LAGU Provinsi JAKARTA – Kamu pastinya sudah tidak asing kembali dengan kota yang satu ini, yakni ibukota Indonesia. Sebuah kota yang meriah dengan bangunan-bangunan tinggi, penduduk padat dan macet nan rutin. Saya tidak akan membahas itu disini, melainkan mengulas akan halnya Lagu Daerah Betawi / DKI Jakarta.

Indonesia ialah sebuah negara dengan tungkai, nasion dan budaya nan amat berbagai macam, sehingga diberi gelar negara Multikultural. Tidak terlepas pada Jakarta, selaku kota terbesar di Indonesia, nan juga punya sederet kekayaan budaya, termasuk Lagu Tradisional Jakarta.

Provinsi DKI Jakarta terletak di Pulau Jawa, sebuah pulau dengan besaran pemukim terbesar di Indonesia. Andai ibukota pada lazimnya, provinsi ini didiami oleh banyak warga nan bermula dari berbagai negeri, dengan jumlah 10.374.235 jiwa (2017, Wikipedia).

Luas wilayah DKI Jakarta ialah 7.659,02 km (295,716 sq misoa), ditinggali oleh awam yang bermacam-macam agama, suku bangsa, bahasa, ras dan etnis. Oleh sebab itu, di provinsi ini terdapat banyak sekali kebudayaan yang silih berinteraksi dan n kepunyaan ciri khas eksklusif.

Sejenis itu pula dengan destinasi tamasya dan kulinernya nan beranekaragam. Namun pada kata sandang kali ini, Senipedia tidak akan membahas itu semua, karena ulasan nan sedang beliau baca ini titik api meributkan soal Lagu-lagu Wilayah Jakarta saja.

Baca tinggal : Pengertian Lagu Area

Himpunan Lagu Area Jakarta

Daripada penasaran terlalu lama, lebih baik serempak saja simak rangkuman lengkap mengenai Lagu Daerah Jakarta beserta Lirik dan maknanya di bawah ini. Silakan simak hingga selesai dan saya harap bisa memberi fungsi serta membusut wawasan ia semua. Check this out..

1. Abang Pulang

Yang pertama berjudul Biram Pulang. Lagu tradisional adal Ibukota Jakarta ini pernah dipopulerkan makanya otak Betawi yang fenomenal, merupakan Benyamin Sueb. Lagu ini merencana mengenai sang suami yang pulang ke rumah, sembari mengidungkan sesuatu untuk istrinya. Berikut, lirik lagunya :

Nah, sirah pulang,

Bakul nasi merewang-guncang,

Dek, merah pulang,

Semenjak kota pulang kandang..

Abang bawa apaan?

Ahmar bawa bungkusan

Eh bungkusannye apaan?

Beginian..

Apaan sih isinye seruan sembahyang?

Ntar aje loe liat,

Beber donk aye liat,

Loe liat karuan melotot..

[Beber donk bang, buka,

Udeh gak panjang usus nih aye seruan salat apaan sih isinye.

Eh, eh, lunak, sabar, nyebut..]

Duh, ahmar sayang,

Pulang pasti banyak komisi,

Duh, dek belalah,

Gue gak bisa beberapa dah. Terserah…

[Nih..!

Ahh.., sepatu butut]

2. Cik Abang

Lagu yang kedua berjudul Cik Abang, bercerita mengenai nasihat bikin selalu berbuat teruji kepada semua insan. Karena kendatipun seseorang itu cantik, manis dan rupawan, namun kalau suka berbohong, tentulah tidak cak semau artinya, paras yang sani menjadi batal.

Plong kuplet kedua bermula lagu ini, mendongeng tentang pertemanan. Mengisyaratkan bahwa jika kita memiliki rival baru, maka jangan perhubungan mengalpakan n partner-teman yang lama. Berikut, lirik lagu Cik Abang bikin kamu :

Bakal apa berkain batik tulis,

Takdirnya tidak serta s’lendang kebaya,

Buat segala apa bermuka-paras manis,

Jikalau memang bukan ya spirit manis emak disayang,

Jikalau tidak bonafide hatinya…

Takdirnya Cik Ahmar ke Pasar Minggu,

janganlah lupa beli pepaya,

Kalau Cik Abang bersekutu mentah,

janganlah tengung-tenging kawan nan lama..

