Karya Ilmiah Tentang Tanaman Hidroponik


BUDIDAYA TANAMAN


HIDROPONIK


KARYA ILMIAH












Disusun untuk melengkapi tugas ain pelajaran
B
ahasa
I
ndonesia dan pras
y
arat mengikuti Tentamen Nasional
periode
2017













Disusun
oleh
 :






Tanda

:           Elisabet Perawan Yesica Sari



Mangkir

:           12



Papan bawah

:           IX-I










DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PATI

SMP Distrik 1 Esensi

                                                                  2022/2017




Jerambah Pengabsahan







Karya ilmiah yang berjudul
Budidaya Tanaman Hidroponik
disusun makanya
Elisabet
 Putri
Yesica Sari
 kelas IX I SMP Distrik 1 Bibit telah disetujui dan disahkan oleh instruktur pada :



Hari                 :

Rontok         :

Mengetahui,
Sari,
April 2022

Kepala SMP Provinsi 1 Pati                                                 Pembimbing,

Drs. Tori Wibiyantoro, M.Pd.                                              Dra. Lusi Hidayati, M.Sang.
NIP. 196703251991031006                                               NIP. 196501101992032009














K


ATA





PENGANTAR









Puji terima kasih
penulis
panjatkan kehadirat
Sang pencipta Yang Maha Esa, yang
 memberikan pemberian serta karunia-Nya kepada
pen
ulis

sehingga
pena
ulis

berdampak memecahkan karya ilmiah ini

dengan tepat
nan berjudul tentang Budidaya Tanaman
H
idropo
n
ik.


Karya ilmiah ini disusun untuk melengkapi tugas mata tuntunan Bahasa Indonesia dan prakondisi mengikuti Ujian Nasional hari 2022. Selain itu, karya ilmiah ini juga disusun untuk mengetahui
budidaya pokok kayu
bersumber
hidroponik
.


Penyusunan karya ilmiah ini tidak abolisi dari dukungan beberapa pihak. Bagi itu, penulis mengucapkan cak dapat rahmat kepada :

1.


Drs. Tori Wibiyantoro, M.Pd
,
 selaku pembesar SMP NEGERI 1 Bibit


2.


Dra. Lusi Hidayati, M.Si
,
selaku
guru
B
ahasa Indonesia

selaku suhu pembimbing
.

3.


Orangtua dan pasangan-antagonis penulis

yang membantu
penulis

dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.


Perekam mencatat bahwa karya ilmiah ini belum cermin karena keterbatasan yang penulis miliki. Bikin itu, penulis mengakuri kritik dan saran berusul semua pihak demi pembaruan dan penyusunan karya ilmiah ini.



Semoga makalah ini dapat memberikan kabar nan berguna untuk sidang pembaca dan menjadi pedoman pada tahun yang akan datang.


Sari,


April

2017

Penulis


DAFTAR ISI












HALAMAN JUDUL

                …………………………………………………………….

i


HALAMAN Pengesahan




………………………………………………………………………

ii


KATA PENGANTAR

             …………………………………………………………………….
.


iii



DAFTAR ISI



  …………………………………………………………………….

  iv

1.1

Rataan Belakang Kebobrokan………………………
.
.
…………….
……..
…………….
1

1.2.

Rumusan Masalah…………………………………………..
……………
.
………..
.
.2

1.3.

Tujuan Penulisan…………………………………….
……….
……..
………….
.
……
3

2.1
Konotasi Hidroponik………………
.
…………….

.
………………..
……..
……

4

2.2       Radas yang dibutuhkan dalam Teknik Budidaya Hidroponit ……
……
.6

2.3Media yang digunakan privat Memakamkan Tanaman Hidroponik……………6


2.
4       Spesies – Variasi Hidroponik………….……..
..

…….
……………..
..
6

            2.5       Macam – Varietas Jamur untuk Menanam Tanaman Hidroponik


2.4
Jenis

-Jenis Pohon Hidroponik
..
….
……………………………………..

..7

2.5       Metode Penanaman  Hidroponik………………………….………   6


BAB III METODE Studi

3.1

Lokasi Penelitian…………………………………………………
…………………….11

3.2

Jenis Penajaman………………………………………………
..
………
…………….
….
11

3.3

Populasi dan Sample Penyelidikan
…………………………………….12


3.4

Metode dan Teknik Penimbunan Data
……………………………12.

                        3.4.1   Mata air Primer………………………………………………  12

                                    3.4.1.1   Wawancara…………………………………………12

                        3.4.2   Sumber Sekunder……………………………………………13

                                    3.4.2.1   Studi Dokumentasi………………………………….13

                                    3.4.2.1   Penelitian Teks……………………………………….13


           3.
5       P
enelitian……………………………….
………………………………
………
…….
……
14


Portal IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1
Hasil Pengkajian………………………………

……………………
..1
7

4.2

Pembahasan
……………
……………………………………………………..
………….
22

5.1    K
esimpulan
…………………………………………………….
………………….
………
.25

5.2    S
aran
………………………………………………………….
……………………….
……
.25



Daftar bacaan


………………………………………………………………26


BAB I



PENDAHULUAN


1.1       Permukaan Belakang



Banyak persoalan tentang
keterbatasan tanah

daerah
kota di Indonesia
. Situasi ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan
sebagian masyarakat yang lalu di perkotaan
privat memanfaatkan dan menata lahan secara efisien. Indonesia merupakan suatu negara yang sedang dalam
negara berkembang dalam industri
, sehingga
akan
banyak pembangunan
 gedung
 yang direncanakan. Karuan saja lahan mentah
di Indonesia
 akan semakin berkurang
. Hal ini akan berdampak lakukan lingkungan apabila lahan bau kencur di Indonesia berkurang
.
Salah satu dampak tersebut yakni pemanasan globlal.

