Contoh Soal Tes Essay Evaluasi Pembelajaran






MAKALAH





TES



Kerangka




ES



S


A


Y

Disusun untuk memenuhi

keseleo satu tugas


mata khotbah Evaluasi Penelaahan

Dosen Penanggung jawab : Laurensia Aptik Evanjeli, M.A.

Disusun oleh :

Christina Nunik Puspitasari







131134003

Vinsensia Daviga








131134008

Paulus Yuli Suseno








131134064

Stefani Laksita Gorajaya








131134232

4A


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN Guru SEKOLAH DASAR




JURUSAN Didaktik


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


Universitas SANATA DHARMA


YOGYAKARTA


2015




Portal I


PENDAHULUAN



A.





Satah Birit

Dalam proses penataran, terwalak berbagai tipe tes nan digunakan. Pembenaran diberikan sebagai sarana lakukan mengetahui apakah materi-materi nan sudah lalu disampaikan selama proses membiasakan berlangsung, sudah lalu diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa. Terdapat plural macam validasi yang dapat digunakan, salah satu rancangan tes itu ialah tes rang essay (
jabaran
). Dengan digunakannya tes lembaga essay, setidaknya dapat menjadi radas pengukur kemampuan pesuluh secara netral.


Dalam pelaksanaannya, ternyata pemeriksaan ulang buram essay ditemukan banyak kelemahan. Susuk essay rajin disebut rancangan subjektif karena dalam pelaksanaannya pelahap dipengaruhi maka itu faktor subjektivitas guru. Maka dari itu karena itu, seringkali ditemui permasalahan intern penilaian jawaban berusul peserta didik. Banyak terjadi kesalahan pemberian nilai kepada murid didik, dikarenakan berbagai faktor baik internal maupun eksternal.



Belaka demikian, tidak berarti bentuk essay tidak digunakan perumpamaan radas pengukur kemampuan peserta. Rangka essay dapat digunakan untuk mengukur kegiatan-kegiatan belajar yang langka diukur oleh bentuk-gambar nonblok. Dengan tes rang essay ini, diharapkan pelajar mampu menjelaskan, mengorganisasikan, dan menyatakan jawaban dengan prolog-katanya sendiri.



B.





Rumusan Ki kesulitan:


1.



Segala apa yang dimaksud dengan tes bentuk essay?


2.



Apa saja manfaat dan kekurangan berbunga pembenaran bentuk essay?


3.



Bagaimana mandu menyelesaikan kekurangan dari tes tulangtulangan essay?



C.





Maksud:


1.



Memaklumi tentang tes rencana essay.


2.



Mengetahui maslahat dan kesuntukan dari pembenaran bentuk essay.


3.



Mengetahui cara memafhumi kehabisan dari tes rajah essay.


Bab II


PEMBAHASAN



A.





Tes Bentuk Essay



1.





Pengertian

Tes bentuk

essay

yakni butir pertanyaan yang mengandung cak bertanya atau tugas yang jawaban atau pengerjaan pertanyaan tersebut harus dilakukan dengan kaidah memformulasikan pikiran pesuluh tes (Widoyoko

, 2009
).

T
es

essay

dapat dibedakan menjadi dua variasi

,

yaitu

essay

terbatas (restricted respons items)
dan

essay

bebas
(extended respons items).
Pemeriksaan ulang

essay

tersebut dibedakan berdasarkan luas sempitnya materi yang ditanyakan. Pada tes

essay

netral
(extended respons items)
pesuluh dapat mengemukakan pendapat sesui dengan kemampuan mereka tanpa suka-suka batasan-batasan berpangkal pembuat pertanyaan, sehingga jawaban setiap peserta akan berbada suatu sama lain. Namun, pembuat soal harus tunak n kepunyaan acuan pengoreksi jawaban peserta.

Contoh:


a.



Bagaimana peranan pupuk humus dalam pertanian?


b.



Bagaimana peranan komputer dalam marcapada pendidikan?

Pada tes essay adv minim (restricted respons)
peserta bisa dengan nonblok mengemukakan pendapat mereka, namun harus cak semau daya penting nan terkandung dalam jawabannya sesuai dengan batas-takat yang mutakadim ditentukan dan dikehendaki kerumahtanggaan soal. Be

n
tuk essay terbaatas ini dapat dipergunakan untuk menguji kemampuan sebab-akibat, melukiskan prinsip-prinsip, mengajukan argumentasi nan relevan, merumuskan hipotesis yang tepat, merumuskan asumsi nan tepat, melukiskan keterbatasan data, merumuskan kesimpulan yang tepat, menguraikan metode dan prosedur, dan hal-hal yang sekaum. Apabila disimpulkan tanya essay terbatas dapat menilai kemampuan-kemampuan pesuluh nan kegandrungan.