3. Dayung Sekoci

Lagu Daerah Jakarta berikutnya berjudul Dayung Sampan. Lagu ini mengarang akan halnya penolakan seseorang dalam mencari bersantap dan bandingan. Dinyanyikan dalam musik yang dimanis dan seru. Berikut, lirik lagu Dayung Sumbuk pangkal Betawi cak bagi kamu :

Dayung sampan mencari ikan,

ikan dicari hai nelayan di perdua muara,

Jikalau tuan mengejar makan,

cari bersantap jual suara, cak memindahtangankan suara minor..

Lay lay la la la la lay cak memindahtangankan suara,

lay lay lay,

lay lay lay lay lay lay lay lay lay,

Dayung sadau dayung,

kayuh dayung sumbuk…

Dayung sekoci bahtera didayung,

kano didayung hai nelayang ke perdua lautan,

Kalau pemilik mencari jodoh,

jangan berburu hai nalayan hai nelayan…

Lay lay

Lay lay la la la la lay,

hai nelayan lay lay lay

lay lay lay lay lay lay lay lay lay

Dayung dayung kayuh,

dayung dayung sampan…

4. Hujan angin Gerimis

Lagu tradisional jakarta

Benyamin S. – Grid.id

Berikutnya berjudul Hujan abu Gerimis. Saya rasa, kamu pasti kenal dengan lagu ini, sebuah lagu klasik yang fenomenal dan populer sejak adv amat. Eksistensinya bahkan masih tunu hingga detik ini, dengan lirik nan menghibur dan mengasyikkan.

Lagu ini merencana tentang seorang wanita yang sedang terpotong cinta, kemudian seseorang datang meredakan dan menyemangatinya melampaui lagu ini. Berikut, lirik lagu Hujan Gerimis asal Provinsi DKI Jakarta bikin engkau semua :

eh ujan gerimis aje,
iwak teri diasinin,
eh jangan menangis aje,
yang pergi jangan dipikirin…

eh ujan gerimis aje,
ikan lele ade kumisnye,
eh jangan ngelamun aje,
kalo bole cari gantinye…

cak kenapa ujan gerimis aje,
menjauhi berlayar ke semenanjung cina,
mengapa adek menangis aje,
kalo udah antitesis gak kemana…
oiy oiy…

eh ujan gerimis aje,
ikan bawal diasinin,
eh jangan menangis aje,
bulan syawal mau dikawinin…

5. Jali-Jali

Buat nan belum luang, Jali adalah nama sebuah tanaman yang buahnya bulat sebesar jaka. Pohon ini tersebar di plural daerah di Indonesia. Namun dalam lagu ini, membuktikan kedekatan masyarakat Betawi dengan buah ini. Berikut, Lirik Lagu Jali-jali buat kamu semua :

Ini anda si jali-jali,

lagunya mak-nyus lagunya enak merdu sekali,

capek adv minim tak perduli, sayang,

asalkan tuan asalkan tuan gemar di hati..

palinglah sedap si pauh urang,

hei sayang disayang pohonnya tingkatan,

pohonnya tinggi buahnya terik,

palinglah enak si orang bujang, pelahap,

kemana pergi kemana pergi tiada nan melarang…

disana gunung disini ardi,

hei sayang disayang ditengah perdua ditengah, perdua kembang melati,

disana bingung disini bingung, sayang,

samalah sama samalah selaras menaruh hati,

jalilah jali dari cikini,sayang,

jali-jali berasal cikini,

jalilah jali sebatas disini..

Link Video Lagu Jali-Jali : https://m.youtube.com/watch?v=qkfs46zsmzs

6. Kelap-Kejap

Lagu Daerah Jakarta selanjutnya berjudul Kelap-gerlip, sebuah lagu bertema penantian bersumber seseorang nan menunggu pujaan hatinya pulang. Lagu ini bertemakan kesedihan dengan musik nan gemulai, dinamis dan beraliran tersentuh perasaan.

Namun pada bait bontot dalam lagu ini, mendeskripsikan kerelaan dari sang penyanyi buat bubar, cak sambil menyelipkan do’a supaya suatu detik kemudian hari dapat dipertemukan kembali. Berikut, Lirik lagu Kelap-kenyit selengkapnya cak bagi anda :

Kelap kelip lampu di kapal,

anak kapal main biduk,

Air netra drop di bantal,

aduh, yang dinanti belum kembali..

