Gambar Alat Reproduksi Kuda Betina

Warning: TT: undefined function: 32 Warning: TT: undefined function: 32 i

ANATOMI DAN Fisiologi REPRODUKSI KUDA BETINA

oleh:

maka dari itu:

Salsabila Qutrotu’ain 1709511009

FAKULTAS Medis Dabat UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2022

2

Kata Pengantar

Puji Syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas hadiah-Nya sehingga penulisan paper ini dapat terselesaikan dengan baik. Paper ini saya susun berlandaskan takrif yang saya peroleh dari beberapa jurnal dan wahana elektronik dengan harapan orang yang membaca dapat mengetahui tentang materi “Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Jaran Lebah ratulebah”. Tidak lupa kembali kami ucapkan peroleh kasih bakal dosen pembimbing mata kuliah Fisiologi dan teknologi reproduksi veteriner. Karena keterbatasan pengetahuan maupun asam garam saya. saya yakin masih banyak kekurangan dalam paper ini. Makanya karena itu, kami sangat memimpikan saran dan suara yang membangun dari pembaca demi keutuhan paper ini.

Denpasar, 15 Maret 2022

Penyusun

Daftar Isi

  • Susuk 1. Anatomi reproduksi kuda lebah ratulebah
  • Gambar 2. Perilaku jaran betina detik estrus
  • Gambar 3. Siklus estrus sreg kuda betina

1

Ki I

PENDAHULUAN

1.1 Belakang Kuda merupakan mamalia ungulata yang bermatra minimum ki akbar di kelasnya. Kuda dari spesies Equus caballus yang dahulu adalah bangsa mulai sejak jenis kuda liar, sekarang sudah menjadi hewan yang didomestikasi dan secara ekonomi memegang peranan terdepan bagi kehidupan manusia terutama internal pengapalan komoditas dan orang selama ribuan tahun. Aswa sudah lalu lama dikenal dan dimanfaatkan oleh basyar laksana peranti transportasi dan kemudian berkembang menjadi hewan nan digunakan seumpama hobi serta wahana gerak badan. Pemanfaatan kuda sebagai sarana olah tubuh yang berkembang di Indonesia adalah kuda pacu. Empunya jaran ingin membiakkan kuda mereka karena beraneka macam alasan. Banyak empunya punya kuda betina yang dicintai dan mendambakan kuda tersebut berkembang biak, perlindungan kuda n domestik skala yang layak besar juga boleh digunakan sebagai sebuah bisnis. Apapun alasan yang dipilih untuk mengembangbiakan kuda, pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi reproduksi kuda suntuk berjasa dalam acara ketenteraman jaran. Pengetahuan ini memberikan dasar mendasar yang menjadi bawah semua prinsip pembiakan kuda. 1.2 Keburukan 1.2. Bagaimana ilmu tasyrih reproduksi pada kuda betina? 1.2. Bagaimana fisiologi reproduksi lega aswa lebah ratulebah? 1.3 dan Manfaat Tujuan penulisan paper ini ialah bak sarana pembelajaran akan halnya anatomi reproduksi pada kuda betina, dan mempelajari tentang fisiologi reproduksi pada kuda betina. Penulisan paper ini bermanfaat untuk mengetahui mengenai system reproduksi pada kuda lebah ratulebah, baik privat segi ilmu urai atau ilmu faal.