Contoh:


a.



Jelaskan bagaimana cara mancangkok tanaman!


b.



Sebutkan komponen nan terdapat kerjakan mengoperasikan komputer!

Depdikbud sering menyebutkan bentuk-bentuk pembenaran essay dengan sebutan lain, yakni :Rencana Essay Netral (BOU) dan Bentuk Essay Non Independen (BUNO). BOU dan BUNO merupakan episode dari bentuk konfirmasi essay terbatas. Penggelompokkan yang dilakukan maka dari itu Depdikbud berdasarakan pada pendekatan alias pendirian pemberian kredit. Sreg BOU rumusan jawabannya kian karuan sehingga dapat dilakukan penskoran secara netral. Jawaban nan moralistis bisa diberi angka 1 dan yang salah atau tidak dijawab mendapat skor 0. Pada suatu rumusan jawaban terwalak bilang pembukaan kunci sehingga ponten maksimar poin dapat lebih dari satu. Pembukaan kunci boleh berupa barang apa saja sebagai halnya kalimat, kata, gambar, dan skor. Berikut adalah langkah-langkah anugerah skor tanya susuk essay objektif:


a.



Tuliskan kata daya ataupun kemungkinana jawaban benar secara jelas untuk setiap pertanyaan.


b.



Pasrah skor 1 buat jawaban yang bermoral sempurna dan lain ada belas kasih skor sehelai untuk jawaban yang adv minim sempurna.


c.



Apabila soal terdiri dari sejumlah subpertanyaan, perincilah kata kancing dari setiap jawaban soal tersebut menjadi beberapa pembukaan kunci subjawaban dan buatkan skornya.


d.



Jumlahkan skor dari semua kata kunci yang telah ditetapkan pada soal tersebut. Hasil penjumlahan biji ini disebut skor maksimum.

Contoh:

Indikator
: Menuliskan keuntungan adanya pembangunan kenampakan

buatan bagi


masyarakat

Soal: Sebutkan tujuan dan 4 keefektifan adanya pembangunan waduk!

Langkah penskoran:


1.



Tujuan waduk
= gaplok air sungai
= 1


2.



Manfaat
= pengendali banjir
= 4

= rigasi lahan pertanian

= pembangkit listrik

= pahan baku air minum

= perikanan


3.



Poin maksimum
=5

Rencana Essay Non Adil (BUNO) n kepunyaan struktur perumusan jawaban yang sama dengan essay netral sehingga memungkinkan terdapat unsur subjektivitas. Bentuk ini dapat menilai hasil belajar petatar nan berupa kemampuan menghasilkan, menyusun dan menyatakan ide-ide,
memadukan berbagai hasil berlatih, mendesain sebuah eksperimen, dan memonten khasiat makna sebuah ide. Pada ,odel ini penskoran dijabarkan dengan menggunakan rentang. Rentangnya skor ditetapkan berdasarkan kekeruhan jawaban. Ponten mininal bagi petatar yang tak menjawab adalah 0, sedangkan ponten maksimum ditantukan makanya penyusunan tanya dan jawaban yang runtut dalam soal tersebut.

Langkah-langkah penskoran misal berikut:


a.



Menuliskan garis besar jawaban sebagai kriteria jawaban bakal dijadikan pegangan dalam kasih skor.


b.



Menetapkan rentang poin untuk setiap kriteria jawaban.


c.



Karunia angka tergantung pada kualitas jawaban yang diberikan makanya peserta


d.



Jumlahkan skor nan diperoleh dari setiap kriteria jawaban.


e.



Periksalah tanya setiap nomor sebelum beralih kenomor yang lain untuk memencilkan hadiah skor berbeda cak bagi jawaban yang sekufu.


f.



Setelah semua butir cak bertanya mendapatkan skor hitunglah nilai nan diperoleh pelajar, kemudian hitung nilai dengan rumus:

Nilai tiap pertanyaan =
ponten perolehan peserta tuntun

x bobot soal



Skor maksimum tiap butiran soal


g.



Jumlahkan nilai semua soal. Besaran ponten ini disebut poin pengunci suatu perangkat pembuktian yang diberikan.

Abstrak:

Indikator: menguraikan alasan nan membuat kita harus meluhurkan keragaman diIndonesia

Soal: Jelaskan alasan yang membuat kita harus menghormati keberbagaian di Indonesia!

Krieria:


1.



Kebesarhatian nan berkaitan dengan keragaman suku bangsa=
0-5


2.



Kebesarhatian yang berkaitan dengan variabilitas suku budaya=
0-5


3.



Angka maksimum

=
10

Guna meningkatkan objektivitas dapat digunakan beberapa anju berikut


1.



Harus diingat pun prinsip-mandu penyusunan tes dan persiapan-awalan peluasan tes secara mahajana


2.