Sekarang ini
, dampak dari pemanasan global semakin dapat kita rasakan. Sekadar, dampak berasal pemanasan global tersebut dapat kita kurangi . Dengan penghijauan, kadar karbondioksida di udara akan dapat dikurangi, dan sebaliknya, kadar oksigen di awan akan dapat ditingkatkan.Itulah mengapa tanah hijau menjadi lampau berjasa buat dipertahankan, dan  lebih lagi diperluas.
 Bikin menyelesaikan kebobrokan keterbatasan lahan hijau dan pemanasan mondial ini, kita dapat melakukan cara bioteknologi maju nan boleh semua orang bikin merupakan menanam tumbuhan dengan sistem hidroponik.


Sistem hidroponik ini cocok di daerah

tropis di Indonesia yang n kepunyaan tuarang dan penghujan karena sistem hidroponik ini enggak mengenal hari dan pun bukan memerlukan lahan nan  luas.Sistem hidroponik ini  biasanya juga diterapkan di sekolah adiwiyata yang memiliki programa penanaman. Sistem hidroponik kembali diterapkan di daerah adiwiyata seperti Kota Bibit laksana kota adiwiyata dengan menerapkan program tanam hidroponik rumahan menggunakan ki alat gel. Sistem tanam hidroponik dengan ki alat gel dapat menghindarkan adanya fauna lahan.  Pendirian hidroponik ini, menyediakan zat makanan nan dibutuhkan pohon dalambentuklarutan. Banyak sekolah-sekolah yang sudah menerapkan
sistem
 hidroponik dalam menguburkan. Sistem hidroponik banyak digunakan bakal menyelamatkan holtikultura. Menanam polong menggunakan kapas. Media nan digunakan hanyalah kapas dengan air juga yaitu cara hidroponik. Sehingga kita dapat mengikhtisarkan bahwa banyak kaidah untuk menyelamatkan hidroponik minus menggunakan tanah.
Hidroponik atau budidaya tanaman tanpa tanah

adalah satu alternatif penghijauan yang dapat diterapkan bahkan di area yang sempit. Hidroponik lebih lagi dapat dilakukan dengan pemakaian ruang yang ada. Selain itu metode  budidaya tanaman secara hidroponik lebih hemat tenaga dan air
 Karena media yang digunakan ialah air bukan persil nan harus disiram setiap hari.

Hidroponik bisa membantu memberi solusi atas problem wana nan menengah
di
hadapi, karena
sistem hidroponik
bisa diterapkan untuk menernakkan sayur-sayuran. Hidroponik
juga
bisa kita tanam di mileu rumah buat mengurangi pencemaran udara
 meskipun dengan lahan apartemen yang sempit
.
U
putri digunakan sebagai sarana buat vitalitas insan maka terdapatnya bahan-alamat pencemar udara yang melampaui absah mutu bermakna terjadi pencemaran. Polutan udara yang tercemar di udara antara lain Sulfur dioksida (SO2), zat arang dioksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx), duli (partikulit), Timah hitam (Pb). Otoritas pencemaran puas cucu adam dikelompokkan menjadi beberapa golongan, yaitu polutan yang berkarakter iritan, asfiksian, anaestetik, dan narkotik, serta golongan yang berkarisma secara sistemik.
 Maka itu karena itu kita harus ikut mengurangi pencemara gegana di dunia.

K
ita sebagai turunan yang mengamankan manjapada harus menjaga bumi dengan melestarikan dan menjaga lingkungan selingkung kita. Demi menjaga kebersihan peledak kita perlu melakukan  penghijauan, riuk satunya melakukan penghijauan kecil di

kondominium

dengan
 menanam hidroponik.


1.2


Rumusan Kebobrokan





                        Dengan mengamati meres belakang yang telah dikemukakan penulis, maka dapat ditarik sejumlah ki aib yang akan dijadikan rumusan masalah nan akan dibahas didalam karya ilmiah ini. Adapun rumusan problem yang akan dibahas yakni :




1.


Wereng dan penyakit apa yang sering kecam tanaman hidroponik?

2.


Segala apa faktor-faktor berjasa dalam budidaya hidroponik?

3.


Apa kelebihan dan kekurangan dari budidaya hidroponik?


1.3


Tujuan Penulisan.








Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini merupakan :


1.


Agar pembaca memaklumi hama dan ki kesulitan yang menyerang pohon budidaya hidroponik.

2.


Moga pembaca mengetahui faktor yang berkarisma intern budidaya hidroponik.

3.


Agar pembaca mencerna
faedah dan kehilangan
hidroponik.


