipat b. Sistem menyihir dengan mesin memakai pisau lipat dan dua gelendong c. Sistem melipat dengan mesin dompet lipat dan rol Secara teknis mesin lipat bila ditinjau dari kronologi ada 3 (tiga) macam : 1.1. Mesin bekuk pisau Gambar 8.2. Menggelapkan dengan pisau lipat Gambar 8.3. Menyulap dengan kantong lipat 457

3
Teknis operasional : Gerak dua gulungan yang bersirkulasi bertentangan arah, dengan diatasnya terdapat pisau lipat yang bergerak jungkat. Pisau lipat mengapit lembaran kertas, diantaranya dua gelendong yang berputar. Beberepa langkah bekuk mesin bekuk pisau ; Menyihir suatu langkah a. Pisau lipat menyisipkan jeluang diantara dua rol. b. Dua gelung yang letaknya sederajat, menyatakan bahwa mesin hanya dapat melipat suatu gerak. Gambar 8.4. Melipat satu ancang c. Hasil lipat suatu gerak. Melipat dua langkah a. Daluang dua barangkali dilipat dengan tisikan saling siku. b. Letak rol lipat yang siku satu sekufu lain. c. Hasil dobel gerak. Buram 8.5. Menggelapkan dua langkah 458

4
Menyulap tiga langkah Rencana 8.6. Melipat tiga awalan a. Pisau lipat menyelipkan jeluang diantara lempoyan kili-kili lipat langkah pertama, dan seterusnya. b. Posisi puntalan rol lipat ketiga awalan. c. Hasil lipat tiga anju. Menyulap empat langkah Gambar 8.7. Melipat empat langkah Mesin lipat pisau punya keuntungan dapat melipat semua diversifikasi kertas, khususnya bakal kerja pelipatan isi sendi atau 459

5
blok siasat. Hanya doang, paisan besar ataupun kecil dilipat privat tempo yang sama. Sebab, gerak mesin terikat dengan gerak pisau bekuk nan mengalir tunggang-tungging Mesin lipat saku / tas Teknis operasional : Lembaran kertas dimasukkan melampaui dua gelung yang berputar inkompatibel arah, ke dalam kantong bekuk. Gambar 8.8. Skema rol-lilitan lipat dan kocek/tas Pada gambar 8.8. tertumbuk pandangan susuk puntalan rol mesin lipat kantong dengan 4 kantong lipat. Posisi tiga kantong terkatup. Perlipatan satu langkah, kertas mencari jalan melalui garis titik titik. Sementara itu lempoyan rol lipat berfungsi namun sebagai lempoyan angkut. Jika pada B ditempatkan kantong lipat dalam mesin, plano akan dilipat dua langkah. Begitupun bila C, kantong lipatnya difungsikan akan diperoleh tiga kali lipat, dan seterusnya. Dengan menutup dan membuka kantong, dapat dibuat kawin ancang lipat. Namun semua lipatan akan berjalan separas (parallel). Mesin lipat saku, gerak di n domestik dompet dapat berlangsung lebih cepat, dari lega gerak runtuh mendaki pisau lipat yang lautan pada langkah pertama mesin bekuk pisau. Tetapi, mesin bekuk dompet tak boleh menyihir kepingan kertas yang dahulu tipis atau sabar disamping itu sebelah serat serta kekenyalan kertas memegang peranan bermakna. 460

6
1.3. Mesin lipat kombinasi = pisau dan kantong Mesin lipat pisau punya keuntungan boleh menggelapkan semua jenis kertas, karena lempengan osean kecil dilipat dengan tempo nan proporsional dan jalannya mesin tetap terseret pada gerak pisau bekuk yang naik turun. Mesin bekuk kantong berkreasi jauh lebih cepat, karena dimensi ukuran katai boleh dilipat lebih cepat berusul pada nan ukuran besar. Dengan terekanya mesin lipat kombinasi paling tidak dapat Gambar 8.9. Kantang lipat dan pisau mengurangi kelemahan pada dua cara kerja mesin diatas Macam tipe Rancangan Lipatan Sebelum menyulap sebaiknya kita mengetahui sisi serat bersumber jeluang yang akan dilipat situasi ini dikandung intensi agar selepas kertas terlipat dapat menyelimuti dengan sempurna. Terlebih cak bagi seorang pewajah, abnormal banyak harus mengarifi adanya keterkaitan pekerjaannya terhadap hasil intiha (resep). Bikin memahami arah serat bisa dilakukan dengan sejumlah cara, merupakan : a. Percobaan dengan cakar. Lembaran kertas digesek dengan menekan sedikit kedua sisinya dengan kakas ibu ujung tangan dan ceker telunjuk. Sisi yang bergelombang pendek pendek menunjukkan arah rabuk. 461

7
Rangka Percobaan dengan ceker b. Merongak jeluang sepanjang jihat serat, biasanya sobekkannya lebih lurus ketimbang menyomplak melintang Rencana Percobaan merobek plano c. Dua potongan kertas. Menyela dua helai kertas dengan matra kertas sama lautan ( + 5 cm ), satu helai dengan serat memanjang dan satu helai serat melintang. Pegang serta tegakkan kedua helai tadi, nan bisa bersimbah daluang yang arah seratnya memanjang padahal kertas sebelah pupuk melintang akan merentang melengkung. 462

8
Gambar Percobaan dua potongan kertas d. Menciprati kertas. Sepotong daluang persegi panjang yang dibasahi di suatu jihat akan melengkung sejauh jihat serat karena seratnya memuai sreg lebarnya. Gambar Percobaan membiaki kertas e. Melengkungkan karton. Arah serat dapat dicari dengan melengkungkan selembar kertas karton, terpidana yang dirasakan pada serabut kurang daripada arah lintang. 463

9
Gambar Percobaan dengan melengkungkan karton Secara garis besar lipatan dapat digolongkan dalam 5 (lima) rang obrasan, merupakan : a. Lipat baku b. L i p at paralel gulung unik c. L i p a t Kerangka Bekuk stereotip Bentuk Lipat paralel gulung khusus 464

10
paralel gulung rangkap d. L i p a lengkung langit Gambar Lipat parallel gulung rangkap s i g sag Lembaga Lipat sigsag e. Lipat kombinasi (gabungan paralel dan silang) Rancangan Lipat kombinasi Bagian Bagian Anak kunci Mesin Lipat STAHL K 52 dengan Bidang datar Penyerahan Manual Koteng ahli mesin mesin lipat harus mengarifi spesifikasi dri mesin yang dihadapinya, agar dalam penanganan suatu pekerjaan dapat bekerja secara sistematis. Perlakuan terhadap masing masing komponen sebaiknya secara lever hati kembali, karena di intern mengamalkan pelipatan unsur partikel tadi terjalin suatu keterkaitan kerja satu dengan yang bukan untuk mendapatkan varietas lipatan yang 465

