Iklim Bersifat Stabil Yaitu Artinya

Map of world dividing climate zones, largely influenced by latitude. The zones, going from the equator upward (and downward) are Tropical, Dry, Moderate, Continental and Polar. There are subzones within these zones.

Klasifikasi iklim Köppen di seluruh dunia

Iklim
adalah resan dan karakter cuaca yang terjadi di satu wadah atau area. Kurun waktu yang menjadi kamil penentuan iklim rata-rata berdurasi 30 waktu. Unsur penggarap iklim setinggi dengan sinar. Pembentukan iklim di satu ajang dipengaruhi maka dari itu letak garis lintang, lereng, ketinggian, jarak berpokok perairan, serta kondisi sirkulasi air laut. Setiap kawasan memiliki iklim yang berbeda. Spesies iklim lega tiap daerah lampau dipengaruhi oleh garis lintang. Karakteristik pecah pola iklim mondial dipelajari melintasi ilmu cuaca. Iklim juga didasarkan lega karakteristik cuaca yang mempertimbangkan kondisi hujan abu, suhu, dan angin ataupun penguapan.[1]
Beralaskan garis lintangnya, iklim di permukaan Dunia dapat dibedakan menjadi iklim antiwirawan, iklim sedang, iklim subtropis, iklim tropis, dan iklim khatulistiwa.[2]
Iklim pula bisa dibedakan beralaskan kondisi kawasan, yaitu iklim benua, iklim maritim, iklim tundra, dan iklim gunung.[3]
Kondisi iklim dikendalikan terutama maka dari itu atmosfer nan dipengaruhi oleh faktor mileu. Spesies faktor lingkungan yang memengaruhi atmosfer ialah bentuk rupa bumi, tutupan marcapada, dan posisi pencampuran awan di lapisan angkasa luar. Angkasa luar memberi yuridiksi terhadap cuaca nan kemudian menjadi penggarap iklim.[4]

Sejarah

[sunting
|
sunting sendang]

Kemunculan istilah Iklim tak bisa dipisahkan dari Paleoklimatologi. Paleoklimatologi yakni riset tentang iklim kuno. Karena pengamatan langsung iklim enggak tersedia sebelum abad ke-19, paleoklimat disimpulkan dari fleksibel proksi iklim nan mencakup bukti non-biotik sebagaimana sedimen yang ditemukan di bawah danau dan inti es, dan bukti biotik sebagaimana gelang-gelang tumbuhan dan karang. Konseptual iklim adalah pola ilmu hitung dari iklim masa lalu, masa ini, dan futur. Perubahan iklim dapat terjadi dalam rentang waktu yang tahapan dan singkat dari berbagai faktor; pemanasan yunior-hijau ini dibahas n domestik pemanasan mendunia. Pemanasan menyeluruh menghasilkan redistribusi. Andai transendental, “perubahan 3 °C dalam suhu tahunan rata-rata sesuai dengan pergeseran isoterm sekitar 300-400 km di garis lintang (di zona beriklim) atau izzah 500 m. Kerumahtanggaan menyikapi pergeseran zona iklim, setiap spesies akan berputar ke antiwirawan di lintang ataupun ke dataran tinggi bakal menghindari dampak buruk berpunca fenomena standard tersebut”.

Definisi

[sunting
|
sunting sumber]

Peta mahajana suhu menyeluruh intern diferensial hangat dan dingin terlambat. Sama tetapi dalam tiga tingkat diferensial suhu.

Iklim (dari bahasa Inggris semenjak bersumber kata Yunani Kuno “klima”, yang bermakna
gaya) kebanyakan didefinisikan sebagai cuaca galibnya selama periode yang panjang. Waktu lazimnya standar yakni 30 tahun, semata-mata waktu tak dapat digunakan tergantung plong tujuannya. Iklim juga mencengam statistik selain rata-rata, begitu juga besarnya variasi koran atau hari ke musim. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2001 mendefinisikan iklim perumpamaan berikut:

Iklim privat kelebihan sempit biasanya didefinisikan sebagai “cuaca rata-rata,” ataupun bertambah tepatnya, sebagai deskripsi statistik intern hal lazimnya dan variabilitas kuantitas nan relevan selama periode menginjak dari berbulan-wulan hingga ribuan atau jutaan tahun. Hari klasik adalah 30 tahun, seperti didefinisikan oleh World Meteorological Organization (WMO). Kuantitas variabel bidang nan paling kecil sayang digunakan begitu juga suhu, curah hujan, dan angin. Iklim intern arti nan lebih luas adalah negara, termasuk deskripsi perangkaan, dari sistem iklim.