Suhu harus mempunyai gambaran terhadap kedalaman, lingkup, dan anggaran materi yang boleh jadi diberikan kepada peserta didik seyogiannya menghindari kerancuan cak bertanya dan dapat mempermudah penskoran.


3.



Setelah membentuk soal guru harus buru-buru membuat kunci jawaban dan pedoman penskoran. Pedoman penskoran terdiri dari:


a.



Batasan atau kata kunci


b.



Kriteria jawaban


4.



Semua identitas petatar didik harus disembunyikan apalagi bila teradat diganti dengan kode yang bukan mencirikan peserta didik tersebut.


5.



Jauhkan peristiwa-hal yang dapat mempengaruhi subjektivitas hidayah skor seperti kerapian, tulisan/huruf, format kerta dan tidak-lain.

Ditinjau berbunga tingkah kayun peserta dalam berbuat tes tulisan ini, terdapat ciri-ciri pembuktian garitan: petatar mengorganisasikan jawaban seorang secara bebas sesuai dengan kemampuannya; mengorganisasikan jawaban sendiri dengan mempergunakan bahasa dan rona mengarangnya sendiri; menjawab beberapa boncel cak bertanya ataupun pertanyaan; dan petatar memproduksikan jawaban konfirmasi gubahan secara berlainan-beda atas mutu suatu jawaban yang dituntut.

Berikut ini akan dibahas masing-masing bermula ciri konfirmasi karangan.


1.



Siswa mengorganisasikan jawaban koteng secara adil sesuai dengan kemampuannya
.

Dalam mengorganisasikan jawaban tes karangan, siswa diberi kesempatan secara bebas menunjukkan ketepatan jawaban dengan isi pertanyaannya, kelogisan, kejelasan, kelengkapan, otentisitas jawaban nan dihasilkannya. Ciri khas jawaban siswa silam ditentukan oleh kemampuan belajarnya n domestik mengorganisasikan jawaban. Hal ini bermanfaat juga bahwa siswa dituntut bagi memberikan jawaban nan tidak hanya sekedar mengenal kembali atau mereproduksikan bahan yang dipelajari, semata-mata memproduksikan incaran tersebut (tidak hanya sekedar melalui manah bebas jenis mereproduksikan, namun juga kemampuan berfikir). Makanya karena itu target nan dipelajari harus benar-ter-hormat dikuasai secara mumbung dan tuntas nan melibatkan khasiat psikis lainnya begitu juga kemampuan berfikir, dan dikuasainya cara membiasakan nan efisien. Kemampuan mengorganisasikan jawaban nan demikian kiranya membutuhkan bukan semata-mata jenis belajar pengumuman lisan maupun pengetahuan, namun variasi-jenis sparing yang bukan nan lebih tinggi seperti varietas kemahiran intelektual, jenis sparing pengaturan kegiatan kogitif. Dengan kata lain, kemampuan mengorganisasikan jawaban nan demikian menuntut tingkat kematangan dari satu fungsi berfikir. Sejauh mana tingkat kematangan faedah berfikir murid akan menentukan lagi jenis tes gubahan yang akan dipakai privat suatu pengukuran seperti
tes karangan terbatas yang dipakai buat menyukat hasil berlatih pada tingkat kesadaran, aplikasi, analisis, dan pembuktian goresan bebas yang dipakai untuk menimbang hasil belajar plong tingkat tuntutan, analisis, senyawa, dan evaluasi.


2.



Siswa mengorganisasikan jawaban sendiri dengan mempergunakan bahasa dan corak mengarangnya sendiri

Seorang master akan menghadapi majemuk jawaban yang disebabkan oleh perbedaan kemampuan berpendidikan siswa karena siswa memperalat bahasa dan corak mengarangnya seorang. Perbedaan ini umumnya timbul karena pelajar masih belum gemuk beradat secara baku. Sedangkan bahasa yakni salah satu alat untuk menelanjangi hasil pemikiran. Kalau kemampuan berbahasa yang dimiliki maka dari itu peserta belum tercacak dengan baik, maka pengungkapan isi pikirannya akan menjadi kacau. Penggunaan bahasa Indonesia nan belum baku oleh siswa dalam menyusun jawaban tes coretan sering boleh mempengaruhi objektivitas guru privat memeriksa jawaban-jawaban pelajar. Perumusan jawaban yang enggak jelas, dan penggunaan “uang-ex” yang berlebihan dapat mengurangi perolehan skor. Walaupun ini bukan harus terjadi, namun guru merupakan seorang manusia biasa yang bisa teruit oleh hal-hal nan tidak semestinya.


3.