3

sebagai respons terhadap lingkungan hormonal tubuh. Menanggapi pertambahan estrogen yang diproduksi sejauh estrus, serviks tampak sirah remaja karena peningkatan vaskularisasi. Sepanjang periode ini, dia menghasilkan rahak yang encer sehingga sering ditemukan di dinding vagina. Dinding serviks yang lembek ini melajukan aliran air mani. Sebaliknya, ketika serviks berada di bawah otoritas progesteron sejauh perian diestrous dan kehamilan, ia menghasilkan lendir yang kental dan lengket, dan terpejam rapat dan dipegang di perdua dinding vagina. Perintang bodi yang dihasilkan oleh serviks nan sehat memberikan garis pertahanan utama terhadap pengotoran dan infeksi rahim. Akibatnya, kerusakan puas struktur ini dapat mengakibatkan keburukan signifikan dalam menjaga kesuburan. 2.1. Uterus Uterus adalah perabot yang berjajaran, bertembuk, berbentuk Y. Basis Y disebut badan uterus, sedangkan dua cabang disebut tanduk. Rahim tersuspensi di dalam sinus tubuh oleh dua struktur nan kuat seperti lembaran yang disebut ligamen luas. Ligamen-ligamen ini seiring bertambahnya spirit, paritas, ataupun trauma boleh menyebabkan rahim erot ke bawah. Konformasi ini dapat mempengaruhi kuda ke perputaran balik urin (urin pooling) ke saluran reproduksi dan akumulasi di serviks. Pengumpulan urin dapat menyebabkan infeksi alat pencernaan dan kesuburan yang buruk. Rahim terdiri dari tiga lapisan berlainan. Lapisan serous terluar adalah berkelanjutan dengan ligamennya yang luas. Lapisan tengah, miometrium, terdiri dari dua makao jaringan otot, satu berorientasi memulur dan suatu melingkar. Miometrium bertanggung jawab atas kontraksi kuat yang memperlainkan anak asuh jaran saat lahir. Endometrium adalah lapisan paling intern. Ini adalah membran mukosa kompleks yang mengandung suplai talenta yang kreatif dan banyak kelenjar. Fungsi utama peranakan adalah bikin melindungi, memelihara dan menyediakan lingkungan nan kondusif bagi perkembangan embrio dan janin, dan bikin mengeluarkan janin selama kelahiran. Mempertahankan jaringan yang sehat privat endometrium sangat penting bagi kesuburan yang optimal. Faktanya, endometritis (infeksi perut) yakni penyebab terdepan infertilitas plong kuda.

4

2.1. Oviduk Oviduk juga dikenal sebagai tuba fallopi, saluran telurnya kerdil, tabungnya sangat melingkar. Saban menghubungkan ujung sumbu badak uterus dengan ovarium. Ujung ovarium saluran telur disebut infundibulum. Ini diperbesar dan dibentuk seperti sarung tangan penangkap dengan proyeksi sebagaimana deriji dari ujungnya yang disebut fimbriae. Desain ini berfungsi untuk menggendong bagian indung telur dari mana ovum (telur) akan muncul sehingga dapat ditangkap dan diangkut menerobos saluran telur ke rahim. Pemupukan sel telur terjadi di saluran telur di mana ia menyempit kerjakan bergabung dengan rahim; ini disebut lahan genting. Saluran telur tinggal dilapisi oleh proyeksi seperti rambut yang disebut silia. Silia dan lapisan otot yang melapisi serokan telur berkreasi sebagai tim untuk mengangkut sel telur ke saluran telur dan cak bagi memindahkan sperma berpokok sebelah yang berlawanan 2.1. Ovarium Ovarium aswa lebah ratulebah punya kerangka dan rias yang unik. Mereka berbentuk kacang ginjal dan akan memiliki kontras yang jelas n domestik matra dan tekstur antara musim kawin dan non-sangkutan. Selama tahun kawin mereka berfungsi dan seukuran bola tenis. Jihat jeluk ovarium disebut hilus dan merupakan kawasan perlekatan pada sinus perut. Hilus kembali menyediakan terusan bagi pembuluh darah dan saraf nan melayani seluruh indung telur. Sebelah cekung ovarium disebut fossa ovulasi dan unik bikin kuda betina. Provinsi berbentuk baji ini yakni satu-satunya bagian ovarium yang darinya telur dapat diovulasi. Struktur bagian n domestik ovarium terdiri dari negeri luar yang disebut medula dan adegan intern, korteks. Korteks mengandung rumah tahanan telur. Momen anak aswa dilahirkan, korteks mandraguna semua telur yang pernah ia miliki. Korteks mendukung pertumbuhan dan perkembangan struktur pada ovarium yang membantu telur masak dan juga mengeluarkan hormon yang kontributif mengendalikan proses reproduksi. Riuk satu struktur kortikal disebut folikel. Setiap rumah pasung telur terbungkus makanya satu lapisan terungku epitel folikel, folikel primordial. Dari ratusan mili folikel primordial yang suka-suka di indung telur momen lahir, saja sebagian kecil yang akan mencecah kematangan dan mengkhususkan sel telurnya. Sebagian ki akbar folikel mengalami degenerasi atau

6

2.2. Perilaku Reproduksi Dua tahap siklus estrus nan farik umumnya dibedakan maka dari itu respons perilaku kuda terhadap aswa jantan. Estrus berlangsung galibnya 5 hingga 7 hari, perian panas terpanjang bermula hewan peliharaan. Estrus ditandai dengan penerimaan terhadap jaran dakar. Aswa betina nan menunjukkan perilaku estetika klasik akan mengadopsi prinsip campakkan air kecil – berjongkok dengan tungkai terbuka dan ekor terangkat.