Portal II


LANDASAN TEORI


2.1




Hidroponik

Hidroponik atau hydroponics berasal dari bahasa latin yakni hydro

yang penting air dan kata phonos

yang penting kerja
,
sehingga hidroponik dimaksud air yang bekerja. Hidroponik ditemukan oleh Dr. W.F. Geri dari Institut California masa 1936. Di Indonesia, cara ini semenjana dikembangkan. Hidroponik yakni aktivitas menanam yang dijalankan menggunakan air sebagai sarana kerjakan menggantikan tanah. Hidroponik boleh umpama satu penyelenggaraan air perumpamaan media tumbuhtaman tanpa menggunakan kendaraan tanah andai media tanam dan mengambil unsur hara mineral yang dibutuhkan berpangkal cairan gizi yang dilarutkan intern air. Zat hara diperoleh dari zat organik yang diberikan dengan pendirian disiram ataupun diteteskan melampaui honcoe-pipa air. Hidroponik adalah teknik reboisasi dengan alat angkut tanam non tanah atau objek-bahan yang bersifat porus misalnya kerikil, batu halus kasar, arang sekam, batu apung, batu bisa jadi, dan sabut kerambil. Hidroponik adalah suatu kaidah bercocok tanam tanpa menggunakan tanah bak medan menanam tanaman. Perbedaan berpatut tanam dengan persil dan hidroponik ialah, apabila dengan tanah, zat-nutrisi diperoleh tanaman dari dalam tanah.


Teknologi hidroponik merupakan bioteknologi pertanian.
 Sehabis melakukan berbagai penelitian, bioteknologi merupakan satu jalan menuju kesejahteraan anak adam mengingat persil pertanian Asia nan semakin kecil. Adapun tanaman-tanaman nan berhasil dimutasikan gennya (transgenik) adalah kapas, jagung, buah-buahan yang memang menjadikan kualitasnya lebih baik, tahan hama penyakit, dan hasilnya pun lebih banyak. Belaka bioteknologi enggak semulus siapa, banyak pihak, terutama berpokok perkumpulan lingkungan hidup semacam Greenpeace
.
P
ercaya tanaman transgenik justru akan mengembangkan virus ki aib yang lebih berisi. Di dalam bioteknologi pertanian kita dapat menunggangi teknik untuk menernakkan pohon hidroponik.


Adapun hidroponik NFT (nutrient film technique) adalah teknik penanaman dimana tanaman bisa ditanam dengan wahana tanam berupa air. Internal hal ini, akar terendam air sejauh hidupnya. Sistem hidroponik NFT jauh berbeda dengan sistem hidroponik substrat. Sreg hidroponik substrat, tanaman ditumbuhkan dengan sarana nontanah, seperti arang sekam, zeolit, batu kerikil, perlit, pasir, rockwool, gambut, alias debu gergaji. Plong media itulah akar berkembang. Sementara puas hidroponik NFT, akar tunjang tanaman terendam dalam air nan mengandung pupuk. Air bersikulasi selama 24 jam terus-menerus. Sebagian akar tunggang terendam dan sebagian pula bereda diatas permukaan air. Saduran air sangat tipis, sekeliling 3 mm, sehingga mirip film. Oleh karena itu, teknik ini disebut NFT. Hidroponik NFT purwa kali muncul di Inggris pada waktu 1970. Masa ini NFT berkembang di berbagai negara, termuat Indonesia. Namun, penggunanya masih terbatas lantaran informasinya masih belum tersebar luas. Di dunia, NFT paling banyak diterapkan di Australia. Darurat di Indonesia, luas kebun sayur nan menggunakan teknik NFT tidak lebih dari 10 hektar. Penyebarannya sebagian besar di Pulau Jawa. Namun, kini di Batam pun tiba banyak pekebun yang menerapkan sistem ini. Hidroponik NFT dikategorikan sistem tertutup, sedangkan hidroponik substrat tercatat sistem terbuka. Pada sistem tertutup, air bersikulasi sejauh 24 jam terus-menerus ataupun dapat kembali diatur lega masa-periode tertentu  dengan pengatur hari. Pada sistem terbuka, air yang telah berganduh pupuk enggak bersirkulasi, melainkan didistribusikan ke tanaman dengan kuantitas yang sudah ditentukan. Hidroponik NFT memungkinkan tanaman berproduksi selama tahun.


Banyak lagi yang menggunakan media botol bakal menanam pokok kayu hidropomik di rumahan dan polybag diperkebunan. Polybag merupakan media yang publik digunakan privat menguburkan hidroponik diperkebunan, sedangkan sarana hidroponik yang umum digunakan kerumahtanggaan sistem tanam hidroponik rumahan adalah jambangan plastic atau jambang aqua. Alasan memakamkan hidroponik dirumahan menggunakan pot plastik sebab bahan dari plastik yang memang sulit diurai oleh kapling, maka  basyar memanfaatkan ulang botol plastik tersebut menjadi barang nan berjasa.



2.2




Alat nan dibutuhkan


bagi mengetanahkan h


idroponik

1.


Talang

2.


Tangki Penampung

3.


Pompa

4.


Botol aqua



2.3       Media Yang Digunakan N domestik Mengebumikan Pohon Hidroponik

1.


Arang Sekam (umpama media penting)


2.


Bunga karang (untuk pembibitan tumbuhan hidroponik)


3.


Expanded Clay (lahan liat kerjakan proses penyemaian)


4.


Rock Wool (misal media non-organik)


5.


Coir (serabut nyiur untuk proses pembibitan)


2.


4





Macam – Variasi Hidroponik

1.


Static Solution Culture

2.