Organisasi Meteorologi Mayapada (WMO) menjelaskan iklim “normal” sebagai “noktah acuan” yang digunakan oleh pakar iklim untuk membandingkan kronologi iklim saat ini dengan masa lampau atau yang dianggap ‘baku’. Sebuah iklim jamak didefinisikan sebagai rata-rata aritmatika bermula partikel iklim (misalnya master) selama periode 30 tahun. Periode 30 tahun digunakan karena cukup lama bagi menyaring tipe anomali antar anomali, tetapi pula cukup singkat bagi bisa menunjukkan jalan iklim nan kian lama. WMO yang membentuk tip teknis untuk klimatologi sreg periode 1929. Plong tahun 1934, Wiesbaden menyempurnakan komisi teknis nan menargetkan periode tiga puluh tahun dari 1901 setakat 1930 misal teks waktu cak bagi normals standar klimatologis. Sreg waktu 1982 WMO setuju untuk memperbarui normals iklim, dan ini kemudian diolah berdasarkan data iklim berasal 1 Januari 1961 setakat 31 Desember 1990.

Perbedaan antara iklim dan semarak diringkas dengan kalimat naik daun “Iklim adalah apa yang Anda harapkan, cuaca yaitu segala yang Beliau dapatkan.”. Sejauh rentang perian sejarah ada sejumlah plastis yang hampir konstan menentukan iklim, termasuk lintang, ketinggian, proporsi tanah ke air, dan jarak antara laut dengan pegunungan. Plastis-lentur tersebut hanya berubah sejauh jutaan tahun karena proses begitu juga lempeng tektonik. Faktor penentu iklim lainnya kian dinamis seperti sirkulasi termohalin laut menyebabkan pemanasan 5 °C (9 °F) di Segara Atlantik lor dibandingkan dengan cekungan laut lainnya. Arus samudera lainnya mendistribusikan kembali memberahikan antara persil dan air pada perbandingan yang lebih regional. Kepadatan dan tipe tutupan vegetasi mempengaruhi penyedotan panas matahari, retensi air, dan siram hujan angin di tingkat regional. Perubahan besaran gas rumah kaca di atmosfer menentukan jumlah energi matahari yang disimpan maka dari itu planet ini, yang menyebabkan pemanasan menyeluruh atau pendinginan global. Variabel-luwes yang menentukan iklim terlampau banyak dan interaksinya kompleks, sekadar cak semau lega dada umum bahwa standardisasi penggunaan laur iklim memerlukan pemahaman garis besar, minimum menyangsang faktor penentu perubahan iklim historis.

Pembentukan

[sunting
|
sunting sumber]

Pembentukan satu iklim dipengaruhi maka itu kesediaan angkasa luar, biosfer, hidrosfer, kriosfer, dan pedosfer. Sedangkan perbedaan iklim dipengaruhi maka dari itu pengendali iklim yang terdiri atas matahari, sirkulasi cuaca di darat dan laut, penjara taruk permanen plong tekanan rendah dan tekanan tinggi, angin dan agregat mega, arus laut, pegunungan dan badai.[5]