Gambar 2. Perilaku kuda lebah ratulebah ketika estrus

Kuda betina akan caruk buang air kecil intern volume kerdil dan mendedahkan klitorisnya dengan membuat vulvanya (mengedipkan indra penglihatan). Seandainya kuda dakar mendekat, sira mungkin bersandar padanya. Galibnya kuda menghentikan perilaku estrus dalam 24 hingga 48 jam pasca- ovulasi. Ini membubuhi cap tadinya berbunga tahap lain terbit siklus, diestrus, nan berlantas terbit 14 hingga 16 hari. Sejauh diestrus, jaran menolak kuda jantan dengan perilaku yang lazimnya terbantah dalam bentuk pengalihan ekor, memekik, memukul, tokak dan / atau menyepak. Pembagian yang didefinisikan secara perilaku ini dalam siklus estrus kira-kira sejajar dengan peristiwa yang terjadi di indung telur, yang ditentukan oleh sistem endokrin (hormon). Lutenizing Hormone (LH) bertanggung jawab bakal merangsang ovulasi dan membantu tahap semula pengembangan corpus luteum. Pola sekresi LH pada mare berbeda bersumber fauna tempatan lainnya. LH disekresi untuk jangka periode yang lama, dimulai puas penobatan estrus perilaku, memuncak pada dua hari sesudah ovulasi dan menurun sepanjang fase luteal awal. Ovulasi umumnya terjadi menjelang intiha estrus. Penting bakal menyadari bahwa estrus merupakan peristiwa perilaku sementara ovulasi

7

merupakan hal fisik. Biarpun estrus dan ovulasi biasanya terjadi bersamaan, ovulasi enggak tergantung pada estrus, estrus pun tidak memastikan ovulasi

Gambar 3. Siklus estrus pada kuda betina

2.2. Managemen Reproduksi Efisiensi reproduksi kuda adalah yang terendah dari semua hewan ternak kita. Rata-rata cak bagi anak jaran usia dan kuda yang dibiakkan kerumahtanggaan pembiakan aswa yang dikendalikan sosok sedikit di atas 50 persen. Aswa betina ini silam unik dalam banyak pendekatannya terhadap reproduksi, baik secara perilaku maupun fisiologis. Saja, intervensi cucu adam dalam proses pemuliaan jelas memainkan peran n domestik inefisiensi reproduksi. Terlampau menarik cak bagi dicatat bahwa kuda di populasi kuda liar (liar) cangap mencapai tepat guna 80 persen. Salah satu alasan kinerja reproduksi yang buruk adalah kenyataan bahwa hanya adv minim peternak aswa yang memilih pengembangbiakan kuda mereka untuk efisiensi reproduksi. Kuda bagak dan kuda betina dipilih bikin prestasi atletik mereka, untuk silsilah mereka atau untuk kecantikan mereka. Alasan-alasan ini merupakan nilai kuda detik ini, cuma setiap hamba allah harus menyadari masalah potensial momen kesangkilan reproduksi tidak dipertimbangkan. Kuda betina yang berharga menurut kriteria- patokan ini, belaka enggak perakit yang efisien, akan cerbak disimpan, dimanjakan, dan dibujuk kerjakan hamil dan bukannya dimusnahkan. Ini seringkali adalah proses yang mahal, dan jika ia harus memiliki anak cucu, inefisiensi reproduksinya dapat diturunkan ke generasi mendatang. Aspek negatif lain dari manajemen manusia adalah bahwa kita sering berusaha mengembangbiakkan kuda lebah ratulebah di asing tahun reproduksi alami mereka. Dibiarkan ke perangkat mereka sendiri, kuda biasanya kawin selama hari-periode musim taruk dan

9

Gerbang III

PENUTUP

  1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat saya rangkum privat paper ini merupakan ilmu tasyrih reproduksi kuda betina termuat vulva, vagina, serviks, uterus, saluran telur dan indung telur. Kuda betina yang menunjukkan perilaku estetika klasik akan mengadopsi cara campakkan air mungil – berjongkok dengan kaki terbabang dan ekor terangkat. Estrus juga bisa dipengaruhi oleh musim.
  2. Saran Paper nan saya tulis yakni paper yang jauh dari prolog sempurna. Diperlukan penelitian yang lebih lanjut cak bagi menunaikan janji paper ini.