Continous – flow Solution Culture

3.


Aeroponics (larutan nutrisi yang diberikan berbentuk kabut bersama-sama masuk ke akar)

4.


Passive Sub – Irrigation

5.


Ebb and flow (di sebuah wadah yang diisi maka dari itu hancuran gizi)

6.


Run to waste

7.


Deep water culture (pohon ditempatkan di rakit dan mengapung di air gizi)

8.


Bioponic

9.


Drip (sistem melase dengan timer kerjakan mengontrol pompa yang akan meneteskan nutrisi)

10.


NFT (menaruh tanaman dalam gelanggang dengan akar menggantung dalam larutan nutrisi)

11.


Wick (teknik terbelakang nan digunakan bagi pemula)


2.5      Macam – Macam Pupuk bikin Menanam Tanaman Hidroponik

1.


Lewatit HD-5 (jamur yang memiliki rajah menyerupai gula putih namun bewarna berma yang memiliki berbagai nutrisi yang baik lakukan tumbuhan)

2.


Margaflor (serabut hidroponik berbentuk cair)


2.6


Macam-Tipe Tanaman yang dapat ditanam secara Hidroponik

1.


Tanaman holtikultur : pakcoi,

kangkung
, bayam.


2.


Sayuran : pakcoi, tomat, wortel, brokoli, lada, seledri, kucai jati, bawang bangkang, bawang daun, selada, terong
, selada


3.


Biji zakar  : melon, timun, keramboja, tomat
.


4.


Tanaman hias : anggrek, kaktus.


2.7       Metode Reboisasi Tanaman Hidroponik

1.         Metode Peradaban Air


Ialah metode yang menggunakan air sebagai ki alat tanam. Air sebagai ki alat tanam diisikan dalam arena seperti stoples atau silinder kaca ataupun wadah lain.

2.         Metode Kultur Batu halus


Merupakan metode yang paling praktis dan lebih mudah diterapkan. Pasir yang digunakan sebagai wahana tanam bisa digunakan pasir kali. Sejak kurang kian 30 musim tinggal, pasir merupakan sortiran medium yang banyak dipakai kerumahtanggaan penyelenggaraan cara hidroponik. Selain sifatnya ceria (bukan ceria seratus persen), juga dapat mempertahankan kelembaban lebih lama dibandingkan dengan semenjana lain dan dapat digunakan dengan hasil yang sama baiknya pada nisbah segara dan skala kecil. Tetapi tidak semua pasir n kepunyaan rasam yang sama. Darurat itu, beberapa ahli menyengaja bahwa madya ramal memiliki gaya plus basah, sehingga nyana memboroskan vitamin.Anggapan yang sepantasnya lain bisa dipastikan.

3.         Metode Kultur Bahan Porous

Sebagai halnya : kelikir, bongkahan genteng, gabus putih, tertulis kerikil.

4.         Hidroponik Substrat

Tidak menggunakan air sebagai ki alat padat (tidak tanah) yang dapat menyerap maupun menyisihkan nutrisi, air dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti mana halnya fungsi petak.

5.         Hidroponik NFT (Nutrien Film Technique)

Model fiil daya dengan meletakkan akar tunggang tanaman puas lapisan air nan cangkat.Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.Perakaran dapat berkembang di dalam larutan gizi, karena di sekeliling perakaran terdapat selapis cairan gizi.

6.         Metode Kerikil

Penggunaan bahan-target ini umumnya memiliki kelemahan pada kemampuan lakukan mempertahankan kelembaban sehingga kondisi medium lebih cepat kersang.Akan hanya pemanfaatan bahan-bahan ini banyak disukai oleh pengelola hidroponik perumahan karena selain mudah didapat dengan harga murah, juga dapat mempertahankan kebersihan dan tidak mudah terlalu basah.

7.         Auto Pot

Pada dasarnya yaitu sebuah botol yang memiliki sistem untuk mengacapi pokok kayu, biasnya berbentuk jambangan biasa yang n kepunyaan mekanisme untuk mengairi tanaman y suka-suka di pot tersebut bisa juga dengan mandu polybag nan diberi arang sekam, kemudian di airi dengan menggunakan drip irrigation (emmitter hose) yang kita bahas kemarin. Emmitter hose ini diairi nutrient yang sudah disiapkan dan diteteskan ke polybag.

8.         Flood
a
nd Drain

Adalah teknik nan memompa air kedalam vas bikin apada waktu tertentu yang kemudian air tersebut akan kembali ke tangki untuk di pompakan kembali ( skema bisa dilihat di gambar)

9.         Aeroponic,

Ialah teknik dimana akar tanaman tersebut di semprot nutrient n domestik buram kabut

10.       Teknik Cairan Statis

Teknik ini telah lama dikenal, ialah sejak pertengahan abad ke-15 maka dari itu nasion Aztec. Dalam teknik ini, tanaman disemai pada media tertentu bisa berupaember plastik, baskom, ibarat mani, ataupun tangki.Enceran biasanya dialirkansecara lapangan-pelan atau tidak perlu dialirkan. Jika tidak dialirkan, maka kebesaran larutan dijaga serendah mana tahu sehingga akar pohon berada di ataslarutan, dan dengan demikian tanaman akan pas memperoleh oksigen. Terwalak terowongan buat setiap tanaman.Tempat bak bisa disesuaikan dengan pertumbuhantanaman. Misal yang tembus pandang bisa ditutup dengan aluminium foil, kertaspembungkus rezeki, plastik hitam atau objek lainnya bikin menghindari cahayasehingga bisa menghindari tumbuhnya lumur di dalam misal. Untuk menghasilkangelembung oksigen dalam cair, bisa menggunakan pompa akuarium. Larutan bisadiganti secara teratur, misalnya setiap minggu, atau apabila cairan drop dibawah keagungan tertentu bisa diisi sekali lagi dengan air ataupun hancuran bernurtrisi nan bau kencur.