Atmosfer menjadi faktor yang paling mempengaruhi pembentukan iklim plong satu kawasan. Kondisi angkasa luar dapat berubah dengan cepat karena adanya otoritas dari luar. Atmosfer dapat berubah karena dipengaruhi maka dari itu siklus harian pemanasan permukaan nan berubah intern nisbah regional maupun global. Atmosfer berkaitan dengan kehadiran biosfer. Biosfer ialah saduran angkasa luar yang masih dihuni oleh makhluk arwah. Ketebalan biosfer mencapai 8 km. Kondisi biosfer dipengaruhi maka dari itu vegetasi tanaman dan kegiatan manusia. Vegetasi tumbuhan memiliki perubahan musiman yang mempengaruhi albedo suatu daerah geografis beserta siklus hidrologisnya. Sedangkan kegiatan manusia berupa penebangan hutan, pertanaman dan urbanisasi bisa menimbulkan perubahan iklim.secara lokal dan global.[6]

Hidrosfer memberikan pengaruh temperatur terhadap iklim intern tahun tahun beberapa wulan, tahun, atau abad. Pengaruh hidrosfer bagi iklim terletak pada kondisi lautan. Sebagain samudra radiasi matahari diserap oleh segara yang kemudian diuapkan ke ruang angkasa. Penguapan air ke atmosfer maka itu lautan menyebabkan terjadinya pelepasan energi merangsang lautan menjadi melase awan. Kondisi ini membentuk arus laut menjadi pengalihan merangsang bikin daerah tropis yang menyepakati sinar mentari terus meneuru ke kawasan imbangan nan jarang terkena sinar matahari.[6]

Pengaruh kriosfer terhadap iklim berkaitan dengan pengurangan pemanasan di Bumi. Kriosfer sebagian segara terletak di wilayah kutub. Sedangkan sebagian kecilnya terbimbing di puncak pengunungan yang sangat hierarki, seperti puncak pegunungan Jayawijaya di Papua. Kriosfer terdiri dari salju dan es. Sifat salju dan es kerumahtanggaan mengembalikan atau memantulkan radiasi mentari lebih baik dibandingkan lautan dan daratan. Kriosfer dapat berubah n domestik perian tahunan, tetapi perbedaan yang besar hanya terjadi privat rentang hari ratusan hingga ribuan hari.[6]

Pembentukan iklim juga dipengaruhi maka dari itu pedosfer meski pengaruhnya baru terasa setelah waktu yang silam lama. Letak pedosfer berlimpah plong perkariban kontinental. Perubahan pedosfer mengakibatkan suhu menjadi lebih dingindi area kontinental. Perubahan pedosfer hanya terjadi di garis lintang yang jenjang pada tahun geologis yang hanya terjadi sekali internal jutaan perian. Keadaan pedosfer berubah akibat adanya manuver tektonik di negeri kontinental.[7]

Macam

[sunting
|
sunting sumber]

Bentuk bumi nan bulat membuat setiap daerah mempunyai iklim nan berlainan. Sorot matahari tak dapat diterima secara sederajat dan merata oleh setiap permukaan dunia. Selain itu, permukaan bumi memiliki bentuk topografi nan beraneka rupa jenisnya. Saban kerangka topografi menanggapi semarak matahari yang diterimanya secara berbeda. Secara awam, jenis iklim dibedakan dan dikenali melalui tinjauan dari berbagai aspek, antara lain terbit aspek tahun, skala, kewedanan, dan jenis.[8]

Berdasarkan penerimaan radiasi

[sunting
|
sunting sendang]

Metode yang paling kuno dan sederhana dalam penjatahan jenis iklim yaitu beralaskan penerimaan radiasi. Pendistribusian jenis iklim dengan landasan penerimaan radiasi sudah dilakukan sejak waktu Yunani historis. Berdasarkan penerimaan radiasinya, iklim dibagi menjadi lima bagian melangkaui pembatasan empat garis lintang. Pertama, iklim tropika dengan batas 23oLU–23ozonLS. Kedua, iklim subtropika utara dengan batas 23oLU–66,5udara murniLU. Ketiga, iklim subtropika selatan dengan batas 23ozonLS–66,5oLS. Keempat, iklim bandingan utara dengan batas 66,5oLU–90ozonLU. Ragil, iklim padanan selatan dengan batas 66,5oLS–90oLS.[9]

Berdasarkan periode pembentukannya

[sunting
|
sunting sendang]

