Kita Semua Sederajat Dan Bersaudara

Presentasi berjudul: “Ki 5 Kita Semua Sederajat dan Bersaudara”— Transcript pengutaraan:


1

BAB 5 Kita Semua Sekelas dan Bersanak

Persuaan : 2


2

Tujuan Penerimaan
Menjelaskan properti asasi manusia sesuai biji-nilai Pancasila
Menjelaskan landasan hukum panjar perlindungan milik dan kewajiban asasi individu di Indonesia
Menjelaskan acaram hak dan bagasi eigendom asasi individu privat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Merumuskan hasil telaah jaminan kepunyaan dan muatan hak asasi insan kerumahtanggaan UUD Negara Republik Indonesia Perian 1945
Menyervis hasil telaah uang kancing hak dan kewajiban kepunyaan asasi makhluk kerumahtanggaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945


3

Eigendom Asasi Basyar sesuai Nilai-Nilai Pancasila


4

Hak dan Kewajiban Asasi Insan dalam UUD Negara Republik Indonesia Musim 1945


5

Properti dan Muatan Asasi Manusia n domestik UUD Negara Republik Indonesia Masa 1945


6

Ketetapan MPR Nomor XVII/ MPR/1998 tentang Hak Asasi Anak adam

Milik asasi manusia yang terjadwal dalam ketetapan tersebut adalah :
1) Nasib baik untuk hidup
2) Hoki berkerabat dan melanjutkan keturunan
3) Kepunyaan keadilan
4) Properti kemerdekaan
5) Nasib baik atas kebebasan informasi
6) Hak keamanan
7) Hak kesentosaan
8) Kewajiban
9) Penjagaan dan pemajuan


7

UU No. 39 Tahun 1999 mengenai Hak Asasi Manusia

Jaminan HAM n domestik UU No. 39 Tahun 1999, secara garis lautan meliputi :
1) Pasal 9: Hak buat hidup, sebagaimana hak mempertahankan usia, memperoleh kesejahteraan lahir dan batin, memperoleh mileu hidup yang baik dan sehat.
2) Pasal 10: Hak bersanak dan meneruskan keturunan, Seperti milik punya pertalian keluarga melangkahi perkawinan yang lumrah.
3) Pasal 11-16: Milik mengembangkan diri, seperti hak pemenuhan kebutuhan pangkal, meningkatkan kualitas jiwa, memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, memperoleh permakluman dan mengamalkan pekerjaan sosial.


8

4) Pasal 17-19: Hak memperoleh keadilan, seperti hoki memperoleh kepastian hukum dan hak persamaan di depan hukum. 5) Pasal 20-27: Nasib baik atas kemandirian pribadi, seperti properti memeluk agama, keimanan politik, memilih status kewarganegaraan, berpendapat, mendirikan parpol, dan bebas bergerak dan bertempat suntuk. 6) Pasal 28-35: Hak atas rasa aman, seperti hak memperoleh suaka strategi, perlindungan terhadap ancaman keheranan, perlindungan terhadap penyiksaan, penghilangan dengan paksan dan penghilangan nyawa. 7) Pasal 36-42: Hak atas kesejahteraan, seperti kepunyaan hoki pribadi, memperoleh pekerjaan nan layak, semangat yang cukup, dan agunan sosial.


9

8) Pasal 43-44: Hak masuk serta intern pemerintahan, seperti hak memilih dan dipilih privat pemilu, kerja sama langsung dan tak langsung, diangkat dalam jabatan pemerintah dan mengajukan usul kepada pemerintah. 9) Pasal 45-5: Hak wanita, adalah tidak suka-suka diskriminasi/nasib baik yang sama antara pria dan wanita dalam parasan garis haluan, pekerjaan, status kewarganegaraan, tanggungan/perkawinan. 10) Pasal 52-60: Hak anak asuh, yaitu sebagai halnya milik anak lakukan mendapatkan perlindungan ayah bunda, keluarga, masyarakat dan negara. Hak beribadah menurut agamanya, berekspresi, perlakuan khas bagi anak adv minim, perawatan dari eksploitasi ekonomi, tiang penghidupan, pelecehan genital, perdagangan momongan dan penyalahgunaan narkotika.