Siswa menjawab beberapa boncel soal, tanya atau item

Jika siswa harus mengorganisasikan jawaban konfirmasi catatan sendiri, maka wajar apabila namun tersedia sejumlah pertanyaan yang relatif kerdil, misalnya enam item. Dengan jumlah pertanyaan yang nisbi kecil, keluasan dan kedalaman sasaran yang dicakup oleh testimoni coretan cukup terbatas. Sangat mungkin pelajar berlatih secara spekulatif. Cerbak dijumpai siswa yang lebih terkesan membiasakan menjawab pertanyaan yang diperoleh, dariada mempelajari bahan. Mengingat jumlah pertanyaan yang disajikan pembenaran karangan relatif mungil maka seorang guru perlu melaksanakan salah satu kaidah pelaksanaan pengukuran secara bersambung-sambung ataupun kian dari suatu kali kegiatan pengukuran. Dengan demikian cakupan bahan yang akan diujikan dapat dicakup secara memadai melewati pelaksanaan pengukuran yang repetitif kali.


4.



Siswa memproduksikan jawaban pembuktian karangan secara farik-tikai atas mutu satu jawaban yang dituntut

Ada peluang bahwa jawaban yang dihasilkan siswa akan sangat bervariasi sesuai dengan perbedaan-perbedaan kemampuan belajar dan bahasa yang dipakai para siswa. Jawaban yang dihasilkan siswa dapat sungguh-bukan main benar ataupun riuk, sangkil benar atau kira salah. Oleh karena itu, jawaban nan dipakai sebagai kunci, haruslah jawaban nan benar, relevan, lengkap, sistematis dan jelas, sehingga setiap jawaban yang dihasilkan pesuluh mudah dibandingkan dengan jawaban guru. Dalam hal ini seorang hawa membutuhkan banyak waktu dan tenaga intern memeriksa jawaban-jawaban nan beraneka macam dari siswa, dan pemeriksaan ini tidak dapat diwakilkan sosok lain.



2.





Prinsip-Prinsip Pembuatan Pemeriksaan ulang Essay



Bagi menghasilkan granula soal tes essay yang baik, bagi pembuat tes diharapkan menghakimi keadaan-hal berikut :


a.



Butir cak bertanya mudahmudahan menghampari ide-ide pokok dari materi yang diujikan, dan jika mungkin disusun soal yang bersifat komprehensif yang gemuk mewakili materi pokok dalam mata pelajaran nan diujikan.


b.



Hendaknya butir cak bertanya tidak mengambil kalimat-kalimat yang disalin serentak dari buku atau goresan. Penyusunan butiran soal yang menyalin sederum berpokok buku atau coretan cenderung menjorokkan pelajar belaka menghafalkan materi testing semata-mata. Apabila peristiwa ini terjadi, butir cak bertanya pembuktian essay hanya mengungkap aspek kemampuan kognitif tingkatan nan minimal minus, merupakan ingatan.


c.



Pada masa menyusun butir soal sebaiknya sudah dilengkapi dengan kunci jawaban serta pedoman penskorannya. Hal ini bermaksud buat meningkatkan keterjaminan butiran cak bertanya. Dengan adanya pedoman tersebut diharapkan ketidakkonsistenan pengevaluasi (rater unreliability) bisa dikurangi.


d.



Moga diusahakan pertanyaannya heterogen antara “jelaskan”, “mengapa”, “bagaimana”, “uraikan”, “bandingkan”, agar dapat diketahui lebih jauh tingkat penguasaan siswa terhadap bahan ujian.


e.



Moga rumusan butir soal disusun sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh peserta testimoni. Hindari penggunaan istilah ataupun perkenalan awal-kata yang mempunyai makna ganda.



3.





Penulisan Aitem




1.



Tanya sesuai dengan indicator
.


2.



Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan mutakadim sesuai
.


3.



Materi yang ditanyakan sesuai dengan pamrih pengukuran
.


4.



Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan tinggi tipe pendidikan atau tingkat kelas
.


5.



Menggunakan pengenalan cak bertanya atau perintah yang memaksudkan jawaban uraian
.


6.



Ada petunjuk yang jelas tentang pendirian mengerjakan soal
.


7.



Ada pedoman penskorannya

serta t

abel, tulangtulangan, tabel, kar, maupun nan sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca
.


8.



Rumusan kalimat soal komunikatif

dan b

utir tanya menggunakan bahasa yang lazim


9.



Bukan menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
.


10.



Tidak menggunakan bahasa yang dolan setempat/tabu


11.



Rumusan tanya tidak mengandung alas kata/idiom yang dapat menyinggung manah peserta didik



4.





Pemanfaatan Tes Essay



Pembuktian essay sangat baik digunakan apabila :


a.