11
diharapkan, baik itu hasil tisikan yang sempuirna juga keawetan dari mesin itu koteng. Dengan memahami bagian bagian pokok mesin lipat serta kaidah memperlakukannya teknikus tersebut boleh pergi kesalahan kesalahan yang akan berakibat ki memperlalaikan atau menghalangi jalannya suatu pekerjaan (pelipatan). Bagian penggalan pokok mesin lipat STAHL K-52, antara tidak : 1. Meja Pembayaran Berfungsi sebagai peletakan kertas nan akan di bekuk. Meja penyerahan pada mesin bekuk bila ditinjau terbit macamnya suka-suka 3 (tiga) yaitu : – Meja Penyetoran Manual, internal mendamaikan lungsin demi lembar kertas bakal dilipat masih menggunakan tenaga manusia. Bentuk meja penyerahan manual mesin lipat STAHL K-52. Gambar Meja pemasukan manual mesin lipat STAHL K-52 – Meja Pemasukan Standard (semi faali), dilengkapi dengan lubang lubang penghembus bakal memisahkan kertas. Kepantasan mengakurkan kepingan mencapai lembar / jam. 466

12
Gambar bagan bidang datar penyetoran semi otomatis. – Meja Pemasukan Faali, dilengkapi dengan feeder head (kelompok majikan hisap) dan double sheet detector bakal menjaga mudahmudahan kertas bukan terlipat rangkap (doubel) serta panjat merosot meja pemasukan secara kodrati pula. Lembaga Meja pemasukan faali STAHL-O_MAT K56/K66 Kecepatan hisapan mencapai makao / jam. Penggalan bagian dari meja pemasukan mesin lipat STAHL K-52, antara bukan : Sepeda jilat daluang Anleg samping kiri dan kanan, nan dilengkapi dengan baut-baut pengatur gerak halus. Pelat penyalur daluang (samping kiri dan kanan) Tombol blokir dan tombol mesin jalan. 467

13
Kesikuan dan akurasi penempatan anleg pada meja pemasukan sangat menentukan hasil kelipatan seterusnya, apabila, posisi anleg miring bisa dipastikan lipatan akan miring pula terutama yang diakibatkan karena posisi anleg tadi. Buat mengatasi miringnya anleg, pada samping anleg itu sendiri dilengkapi dengan baut-baut pengatur gerak halus alias gerak gerak secara berbarengan (kasar). Sebelum melakukan pelipatan harus diadakan penentuan, anleg mana yang akan digunakan sebagai patokan (pedoman). Sehingga diharapkan kestabilan posisi daluang pada meja penyerahan terjaga, karena sreg mesin lipat STAHL K-52 belum dilengkapi penghembus ataupun penghisap sekadar masih manual tatap gambar 8.20.) menggunakan tenaga mesin manusia dalam menghantarkan kertas ke besikal jilat daluang. Pengatur tekanan pada roda jilat daluang juga harus disesuaikan dengan ketebalan daluang yang akan dilipat, bila impitan terlalu rumit bisa mengakibatkan jeluang terhambat masuk atau terlipat pada rol-puntalan lipat, semacam itu pula jika tekanan plus ringan kertas tidak akan terambil maka itu roda jilat daluang sehingga kertas tertinggal atau tidak akan terlipat. Disamping itu pemasangan pelat penyalur daluang juga berpengaruh besar pada kelancaran jalannya pelipatan. Bila 468

14
Tulangtulangan 8.23a. 1. Cadel penyalur kertas 2 Rol pembawa pemasanganya terlalu ke atas jeluang boleh terangkat dan kemungkinan terjadi kertas akan memuntal sreg gulungan lipat tatap rajah 8.23a.), plong meja pemasukan ini terdapat tombol blokir (warna sirah) dan tombol untuk menjalankan mesin (warna hitam). Cembul blokir ini berfungsi bagi mengantisipasi plano yang terlipat enggak sempurna dengan cepat ataupun jeluang masuk rangkap dan fungsi tidak pengaman. Pembayaran sistem ini menuntut ketelitian, kecermatan dan keterampilan operator kerumahtanggaan menghantarkan kertas tali demi lembar ke roda jilat jeluang. Dengan begitu diharapkan permasalahan nan di akibatkan di adegan meja pemasukan dapat ditekan seminim mungkin. 2. Dompet Bekuk Kantong ini terdiri dari dua telor nan didalamnya diberi sebanyak mungkin ira kosong dengan harapan : a. lebih melapangkan berat kantong. b. dapat mengimak lintasan lembaran. c. mengurangi senggolan dengan lembaran. Tujuan nan bungsu yang sangat berguna, sebab : sewaktu terjadi gesekan antara lembaran plano dengan pelat serabut 469

15
kocek lipat apalagi bila kecepatan pangkat dimungkinkan keluih arus elektrik statis. Jika terjadi hal semacam ini jeluang akan cenderung berapatan ke gulungan sehingga jalan kertas menjadi lain lancar. Terutama, pada kelembaban udara ruangan nan sangat kurang. Cadel harus diusahakan harus tetap licin, karena akan silam berfaedah pada lilin batik hari detik mesin enggak berkreasi, seluruh bagian mesin ditutup dengan kejai supaya kelembaban peledak enggak menimbulkan karat. Pelo kantong bagian bawah dapat digeser terhadap telor kantong atas. Ini membuat, garis lipat pelat bawah dapat digeserkan sedikit ke rol lipat alias dijauhkan dari gelung lipat. Gambar 8.23b. saku lipat Lembaran harus masuk tepat ke 470

16
Penyetelan jarak dapat dilakukan dengan mengaduk sekerup penyetel, yang terwalak di tengah tengah fragmen atas dompet lipat. Penepat ini menentukan kira kira dimana akan jatuhnya lipatan. Penyetelan kembali damping selalu diperlukan. Didalam kantong lipat terpancang penepat, sehingga lembaran kertas dapat bergeser masuk plong jarak tertentu sampai dihentikan penepat. Tetapi rol penghantar konsisten mengalir, membuat kertas terus tertekan ke atas berburu jalan keluar atau mengalir kea rah rol bekuk. Lembaran harus masuk secara tepat ke dalam kantong lipat. 3. Lilitan Lipat Menyetel rol rol lipat merupakan jalan hidup yang minimum signifikan berpunca keseluruhan proses pelipatan. Penyetelan rol bekuk dilakukan dengan menggunakan dua jalur kertas dengan ukuran + 20 x 3 cm nan dimasukkan di kidal dan kanan rol dan diputar dengan tenaga manusia, deras kertas disesuaikan dengan tebal kertas yang melintasinya. Impitan puntalan kidal dan kanan diharapkan sama (tidak terlalu mengimpitkan dan bukan terlalu longgar). Bila terjadi penyetelan terbatas pola ataupun tidak proporsional dapat mengakibatkan kertas miring. Begitu sekali lagi sekiranya tekanan terlalu langgeng disamping rol lipat cepat aus, kertas juga akan terlipat keremot. Sebaiknya penyetelan ini dilakukan tiap terjadi perubahan jenis daluang. Bila tarikan rol tidak sekufu merata, lipatan menjadi miring. Rancangan Tekanan puntalan yang tidak seimbang 471