Berdasarkan aspek waktu pembentukannya, iklim boleh dibedakan menjadi iklim prasejarah, iklim rekaman, dan iklim kuartener. Iklim prasejarah merupakan jenis iklim yang kondisinya diketahui berdasarkan cerita-cerita mitos zaman suntuk. Ciri dari iklim prasejarah disampaikan sonder adanya fakta-fakta sejarah. Iklim rekaman merupakan iklim nan penetapannya berlandaskan sreg benda- benda nan memiliki poin album. Karakteristik iklim album disampaikan melintasi cerita-cerita dalam rangka tulisan. Iklim kuartener ditetapkan menggunakan data lapisan manjapada maupun pengetahuan mengenai geologi. Variasi iklim kuartener ditentukan berdasarkan data-data zaman kuartener.[8]

Bersendikan skala terjadinya

[sunting
|
sunting sumber]

Jenis iklim berdasarakan rasio kejadiannya dibedakan menjadi iklim mikro, iklim meso, dan iklim ruangan. Iklim mikro merupakan iklim intern rasio katai. Asongan wilayahnya menunggangi satuan panjang dengan dimensi meter dan rincih waktu dengan ukuran menit. Iklim meso merupakan iklim intern ukuran tahapan dalam ketengan kilometer dan ukuran masa dalam eceran jam ataupun beberapa jam. Sedangkan iklim ruangan merupakan iklim yang dibuat kerumahtanggaan ruangan tertutup dan diterapkan pada pertanaman di dalam flat beling.
[8]

Beralaskan kewedanan pembentukannnya

[sunting
|
sunting sumber]

Berdasarkan kawasan pembentukannya, iklim dibedakan menjadi iklim kutub, iklim paruh, iklim subtropis, iklim tropis, dan iklim khatulistiwa. Penjatahan perenggan antar kewedanan kebanyakan tidak ditentukan secara pasti. Iklim tampin merupakan iklim dengan kondisi master lingkungan yang sangat rendah. Intern klarifikasi iklim Koppen, temperatur paling tinggi berusul iklim lawan di bawah 2 °C alias 52 °F, semata-mata lebih tataran semenjak 0 °C atau 32 °F. Iklim tengah adalah jenis iklim yang terdapat di garis lintang tengah antara wilayah n partner dan kawasan tropik. Had iklim tengah tidak boleh dipastikan secara jelas. Iklim tropis merupakan jenis iklim di wilayah tropik. Ciri utama berpokok iklim tropik yaitu hawa lingkungan burung laut tinggi dan variasi tahunannya sangatkecil,. Selain itu, hujan terjadi hampir sepanjang waktu pada waktu yang enggak menentu. Iklim subtropis dicirikan dengan adanya kemarau di musim panas dan hujan di musim adem. Sedangkan iklim khatulistiwa dicirikan dengan setidaknya jenis suhu buku harian dengan hujan terjadi aling banyak dua siapa dalam setahun di sembarang waktu.[10]

Berdasarkan ciri lingkungannya

[sunting
|
sunting sumber]

Berlandaskan ciri lingkungannya, iklim dibedakan menjadi iklim benua, iklim kelautan, iklim monsun, iklim mediteran, iklim tundra, dan iklim gunung.[10]

Iklim tanah raya

[sunting
|
sunting sumber]

Iklim tanah raya merupakan iklim nan memiliki daratan luas skala benua. Ciri umum dari iklim tanah raya ialah adanya kesinambungan yang ki akbar terbit suhu tahunan dan guru buletin, serta kelengasan nisbi nan tekor. Curah hujan pada iklim benua bisa berskala sedang, katai alias tak menentu. Ketika matahari menyinari benua sepanjang tahun, iklim kontinen mengalami temperatur tahunan ekstrem yang meningkatkan pemanasan lingkungan dan menyebabkan terjadinya penggurunan.[11]

Iklim bahari

[sunting
|
sunting sumber]

Iklim bahari adalah varietas iklim yang memiliki perbedaan yang kecil antara suhu tahunan dan hawa mega harian. Kedatangan iklim bahari ditemukan di pulau-pulau yang kecil, Selain itu, iklim nautikal pun ditemukan di bagian dunia nan merentang angin, misalnya kepulauan Inggris bagian paling barat.[11]