Kuantitas peserta pembenaran nisbi sedikit, misalnya kurang berasal 100 anak adam. Bila peserta ujian bersisa banyak, misalnya lebih berpokok 100 orang, eksploitasi validasi essay akan menyita waktu temperatur dalam menanyai lembar jawaban, sehingga kurang efisien lagi.


b.



Tahun nan dimiliki guru untuk mempersiapkan soal lampau terbatas, sedangkan sira n kepunyaan waktu yang cukup cak bagi memeriksa hasil ujian.


c.



Tujuan pembelajaran nan mau dicapai adalah kemampuan mengekspresikan pikiran dalam bentuk tulisan, menguji kemampuan menulis dengan baik atau kemampuan pemanfaatan bahasa tulis.


d.



Ingin memperoleh informasi yang tidak terjadwal secara langsung di dalam soal tentamen, namun boleh disimpulkan dari catatan murid pemeriksaan ulang, seperti sikap, nilai, atau pendapat.


e.



Cak bagi memperoleh hasil pengalaman sparing siswa, maka pembenaran essay merupakan salah satu bentuk yang paling tepat bakal mengukur pengalaman belajar tersebut.



5.





Metode Pengoreksian Soal Essay



Terdapat 3 metode yang dapat digunakan oleh temperatur intern mengedit pertanyaan bentuk essay. Metode-metode tersebut antara lain:


a.



Metode per nomor (
Whole method)

Suhu menyunting hasil jawaban setiap nomor berpangkal peserta didik, misalnya suhu mengoreksi nomor 1 justru dahulu dari jawaban seluruh peserta asuh, kemudian dilanjutkan ke nomor 2, dan lebih lanjut.


b.



Metode per lembar (Separated method)

Master mengedit satu lembar jawaban peserta asuh mulai berpangkal nomor 1 hingga nomor ragil, kemudian setelah radu membetulkan satu lembar jawaban terbit peserta pelihara yang satu, suhu merevisi lembar jawab peserta didik yang lain, serupa itu seterusnya.


c.



Metode Bersilang (Cross method)

Guru mengoreksi jawaban peserta didik dengan prinsip menukarkan hasil
koreksi dari sendiri korektor kepada korektor nan tidak. Dengan kata lain, lembar jawab yang sudah dikoreksi oleh seorang korektor, kemudian dikoreksi kembali maka itu korektor enggak.


Diagram 1.1 Kelebihan dan Kekurangan Metode Pengoreksian


Jenis Metode


Faedah


Kehilangan

Sendirisendiri nomor

Pemberian skor yang berbeda atas dua jawaban yang kualitasnya hampir sekufu akrab tidak akan terjadi.

Pelaksanaan bersisa terik dan memakan banyak waktu.

Per lembar

Tidak meratah waktu banyak.

Hawa gegares menjatah nilai yang berbeda atas dua jawaban yang sama kualitasnya.

Saling memotong

Hasil pengoreksian lebih objektif.

Membuang waktu dan tenaga yang banyak.

Di samping metode-metode di atas, terserah juga metode bukan untuk mengoreksi jawaban soal bentuk essay, yaitu:


a.



Metode Analisis (Analytical method)

Pendirian bagi mengoreksi jawaban peserta ajar dengan membandingkan jawaban peserta didik dengan model jawaban yang sudah disiapkan dan sudah dianalisis menjadi beberapa awalan dan pada setiap ancang tersebut disediakan nilai-skor tertentu.Misalnya: ¼ bermoral diberikan skor 2,5; ½ bersusila diberikan skor 5; ¾ benar diberikan skor 7,5; dan benar semuanya diberikan skor 10 untuk setiap item.


b.



Metode Penyortiran
(Sorting method)

Cara menskor dengan terlebih dulu melakukan sortir terhadap keseluruhan karier petatar tuntun.


Penyortiran dilakukan dengan memilah jawaban yang ada.Misalnya memilah nilai ke dalam beberapa tingkatan sebagai halnya jawaban bermartabat (baik), memadai, sedang, abnormal, dan kurang sekali.Tiap klasifikasi diberikan skor misalnya 9 – 10; 7 – 8; 5 – 6; 3 – 4; dan 1 – 2 bermula nan baik sebatas ke yang kurang sekali.


c.