11.       Teknik Cairan Alir

Ini adalah suatu cara bercocok tanam hidroponik nan dilakukan dengan mengalirkan terus menerus cair zat makanan berusul tangki besar melewati akar tunjang tumbuhan. Teknik ini bertambah mudah cak bagi pengaturan karena suhu dan larutan bergizi dapatdiatur bermula tangki besar yang bisa dipakai buat ribuan tanaman. Keseleo satuteknik yang banyak dipakai dalam prinsip Teknik Larutan Alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau dikenal laksana NFT, teknik ini menggunakan parit imitasi yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut. Di sekitar susukan sungai buatan tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai tembolok pokok kayu. Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan zat makanan disekitar akar dan terwalak oksigen yang cukup untuk tumbuhan.


Bab III


METOD


E


 PENELITIAN






3.1


Gelanggang


Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SD Provinsi Sarirejo 01 Pati dan Perumahan Asri Raharjo, Kutoharjo,Pati, Jawa Paruh.


3.2




Jenis Pengkajian

Spesies penyelidikan yang digunakan intern karya ilmiah ini ialah  penekanan kualitatif, yaitu sentralisasi manah pada saat penelitian dilakukan dan berusaha membuat diskriptif fenomena nan diselidiki dengan cara menuliskan fakta tersebut. (Hayati , 2009)


Investigasi ini menggunakan metode deskriptif analitis yakni pemusatan pikiran puas fenomena nan madya terjadi plong saat studi dilakukan, dan berusaha bakal menciptakan menjadikan deskriptif fenomena yang diselidiki

dengan

cara

melukiskan

fakta tersebut secara ekonomis (Hayati:2009).

Pendekatan yang digunakan kerumahtanggaan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono (2015:347) pendekatan kualitatif dapat diartikan sebagai metode investigasi yang berlandaskan

plong

metafisika

post

positivisme

atau

enterpretif, digunakan

untuk

meneliti

lega

kondisi

bahan yang alamiah (sebagai

lawannya

adalah

eksperimen),  di mana

pemeriksa

sebagai

perlengkapan

muslihat, teknik

penumpukan data dilakukan

secara

trianggulasi (ikatan) , analisis data bersifat

induktif

maupun

kualitatif

dan

hasil

penelitian

kualitatif

lebih

mementingkan

makna

daripada

rampatan.

Menurut Creswell (2012), pengkhususan kualitatif berarti proses pendalaman dan mengarifi makna perilaku individu dan kelompok, menggambarkan masalah sosial maupun masalah kemanusiaan. Proses penggalian mencakup takhlik pertanyaan penelitian dan prosedur yang masih tentatif, mengumpulkan data pada seting partisipan, analisis data secara induktif, membangun data nan sepotong-sepotong ke dalam tema, dan selanjutnya mengasihkan intepretasi terhadapmaknasuatu data.


3.3





Populasi dan Sample Penekanan

Menurut Sugiyono (2015:148)  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai total dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh pengkaji untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi n domestik penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Bibit periode pelajaran 2022/2017.

Percontoh adalah bagian berpokok besaran dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiono 2022:149). Sedangkan Arikunto mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi (sebagian ataupun konsul populasi yang diteliti). Sampel penyelidikan adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mengambil alih seluruh populasi. Menghafaz tidak semua siswa memiliki kemungkinan dipilih bak responden, maka notulis menggunakansampling purposivedengan mencuil pesuluh kelas bawah X dan XI tiap-tiap sebanyak 65 peserta, sehingga totalnya 130.Sampling purposiveberarti teknik penentuan percontoh dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,  2015: 156).


3.4





Metode dan Teknik Pengurukan Data




Metode studi nan digunakan dalam karya ilmiah ini merupakan metode deskriptif dan elsplamatori. Metode deskriptif, adalah metode penjelasan satu kebobrokan. sedangkan metode eksplanatori, yaitu metode nan menjelaskan apa, bagaimana, hasil dari riset itu sendiri.

Teknik penekanan yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penggalian ini ada dua, yaitu sumur primer dan sumur sekunder.

3.4.1


Sumber primer

Sumber primer, yaitusumber data yang langsungmemberikan data kepada

pengumpul data (Sugiyono, 2022: 223). Dalam

penelitian

ini yang menjadi

sumber

primernya

adalah

wawancara.

3.4.1.1



Wawancara

Teknik

pengumpulan data dengan

mandu

mengadakan

tanya

jawab

langsung

antara

peneliti

dengan

responden yang diarahkan

pada

kelainan yang diteliti. Tujuannya

adalah agar penelitiannya

me
n
jadi

lengkap.

 Kerumahtanggaan

wawancara

ini

peneliti

memberikan

cak bertanya

plong

beberapa

responden

dan

narasumber .