10

DAFTAR Wacana

Steven M. Jones. 2022. Understanding Reproductive Physiology and Anatomy of the Mare. University of Arkansas, United States Department of Agriculture, and County Governments Cooperating. Busato, Eduarda M. 2022. Reproductive Physiology of the Equine. Reproduction Biotechnology in Farm Animals, Federal University of Paraná (UFPR), Curitiba-PR, Brazil. Strickland, Charlene. 1996. Anatomy and Physiology of a Mare’s Reproductive System. Diakses di thehorse/14840/anatomy-and-physiology-of-a-mares-reproductive-system/ pada tanggal 18 Maret 2022. Anonym. Understanding Reproductive Physiology and Anatomy of the Mare. United States Departement of Agriculture.

Figure 1. Reproductive tract of the mare.

Figure 2. Changes in the equine cervix during the estrous cycle. The equine cervix as seen through a vaginal speculum during diestrus (left) and estrus (right). Under the influence of progesterone during diestrus, the os cervix is tightly closed and surrounded by firm, well-de- fined folds. During the estrogen-dominated period of estrus, the cervix is swollen, with relaxed folds which hang down over the open orifice.

backwash of urine (kemih pooling) into the reproduc- In fact, endometritis (uterine infection) is a major tive tract and its accumulation at the cervix. Urine cause of infertility in mares. pooling can cause uterine infection and poor fertility. Oviducts The uterus is composed of three distinct layers. The Also known as the Fallopian tubes, the oviducts outermost, serous layer is continuous with their broad are small, highly coiled tubes. Each connects the uang jasa ligaments. The middle layer, myometrium, consists of two sheets of muscular tissue, one oriented longitudinal- of a uterine horn with an ovary. The ovarian end of ly and one circularly. The myometrium is responsible for the oviduct is called the infundibulum. It is enlarged the powerful contractions which expel the foal at birth. and shaped like a catcher’s mitt with finger-like The endometrium is the innermost layer. It is a complex projections from its end called fimbriae. This design mucosal membrane containing a rich blood supply and serves to cradle the portion of the ovary from which many glands. the ovum (egg) will emerge so that it can be captured The ultimate function of the uterus is to protect, and transported down the oviduct to the uterus. nourish and provide an environment conducive to the Fertilization of the ovum occurs in the oviduct where development of the embryo and fetus, and to expel it narrows to join the uterus; this is called the isthmus. the mudigah during birth. Maintaining healthy tissues The oviducts are heavily lined with hair-like projections within the endometrium is crucial for optimal fertility. called cilia. The cilia and the muscular layers lining