Metode Angka (Point method)

Dalam metode ini (yang sering disebut sebagai metode poin jawaban), jawaban ideal maupun paradigma jawaban disusun secara mendetail mencapai poin -poin unik setiap jawaban. Kredit yang akan diberikan kepada koteng pelajar tergantung berpunca jumlah poin-poin isi jawaban yang disertakan dalam jawabannya, selain itu suku cadang –onderdil bagian seperti kejelasan ekspresi yang digunakan, cara mengorganisasi pemikiran yang logis, dan bukti pendukung jawaban pula dipertimbangkan dan diberi nilai. Oleh karena


itu, sebuah daftar periksa sangat penting untuk boleh memasrahkan penilaian yangobjektif. Faktor-faktor yang terlazim dipertimbangkan dalam memberikan kredit nilai untuksoal-soal essay tertentu merupakan (1) waktu yang diperlukan untuk menjawab soaltersebut, (2) tingkat kerumitan bermula soal tersebut, (3) penekanan sreg isi yang dibahaspada suatu soal dalam garis-garis osean konfirmasi. Jadi, setiap jawaban petatar dibandingkan dengan jawaban ideal yang sudah lalu ditetapkan dalam anak kunci jawaban dan kredit yang diberikan akan gelimbir pada derajat kepadanannya dengan daya jawaban. Metode ini cocok lakukan bentuk essay sedikit, karena setiap jawaban sudah lalu dibatasi dengan kriteria tertentu.


d.



Metode Rating

Dalam metode penilaian universal (j uga disebut seumpama metode holistik atau metode rating), jawaban ideal tidak dibagi -bagi kedadalam nilai-kredit spesifik dankomponen-komponen tambahan; jawaban ideal hanya berfungsi seumpama standar.Tulisan siswa yang minus berasal standar ideal tersebut dan y ang melenceng privat halkualitas digolongkan kedalam standar diluar standar pola atau tolok ukur acuan.Paraguru atau tester kemudian diinstruksikan untuk menginterogasi jawaban dengan cepat danmemberikan pendapat globalnya secara keseluruhan megenai kualitas jawaban.Jadi, jawaban setiap peserta didik ditetapkan dalam keseleo satu gerombolan yang mutakadim dipilah-pilah berdasarkan kualitasnya selagi jawaban tersebut dibaca. Kelompok-kelompok tersebut melukiskan kualitas dan dan menentukan berapa poin yang akan diberikan pada setiap jawaban. Misalnya, sebuah soal akan siberi skor maksimal 8, maka cak bertanya tersebut akan dapat dibuat menjadi 9 kerumunan jawaban, tiba dari 0 sampai 8. Metode ini sejadi untuk bentuk essay bebas.


Contoh Soal berasal SK dan KD:

Standar Kompetensi

: 1.      Menghargai berbagai warisan dan pencetus

rekaman yang berskala kewarganegaraan  pada masa Hindu-

Budha dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku nasion, serta kegiatan ekonomi di Indonesia.

Kompetensi Dasar

: 1.4     Menghargai kebinekaan kaki nasion dan

budaya di Indonesia

Contoh tanya tipe essay :


1.



Jelaskan yang dimaksud dengan keanekaragaman suku nasion! Berikan 2 contoh!

No

Patokan Penilaian

Kata Kunci

Biji

1

Menjelaskan arti keragaman

Kata yang menggambarkan arti “jamak”.

0-1

2

Menjelaskan faedah suku bangsa

keekaan

sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan tamadun,

khususnya bahasa.

0-2

3

Memberikan contoh suku-suku bangsa

2 suku bangsa

0-2

Kredit maksimal

5


2.



Sebutkan pertunjukkan rakyat yang ada di setiap provinsi di pulau Jawa!

No

Standar Penilaian

Introduksi Kunci

Skor

1

Pertunjukkan rakyat nan ada di Jawa Barat

Wayang golek

1

2

Pertunjukkan rakyat yang ada di Banten

Debus

1

3

Pertunjukkan rakyat nan ada di DKI Jakarta

Lenong, ondel-ondel

1

4

Pertunjukkan rakyat yang ada di Jawa Tengah

Wayang patung kulit, sandiwara bangsawan

1

5

Pertunjukkan rakyat nan suka-suka di Jawa Timur

Ludruk, reog

1

Skor maksimal

5


3.



Bagaimana cara memuliakan keberbagaian budaya daerah lain?

No

Tolok Penilaian

Pembukaan Gerendel

Ponten

1

Mengistilahkan dua budaya daerah nan dibandingkan

Dua budaya wilayah yang berlainan

0-2

2

Menunjukkan pendirian menghormati pluralitas budaya area tak

Tenggang rasa

0-3

Skor maksimal

5


4.



Jelaskan keberbagaian budaya yang suka-suka di provinsi arena tinggalmu!

No

Standar Penilaian

Perkenalan awal Kunci

Skor

1

Menyebutkan budaya yang ada di daerahnya

Contoh budaya provinsi

0-2

2

Menjelaskan diversitas budaya yang suka-suka di daerahnya

Alas kata yang menggambarkan “jamak”

0-3

Skor maksimal

5


5.



Sebutkan budaya daerah Daerah Tunggal Yogyakarta!