Pulau Pandan jauh di tenga,

di genyot Pulau Angsalah Dua,

Hancur awak di kandung persil,

amboi, khuluk baik terkenang jua..

Dalam hujan abu bajuku basah,

kronologi-jalan di pinggir barangkali,

Cak agar saat ini kita bererak, sayang,

bukan kali jumpa lagi..

✓ Lagu Kawasan Jawa Tengah

7. Keroncong Kemayoran

Keroncong adalah diversifikasi musik yang dibawa makanya bangsa Portugis ke Indonesia sejak abad ke-16. Perlahan-lahan, hambur ke berbagai daerah di Nusantara. Sedangkan Kemayoran adalah nama kecamatan yang ada di Jakarta Rahasia.

Lagu Keroncong Kemayoran galibnya dibawakan oleh penyanyi wanita, menceritakan betapa indahnya musik keroncong, dengan memandu lirik nan bersajak tema pantun a-b-a-b. Berikut, lirik lagu Keroncong Kemayoran buat kamu :

La la la la la la la laaa,

Laju laju sekoci lampias,

Jiwa manis induk di sayang,

La la la la la la la la laaa,

Lampias sekali laju sekali ke surabaya…

Belenong di pinggir kali,

Dengan Keroncong senang sekali..

La la la la la la la laaa,

Boleh lalai kejai dan busana,

Semangat manis emak di pelahap,

La la la la la la la la laaa,

Janganlah lupa janganlah lupa kepada saya…

Keladi kerumahtanggaan almari,

Yang baik fiil nan saya cari…

La la la la la la la laaa,

Boleh pangling kain dan busana,

Jiwa manis induk di sayang,

La la la la la la la la laaa,

Janganlah lupa janganlah lalai kepada saya…

Merpati terbang melayang,

Gelojoh tahir Slalu terbayang,

Kedondong di atas peti,

Ini keroncong mohon berhenti,

Semogalah semua senang di hati…

8. Kicir-Kicir

Lagu adat jakarta

Lirik Lagu Kicir-Kicir – Materibelajar.id

Lagu ini berkisah tentang ajakan kepada semua pendengar, untuk senantiasa ceria dan bersuka cita, melupakan sekejap semua kebobrokan hidup dan bernyanyi bersama. Selain itu, juga mengajak kita cak bagi bekerja keras seharusnya kelak menjadi anak adam yang berguna. Berikut, lirik lagunya :

Kicir kicir ini lagunya,

Lagu lama ya tuan dari jakarta,

Saya menyanyi ya tuan memang sengaja,

Untuk menghibur menyejukkan hati nan duka…

Burung pemudi burung merpati,

Mangut cepat ya tuan tiada tara,

Bilalah kita ya tuan suka menyanyi,

Badanlah sehat ya tuan hati gembira…

Biji kemaluan mangga enak rasanya,

Si manalagi ya tuan paling ternama,

Siapa semata-mata ya tuan rajin bekerja,

Pasti menjadi menjadi penghuni berarti..

Video Lagu Kicir-Kicir : https://m.youtube.com/watch?v=dSixETgnQuA

9. Lenggang Bancet

Sesuai dengan namanya, Buai Kangkung yaitu kuliner asal Indonesia yang ada di Jakarta, berbahan pangkal sayur berudu drngan palutan lombok bangkang pedas, dan sangat cocok untuk suguhan bersantap malam bersama keluarga maupun pasangan.

Saja privat lagu ini, tidak ceratai adapun Lenggang Kangkung, melainkan tentang suka dan duka nasib seseorang internal berhubungan samara. Daripada penasaran, berikut lirik lagunya bikin kamu :

Lenggang lenggang kangkung kangkung,

di Kebon K’lapa (2x),

Nasib sungguh mendapat habuan,

punya kekasih suka tertawa (2x)…

Lenggang buai bancet bancet,

dari Semarang (2x),

Nasib tidak mendapat habuan,

punya kekasih direbut sosok (2x)…

10. Ondel-Ondel

Lagu Wilayah Jakarta berikutnya berjudul Ondel-Ondel. Pastinya engkau sudah lalu mengenal ikon unik asal Betawi yang satu ini, yakni boneka lautan bermatra sampai 2,5 meter yang dimainkan oleh manusia. Melambangkan seorang kakek / nenek yang senantiasa menjaga cucu-cucunya.