3.4.2


Sumber

Sekunder

Sumber

sekunder

merupakan

sumur nan tak

berbarengan

memberikan data kepada

pengumpul data misalnya

lewat hamba allah lain alias

dokumen (Sugiyono, 2022: 223) Dalam

hal

ini, yang menjadi data sekundernya

adalah

penyelidikan

pengarsipan

dan

studi

pustaka (literatur).

3.4.2.1



Penelitian

dokumentasi

Studi

pengarsipan

ialah

teknik

pengumpulan data dengan

melakukan

kajian

inskripsi

cak bagi

memperoleh data yang ada

hubungannya

dengan

masalah yang diteliti. Dokumen-tindasan

tersebut

meliputi

pengumpulan data mengenai
 budidaya tanaman hidroponik
, serta program sekolah yang berkaitan

dengan
 adiwiyata
 nan berbentuk

foto-foto, grafik, dan

tabel. Selain

itu, dapat

juga

hasil-hasil

tulisan di majalah, jurnal

atau internet nan melanggar

penelitian yang dilakukan.

3.4.2.2



Investigasi

Teks (Literatur)

Studi

literatur

atau

studi

kepustakaan

yaitu

alat

pengumpul data untuk

mengekspos

bineka

teori yang relevan

dengan

permasalahan yang menengah

dihadapi

atau

diteliti

andai

bahan

pembahasan

hasil

penelitian yang diambil

dari

berbagai

pusat, majalah, naskah, karangan, sejarah, dokumen

tentang

hal-peristiwa yang berhubungannya

dengan

kesadaran

siswa

dalam
 melestarikan dan merawat tumbuhan
.

 Adapun

tujuan

pengusahaan

teknik

ini

adalah

cak bagi

mendapatkan

konsep

maupun

teori-teori yang berhubungan

dengan

masalah

penekanan yang dapat

dijadikan

guri

pemikiran

internal

tulisan

ini,

sehingga

diperoleh

relevansi

antara

teori

dengan

tujuan

penelitian.

Tindasan

terdiri

atas

garitan

pribadi

seperti

muslihat

surat kabar, surat-surat

dan

dokumen

resmi.



3.


5


       Penyelidikan


                        Dapat dilihat di lingkungan SD Negeri Sarirejo 01 terutama di halaman
SD Negeri Sarirejo 01,
pokok kayu hidroponik dalam botol diletakkan di setiap dinding dan siring kolam ikan. Tanaman yang dibudidayakan dengan hidroponik tidak hanya tumbuhan be
r
tipe sayuran juga tanaman solek. Setiap tanaman hidroponik ditempatkan di kancah terang atau arena yang mendapat sinar matahari yang cukup. Media yang digunakan yakni humus dan pupuk.












1.


Di  Perumahan Kutoharjo, tepatnya
g
ang Bima, tanaman yang digunakan dalam tanam hidroponik bermacam-macam tanaman sirih yang memperalat kendaraan air dan humus.

ü


Kendaraan air






ü


Media humus






Kaidah membuat gelanggang menanam hidroponik dengan botol ajang

:

1.


Serah gaung puas adegan atas pot dengan memperalat pakis yang sudah dipanaskan. Lubangi pula bagian tengah botol mudahmudahan memudahkan memasukkan tanaman dalam jambangan

2.


Selepas botol bagian tengah serta tutupnya sudah diberi lubang, yang harus dilakukan selanjutnya yakni menjaringkan cairan nutrisi atau gel sreg botol episode bawah.

3.


Masukkan tumbuhan yang akan ditanam melangkaui lubang bagian tengah tersebut dengan ter-hormat.


4.


Letakkan botol pohon di tempat yang mendapat kirana matahari cukup  tetapi tidak bersisa seronok.






Bab IV


HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN






4.1


Hasil Penelitian





1.


Penyakit


Risiko serangan penyakit akibat bakteri dan kawul rawan pada pohon hidroponik. Berikut gejala bidasan dan jenis-jenisnya dan prinsip menanggulangi serangan penyakit nan lumrah ditemukan :

a)


Noda Bakteri

Penyebab

: Xanthomonas Campestri Sp V.Vesicatoria.

Gejala

: Kulur titik-bintik di daun dan bangkai. Jika daun di mengot, terlihatlah calit bulat bewarna hitam dengan putaran dalam putih. Warna ini biasa berubah secara akut. Lingkaran luar berbercak kuning dan didalam berwarna cokelat muda. Bentuk bercak bukan teratur. Daun boleh rontok.

Penanggulangan   : Sebelum di semai benih di rendam dengan bakterisida Agrepit / Agrimycin 1,2 g/l selama 4-6 jam. Semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga, seperti Kocide 60 WDG 1 g/l; Cupravit 2,5 g/l; Trimiltox 2,5 g/l.

b)


Layu Bakteri


Penyebab                  : Psedomonas Solanacearum.


Gejala

: Daun tua lontok menguning sedangkan patera remaja layu. Jika kunarpa / cagak nan terserang di belah akan terlihat balut pembuluh pengangkut berwarna cokelat lanjut umur dan membusuk. Takdirnya racikan batang ini dicelupkan kedalam air, akan keluar eksudat kudus.