17
Penyetelan ini dibantu dengan kontrol tekanan secara bersama sama, dengan menempatkan sejumlah daluang yang dijepitkan pada pegas, dibawah sekerup penyetel sesuai dengan lebat kertas yang melalui rol lipat tersebut. Penaruhan sejumlah jeluang tersebut bertujuan untuk menstabilkan posisi rol puntalan lipat agar tetap (konstan) plong posisinya. Gambar Pendayagunaan pisau lipat Gambar Penaruhan bilang kertas disesuaikan tebal 4. Pisau Lipat Alat ini tidak memerlukan perawatan khusus. Kedudukan pisau lipat harus tepat, karena jarum jarum pisau lipat agak cepat membungkuk dan bila keadaan ini terjadi pekerjaan pelipatan akan terganggu. Jarum itu letaknya harus tepat privat 472

18
perpanjangan pisau dan boleh mencuat dua millimeter di radiks pisau. Ujung penyemat ini lebih tinggal mengenai kertas daripada pisau itu sendiri. Ujung ujung pencucuk menembus kertas dan menjajarkan sehingga tidak dapat lepas waktu dilipat. Kaprikornus ujungnya harus lurus dan tajam. Sekiranya keseleo satu pisau lipat harus disetel kian ke dalam. Ini bisa mengakibatkan pisau lipat tertangkap maka dari itu puntalan bekuk dan lengannya menjadi. Pada saat pelipatan, posisi pisau lipat harus “masuk” (difungsikan, bila melipat rangka simpang), sehingga pisau lipat dapat menekan kertas dengan sempurna. Hal ini bisa dilakukan dengan menekan handel pisau lipat ke radiks. Bila terjadi penggantian suku cadang / penyetelan, mesin harus digerakkan dengan babak tangan / manual. Karena pisau lipat jatuh dengan beratnya seorang, kemungkinan buat bergetar menjadi lebih besar. Sampai-sampai pada kelancaran lipat nan tataran. 5. Pengapalan / Transportasi Ban pengangkut yang sudah lalu kendor atau rusak dapat mengakibatkan posisi jeluang kurang dapat mengimak kelajuan mesin. Ban pita pengangkut ini dibantu dengan pelor pelor yang terbuat dari metal dan plastik yang berguna sebagai Gambar Kili-kili dan ban anting dan pen stabil jalannya plano. Daluang keras dan kuku merentang meloncat pula mulai sejak penepat, disini khasiat pelor pelor sangat penting kerjakan menjaga lembaran tetap tegang dan mencegah pemegasan kembali. 473

19
Puas jeluang tipis dipakai pelor (kelereng) yang ringan dan pada kertas tebal pelor yang elusif. 6. Penepat Lintasan Buram Pendayagunaan Alat ini rata-rata diletakkan didepan pisau lipat. Kertas yang disalurkan berasal lempoyan lipat alias kantong bekuk melalui reben ban pengakut akan menjejak penepat yang digunakan sebagai pedoman. Bila penyetelan penepat mengot hasil obrasan akan pesong kembali. Penepat lintasan dapat di makzul modern dan mundur sesuai dengan dimensi lipatan nan dikehendaki. Sreg penepat penyeberangan dilengkapi penepat samping kiri dan kanan, yang berfungsi agar kertas tepat pada posisi bekuk. Maju mundurnya penepat lintasan bisa dilihat pada angka 474

20
Gambar Penepat yang tercatat. Mesin lipat STAHL K 52 saja memiliki 2 (dua) penepat lintasan, sesuai dengan unit silang yang suka-suka. 7. Pengaturan Kecepatan Yang dimaksud kederasan disini adalah kecepatan maksimal gerak maupun ancang mesin minus pendapat hambatan yang penting. Makara, kecepatan ini dicapai tanpa dipengaruhi oleh kehilangan terampilan operator privat mengairi plano. Bagi menghindari gerak mesin agar tidak tersendat sendat internal pengoperasiannya, dapat dilakukan : a. Ki memperlalaikan instrumen pengangkut Dapat dilakukan dengan transmisi, jika lembarannya sekitar 10 cm lebih kecil dari ukuran maksimum yang dapat dilipatnya. b. Mengerem kepantasan lembaran 475

21
Pemasukan lempengan tetap cepat, cuma sebelum menyentuh penepat langkah purwa (saat ketika terakhir) kecepatan gerak dikurangi / diperlambat. Tulang beragangan Pengatur jarak dan kecepatan 8. Meja Penerima Bidang datar penerima yakni peralatan tambahan nan berguna untuk menerima kuras kuras yang telah terlipat. Bidang datar akseptor ini dihubungkan perputaran setrum pada mesin lipat sebagai energi penggeraknya. Di pangkal ini disebutkan bagian putaran bidang datar penerima dengan paradigma meja penerima seperti terlihat pada rencana Bagian bagiannya antara lain : 1. Meja 2. Ban ban penghantar 3. Roda penghalang daluang 4. Pengatur lajunya ban lin penghantar / kecepatan ban pita penghantar 5. Jidar jidar pengempang kertas 6. Tombol cembul, berurutan dari kidal ke kanan : a. cembul blokir (warna merah) b. cembul mesin jalan (corak hitam) 476

22
c. tombol untuk menghentikan laju ban ban penghantar (warna merah) d. tombol untuk menjalankan pita ban penghantar (rona hitam) Bagan Meja penerima Meja penerima ini dapat diatur strata rendahnya dengan memutar sekerup nan terletak di kaki (tiang) meja penerima Mesin Bekuk STAHL K-52 dan Permasalahannya Pereka cipta sebuah produk kebanyakan ingin menampilkan barang buatannya dengan memberikan semacam ciri yang khas maupun identitas, sehingga barang yang mereka campakkan akan dapat dengan mudah dikenal awam. Begitupun dengan industri pembuat mesin lipat STAHL terbit Jerman ini. Secara awam kita ketahui kualitas komoditas produk tiruan Negara Jerman yang menuding loklok, sehingga bila kita merawat serta mengoperasikan mesin tersebut sesuai petunjuk pemanfaatan mesin, keawetan akan terjamin. Dibawah ini diuraikan cara pengoperasian mesin lipat STAHL K 52 serta permasalahan apa yang dihadapi oleh koteng operator dalam melipat vel vel dengan memakai mesin lipat ini privat melakukan pelipatan kertas. 477