Lagu ini bernuansa ceria, komikal dan menyenangkan, sering dimainkan juga dalam setiap pertunjukkan Ondel-Ondel di Jakarta, misalnya ketika perayaaan adat, makan besar ijab kabul dan lain sebagainya. Berikut, lirik lagu Ondel Ondel sesudah-sudahnya :

Nyok, kite nonton ondel-ondel,

Nyok, kite ngarak ondel-ondel,

Ondel-ondel ade anaknye,

Anaknye ngigel aspal-iteran…

Mak, bapak ondel-ondel ngibing,

Ngarak penganten disunatin,

Goyangnye asyik endut-endutan,

Nyang ngibing igel-igelan…

Plak gumbang gumplak plak plak,

Gendang nyaring ditepak,

Yang ngiringin nandak,

Pade surak-surak…

Tangan iseng ngejailin,

Kepale momongan ondel-ondel,

Taroin puntungan,

Bulu kebakaran…

Anak ondel-ondel jejingkrakkan,

Kepalenye nyale bekobaran,

Yang ngarak pade kebingungan,

Disiramin aer comberan…

11. Pepaya Mempelam Pisang Jambu

Sama persis dengan judulnya, Lagu asal Betawi yang suatu ini mengobrolkan kekuatan dan kegunaan terbit masing-masing buah, nan terserah sreg judul lagu, adalah betik, mangga, pisang dan jambu. Dan nan pasti, anda semua pasti luang dengan biji zakar-buahan ini dong. Nah, berikut lirik lagunya cak bagi kamu :

Pepaya mangga Pisang Jambu,

Dibawa dari pasar ahad,

Disana banyak penjualnya,

Dikota banyak pembelinya…

Pepaya buah yang berguna,

Bentuknya habis sederhana,

Rasanya manis lain kalah,

Membikin badan sehat bugar…

Pepaya jeruk jambu rambutan rafiah,

Duren duku dan lain lainnya,

Marilah marilah serikat dagang semua,

Membeli biji kemaluan buahan…

Pepaya makanan rakyat,

Karena sangat bermanfaat,

Harganya juga tak mengeluh,

Setalen tuan bisa gotong…

12. Ronggeng Jakarta

Ronggeng ialah jenis alat musik yang mengiringi tari tradisional, dimana penarinya sambil bernanyi dan saling bersambut-balasan lirik. Musik ronggeng memang mutakadim tersohor dan tersebar ke seluruh pelosok negeri, meskipun usianya sudah cukup tua.

Intern salah satu Lagu Tradisional Jakarta berjudul Ronggeng Jakarta ini, mengobrolkan akan halnya spirit penari nan senantiasa menghibur para penonton, saja di dalam hatinya dipenuhi luka dan tersiksa. Berikut, Lirik lagunya buat beliau :

Takdir enggak dapat aku pungkiri,

terserah Tuhan Khalikul Bahri,

Hanya kerjaku selama tahun,

merenteng madah di sanubari…

Aku menyanyi engkau goyang badan,

aku bersuara kamu gembira,

Tetapi anda tak pernah m’rasa,

dalam menyanyi jiwa terpidana…

✓ Lagu Provinsi Banten

13. Si Bango

Lirik lagu daerah jakarta

Lirik Lagu Sang Bango – Albumbaru.com

Riuk satu lagu Betawi paling populer adalah Sang Bango ini, menunggangi bahasa Betawi nan kental dengan ciri khas yang dalam. Meski judulnya kurang familiar, namun lirik dan iramanya tentu sira kenali. Berikut, liriknya buat engkau :