the oviducts work as a team to transport the sel telur will titinada respond to the stallion’s attention, their ovaries down the oviduct and for moving sperm from the do not develop any structures and there is minimum opposite direction. ovarian hormone secretion. The situation changes dra- Ovary matically during spring and summer. As daylight hours increase, ovarian hormonal secretions also increase. The Mare ovaries are unique both in shape and mare will begin to experience a series of estrous cycles. makeup. They are kidney bean-shaped and will have These cycles will repeat themselves at 21- to 23-day an obvious contrast in size and texture between intervals until pregnancy occurs or mencicil a point when the breeding and non-breeding seasons. During the days shorten and she reverts back into anestrus. Estrous breeding season they are functioning and about the cycles only during a circumscribed portion of the year size of a tennis ball. The convex side of the ovary is is termed seasonal polyestrus. One way to circumvent called the hilus and is the area of attachment to the seasonal polyestrus for early breeding is through expo abdominal cavity. The hilus also provides passage sure to artificial light. This concept is discussed in more for blood vessels and nerves which serve the entire detail in the reproductive management section below. ovary. The concave side of the ovary is called the ovu- lation fossa and is unique to the mare. This wedge- Reproductive Behavior shaped area is the only portion of the ovary from The two different stages of the estrous cycle which an egg may be ovulated. The inner structure of are generally distinguished by the mare’s behavior- the ovary consists of an outer area called the medulla al responses to the stallion. Estrus (heat) lasts an and an inner part, the cortex. The cortex contains the average of 5 to 7 days, the longest heat period of any ova (eggs). When a filly is born, the cortex contains domestic animal. Estrus is characterized by receptiv- all the eggs she will ever have. The cortex supports ity to the stallion. A mare showing classical estrous the growth and development of the structures on the behavior will adopt a urination stance – squatting ovary which help the eggs mature and also secretes with legs spread apart and tail raised. She will urinate hormones that help control the reproductive process. small volumes frequently and expose her clitoris by One of the cortical structures is called the follicle. everting her vulva (winking). If a stallion nears, she Each ovum is encased by a single layer of follicular may lean into him. Most mares cease estrous behavior epithelial cells, the primordial follicle. Of the within 24 to 48 hours following ovulation. This marks hundreds of thousands of primordial follicles present the beginning of the other stage of the cycle, diestrus, in the ovary at birth, only a small fraction will ever which lasts from 14 to 16 days. During diestrus, the reach maturity and liberate their ova (egg). Most mare rejects the stallion with behavior typically seen in follicles degenerate or undergo partial development the form of tail switching, squealing, striking, biting and then disappear. This follicular growth process and/or kicking. These behaviorally defined divisions involves enlargement, development of cellular lay- in the estrous cycle roughly parallel the events which ers around the follicular wall, accumulation of fluid are occurring in the ovary, defined by the endocrine within the central follicular cavity and production of system (hormones). the hormone estrogen. As the enlarged preovulato- Lutenizing Hormone (LH) is responsible for ry follicle nears maturity, it bulges from the ovary’s stimulating ovulation and supporting the initial stages surface. This bulge can be felt through the rectal of corpus luteum development. The pattern of LH secre- wall when the mare’s ovaries are manually palpated. tion in the mare differs from that of other domestic Ultrasonic images of the preovulatory follicle appear animals. LH is secreted for a prolonged period of time, as a black distrik within the grayish tones of surrounding beginning at the initiation of behavioral estrus, peaks at ovarian tissues. The follicle’s penampang indicates its two days after ovulation and declines during the early maturity. Those 35 millimeters or greater are consid- ered capable of ovulating. Another cortical structure, luteal phase. Ovulation generally occurs toward the end the corpus luteum, forms from the tissues remaining of estrus (Figure 3). It is important to realize that estrus after a follicle ruptures at ovulation. Unlike the folli- is a behavioral event while ovulation is a physical event. cle, the corpus luteum is solid-cored and secretes the Although estrus and ovulation normally occur together, hormone progesterone. This difference in construc- ovulation is not dependent upon estrus, nor does estrus tion can be recognized as a change in texture by an ensure ovulation. experienced practitioner during rectal palpation or by its ultrasonic image which is echogenic (gray). Reproductive Management

Physiology of Reproduction lowest of all our domestic animals. The national The reproductive efficiency of the horse is the Seasonal Polyestrus average for live foals versus mares bred in human- controlled horse breeding is slightly above 50 percent. During the nonreproductive season of winter, The mare is perplexingly unique in many of her most mares are in a state of reproductive quiescence approaches to reproduction, both behaviorally and (hibernation) called anestrus. During this time, they physiologically. However, human intervention in the

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: researchgate/publication/

Chapter 1- Reproductive Physiology of the Equine

Chapter · December 2022

CITATIONS 0

READS 2,

5 authors, including:

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Ovine epididymal spermatozoa viability post mortem View project Inseminação Artificial em Tempo Fixo View project

Tácia Gomes Bergstein-GalanUniversidade Positivo (UP) 40 PUBLICATIONS    35 CITATIONS SEE PROFILE

Melina Andrea Formighieri BertolUniversidade Federal do Paraná 30 PUBLICATIONS    71 CITATIONS SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Tácia Gomes Bergstein-Galan on 12 December 2022. The user has requested enhancement of the downloaded file.

2 avidscience

Reproduction Biotechnology in Farm Animals

Chapter 1

Reproductive Physiology of the Equine

Eduarda Maciel Busato¹*, Ana Claudia Machinski Rangel de Abreu¹, Tácia Gomes Bergstein-Galan¹, Melina Andrea Formighieri Bertol¹ and Romildo Romualdo Weiss¹

Federal University of Paraná (UFPR), Curitiba-PR, Brazil

*Corresponding Author: Eduarda Maciel Busato, Fed- eral University of Paraná (UFPR), Curitiba-PR, Brazil, Tel: +5541999569383; Email: [email protected]

First Published November 24, 2022

Copyright: © 2022 Eduarda Maciel Busato, et al. This article is distributed under the terms of the Creative Com- mons Attribution 4 International License (creativecommons/licenses/by/4.0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the source.

Source: https://www.studocu.com/id/document/universitas-udayana/english-pragmatic-and-discourse/anatomi-dan-fisiologi-reproduksi-kuda-betina/7600043