23
a. Penyetelan Adegan Bagian Mesin Lipat Pekerjaan penyetelan episode bagian mesin lipat merupakan tiang penghidupan yang amat vital kerumahtanggaan menghasilkan keliman serta kestabilan jalannya mesin lipat, disamping penyetelan tekanan puntalan rol lipat yang akan dibahas pada bagian berikutnya. Kerumahtanggaan menentukan kuantitas lipatan privat satu vel, diperhatikan kemampuan mesin lipat dan ketebalan kertas nan akan dilipat. Kertas tebal bila dilipat dengan kuantitas lipatan yang banyak dapat menimbulkan kertas tak terlipat dengan transendental. Aturan umum kemungkinan jumlah lipatan dengan mencerca ketebalan plano adalah sebagai berikut : – 1 x tisikan dipakai untuk kertas bergrammatur sampai 240 gram/m 2-2 x kelipat dipakai untuk kertas sampai 160 gram/m 2-3 x obrasan dipakai kerjakan kertas sampai 120 gram/m 2-4 x lipatan dipakai untuk kertas setakat 80 gram/m 2 Pemakaian plano tipis (dibawah 80 gram/m 2 ) boleh mendapatkan obrasan yang kian berbagai ragam disesuaikan dengan ukuran buku dan ukuran plano maksimal yang dapat dilipat. Berikut model kaidah pelipatan dengan mesin lipat STAHL K 52 : – Plano yang dilipat HVS 70 gram/m 2 (tercetak), matra 46 x 64 cm – Tebal trik 10 kuras – Format kunci suci 14,5 x 21 cm – Sistem pengkomplitan isi buku “Vergarent” (sistem timbun) – Oplag buku 500 eksemplar Langkah kerja : 1. Menentukan tas/kocek dan unit silang nan dipakai. : – Tas + pisau + pisau (obrasan kombinasi). Dengan penggunaan unitunit lipat tersebut, bagan lipatan seperti gambar, dibawah ini : 478

24
Dominasi pelataran (imposisi) sistem tumpuk pada pekerjaan ini yaitu sebagai berikut : Katern 1: Outside 1 4/5 8/9 12/13 16 Rang Skema Inside 2/3 6/7 10/11 14/15 Katern 2: Outside 17 20/21 24/25 28/29 32 Inside 18/19 22/23 26/27 30/31 Katern 3: Outside 33 36/37 40/41 44/45 48 Inside 34/35 38/39 42/43 46/47 Katern 4: Outside 49 52/53 56/57 60/61 64 Inside 50/51 54/55 58/59 62/63 Katern 5: 479

25
Outside 65 68/69 72/73 76/77 80 Inside 66/67 70/71 74/75 78/79 Katern 6: Outside 81 84/85 88/89 92/93 96 Inside 82/83 86/87 90/91 94/95 Katern 7: Outside / / / Inside 98/99 102/ / /111 Katern 8: Outside / / / Inside 114/ / / /127 Katern 9: Outside / / / Inside 130/ / / /143 Katern 10: Outside / / / Inside 146/ / / / Melakukan penyetelan bagian penggalan mesin lipat. 480

26
a. Penyetelan roda penyalur daluang / roda menjilat kertas, setebal kertas nan akan dilipat. b. Penyetelan rol = 1 x tebal kertas (tekanan antara rol 1 dengan rol 2). = 2 x tebal daluang (tekanan antara gelendong 3 dengan gulungan 4 dan impitan antar rol 5 ke puntalan 6. Gambar Penyetelan c. Memfungsikan kocek lipat 1, nan lain dikunci (tak difungsikan). d. Menyulap kertas yang akan dilipat (simetris) dan meletakkan di paruh tengah meja pemasukan. Simultan mengeset posisi penepatan samping (kanan kiri) dan pelat penyalur kertas. e. Penyetelan penepat kantong bekuk sesuai ukuran yang dikehendaki, 32 cm. penyetelan dilakukan dengan memutar pelopor penepat nan terdapat puas bagian atas kantong lipat (puas posisi ahli mesin). Kantong lipat dilengkapi dengan : – penggagas penepat babak kiri – induk bala penepat bagian kanan – penggerak penepat secara bersama sama penyetelan ini tak mutlak, dapat diadakan perubahan sewaktu hari jika terjadi lipatan miring. f. Penyetelan pita ban pengangkut. 481

27
g. Bila wajib, pisau lipat 1 disetel agak ke kerumahtanggaan. h. Penyetelan penepat lintasan 1 dan penepat samping kanan kidal, dilakukan perubahan sedarun perian bila lipatan serong. Ukuran hasil lipatan = 23 x 32 cm i. Penyetelan tekanan lempoyan lipat yang mewah tepat di asal pisau bekuk 1. Tekanan gelendong bekuk 4 x tebal daluang. j. Penyetelan kelereng guli (pelor pelor) penahan kepingan, disesuaikan dengan tebal tipisnya kertas. Kertas rimbun memperalat pelor yang rumpil, sedangkan kertas tipis pelor yang ringan. k. Bila perlu, pisau lipat 2 disetel agak ke kerumahtanggaan. l. Penyetelan penepat lintasan 2 dan penepat samping kanan kiri. Matra hasil tisikan = 16 x 23 cm m. Penyetelan tekanan rol lipat yang berada di sumber akar pisau lipat 2, impitan rol bekuk 8 x lebat kertas. n. Pemasangan meja akseptor (mahamulia disesuaikan) o. Kekuasaan kecepatan. p. Kontrol jarak kertas. q. Bila perlu, pemasangan alat perforasi, jenama ril dan pisau potong. Tulang beragangan Perforasi, ril, 482

28
b. Perlakuan terhadap Kertas nan akan dilipat pada Kenap Pemasukan. Sebelum menempatkan kertas yang akan dilipat lega bidang datar pembayaran sebaiknya kertas dikibas lepaskan agar lembar demi utas kertas tak melekat satu sama tidak. Tindakan purba pula yang baik Rangka Perlakuan terhadap kertas dalam praktek yaitu melengkungkan aau memuntal pun kacamata ki perspektif lembaran kertas, sebelum diletakkan pada meja penyerahan. Alangkah baiknya bila dalam menggelapkan disediakan ruap alias karet yang telah dibasahi, disamping sisi kanan mekanik. Mudahmudahan jari tangan selalu dalam keadaan lembab sehingga melincirkan dalam mengempoh daluang ke kereta angin jilat jeluang. Petunjuk perlakuan jeluang pada meja pemasukan : 1. Lipatlah satu kepingan kertas dan letakkan ditengah atas meja penyetoran. 2. Menata posisi penepat sreg bidang datar pemasukan. 3. Menaruh tumpukkan kertas sangka menjauhi sepeda jilat jeluang (jarak disesuaikan dengan tebal bumbun kertas). 483

29
4. Pegang penggalan belakang kertas, sambil mengimpitkan tumpukan bagian atas jeluang adv minim demi sedikit. Tumpukan jeluang bagian belakang ditegangkan ke atas sehingga tumpukan plano fragmen atas mendekati roda jilat kertas. Bila tumpukan kertas kurang landai, bisa dilakukan penggosokkan dengan deriji tangan. 5. Mengatur kedudukan telor penyalur kertas. Gambar Perlakuan terhadap daluang nan akan dilipat pada bidang datar c. Penyetelan Dasar Tekanan Gelendong rol Lipat. Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya penyetelan tekanan lilitan rol lipat harus sama rata sehingga tidak menimbulkan kertas mengsol alias pengkerutan jeluang. Penyetelan dasar impitan rol rol lipat dimaksudkan seyogiannya : 1. Hasil keliman loyal baik. 2. Tak terjadi pengkerutan daluang. 3. Menjaga keawetan rol rol bekuk. 4. Celaan yang ditimbulkan enak didengar. 484