No

Kriteria Penilaian

Kata Kunci

Skor

1

Menyebutkan busana adat

Kebaya dan sorjan

1

2

Menyebutkan makanan khas

Gudeg

1

3

Menamakan lagu daerah

Menyebutkan salah suatu lagu

1

4

Menyebutkan organ musik distrik

Gamelan

1

5

Mengistilahkan apartemen adat

Joglo

1

Skor maksimal

5



B.





Kepentingan dan Kekurangan Tes Essay


a.



Dapat digunakan untuk hasil belajar yang kegandrungan, seperti kemampuan mengaplikasikan prinsip, kemampuan menginterpretasikan hubungan, kemampuan merumuskan kesimpulan yang sahih dan sebagainya. Namun demikian, tidak dengan sendirinya tes essay menghasilkan pengukuran hasil belajar nan kompleks. Hal ini tersampir pada kemampuan pembuat tes (master maupun dosen) lakukan menyusun butir pertanyaan essay. Malar-malar, enggak jarang ditemukan adanya butiran soal essay yang meminta hal nan terbelakang, yang sebenarnya jauh makin efektif bila dites dengan menggunakan butir soal independen.


b.



Meningkatkan tembung pelajar tes lakukan belajar dibandingkan bentuk testimoni objektif. Sesuai dengan sifatnya yang menuntut kemampuan mengekspresikan dengan introduksi-kata koteng, maka rangka verifikasi essay menuntut penguasaan incaran secara penuh. Pemilikan target yang tanggung dapat dideteksi dengan mudah menerobos jawaban nan ditulis oleh siswa pengecekan. Maka dari itu karena itu, bagi menjawab tes essay dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai mangsa nan diperkirakan akan diujikan privat tes secara tuntas.


c.



Mudah disiapkan dan disusun, sehingga tidak membutuhkan waktu nan lama bagi suhu bakal mempersiapkannya. Akomodasi ini terutama disebabkan oleh dua hal, pertama jumlah butir soal tidak terlalu banyak, dan kedua hawa tidak harus menyenggangkan jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar.


d.



Tidak banyak kesempatan kerjakan berspekulasi ataupun pertaruhan. Karena tidak ada alternatif jawaban yang disiapkan makanya pelaksana tes maka peserta pemeriksaan ulang dituntut kerjakan betul-betul merenungkan jawaban yang dibutuhkan.


e.



Memerosokkan pelajar cak bagi bahadur menganjurkan pendapat serta menyusunnya ke intern bentuk kalimat yang tepat. N domestik menjawab soal testing tertulis peserta dituntut bikin mampu menyusun kalimat nan mudah dipahami maka itu pengkaji hasil pengecekan. Hal ini akan melatih keberanian dan keterampilan pelajar menyampaikan ide ataupun gagasan secara tertera.


f.



Memberi kesempatan kepada pesuluh untuk mengutarakan maksudnya dengan kecondongan bahasa dan caranya koteng. Kemampuan menjawab soal ujian essay dengan baik akan membantu meningkatkan keterampilan peserta dalam menyatakan pikiran secara teragendakan.

Terletak juga kekurangan yang ada pada pembenaran bagan essay, yakni:


a.



Reliabilitas testimoni kurang. Artinya poin yang dicapai maka itu murid tes lain konsisten bila validasi yang sebabat ataupun tes paralel diuji bilang kali. Ada tiga penyebab rendahnya kredibilitas tes essay (Asmawi Zaenul dan Noehi Nasution (2005:41)).
Pertama,
keterbatasan percontoh bulan-bulanan yang inklusif kerumahtanggaan butir soal pembuktian. Karena sifat jawaban konfirmasi essay menuntut periode yang relatif banyak, maka tidak kelihatannya soal tes essay terdiri dari beberapa granula cak bertanya nan banyak jumlahnya sehingga mengambil alih seluruh bahan yang diujikan. Hal ini berarti gerendel bahasan yang dapat diambil sebagai target pembuktian sangat terbatas.
Kedua,
had-tenggat tugas yang harus dikerjakan peserta pemeriksaan ulang dulu longgar, walaupun sudah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan nan cukup ketat. Keragaman jawaban antar peserta konsisten saja raksasa. Keragaman bukan namun antara peserta tes, tetapi juga sangat dipengaruhi maka dari itu lingkungan, tahun, bahkan suasana tes nan ada. Pengecekan yang seimbang diuji lega pagi masa, dimana peserta masih segar akan menghasilkan skor yang berbeda bila pembenaran dilaksanakan sreg siang hari. Dan
ketiga,
adanya subjektivitas penskoran yang dilakukan oleh pemeriksa jawaban verifikasi. Berbeda sosok yang menginvestigasi, maka berbeda kembali nan diperoleh petatar. Bahkan, individu yang sama memeriksa tes nan sama pada waktu yang berbeda akan menghasilkan skor yang berlainan juga.


b.



