Dengan Segenap Hati Dan Jiwaku



Kamis, 04 Juni 2022
Hari Biasa Pekan IX








Tob. 6:10-11; 7:1,6,8-13; 8:1,5-9a; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mrk. 12:28b-34.

Kasihilah Allah, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan sepenuh kekuatanmu.


Kita diingatkan kembali dengan hukum penting, merupakan syariat kasih. Mungkin ini, saya akan mengaitkan hukum pemberian ini dengan logo salib. Dengan stempel kayu palang, kita menjaringkan hidup dan segala aktivitas yang kita buat dalam kuasa dan perlindungan Tuhan Tritunggal. Maka itu karena itu, kita mengucapkan “Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kalis” enggak “Atas keunggulan Bapa dan Putera dan Roh Bersih”. Sambil mengucapkan cap Allah Tritunggal, kita menyentuh dahi, dada dan kedua pundak kanan-kiri. Sentuhan di dahi mengungkapkan kesediaan kita lakukan mengasihi Halikuljabbar dengan seberinda akal kepribadian kita. Sentuhan di dada menungkapkan kedatangan kita untuk mengasihi Sang pencipta dengan segenap hati dan spirit. Sentuhan di bahu kanan dan kidal menyatakan kesediaan kita kerjakan mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan kita. Dengan demikian, jenama salib, nan dalam sehari kita membuatnya dalam kali, enggak sekedar tanda nan kosong, semata-mata yakni ungkapan keberadaan kita cak bagi mengasihi Tuhan dengan semesta hati, jiwa, akal budi dan kemujaraban. Oleh karena itu, setiap karier dan tindakan yang kita awali dengan tanda salib (=doa) hendaknya khusyuk adalah perwujudan cinta kita kepada Tuhan secara total. Demikian pula, hendaknya kita selalu mengawali dan mengakiri setiap pekerjaan dan tindakan dengan cap salib (=puji-pujian) agar dengannya kita berkecukupan untuk secara sungguh-sungguh mewujudkan comar kita kepada Tuhan secara total.



Wirid: Allah, berilah kami karunia-Mu agar kami mampu mengungkapkan dan mewujudkan sering kami kepada-Mu dengan segenap hati, hayat, akal khuluk dan kekuatan. Amin. -agawpr-

Source: https://www.renunganpagi.id/2015/06/kasihilah-tuhan-allahmu-dengan-segenap.html