30
Tulangtulangan Penyetelan tekanan rol Penyetelan dasar impitan rol kili-kili bekuk dapat menunggangi dua kolek kertas (kertas yang akan dilipat) dengan ukuran + 20 x 3 cm, ketebalan sesuai dengan rimbun jeluang nan melangkaui rol lipat tersebut. Adapun penyetelan dasar tekanan rol invalid begitu mantap bila sekerup penyetel tekanan tak difungsikan. Hal ini dipengaruhi karena gerak mesin lipat sehingga di khawatirkan penyetelannya akan berubah. Buat mencegah situasi semacam ini ditempatkan bilang kertas (sesuai ketebalan jeluang nan melintasi rol tersebut), dengan tujuan untuk menstabilkan kedudukan rol puntalan lipat hendaknya tetap (konstan) pada posisinya. Berpokok penggolongan bentuk lipitan secara garis ki akbar nan dibahas diatas, berikut ditampilkan beraneka diversifikasi buram tisikan, yang dibagi dalam 2 (dua) tipe lipatan, yaitu: 1. Common Parallel Folds 4-Page Umbul-umbul / Single / Half 6-Page Duaja / C-Fold / Business Letter 6-Page Standard / Gate 6-Page Accordion / Z-Fold 8-Page Parallel Map 8-Page Reverse Map 8-Page Parallel / Roll 8-Page Accordion 8-Page Double / Double Parallel 485

31
10-Page Accordion 16-Page Parallel Booklet Tulangtulangan Common Parallel Folds 2. Common Right Angle Folds 8-Page Booklet with 2 Right Angle Folds (French Fold) 8-Page Right Angle – First Fold Short 12-Page Letter 12-Page Broadside – First Fold Short 16-Page Broadside 486

32
Gambar Common Right Angle Folds 487

33
Dibawah ini diperlihatkan pendirian kerja mesin bekuk melipat plano : 1. Rencana 8.40, menjelaskan: daluang nangkring, plong penahan kertas. Pisau daluang turun, menunda kertas untuk dilipat maka itu rol-rol pelipat kertas 2. Gambar 8.41, menjelaskan: kertas berhenti pada penahan kertas nan suka-suka dikantong lipat. Rol-rol pelipat sesuai arah fragmen kumparan, melipat kertas. 3. Rangka 8.42, mengklarifikasi: plano yang dilipat sesuai dengan sebelah rabuk kertas akan mendapatkan lipatan yang lebih baik dibanding yang lipatannya berlawanan dengan sisi kawul kertas. Ancang bakal mengantisipasi situasi tersebut, seandainya nan dilipat plano tebal, maka boleh dilakukan proses penge-ril-an lebih-lebih habis. Kemudian Gambar Proses pelipatan kertas dengan pisau bekuk 488

34
dilanjutkan dilipat dengan tangan (menggunakan benak pelipat). 489

35
Gambar Melipat sesuai sisi serat kertas dan yang bertentangan dengan sisi serat plano 490

36
d. Masalah Masalah yang Keluih intern Memanipulasi Dalam melakukan suatu pekerjaan karuan tidak luput berpangkal bineka masalah. Start bermula masalah yang ringan sampai masalah yang memerlukan penanganan secara spesifik. Serupa itu sekali lagi dalam menjantur, ditemui beraneka problem yang diakibatkan maka itu bermacam faktor. Sendiri oprerator mesin lipat nan baik sedikit banyak harus memafhumi seluk beluk mesin yang dihadapi. Dikandung pamrih agar jika terjadi ketidakberesan pada hasil obrasan atau komplikasi lainnya nan gandeng dengan pencahanan akan lekas teratasi. Cak bagi itu dituntut ketepatan dan kesabaran dalam berkarya terlebih lega mesin lipat STHAL K 52 nan bisa dikata masih berkarya secara manual. Secara garis besar permasalahan nan dihadapi mesin bekuk STAHL K 52 dengan mesin mesin lipat perkariban lainnya, yakni sama, terlepas berpangkal sistem penyetoran jeluang nan digunakan. Tabel 8.1. Pemecahan penyakit-komplikasi bekuk NO. MASALAH PENYEBAB 1. Terjadi pengkerutan pada hasil obrasan gulung rangkap dan sig sag. a. Susun kili-kili, penyetelan tidak seimbang antara sebelah kiri dan kanan. b. Tekanan rol rol pada unit paralel belum di setel model. c. Plano yang akan dilipat ketebalannya tak sepadan d. Permukaan rol rol terkatup abu debu kertas gigih. e. Penyetelan lempoyan lilitan unit paralel bersisa persisten tekanannya. 2. Lipatan enggak terpenggal. a. Setelan pisau kurang turun. b. Tekanan rol ke rol terlalu ringan. 491 PEMECAHANNYA (WAY OUT) a. Penyetelan lempoyan diseimbangkan antara sisi kidal dan kanan. b. Tekanan rol ke lilitan disetel sesuai baplang jeluang nan melintasinya. c. Sebaiknya dalam melihat memperhatikan ketebalan jeluang. Yang dipetuakan ketebalan daluang seragam. d. Latar rol lilitan dibersihkan dengan memperalat sikat. e. Penyetelan lempoyan-rol disesuaikan ketebalan kertas yang melintas a. Penyetelan pisau agak turut ke dalam, terutama bakal kertas kertas tipis. Dengan coretan pisau bekuk tak boleh tertangkap oleh rol bekuk. b. Tekanan rol ke kili-kili dibuat sedang artinya disesuaikan dengan tebal kertas yang melewati puntalan tersebut.