Membutuhkan perian yang lebih lama kerjakan mengusut benang jawaban dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain. Adanya bermacam-macam jenis pertimbangan dalam penilaian hasil tes essay serta adanya jawaban yang pas panjang menyebabkan pemeriksaan lembar jawaban pembenaran essay membutuhkan hari yang relatif lebih lama dibandingkan dengan tes objekif. Semacam itu adanya tuntutan bahwa pihak yang mengadakan penilaian pun harus menguasai materi yang diujikan menyebabkan sensor terhadap hasil verifikasi essay tidak dapat diwakilkan kepada orang bukan yang tidak menguasai materi.


c.



Jawaban pelajar pembuktian sekali-kali disertai dengan saus. Petatar tes yang minus memecahkan incaran yang akan diujikan acap kali mencoba menjawab dengan menjelaskan situasi lain nan tidak berhubungan dengan hal yang ditanyakan atau dengan alas kata tidak peserta pemeriksaan ulang membual. Jawaban nan lain signifikan ini pun harus dibaca oleh guru dengan teliti.


d.



Kemampuan menyatakan perhatian secara tertulis menjadi hal yang paling terdepan bikin membedakan prestasi berlatih antara siswa. Sementara itu tidak semua hasil berlatih dapat dikomunikasikan dalam susuk catatan. Sebagian besar hasil berlatih lain dinyatakan dalam gambar tingkah larap atau sikap, bukan intern bentuk pernyataan tertulis.



C.





Mengatasi Permasalahan Validasi Essay

Untuk mengatasi permasalahan berusul penggunaan tes essay, dapat dipertimbangkan beberapa kejadian, antara lain :


a.



Yang bertugas sebagai korektor adalah insan yang membuat soal pembuktian essay. Apabila kerumahtanggaan pengoreksian menunggangi metode silang, kunci jawaban yang digunakan itu setinggi.


b.



Sebaiknya soal nan diberikan ke murid tidak berlebih banyak namun mencakup keseluruhan materi.


c.



Instruksi bikin siswa menjawab pertanyaan sebaiknya diberikan batasan menjadi beberapa alas kata/kalimat.


d.



Untuk menghilangkan subjektivitas pada sutra jawaban siswa moga diberikan kode yang tidak mencirikan siswa.


Kuis


1.



Validasi essay memaksudkan peserta jaga cak bagi menguraikan, mengorganisasikan, dan menyatakan jawaban dengan menggunakan perkenalan awal-katanya sendiri. (Sopan)


2.



Perbedaan hidayah nilai atas dua jawaban yang sama kualitasnya ialah kesuntukan dari metode saling memalang. (Salah)


3.



Jawaban yang detail merupakan jawaban yang hipotetis dan poin tak mempengaruhi nilai. (Keseleo)


4.



Siswa dituntut cak bagi memafhumi materi nan akan diujikan secara mendetail agar bisa menjawab soal essay. (Salah)


5.



Pembuatan verifikasi essay sebaiknya lebih cacat sepatutnya lain membutuhkan waktu yang lama dalam pengoreksian. (Benar)


KESIMPULAN


1.



Yang dimaksud dengan verifikasi bentuk essay yaitu

granula tanya yang mengandung pertanyaan ataupun tugas yang jawaban alias pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan perasaan petatar tes
.


2.



K
elebihan dan kekeringan bersumber tes rencana essay

adalah mengekspresikan jawaban dari siswa namun akan bosor makan terjadi subjektifitas berpangkal suhu saat pengoreksian.


3.



C
ara menuntaskan kekurangan dari tes bentuk essay

merupakan

bakal menghilangkan subjektivitas lega benang jawaban siswa hendaknya diberikan kode nan tidak mencirikan siswa.


DAFTAR REFERENSI



Arifin, Zainal. (2009).
Evaluasi pembelajaran: Prinsip, prosedur.
Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Beny Kurniawan, Gede. (2011).
Mengkonstruksi pengecekan essay.
Diakses dari

25 Februari 2022.

Jihad, Asep dan Abdul Harir. (2012).
Evaluasi pembelajaran.
Yogyakarta: Multi

Presindo.

Masidjo. (1995).
Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah.

Yogyakarta: Kanisius.

Suwarno.


(2010).
Mengungkap karakteristik verifikasi essay.





Diakses berpokok

Suryadi. (_____).
Teknik menyusun gawai evaluasi dan analisis hasil belajar.

Diakses mulai sejak

Widoyoko, Eko Putro.

(

2009
).
Evaluasi programa pembelajaran:






Panduan






p


raktis bagi



p


endidik dan



c


alon



p


endidik.





Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Source: http://vajengpertiwi.blogspot.com/2015/05/makalah-evaluasi-pembelajaran-tes.html