Jelaskan Pengertian Sulam Atau Bordir

KOMPAS.com –
Mengerawang ialah salah satu proses produksi kerumahtanggaan kerajinan tekstil.

Menyulam stereotip disebut juga menekat. Menyulam ialah kegiatan menciptakan menjadikan gambar pada cemping dengan menggunakam teknik menyisip.

Menyulam merupakan satu keterampilan nan dimiliki seseorang bagi berekspansi daya kreasi yang tertuang internal beraneka rupa bentuk pola dan gambar sreg kain sebagai hiasan.

Dikutip bermula buku
Teknik dasar menyulam untuk pemula (2005)
karya A. J. Boesra, merekam adalah satu media untuk menghasilkan sebuah lembaga. Layaknya sendiri pelukis memperalat air jeruk dan pewarna, koteng penyulam menggunakan jarum dan benang.

Merekam berati memperindah penampilan bidang karet. Sehingga wajar jika banyak orang yang menyenangi komoditas berbahan perca yang sudah dihiasi bordiran.

Baca juga: Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil

Barang tersebut lebih berharga dan mahal jika dibandingkan dengan komoditas sejenis namun tanpa kerawangan.

Penting untuk memastikan benang nan akan digunakan menyulam tidak terbuang percuma pada saat gelambir dari awal sampai akhir sulaman.

Puas umumnya sulaman menggunakan benang dengan beberapa tipe potong asal sama dengan tusuk, jelujur, pancung jejak, silang, flanel, feston, kalung, terpatok benang, batang.

Album menyulam

Kegiatan menyulam sudah lalu ada sejak lama dikenal dalam kehidupan manusia.

Dikutip dari kiat
Berkreasi Aneka Bentuk Sulaman Primitif (2018)
karya Derosya, konon
seni menghias atau merekam permulaan bisa jadi ditemukan di Mesir.

Baca juga: Syarat-Syarat Perancangan Benda Kerajinan

Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan berbentuk sulaman menggunakan bahan bersemi-tumbuhan nan diaplikasikan di atas kulit binatang.

Di Indonesia seorang, keterampilan kelakuan rias sulam diperkirakan sudah ada sejak abad ke- 18 M.

Terlebih kelincahan tersebut mulai dikembangkan privat bentuk tradisional pada abad ke-16 M. Ketika itu, sulaman diperuntukan bagi huruf angka-simbol kerajaan dan untuk menghias busana kaum bangasawan.

Dengan banyaknya budaya tradisional nan memperalat reja sulam menjadi bukti bahwa seni hiasan tersebut memang sudah suka-suka sejak silam di Nusantara.

Seni menyulam terus berkembang hingga masa ini.Teknik dan mangsa yang digunakan kembali semakin beragam.

Baca pun: Proses Produksi Kerajinan Bahan Serat

Dahulu, rekam lebih banyak memperalat bahan sumber akar tali katun. Detik ini sulam mutakadim dikembangkan dengan reben dan rayon nylon yang tebal dan kaku.

Reja dan untai yang dipakai untuk sulaman berbeda-beda menurut ajang dan negara.

Istilah sulam selayaknya identik dengan bordir. Karena introduksi
“bordir”
diambil berpunca istilah dalam bahasa Inggris
“embroidery”
nan artinya sulaman.

Sulam cenderung dikerjakan secara manual dengan menggunakan tangan.

Dapatkan update
berita seleksian
dan
breaking news
saban hari terbit Kompas.com. Mari berintegrasi di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.derita/kompascomupdate, kemudian join. Ia harus install permohonan Telegram malah suntuk di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/05/110000069/seni-menyulam–pengertian-dan-sejarahnya?page=all