37
NO. MASALAH PENYEBAB 3. Lipatan serong. a. Penyetelan tekanan lempoyan antara sebelah kiri dan kanan tidak seimbang (berat arah). b. Penepatan kantong lipat / tas tidak pada posisinya (pesong). c. Penepat pelintasan dan penepat samping penyetelannya belum sempurna. d. Penyetelan reben ban panghantar invalid tegang. e. Pemakaian pelor (kelereng) yang riuk. 4. Kertas memuntal di rol 1 a. Penyaluran kertas dari kenap penyerahan ke sepeda menjilat kertas terlalu masuk ke dalam. 5. Plano terlipat dobel. a. Pengibas jebolan kertas kurang sempurna. b. Tempaan masih basah. c. Teknikus cacat terampil intern menyalurkan jeluang. 6. Kertas plong unit silang kadang terlipat terkadang tidak. a. Setelan pisau minus turun. b. Tekanan lempoyan yang berada di asal pisau lipat terlalu ringan. 7. Suara mesin enggak gurih di telinga. a. Tekanan gelung ke rol terlalu langgeng. b. Kertas terlipat dobel. c. Rendah pelumasan. d. Ada bilang rol nan aus. e. Cetakan masih basah, banyak tinta yang menempel di gelendong. PEMECAHANNYA (WAY OUT) a. Impitan kumparan di seimbangkan antara sisi kiri dan kanan. b. Penepat dompet bekuk disetel tepat puas posisinya c. Penepat lintasan dan penepat samping digeser alias ditepatkan pada posisinya. d. Ban tali tap penghantar ditegangkan. e. Disesuaikan dengan daluang yang akan dilipat. Plano rimbun memakai pelor yang berat sedang jeluang tipis memakai pelor nan ringan. a. Keterampilan operator ditingkatkan. b. Diadakan pengulangan dalam mengibas lepaskan jeluang. c. Terserah baiknya cetakan ditunggu hingga kering. d. Kegesitan operator ditingkatkan. a. Pisau bekuk di setel agak kedalam. b. Tekanan rol di sempurnakan. a. Tekanan puntalan di adakan penyetelan ulang. b. Diusahakan penyaluran daluang ke sepeda jilat plano lawe demi lembar. c. Diadakan pelumasan sesuai petunjuk mesin : – Pelumasan koran – Pelumasan mingguan – Pelumasan bulanan d. Penggantian rol. e. Sebaiknya ditunggu hingga cetakan kering dan bila tinta bersampingan di gelung di adakan penyika-tan (pencucian). 492

38
NO. MASALAH PENYEBAB 8. Pemisahan lembar demi lembar kertas kulancar (kesulitan). 9. Jenis alias tulang beragangan obrasan tidak sesuai dengan gaya mesin lipat. a. Kertas permukaannya licin, kertas tipis. a. Pekerjaan mantase (lay out) cacat baik. PEMECAHANNYA (WAY OUT) a. Ketepatan operator dalam mengacapi kertas ke roda jilat daluang. a. Sendiri pewajah harus memafhumi gaya mesin lipat (bila jenis pekerjaannya akan dilipat dengan mesin lipat). b. Diamati pengaturan halamannya (imposisi) apakah terbiasa diadakan pemotongan alias bisa diatasi dengan unit silang tambahan. Dengan memafhumi masalah penyakit yang timbul intern melakukan pelipatan seoang operator mesin lipat diharapkan bisa menekan seminim barangkali kesalahan kesalahan nan diakibatkan penyetelan penyetelan yang minus akurat (sempurna) maupun ke kurang terampilan operator itu sendiri. Pada penerbitan buku masal privat usahanya bakal menekan biaya produksi, selalu terabaikan akan halnya arah serat jeluang. Disamping hasil akhir terbatas bagus, misal : a. puas punggung trik adegan privat bergelombang. b. buku tidak boleh menutup dengan baik. Sewaktu diadakan pelipatan bila arah cendawan tidak sejalan dengan lipatan pada punggung sebuah buku, maka lipatan itu bisa menutup dengan sempurna. Persaingan yang ketat dalam bumi usaha dewasa ini membawa dominasi pula puas industri penerbitan buku, lakukan menerbitkan buku terbitannya sebaik mungkin. Sehingga boleh masin lidah oleh mahajana 493

39
pembaca, baik itu kualitas cetakan, perwajahan bukunya, misi nan di embank dalam buku tersebut hingga pada teknik penjilidan bukunya. Perusahaan percetakan internal mengakui pekerjaan dari penerbit, tentu tidak sumber akar mencetak begitu hanya tanpa pertimbangan pertimbangan yang disesuaikan dengan kondisi atau permesinan yang cak semau. Sehabis lembaran lembaran di cetak proses lebih jauh timbrung internal lingkup kerja perampungan grafika. Sekilas urut sekaan pekerjaannya : 1. Pelipatan 2. Pengkomplitan a. sistem tumpuk b. sistem sisipan 3. Penggabungan atau penjahitan a. sampul lunak b. sampul gigih 4. Pemotongan bersih 5. Pemilihan 6. Pengepakan Dalam industri penerbitan buku perusahaan percetakan sebelum menjatuhkan pilihannya, apakah perlu dilipat dengan mesin ataupun pelipatan dengan tangan, mencamkan kembali apalagi resep sebagai pangkal pertimbangan. Banyak firma menengah ke bawah melakukan pelipatan paisan paisan tercetak dengan tenaga manusia. Situasi ini dikarenakan mahalnya harga mesin dan jenis atau diversifikasi order yang sedikit. Seperti diketahui harga tenaga manusia di Negara Negara sedang berkembang relatif masih murah, sehingga diharapkan bisa mengejar biaya produksi. 494

40
Tidak sedikit pula perusahaan pembuatan buku yang telah mempunyai sejumlah mesin lipat. Dengan keberagaman dan keberagaman disesuaikan dengan tujuannya masing masing, baik itu format jeluang yang farik, kecepatan kerja, apalagi sentral dan seterusnya. Beberapa merk mesin bekuk yang terserah di pasaran, antara bukan : 1. Mesin lipat merk “STAHL” 2. Mesin lipat merk “GUK” 3. Mesin lipat merk “MBO” 4. Mesin bekuk merk “SHOEI STAR”, dan sebagainya. Seiring dengan kronologi jaman, saat ini sudah lalu direka mesin lipat yang dilengkapi dengan penghisap kertas (sucker) untuk mendamaikan lembar lembar daluang, serta penanganan mesin yang serba otomatis. Yang bertujuan bikin memudahkan mekanik dalam berkarya dan kecepatan nan dihasilkan memenuhi bulan-bulanan nan di harapkan. Mesin lipat STAHL K 52 pada unit pemasukkannya masih memakai sistem pemasukan manual (tangan). Lega industri penerbitan pokok, terutama firma bertaraf sedang (medium) masih banyak ditemui mesin lipat jenis ini. Sebuah firma pembuatan taktik nan memiliki mesin lipat jenis ini intern memufakati jenis jalan hidup diluar kemampuan mesin akan nanang tentang alternatif alternatif lain, misalnya : 1. Membusut unit pisau (silang) apendiks, seperti di ketahui mesin lipat STAHL K 52 saja dilengkapi dengan : – kantong lipat (unit paralel), dan – 2 pisau (unit silang) 2. Bila keadaan enggak memungkinkan mengadakan kerja sebagaimana percetakan enggak yang punya kemampuan kerja seperti percetakan lain yang n kepunyaan kemampuan mesin lipat makin lautan alias dilakukan pelipatan dengan tangan. 495

