Pengertian Kuplet
– Dua elemen terdepan dalam puisi yakni rima dan bait. Ketika kita menulis tembang, kita membaginya menjadi bilang bagian nan disebut bait. Lazimnya satu puisi terdiri dari empat baris.

Sekadar terserah pun puisi di mana sebuah baitnya berilmu lebih pecah empat jajar. Yang akan kita pelajari kali ini adalah sebuah puisi yang terdiri semenjak catur baris. Cak bagi bertambah jelasnya mari simak artikelnya dibawah ini.

Denotasi Bait


Kuplet yaitu kombinasi berpangkal baris puisi yang berbeda, lazimnya terdiri mulai sejak 4 leret, sedangkan baris yakni frasa intern puisi yang mempunyai makna di setiap larik dan bias terdiri dari 8-12 tungkai kata.

Menurut KBBI, kuplet adalah unit puisi yang terdiri dari beberapa banjar, seperti sajak yang terdiri dari empat banjar. Menurut Wikipedia, bait adalah penggalan bersumber teks berirama (bacaan puisi alias lagu), yang terdiri dari beberapa baris yang disusun secara harmonis.

Dan menyerupai pemahaman alinea internal literatur atau catatan. bait ini adalah bagian ritmis dari pustaka. Bait ini kembali dapat diartikan andai susunan garis dalam sajak yang umumnya terdiri berbunga 4 baris.

Detik membuat puisi, antologi garis nan tersusun juga boleh disebut kuplet. Biasanya sajak puisi terdiri dari empat ririt. Terserah lagi puisi di mana sebuah bait mempunyai lebih mulai sejak 4 baris.

Khasiat bait sesuai dengan pemakaian alinea ketika menyusun kalimat. Bait-kuplet ini berfungsi untuk memisahkan topik atau gagasan / ide nan diekspresikan dalam bentuk puisi.

Contoh Puisi 3 Kuplet

1. Jejak-jejak Pejuang

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Semerbak harum dalam deretan syair pujangga
Merencana indah akan kisahan perdurhakaan
Sang pahlawan privat membela nasion

Meregang nyawa di palagan perlagaan
Tubuh bertembuk tertembus melinjo tajam
Meski tersungkur tiduran di tanah
Kau tetap semangat dalam sanubari anak bangsa

Jejak-jejak para pahlawan bangsa
Menapak jelas menembus zaman
Kini kaupun mampu menyaksikan dari surgaloka
Bangsamu bersatu padu dalam kehidupan membela.


Baca juga: Signifikasi Representatif

2. Serdadu Tak dikenal

Kau cabut seragam lusuh di bilik kamarmu
Kau kenakan dengan sangat rapi
Meski dirimu sekarang tak dikenal
Sekadar nasib juangmu terasa hingga menembus batas zaman

Kau siapkan bedil dengan meninjau tajam
Samar muka badan kesatria sira maju di barisan depan
Menjadi arombai dalam strategi perang
Tak jarang dirimu menjadi umpan kemenangan

Agak gelap gagah berani kau kepingin merangsek maju ke barisan depan
Hingga tak kau sadari sebuah peluru tajam dupak
Meski kau tak dikenal
Perjuanganmu takkan akmi lupakan.


Baca lagi: Pengertian Marxisme

3. Senang-Gemar yang Anak bungsu

Ayo kita nikmati kesenangan ini, kawan-serikat dagang
Mari kita uraikan semua eupohoria
Kelakar Dan gelak kita semua
Sebelum akibatnya nanti

Kita akan sisih selamanya
Kita akan singkir tuk jalani hidup bau kencur masing-masing
mencari yang mesti kita kejar saat ini
dan tinggal menangkapnya di periode nanti

Sampai berjumpa lagi serikat dagang-kawan
Sebatas jumpa belakang hari
Jika batas waktu mengizinkan
Jika mampu dipertemukan.


Baca juga: Pengertian Motif

4. Mengenang Sindikat

Aku masih ingat saat itu ,saat kita ekuivalen-sama menyusun menjual
Detik kita setimpal-sama mengadukan kelereng dan layang-layang tiap-tiap
Dan momen kita inkompatibel karna tukar salah paham
Aku masih pulang ingatan saat itu

Kau masih mengingatnya,Duhai sahabat di ujung sana?
Ah, tak terasa telah beberapa tahun lamanya
Samudera telah meragamkan kita
Sayang, aku tak pernah tahu seperti apa kau sekarang

Sebab, samudera sudah memisahkan kita
Sebelum kita sempat mempunyai perkakas dan nomor telepon
Dan akhirnya, hanyalah takbir yang boleh kukirimkan padamu
yang yang aku inginkan hanya menembus samudera yang telah memisahkan kita.

