Download Novel Kuantar Ke Gerbang



Kuantar Ke Gerbang, Ramadhan K.H, cetakan mula-mula 2022, Bentang. 417 hal.

Resensi Makanya : Rena Asyari

Gambar dokumentasi pribadi, buku himpunan perpustakaan Seratpena

Buku ini bisa dikategorikan muka memori. Saya membaca pusat ini seperti mendaras novel fiksi kisah romantisme dengan gembong bernama Soekarno dan Inggit. Lebih dari itu buku ini mendongeng banyak tentang negara terkasih Indonesia. Akan halnya Soekarno
The
Founding Father
dan Inggit ibu yang dari rahimnya melahirkan Indonesia. Buku ini mencakup ketatanegaraan, kisah percintaan, ambisi, sambutan dan vitalitas tergambar semenjak tokoh-tokohnya.

Melalui buku ini saya bintang sartan mengenal dengan dekat manusia Inggit Garnasih. Perawan sunda nan namanya banyak digaungkan di kapling sunda dan diabadikan sebagai nama jalan di Bandung tapi mungkin hanya rendah yang mengenalnya. Momen saya mungil yang saya tahu tentang Inggit Garnasih yaitu ibu kos Soekarno nan alhasil menikah dengan sang proklamator. Orang-makhluk terdamping saya tidak pernah membualkan akan halnya Inggit selain dari itu. Ramadhan K.H seolah dengan enggak sengaja memberitahu kita bahwa Indonesia bukan ciptaan Soekarno dan Hatta tetapi, bahwa Indonesia merupakan biji pelir perjuangan dari banyak pihak termasuk Inggit yang membayari perjuangan Soekarno buat mencapai kebebasan.

Cerita nyata yang dihadirkan Ramadhan K.H ini lalu menguras emosi. Tentang perlakukan Belanda nan adikara, tentang sambutan Soekarno yang berat, tentang kepatuhan Inggit yang harus diakhiri dengan perpecahan. Di halaman terakhir terdapat lampiran mengenai akta cerai Soekarno-Inggit, kejadian ini melengkapi bahwa buku ini salah suatu buku wajib buat referensi sejarah tentang Soekarno.

Kancing setebal 417 hal ini sewaktu-waktu bukan membuat bosan, dilengkapi dengan beberapa pengarsipan foto tentang orang-orang terhampir Soekarno dan beberapa peristiwa bermakna dari kurun perian 1921 – 1984 mengenalkan pembaca generasi muda akan memori dan manusia-makhluk yang bermanfaat internal perjalanan negeri ini.

Narasi cinta Soekarno Inggit harus diakhiri karena Soekarno membelakangkan memilih Fatmawati untuk meneruskan keturunannya. Inggit dengan tegas menyorong untuk dipoligami, baginya sangat pantang di poligami.  Ramadhan K.H memadai berhasil menghadirkan sosok Inggit ke pembaca sepatutnya lekat. Ini sosi sumbangsihnya bagi negeri, mengenalkan sosok para pendirinya yang sederhana dan munjung perjuangan.

Tito Zeni Asmara Hadi yang yakni anak asuh dari Ratna Djuami, Ratna Djuami adalah anak sanggang Inggit dan Soekarno dan p versus membaca Fatmawati detik di Bengkulu menuliskan di kalimat penutup sekapur sirih di pokok ini :

“Selamat jalan Inggit, Selamat Jalan Soekarno, privat genggaman tangan dan cahaya Almalik, kalian dipertemukan kembali dengan cak acap”.

Kuantar Kau ke Ki, merupakan taktik kisah cangap anak wilayah yang tidak lekang digerus zaman.


Source: https://seratpena.com/2015/10/05/kuantar-ke-gerbang-ramadhan-k-h/