Iklim monsun

[sunting
|
sunting sumur]

Iklim monsun merupakan jenis iklim yang terbentuk di distrik monsun. Ciri utama dari iklim monsun yakni adanya perubahan unsur-unsur iklim secara musiman. Pada saat mentari bersinar terus menerus di wilayah monsun, hujan majuh terjadi. Iklim monsun umumnya berada di area tropik.[11]

Iklim mediteran

[sunting
|
sunting sumber]

Ciri utama berasal iklim mediteran adalah lingkungan nan memberahikan dan tandus. Pada musim panas, cuaca sangat terang sedangkan pada waktu anyep, hujan angin sayang terjadi. Ciri iklim mediteran sangat bentrok dengan iklim monsun.[12]

Iklim tundra

[sunting
|
sunting sendang]

Iklim tundra merupakan iklim yang mempunyai suhu nan sangat rendah, tetapi enggak tertutup salju. Jenis iklim ini menjadi gelanggang pertumbuhan lumut.[13]

Iklim gunung

[sunting
|
sunting sumber]

Iklim gunung yakni iklim yang memiliki mileu nan semakin dingin dan bertekanan rendah pada daerah yang semakin hierarki. Jenis iklim ini ditemukan pada lokasi yang panjang. Pada iklim gunung, cuaca rapat persaudaraan selalu cerah. Curah hujan yang hierarki terjadi puas ketinggian sumber akar dan menginjak berkurang pada babak puncak kemuliaan. Hujan abu juga sering terjadi di negeri yang terkena terpaan angin secara terbuka.[13]

Klasifikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Terserah beberapa pendirian bikin mengategorikan iklim ke privat beberapa papan bawah. Awalnya, iklim didefinisikan di Yunani Kuno cak bagi menggambarkan cuaca tersampir pada garis lintang lokasi. Metode klasifikasi iklim beradab bisa secara luas dibagi menjadi metode
genetik, yang fokus pada penyebab iklim, dan metode
empiris, yang berfokus puas surat berharga iklim. Contoh klasifikasi genetik termasuk metode berdasarkan frekuensi relatif berbunga jenis konglomerat mega yang berbeda atau lokasi dalam bujukan cuaca sinoptik. Contoh klasifikasi empiris menutupi zona iklim didefinisikan oleh ketahanan tanaman, evapotranspirasi, ataupun lebih masyarakat klasifikasi iklim Köppen yang awalnya dirancang bikin mengidentifikasi iklim yang terkait dengan bioma tertentu. Kelemahan awam bersumber skema klasifikasi ini yaitu bahwa mereka menghasilkan takat-batas yang berbeda antara zona yang mereka tetapkan, daripada transisi bertahap sifat iklim yang lebih umum di alam.

Sifat-rasam nan sekelas pada suatu iklim dijadikan landasan dalam penggolongan variasi iklim. Penggolongan iklim bermaksud untuk memperoleh informasi nan lebih umum dan sederhana. Wara-wara tersebut kemudian digunakan bagi menganalisis partikel-unsur kilauan secara statistika. Hasil kajian statistik kemudian digunakan untuk menentukan takat-batas pecah satu jenis iklim secara kuantitatif. Pembagian tenggat-batas dilakukan dalam skala daerah tingkat atau kabupaten, kawasan, negara, regional, maupun global.[9]

Bergeron dan Sinoptik Spasial

[sunting
|
sunting sumber]

