Jelaskan Mekanisme Pengiriman Surat Penagihan




Hal-hal yang perlu dicantumkan dalam surat penagihan adalah perumpamaan berikut:


1.


memberitahukan paser waktu yang sudah kedaluwarsa;


2.


jumlah pembayaran yang harus dibayar;


3.


menunjukkan terlepas dan nomor faktur penjualan yang belum dilunasi;


4.


cara pelunasan pemasukan;


5.


keadaan-hal lain nan dianggap teristiadat.


1.


Tahap-Tahap Pengangkutan Piagam Penagihan

Penulisan surat penagihan dapat dilakukan dalam beberapa tahap, merupakan:


1.


Satu ahad masa pelunasan (jatuh tempo) penjual mengirim tembusan penagihan pertama yang sifatnya mengingatkan peluang penawar lupa ataupun karena hal-hal yang tidak.


2.


Apabila sertifikat penagihan pertama bukan diperhatikan, maka penjual dapat mengirim surat penagihan kedua dengan melampirkan fotokopi pertinggal penagihan mula-mula, karena kemungkinan salinan penagihan purwa bukan sampai kepada pembeli.


3.


Apabila surat penagihan kedua juga belum mendapat tanggapan atau jawaban nan memuaskan, maka penjual boleh mengirim sertifikat penagihan ketiga dengan melampirkan fotokopi surat penagihan pertama dan kedua yang sifatnya penegasan kapan keikhlasan remedi akan melunasi kekurangan penyetoran tersebut.


4.


Apabila kopi penagihan ketiga inipun belum mujur tanggapan begitu juga yang diharapkan, penjual dapat mengirim akta penagihan keempat nan menyatakan bahwa penjual terdesak memberikan permasalahan ini kepada pengadilan setempat, dengan membuat sahifah gugat maupun permohonan menagih utang ataupun dengan cara inkaso, merupakan menagih kepada banker tempat pembeli penyimpan uangnya dengan melampirkan faktur yang belum dilunasi.

Source: http://hanipahpb.blogspot.com/2014/05/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalm.html