41
Transendental singularis ; ukuran (format) plano yang akan di lipat kian besar berbunga ukuran maksimum mesin lipat STAHL K 52 yakni : 52 x 107 cm. Oleh sebab itu peranan seorang pewajah lain dapat diabaikan semacam itu saja. Koteng pewajah paling tidak harus mengetahui gaya mesin lipat, sehingga bila diadakan pelipatan bukan terjadi permasalahan yang diakibatkan karena dominasi halaman (imposisi) yang tak sesuai dengan kecenderungan mesin lipat. Berkaitan pula dalam penentuan matra (format) jeluang, disamping melihat kemampuan mesin cetak juga kemampuan mesin lipat (dengan catatan, tidak dilakukan pelipatan dengan tangan). Seperti telah diuraikan dimuka bahwa mesin lipat STAHL K 52 masih mengaryakan sistem pemasukan tangan (manual), dengan kondisi semacam ini permasalahan permasalahan akan semakin komplek. Faktor faktor nan harus diperhatikan bila menggelapkan dengan menggunakan mesin lipat STAHL K 52 intern pabrik penerbitan buku, antara lain : 1. Periode Penyelesaian Perhitungan waktu penyelesaian suntuk dempang hubungannya dengan kecepatan mesin lipat. Pencapaian kelajuan nan dianggap baik pada mesin bekuk STAHL K 52 berkisar antara lembar / jam 2. Biaya Produksi Didalam suatu firma biasanya dalam bekerja terwalak atau dibagi n domestik sejumlah tahapan / giliran kerja, hal ini dikhawatirkan bila satu varietas tiang penghidupan belum selesai dilipat sudah diganti dengan mekanik lain. Sehingga penanganan mesin bekuk berubah lagi. 496

42
Semakin lama waktu nan dibutuhkan, semakin bertambah biaya yang dikeluarkan. Baik itu biaya kelistrikan atau lakukan gaji karyawan. 3. Oplag Buku Oplag buku yang samudra boleh menimbulkan kejenuhan operator dalam menyalurkan kertas, banyak terjadi plano terlipat dobel dan memerlukan hari tambahan untuk melipat dengan tangan. 4. Keterampilan Manusia Penanganan mesin lipat STAHL K 52 dituntut ketelitian dan ketegaran, karena sistem pemasukannya masih manual. Dalam peristiwa ini kesigapan operator sangat mendukung lancar tidaknya kronologi mesin lipat. Harus diperhatikan pula penyetelan yang abnormal eksemplar. 2. Penjilidan rahasia Buku yakni hasil karya gubahan seprang katib tentang suatu topik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, sastra dan lainnya yang bertambah gandeng dengan guna-guna takrif, sastra dan lainnya nan bertambah dikenal dengan fiksi dan non fiksi, maupun umpama alat angkut cak bagi ditulisi, ditempel dan pasca- melalui proses ilmu cetak-mencetak menjadi bentuk tertentu (buku) sesuai dengan pamrih dan penggunaannya. Bagi seorang pembaca, buku nan bagus dapat diartikan bahwa isinya bagus untuk dibaca, atau karena selerang bukunya nan menghirup. Untuk seorang nan pandai dalam bidang grafika, penilaian bagus kelihatannya dilihat berpunca segi perwajahan, tipografi, pengecapan dan penyelesaiannya. Meskipun demikian, antara unsur hasil karya penulisan dan atom grafis, ganti berkaitan. Sebab walaupun 497

43
tulisannya bagus, kalau proses ilustratif tidak disesuaikan, akan mengakibatkan buku menjadi tidak baik. Penjilidan merupakan proses lanjutan berpokok hasil cetakan. Sehabis selesai dicetak, dilanjutkan dengan melipat, menjahit dan proses lainnya sehingga menjadi rencana buku, majalah dan hasil lainnya. Mandu penjilidan buku ditentukan oleh beraneka macam faktor. Cak semau 3 (tiga) faktor nan menjadi pertimbangan, antara lain : maksud taktik, pemakaian kancing, dan harga yang dapat diperuntukkan. Penjilidan gerendel boleh dilakukan dengan mandu yang keteter (murah) soft cover dan boleh dilakukan dengan prinsip mewah/lux (mahal) hardcover, tergantung dari permintaan pemesan, nan mesti diperhatikan terserah 5 faktor : 1. Harga 2. Tujuan pembuatan buku 3. Waktu perampungan/ penjilidan 4. Rimbun tipis pokok 5. Perca/oplah (kuantitas gerendel) 498

44
2.1. Cak semau beberapa teknik penjilidan, diantaranya ialah : 1. Double loop \ 2. Loose Leaf 499

45
3. Plastic Comb 4. Perfect Binding 500

46
5. Spiral 6. Sewn Case Binding 501

47
7. Sewn Soft Cover 8. Velo Binding 502

48
9. Wire Stitching 2.2. Pelaksanaan Proses Penjilidan 1. Menggelapkan dengan mesin lipat a. Persyaratan mesin lipat : (1) untuk mesin cetak setengah jeluang,paling ukuran mesin lipat bagi sepotong plano dan boleh melipat 3 kali alias 3 slah (2) kerjakan mesin cetak plano,paling matra mesin lipat kerjakan ukuran daluang dan dapat menjantur 4 kali atau 4 slah. (3) Dapat lakukan melipat secara cagak, lipatan wiru, lipitan bungkus, lipatan paralel, dan obrasan nikah. (4) Kecepatan mesin lipat paling kecil vel/utas gemblengan per jam (5) Macam mesin lipat full otomatis atau recup otomatis (6) Mesin lipat dilengkapi dengan alat penggerek dan pisau. b. Persyaratan kualitas hasil keliman (1) hasil lipatan harus belokan, karena margin-margin halamannya kendati sekufu (2) lipatan tidak boleh terbalik karena nomor pekarangan tidak akan bersambungan. 503

49
2. Mengkomplit, menyatukan katern/kuras dengan urut nomor halaman, bisa dibuat tanda kolasi pada bekas kaki kuras/katern. a. Persyaratan mesin komplit : (1) kelancaran mengkomplit layak (2) bisa otomatis alias semi faali cara kerjanya (3) akurasi cukup strata b. Persyaratan hasil komplitan (1) Katern lengkap untuk suatu tajuk sendi (2) Katern/kuras yang terkomplit tidak ada yang riuk atau tak sesuai dengan kulitnya (3) Urutan katernnya bermartabat sehingga urutan nomor pekarangan bukunya benar (4) Kerapihan komplitan terjamin Buram Mesin risocollator TC Menjilid/jahit telegram a. Persyaratan mesin jahit/jilid kawat : 504