Klasifikasi minimum tertinggal adalah nan menyertakan komposit udara. Klasifikasi Bergeron ialah bentuk klasifikasi massa awan yang paling banyak diterima. Klasifikasi agregat udara melibatkan tiga huruf. Huruf pertama menjelaskan sifat kelembabannya, dengan c digunakan cak bagi komposit awan kontinental (kersang) dan m untuk konglomerat udara maritim (lembap). Huruf kedua “Tepi langit” menayangkan karakteristik termal berpokok daerah sumbernya bagi tropis, P untuk kutub, A bagi Arktik atau Antartika, M untuk perian hujan , E bakal khatulistiwa, dan S untuk peledak superior (udara kersang nan dibentuk oleh aksi ke sumber akar yang bermakna di atmosfer). Huruf ketiga digunakan untuk menunjuk stabilitas atmosfer. Jika konglomerat udara lebih dingin dari petak di bawahnya, maka ia berlabel k. Jika massa mega kian panas kuku dari tanah di bawahnya, maka ia berlabel w. Sementara identifikasi komposit udara pada awalnya digunakan privat peramalan sinar selama perian 1950-an, para ahli iklim mulai menetapkan ilmu cuaca sinoptik berdasarkan gagasan ini sreg perian 1973.

Berdasarkan skema klasifikasi Bergeron adalah sistem Klasifikasi Sinoptik Spasial (SSC). Ada heksa- kategori kerumahtanggaan skema SSC: Dry Polar (mirip dengan benua polar), Dry Moderate (mirip dengan maritim pembesar), Dry Tropical (mirip dengan tropis kontinental), Moist Polar (mirip dengan maritim polar), Moist Moderate (senyawa antara kelautan kutub dan tropis maritim), dan Lembap Tropis (mirip dengan tropis maritim, monsun kelautan, atau ekuatorial maritim).

Sistem

[sunting
|
sunting sumur]

Sistem iklim Bumi adalah sebuah sistem interaksi yang rumit. Atom yang dilibatkan dalam interaksi yaitu atmosfer, parasan persil, salju dan es, perairan serta makhluk nyawa. Dalam interaksi antarunsur iklim, ruang angkasa menjadi penentu keberadaan sistem. Gambar manjapada yang bulat juga memasrahkan kontrol terhadap perbedaan iklim di beraneka macam daerah. Cahaya Matahari tidak bisa masin lidah secara merata makanya setiap permukaan Dunia karena rencana Marcapada yang buntak. Selain itu, permukaan Marcapada memiliki diversifikasi topografi yang beragam sehingga tanggapan terhadap radiasi Matahari yang diterimanya juga berbeda.
[14]
Keseimbangan sistem iklim dapat dicapai apabila neraca energi di Bumi internal keadaan seimbang. Keseimbangan energi ditentukan maka dari itu sumber energi utama Bumi yang berusul berbunga radiasi Matahari. Sistem iklim yang seimbang dibentuk melewati keseimbangan antara radiasi Mentari yang timbrung ke Manjapada dan pancaran radiasi gelombang listrik tangga dari Mayapada.[15]

Atmosfer mempunyai teladan sirkulasi nan dipengaruhi oleh rotasi Bumi. Atmosfer berkiblat mewujudkan sirkulasi dengan pola timur-barat ketimbang utara-selatan. Sistem angin barat berskala besar ditemukan plong garis lintang pertengahan. Angin barat berlaku dalam menjangkitkan merangsang ke arah kutub. Pada proses perpindahan panas terjadi pergantian impitan tinggi ke tekanan invalid yang kemudian menggilir gelombang elektronik menggiurkan dengan gelombang listrik dingin. Pola peredaran ini cenderung mengetem di benua dan pegunungan akibat adanya perbedaan antara daratan dan lautan serta adanya pengempang substansial pegunungan ataupun padang es. Cakupan persebaran ini dapat berubah sesekali dan mempengaruhi hari yang berlaku di suatu benua. Sirkulasi angin barat memberikan gambaran hubungan antara tahun cahang di Amerika Utara dan musim panas di kontinen lainnya. Sirkulasi ini dipengaruhi oleh pertukaran demes penghalang, perubahan jenis vegetasi, dan perubahan guru ruang angkasa. Peralihan-peralihan ini lalu mempengaruhi pembentukan sistem iklim.[16]

Sempurna

[sunting
|
sunting sumber]

Pemodelan iklim didasarkan sreg fenomena-fenomena cuaca dan mekanisme fisis dan dinamis nan membentuk iklim. Asal pemodelan iklim ditentukan semenjak cuaca kebanyakan pada suatu area dan kondisi atmosfer dalam jangka waktu yang lama. Pemodelan iklim pun dipandang dari perubahan cahaya harian dan musiman serta ketahanan suatu cuaca terhadap peralihan angkasa luar. Penentuan acuan iklim lagi dinilai berdasakan kondisi ekstrim berbunga suatu cuaca. Biji ekstrim dari cuaca yakni skor penyimpangan dan variasi yang dahulu tidak protokoler dibandingkan kondisi cuaca sreg kondisi resmi.[17]

Lihat juga

[sunting
|
sunting sumber]

  • Iklim di Eropa

Referensi

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^

    Aldrian, dkk. 2022, hlm. 15.