Contoh Puisi 4 Bait

1. Syair Si Anak Lilin lebah

Sesatlah aku di intern hutan
belantara tiada berkamu
di mana selatan di mana lor
tak terlihat pun ke mana arahnya

julukku si anak malam
suluhku kunang-kunang
sinar tiada bertaut tangan
tubuhku seperti terbuang

jalan jenggala setapak jalan
namun sayang berujung leger batang air
barangkali pendahulu perintis hutan
harimau di dadaku menyeringai.

bagimu tuan penjaga alam
haruskah aku tersesat di detik malam
tunjukkanlah perkembangan agar enggak muram
agar maaf julukan si momongan lilin lebah.

2. Cinta

Cinta itu belas kasih dan tapi sayang juga bisa menjadi musibah,,
Cinta bagaikan jago merah kecil,
Yang slalu menyangai
Tapi buruk perut terkadang pula seperti jago merah lautan nan membakar segalanya

detik pertama kali cinta menghampiri,
semuanya terasa manis.
Saat perian tlah ajal gegares
seperti ki gua garba tanpa rasa,Hambar.

Besar perut adalah apartemen,
rumah nan harusnya diisi banyak kasih sayang, pengertian, kesetiaan, kesabaran, dan kebahagian.
Saat itulah apartemen itu berubah menjadi gelojoh

Karena gelojoh merupakan segalanya.
Karena camar kian subur tanggulang segalanya dibanding harta..
Karena cinta ialah penyebab segalanya terjadi,
Karena cinta spirit makin banyak tragedi.

3. Menyerah

amnesti, aku harus menyerah
sudah lalu lama kucoba untuk berkuat namun aku semakin ketaton
amnesti, aku harus takluk
lestari selalu hadang semata-mata hati tidak dapat lagi menyepakati

maaf, aku harus menyerah
luka sudah serius namun membuat hatiku pecah bertaburkan darah
pembebasan, aku harus tunduk
menghentikan anju menutup semua lembar kisah mimpi indah

absolusi, aku menyerah
sekelamin momongan manusia yang mendongeng tentang belalah
maaf, aku menunduk
Karena hati enggak untuk dilema

maaf, aku menyerah
telah lama berjuang ,tetap doang menghasilkan luka
maaf, aku menyerah
karena cerbak bukan buat dipaksa.

Contoh Puisi 5 Bait

1. Ibu

Jika aku merantau silam datang musim kemarau
sumur-mata air kersang
Daunan pula ringgis bersama reranting
hanya perigi itu dan air matamu ibu, yang tetap laju mengalir.

Bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kedahagaan
lantaran hutangku padamu enggak kuasa kubayar

Ibu yaitu gua pertapaanku
dan ibulah yang memangkalkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau gegares
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang memafhumi

Bila kasihmu bagaikan samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan lontar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

Ibulah itu bidadari nan bersampur keluwung
sesekali cak bertengger padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.

Model Puisi 6 Stanza

1. Penggerak Kesadaran Pertentangan

Kawan ku marhaen
Taukah sira pelabuhan itu kian bising dengan rupanya.
Bergelut terpenjara tak ubahnya satu keniscayaan
Mutakadim lewat mereka tak datang.

Kiai ku berapi diatas bumi dua meter
Bersuara dengan rakyat rakyat penuh makin derita dan sengsara
Anaknya berkhianat bapak, laluku sedang mengenangmu
Sepertinya para mafia terus mengejarmu.

Bapak aku lelah dengan rencanamu tempo dulu
Apa bijaksana, apa aku ragu dan apa aku bisa pak
Kawanku tiba menipis dan mendekat, semata-mata lalu mu makin bukan beradab
Sekian abad itu tak menjatah kepentingan.

Sekiranya bapak bangun dan meleleh bekas itu masih menanti
Aku dan anakmu ingin memeluk dan menangis
Maafkan anakmu bapak, Masa lepas dan cerita kami semakin jauh
Meraka berpraktis, selagi masih pragmatis.

Ambillah kiai aku ingin menangis diatas bumimu
Aku ingin berteduh dibumimu yang tak beradap sekarang ini.
Kiai aku menangis dipangkuan ibu pertiwi
Hujan angin itu saja kebohongan.

Mafia mafia ciptaan teman temanmu buya
Sekian siapa aku membalas, sekian kali aku tersungkur.
Sudah ku dengar amanatmu, laluku tak bermanfaat
Cepatlah pulang pak, aku seorang
Mereka tak menjawab.

Karya puisi dengan tema garis haluan, sosial budaya berikut ini akan melengkapi berbagai karya yang sudah ada. Karya tersebut masih berusul ide dan gagasan satu katib nan banyak mencerca kejadian terkini n domestik kehidupan umum.

Selain karya tersebut tentu rekan pembaca semua bisa memilih puisi-puisi lain yang enggak kalah menarik di situs ini. Beberapa sajak sudah lalu disiapkan di penggalan bawah. Diantaranya ada yang sesuai dengan tema karya di atas dan suka-suka lagi yang berbeda. Silahkan dinikmati.

Demikianlah penjelasan tentang
Bait
dari
RuangPengetahuan.Co.Id
mudah-mudahan bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sebatas jumpa.