50
(1) kecepatan proporsional dengan kecepatan mesin cetaknya (2) mudah pengaturannya dan mudah penggunaannya (3) stabil pada momen penggunaannya/pengoperasiannya (4) rapih hasil jahitannya dan akurasinya terjamin b. Persyaratan hasil penjilidan dengan kawat : (1) jarak jahitan sisi kepala 4,5 cm dan 4,5 cm sisi ekor untuk Gambar Mesin Jahit Sosi DQ404 Mesin jahit kawat seri DQ404 ini dilengkapi dengan 4 biji kemaluan stitching head. Bisa menggunakan 1 hingga dengan 4 penasihat internal proses penjahitan. Mesin telegram ini mempunyai kemampuan bagi binding faali dan menyusun hasil penjahitan secara otamatis. Perincisan: Dimensi maksimum muslihat: 400 x 450 mm Ukuran minimum gerendel: 89 x 127 mm Ketebalan buku: mm Kecepatan binding: / menit Tenaga Setrum: 0.75 kw Dimensi Mesin: 2240 x 1310 x 1560 mm Berat Mesin: 420 kg buku A5 (konstan) (2) jarak jahitan sisi kepala 7cm dan 7cm arah ekor untuk anak kunci A4 (konstan) (3) jahitannya segeh (4) jenis telegram yang digunakan anti karat, dan (5) penampang kawat sesuai ketebalan anak kunci c. Persyaratan benang kuningan jahit : (1) tidak mudah kudung karena impitan pembesar jahit (2) mempunyai kebiasaan berlawanan karat (3) diameternya bendera (4) harga relatif murah (5) kawat pipih digunakan bakal kemasan/dus/dus gelombang elektronik 505

51
(6) dawai buntak digunakan cak bagi buku, majalah, ceceran, dll. Gambar Mesin Jahit Taktik DQ Menjilid dengan lem (perfect binding) Tujuan jilid tanpa benang lakukan mengoper tiang penghidupan menjahit dengan pendirian yang makin cepat dan murah serta baik, mesin jahit Rangka Mesin Binding Pusat JBB- 40A Mesin jahit benang besi kilauan DQ402 ini dilengkapi dengan 2 biji pelir stitching head, sehingga menjamin kelancaran dan kecepatan produksinya, bentuknya ringkas serta kokoh, tak memerlukan ruangan yang raksasa, lalu cocok diperguankan pada percetakan / penerbit. Spesifikasi: Dimensi maksimum buku: 400 x 450 mm Ukuran minimal pusat: 89 x 127 mm Ketebalan siasat: mm Kecepatan binding: cycles / menit Tenaga Listrik: 0.55 kw Dimensi Mesin: 1000 x 600 x 1300 mm Berat Mesin: 200 kg tanpa benang dapat dibedakan menjadi dua golongan : (1) punggung kancing disisir kemudian direkat (lumbeck system) kunci dikibaskan kiri-kanan dilem vynil glue. (2) Punggung kancing diserut kemudian direkat, suka-suka 2 cara : 506 Mesin Binding Buku JBB-40 ini, terdapat dua unit lem, lem bekas kaki dan lem samping, sehingga hasil penjilidan lebih sempurna dan kuat. Spesifikasi: Ukuran maksimum resep: 420 x 240 mm Ukuran minimum siasat: 150 x 130 mm Kecepatan binding: buku/jam Ketebalan buku: 3-40 mm Tenaga Listrik: kw Dimensi Mesin: 2490 x 810 x 1172 mm Selit belit Mesin: 1500 kg

52
– punggung sentral disisir kemudian diserut menjadi berangasan lalu direkat (system martini, perfect binder) Lembaga Mesin Binding Buku BBQH- 40/4 – punggung rahasia digergaji, kemudian diserut dan direkat (system muler). 5. Menjilid dengan untai Mesin binding buku seri BBQH-40/4 ini terdapat dua unit lem, perekat bekas kaki dan lem samping sehingga hasil penjilidan makin pola dan kuat. Model BBQH-40/4 ini memperalat 4 unit binding, sehingga pekerjaan menjilid menjadi makin cepat dan efisien. Spesifikasi: Ukuran maksimum muslihat: 320 x 320 mm Matra minimum muslihat: 110 x 145 mm Kecepatan binding: buku/jam Ketebalan ki akal: 3-40 mm Tenaga Listrik: 5.2 kw Format Mesin: 2747 x 1260 x 1680 mm Berat Mesin: 1400 kg Menjahit dengan kenur dimana kuras/katern sendi disatukan satu demi suatu menjadi blok buku dengan urut nomor halaman Mesin jahit buku (benang) taruk otomatis seri SXB-430 ini adv amat mudah pengoperasiannya. Operator hanya memangkalkan buku yang yang sudah tersusun halaman-halamannya pada bagian pengantar dan mesin akan menjahit, menyimpul, dan mengemudiankan benang serta mengantarkannya pada adegan penampungan. Bagan Mesin Jahit Sentral SXB-430 Perincisan: Ukuran maksimum buku: 4320 x 200 mm Matra minimum rahasia: 150 x 100 mm Kecepatan binding: / menit Jumlah maksimum jarum: 7 Tenaga Setrum: 1.22 kw Format Mesin: 2300 x 2000 x 1500 mm Berat Mesin: 1000 kg 507

53
dengan tegangan benang tegangan yang sama diantara jahitan satu dengan nan lainnya. a. Persyaratan mesin jahit benang : (1) kepantasan mesin kerja memadai (2) kerapihan hasil kerja terjamin (3) panjang pendek benang bisa diatur (4) kekuatan jengkal terjamin b. Persyaratan hasil penjilidan buku dengan benang (1) hasil jahitan kemas dan teratur (2) lawai nan digunakan tidak terlalu besar dimeternya (3) hasil jahitannya padat setimbang lega sisi penasihat dan jihat ekor. c. Persyaratan tali jahit (1) tak mudah terpenggal karena tarikan mesin jahit (2) harga relatif murah 6. Langkah berikutnya merupakan melakukan penyederhanaan buku, hal-keadaan yang terbiasa diperhatikan dalam memotong buku (1) Periksalah dengan seksama bagian atas, samping dan pangkal rahasia apakah beres alias enggak potongannya. (2) Periksalah dengan seksama hasil rajangan terutama kesikuannya dengan alat ukur jidar siku. (3) Berilah garitan-catatan perbaikan untuk pedoman cak bagi teknikus potong. 508

54
Rajah Teknik melakukan pemendekan daluang Gambar Turunnya mata pisau pada plano 509

55
510

56
Gambar Bagian-bagian mesin potong Gambar Kelengkapan unit pemotongan (cutting line) 511

57
Bentuk Mesin potong model 6100B, Schon & Sandt Gambar Mesin Penggal RC-115DX 512

58
Gambar Mesin hunjam RM-Series 3. Finishing Proses akhir dari kekeluargaan produksi barang tempaan yakni finishing atau perlakuan khusus yang diminta maka itu konsumen. Cak semau sementara pihak yang mengelompokkan ke dalam ilmu teknik cetak khusus, keadaan itu tidaklah perlu dipermasalahkan. Beberapa proses kerja yang dapat memperteguh dan memperindah dagangan cetakan selain proses penjilidan, antara lain : 1. Die cutting, beberapa tipe contoh variasi pemendekan:: 1.1. Cut Sheets or Integrated Products 513

Source: https://docplayer.info/31256873-Bab-viii-penyelesaian-grafika-purna-cetak.html