  2. ^

    Aldrian, dkk. 2022, hlm. 17-18.

  3. ^

    Aldrian, dkk. 2022, hlm. 18.

  4. ^

    Sucahyono S., dan Ribudiyanto 2022, hlm. 16-17.

  5. ^

    Tjasyono HK., dan Harijono 2022, hlm. 1.
  6. ^


    a




    b




    c



    Tjasyono HK., dan Harijono 2022, hlm. 2.

  7. ^

    Tjasyono HK., dan Harijono 2022, hlm. 2-3.
  8. ^


    a




    b




    c



    Wirjohamidjojo dan Swarinoto 2010, hlm. 4.
  9. ^


    a




    b



    Sucahyono S., dan Ribudiyanto 2022, hlm. 17.
  10. ^


    a




    b



    Wirjohamidjojo dan Swarinoto 2010, hlm. 5.
  11. ^


    a




    b




    c



    Wirjohamidjojo dan Swarinoto 2007, hlm. 10.

  12. ^

    Wirjohamidjojo dan Swarinoto 2007, hlm. 10-11.
  13. ^


    a




    b



    Wirjohamidjojo dan Swarinoto 2007, hlm. 11.

  14. ^

    Aldrian, dkk. 2022, hlm. 16.

  15. ^

    Aldrian, dkk. 2022, hlm. 16-17.

  16. ^

    Gunawan dan Kadarsah 2022, hlm. 2-3.

  17. ^

    Gunawan dan Kadarsah 2022, hlm. 3.

Daftar pustaka

[sunting
|
sunting sumber]

  1. Aldrian, dkk. (2011).
    Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia
    (PDF). Jakarta: Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara, Kedeputian Bidang Ilmu iklim, Jasad Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.



  2. Gunawan, D., dan Kadarsah (2013).
    Gas Rumah Beling dan Pertukaran Iklim di Indonesia
    (PDF). Jakarta: Ki akal Pengkhususan dan Pengembangan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. ISBN 978-602-1282-02-1.



  3. Sucahyono S., D., dan Ribudiyanto, K. (2013).
    Cerah dan Iklim Ekstrim di Indonesia
    (PDF). Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan, Badan Meteorologi, Ilmu cuaca, dan Geofisika. ISBN 978-602-1282-00-7. Diarsipkan bermula varian tulen
    (PDF)
    terlepas 2022-05-22. Diakses sungkap
    2020-12-28
    .



  4. Tjasyono HK., dan Harijono, S. W. B. (2012).
    Meteorologi Indonesia II: Awan dan Hujan Monsun
    (PDF)
    (edisi ke-4). Jakarta: Badan Meteorologi, Ilmu cuaca dan Geofisika. ISBN 978-979-99507-6-5. Diarsipkan dari versi kudus
    (PDF)
    sungkap 2022-06-03. Diakses copot
    2020-12-28
    .



  5. Wirjohamidjojo, S., dan Swarinoto, Y. (2010).
    Iklim Wilayah Indonesia: Dari Aspek Dinamik-Sinoptik
    (PDF). Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. ISBN 978-979-1241-26-7.



  6. Wirjohamidjojo, S., dan Swarinoto, Y. (2007).
    Praktek Meteorologi Pertanian
    (PDF). Jakarta: Badan Meteorologi Ilmu iklim dan Geofisika. ISBN 978-979-1241-05-2. Diarsipkan dari varian asli
    (PDF)
    tanggal 2022-05-22. Diakses copot
    2020-12-28
    .





Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Iklim