10

BAB X A Hoki Asasi Manusia

Hak vitalitas (pasal 28A)
Peruntungan berkeluarga dan eigendom momongan (pasal 28B)
Hak memajukan dan berekspansi diri (pasal 28C)
Hak atas pengakuan, persekot, perlindungan dan kepastian hukum (pasal 28D:1)


11

Bab X A Milik Asasi Manusia

Kepunyaan untuk bekerja dan mendapatkan imbalan dan perlakuan yang netral dalam hubungan kerja (pasal 28D:2)
Hak memperoleh kesempatan yang sama internal pemerintahan (pasal 28D:3)
Peruntungan atas pamor nasional (pasal 28D:4)


12

BAB X A Hak Asasi Manusia

Kepunyaan atas kebebasan meyakini pendamping, menyatakan ingatan dan sikap, sesuai dengan hati nurani (pasal 28E:2)
Properti atas independensi berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (pasal 28E:3)
Kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut agamanya (pasal 28E:1)
Hak kerjakan memintal pendidikan dan pengajaran, jalan hidup, kewarganegaraan dan ajang tinggal (pasal 28E:1)


13

Bab X A Hak Asasi Manusia

Milik atas pesiaran (pasal 28F)
Kepunyaan atas perlindungan dan rasa aman (pasal 28G:1)
Hak cak bagi independen dari penyiksaan ataupun perlakuan yang merendahkan derajat martabat insan (pasal 28G:2)


14

BAB X A Hak Asasi Manusia

Hak memperoleh suaka garis haluan dari negara lain (pasal 28G:2)
Peruntungan atas hidup sejahtera lahir batin (pasal 28H:1)
Hak berkat kemudahan dan perlakuan spesifik guna memperoleh keadilan (pasal 28H:2)


15

BAB X A Hak Asasi Anak adam

Hak memperoleh cekram sosial (pasal 28H:3)
Eigendom atas milik pribadi (pasal 28H:4)
Peruntungan atas hak-hak yang tak dapat dikurangi intern keadaan apapun (pasal 28I:1)
Hak bebas berusul perlakuan membeda-bedakan (pasal 28I:2)
Hak atas identitas budaya (pasal 28I:3)


16

Upaya Konservasi HAM

Setiap warga publik bisa merealisasikan HAM secara wajar
Pihak maupun orang lain tidak semena-mena melanggar HAM
Adanya tindakan penegakan HAM jika terjadi pelanggaran
Dijatuhi sanksi lakukan pihak manapun yang menumbuk HAM
Penjagaan terhadap HAM serupa itu signifikan, karena perlindungan HAM memungkinkan :


17

Lembaga Preservasi HAM

Komisi Nasional Nasib baik Asasi Manusia
(Komnas HAM)
Rangka ini purwa siapa dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala negara No. 50 hari 1993 pada tanggal 7 Juni 1993.
Fungsi nya : penajaman, penelitian, penyuluhan dan mediasi tentang hak asasi manusia.


18

Lembaga Perlindungan HAM

Pengadilan HAM
Lembaga ini adalah pengadilan khusus yang makmur dalam lingkungan kehakiman umum.
Tugas nya : menginterogasi dan memutus perkara pelanggaran HAM


19

Rangka Preservasi HAM

Lembaga Swadaya Masyarakat Hak Asasi Individu (LSM HAM)
Sebuah lembaga yang unjuk lega tahun 1970an. LSM HAM ialah sarana utama publik dalam memperjuangkan hak asasi mereka.
Prinsip nya : Imparsial (melayani semua penghuni negara sonder kecuali) dan non-partisan (adil berbunga ikatan politik)

Source: https://slideplayer.info/slide/4874065/