Penanggulangan    : Celupkan benih ke dalam larutan bakterisida. Bakterisida yang digunakan Agrept / Agrimycin dengan pemfokusan 1,2 g/l.

c)


Noda Daun / Noda Kering / Mata Totol

Penyebab                  : Cercosporacapsici

Gejala                         : Ciri serbuan lampau khusus. Di daun ada bercak calit kering kerangka melingkar.Corak di bagian dalam gudi selalu berbeda dengan siring galengan. Selain mencerca daun, ki kesulitan ini lagi buruk perut ditemui di batang dan gagang cangkul buah.


Penanggulangan    : Score 250 EC 0,5 ml/l; Derosal 60 WP 1 g/l; Antracol 70 WP 2,5 g/l.

d)


Busuk Patera

Penyebab                  : Phytophthoracapsici..

Gejala                          : Terdapat calit basah tidak bertauran di batang dan daun. Jika dibiarkan, seluruh tanaman menjadi kemungkus.

Penanggulangan    : Ridomil MZ 3 g/l digunakan bergantian dengan fungisida kontsk buat cendawanini. Patahkan putaran tumbuhan yang terserang kemudian oleskan fungisida Trineb 15  g/l.

e)


Layu Fusarium

Penyebab

: Fusarium Oxysporiumf.sp.capsici

Gejala                        : Serangan ditandai maka itu menguningnya tajuk pohon. Daun – daun sebelah atas layu,  tangkainya menunduk. Di pangkal bangkai dekat akar, jika ditoreh akan tertumbuk pandangan gelang-gelang cokelat kehitaman diikuti busuk basah pada kerongkongan.

Penanggulangan    : Tanaman yang terserang dicabut. Larutan nutrisi diberi desinfektan klorin.


f)


Virus

Penyebab                  : Ditularkan oleh hama penular (vector) sama dengan thrips, tungau, dan aphids.

Gejala

:

Tanaman menjadi kerdil, bentuk daun ikal. Sekiranya diterawangkan ke arah sinar, tertumbuk pandangan adegan yang tembus cahaya (membayang) dan nan terlarang.

Penanggulangan    : Semprotkan insektisida dan akar tunjang isi daun cak bagi mengendalikan hama penular.


2.


Hama nan menyerang pohon hidroponik
:


a)


Tuma Putih

Penyebab                  : Bemisia sp,.

Gejala                                     : Terwalak bercak-bercak klorosis kekuningan lega daun. Bilang daun mongering dan mati. Layu dan gugur patera merupakan gejala umum, dibarengi munculnya jelaga hitam di daun dan batang.Untuk mencurangi keberadaannya cukup mudah. Daun digoyangkan, sekiranya ada kutu kudrati berterbangan maka tindakan penanggulangan perlu segera dilakukan.

Penanggulangan    : Mitac 200 EC 1,5 ml/l

b)


Ulat Tutul Bertaruk / Ulat mago Peruntuh Patera

Penyebab                  : Crocidomoliabinotalis

Gejala                        : Daun bagaikan teranyam, tetapi terlihat jelas gigitan yang membuat daun bertembuk. Fasad dimulai dari meres daun sebelah sumber akar. Plong serangan langka, nan tertinggal hanyalah tangkai daun cuma.

Penanggulangan   : Buldok 25 EC 0,5-1 ml/l; Sherpa 50 EC 0,5-1 ml/l; Matador 25 EC 1-2 ml/l; Curacron 500 EC 1,5 ml/l; Decis 2,5 EC 0,1-1 ml/l; Tokuthion 500 EC 1 ml/l; Atabron 1-2 ml/l.


c)


Tuma Patera / Aphid


Penyebab                  : Myzuspersicae

Gejala                        : Daun keriting, layu, dan kecil sekali ukurannya. Ini terjadi karena cairan daun di isap. Hama ini juga menjadi perantara penyebaran  virus.

Penanggulangan   : Curacron 500 EC 2 ml/l; Confidor 200 SL 0,25-0,2 ml/l; Tamaron 200 LC 1,5-3 ml/l; Buldok 25 EC 0,25-0,5 ml/l.

d)


Tungau

Penyebab                  : Tetranychus sp.

Gejala                          : Kerusakan dimulai dari permukaan patera bagian bawah. Areal dempang pelepah kecoklatan dan kritis. Daun muda ikal dan lebih katai ketimbang normal. Amati bagian bawah sanding pelepah. Disitulah tungau bergerombol.

Penanggulangan    : Pegasus 500 EC 1,5 ml/l.

e)


Pengorok Daun

Penyebab                  : Liriomyza sp.

Gejala                          : Ciri kehadirannya sangat individual. Di daun tampak cukilan–ukiran mirip batik. Itu terjadi lantaran larvanya bersendar jaringan di dalam patera.

Penanggulangan    : Agrimec 0,25-0,5 ml/l; Trigard 0,2-0,3 g/l.


4.2    Pembahasan

1.


Faktor terdepan nan mempengaruhi budidaya hidroponik

a)


Unsur Hara

Pemberian larutan hara yang terstruktur sangatlah penting pada hidroponik, karena media hanya berfungsi umpama penopang tanaman dan kendaraan meneruskan larutan maupun air nan berlebihan

Hara tersedia cak bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi nan terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini atom hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman.Unsur hara makro dibutuhkan internal jumlah samudra dan konsentrasinya dalam larutan relatif tataran. Tertera unsur hara makro adalah Falak, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro namun diperlukan dalam konsentrasi yang sedikit, yang meliputi zarah Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman
.

Larutan hara dibuat dengan cara mengencerkan garam-garam baja n domestik air. Berbagai garam tipe serabut dapat digunakan kerjakan hancuran hara, pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.

b)


Media Tanam Hidroponik

Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Media nan baik membuat unsur hara tetap tersedia, kelembaban terjamin dan drainase baik.Media nan digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta enggak mengandung zat yang beracun bakal tumbuhan.

Bahan-bahan nan biasa digunakan sebagai wahana tanam dalam hidroponik antara bukan pasir, kerikil, bongkahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bulan-bulanan nan digunakan bak media merecup akan mempengaruhi rasam mileu media. Tingkat master, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan ki alat yang lain, sesuai dengan bahan nan digunakan sebagai media.

Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan berasal pembakaran yang tidak contoh, dan telah banyak digunakan sabagai alat angkut tanam secara komersial sreg sistem hidroponik.Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 ialah 52% dan C sebanyak 31%.Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta incaran organik. Karakteristik enggak ialah lewat ringan, bernafsu sehingga aliran udara strata karena banyak pori, daya produksi hadang air yang tangga, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi semarak syamsu secara efektif, pH tingkatan (8.5 – 9.0), serta dapat mendinginkan pengaruh penyakit khususnya bibit penyakit dan gulma.

c)


Oksigen


Keberadaan
o
ksigen dalam sistem hidroponik lalu penting. Rendahnya oksigen menyebabkan permeabilitas membran kamp menurun, sehingga dinding sel makin sukar bikin ditembus, Hasilnya tanaman akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan cak kenapa tumbuhan akan layu pada kondisi tanah yang tergenang.

Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar tunjang. Kasih oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memasrahkan gelembung-busa udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara yang berulang-ulang, membasuh atau mengabuti akar yang terekspose dalam larutan hara dan memasrahkan gaung ventilasi pada tempat reboisasi cak bagi kultur massa.

d)


Air

Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tumbuhan secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih bersumber 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tumbuhan.

2.


Kekuatan dan Kekurangan

Kemustajaban tanaman hidroponik yaitu :

a.


Penggunaan lahan lebih efisien

b.


Produksi tanaman tanpa alat angkut kapling

c.


Tidak cak semau resiko untuk penanaman terus menerus sepanjang tahun

d.


Kuantitas dan kualitas produksi bertambah jenjang dan kudus

e.


Penggunaan pupuk dan air kian efisien

f.


Musim tanam makin ringkas

g.


Pengendalian hama dan komplikasi lebih mudah.

h.


Tenga kerja nan diperlukan kian terbatas.

Kelemahan tanaman hidroponik adalah :

a.


Membutuhkan modal yang
 lumayan
 besar

b.


Sekiranya terserah tanaman yang terserang hama atau kelainan maka internal waktu yang sangat singkat seluruh tumbuhan akan terkena bidasan tersebut .

c.


Jumlah asupan zat makanan yang sangat adv minim akan menyebabkan
ke
layuan tanaman yang cepat dan stress nan serius.

d.


Kesiapan dan pelestarian perangkat hidroponik terka berat,

e.


Memerlukan kecekatan idiosinkratis


Pintu V


Akhir






5.1




Kesimpulan

1.


Hama dan penyakit nan menyerang pohon hidroponik kian mudah dikendalikan dan ditanggulangi
.


2.


Faktor-faktor yang teristiadat diperhatikan dalam budidaya tanaman hidroponik adalah adanya u
nsur hara
 yang
dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam enceran relatif tinggi
, m
edia
 tanam hidroponik
 yang baik membentuk atom hara tetap terhidang
, pentingnya eksistensi oksigen intern sistem hidroponik dan kualitas air yang sesuai..




3.


Kelebihan tanaman hidroponik yakni
 p
enggunaan tanah lebih efisien
, p
roduksi tanaman tanpa media tanah
, t
idak terserah resiko kerjakan penanaman terus menerus sejauh tahun
, k
uantitas dan kualitas produksi bertambah tingkatan dan ceria
, p
enggunaan serabut dan air lebih efisien
, p
eriode tanam lebih ringkas
, p
engendalian wereng dan kelainan lebih mudah.
Kekurangan dari menanam hidroponik yaitu m
embutuhkan modal yang
 lumayan
 ki akbar
, j
ika ada tanaman yang terserang hama atau penyakit maka dalam waktu yang silam singkat seluruh tanaman akan terkena serbuan tersebut
, j
umlah asupan nutrisi yang sangat minus akan menyebabkan
ke
layuan tanaman yang cepat dan stress yang serius
, k
etersediaan dan penjagaan radas hidroponik nyana elusif,
dan m
emerlukan keterampilan khusus


5.2




Saran

Pembaca diharapkan untuk dapat berekspansi teknik berladang hidroponik secara maksimal.Hal tersebut diharapkan berpunya meningkatkan hasil produksi pangan terutama keberagaman-jenis pohon holtikultur yang punya nilai ekonomi yang tinggi walaupun dengan hal persil
kurang
.


DAFTAR PUSTAKA

Untung, Onny.Hidroponik Sayuran Sistem NFT. 1975. Jakarta: Penerbit Swadaya.


Source: http://elisabetputri.blogspot.com/2017/04/budidaya-tanaman-hidroponik-karya.html