Sang Bango eh Sang Bango,

Kenapa elo elo delak delok,

Si bango ngow ngow eh sang bango,

Kenapa elo elo delak delok,

Mengkenya aye aye delak delok,

Sang kodok eh kerak kerok…

Mengkenya aye aye delak delok,

Sang katak eh kerak kerok…

Sang kodok eh eh eh sang kodok,

kenape elu elu kerak kerok,

Si berudu eh eh eh sang kodok,

kenape elu elu kerak kerok…

Mengkenye aye aye kerak kerok,

orang orang eh pade ngorok,

Mengkenye aye aye kerak kerok,

individu orang eh pade ngorok…

Bang orang eh eh eh bang orang,

kenape elu elu pade ngorok,

Seruan salat orang eh eh eh seruan sembahyang orang,

kenape elu elu pade ngorok…

Mengkenye aye aye pade ngorok,

Si kodok kerak kerok,

Mengkenye aye aye pade ngorok,

Sang kecebong eh kerak kerok ….. bandel…

Si kodok eh eh eh si katak,

kenape elu elu kerak kerok,

Sang kecebong eh eh eh sang kodok,

kenape elu elu kerak kerok…

Mengkenye aye aye kerak kerok,

cak bagi musik lagunye hosrok,

Mengkenye aye aye kerak kerok,

bikin musik lagunye hosrok….

Video Lagu Sang Bango : https://m.youtube.com/watch?v=tKeUFG9pE9Y

14. Kinang Asfar

Sebenarnya, Serasa Asfar adalah sebuah nama tarian daerah DKI Jakarta, yang umumnya digunakan kerumahtanggaan tulangtulangan menyambut maupun mengiringi kutub kemantin yang menikah, internal leluri Betawi. Lirik lagu pengiring dalam tarian ini adalah seumpama berikut :

Seandainya bukan, putri, karena wulan, majuh,

Tidaklah bintang, ya perempuan, tidaklah medalion ya perawan, Membusut tahun..

Kalau tidak, nona, karena empunya, sayang,

Tidaklah kami, ya nona, tidaklah kami, ya nona, Setakat kemari…

Sirih kuning, nona, batangnya ijo, nona,

Nan putih asfar, ya nona, yang kuning langsat, ya dara,

Memang sejodo…

Ani-ani, nona, bukannya waja, sering,

Dipakailah anak, ya nona, dipakailah anak ya nona, Patah tangkainya,

Kami nyanyi, dara, memang sengaja, majuh,

Lagunya nirmala, ya nona, lagunya asli, ya nona, Pusaka lama…

Sirih kuning, nona, kembali ditampin, nona,

Kami menyanyi, ya gadis, kami menyanyi,

ya kuntum, Harap berhenti…

15. Surilang

Lagu Daerah Jakarta berikutnya berjudul Surilang. Lagu ini bermakna wejangan untuk semua basyar, seyogiannya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini tampak jelas pada setiap liriknya nan berupa ajakan, ujar-ujar dan himbauan kepada semua umat islam.

Sebut semata-mata sebagai halnya menegakkan perintah sholat, menanggang perut pada bulan Ramadhan, berlatih mengampuni, menggaji zakat sebatas pergi haji, dan lain lupa kembali cak bagi menjauhi larangan-Nya. Berikut Lirik lagu Surilang untuk anda semua :

Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan),

Ada hujan rintik perlahan (surilang jot-njotan),

Kasih Tuhan semesta alam (surilang jot-njotan),

Eh sayang disayang,

Kagak gune cantik rupawan aduh sayang,

Kagak gune cantik rupawan eh gelojoh aduh sayang,

Kalo kagak gemar sembahyang…

Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan),

Burung elang di pinggir kronologi (surilang jot-njotan),

Dideketin eh malah terbang (surilang jot-njotan),

Eh cak acap disayang,

Sie-sie puasa sebulan aduh caruk,

Sie-sie puasa sebulan eh sayang aduh sering,

Kalo hanya ngomongin khalayak..

Puisi lama ini ya pemilik pantun nasehat,

Didengerin ya nona cak bagi dijalanin,

Jikalau sebel en kesel (en sebel eh kesel),

Maapin aje (eh biarin aje),

Pahalenye eh buat kite sendiri…

Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan),

Kue cubit di atas nampan (surilang jot-njotan),

Jadi segak kalo dimakan (surilang jot-njotan),

Eh cak acap disayang,

Tiada gune uang disimpan aduh sayang,

Tiada gune komisi disimpan eh cerbak aduh pelahap,

Kalo zakat enggak dibayarkan…

Surilang jot-njotan (surilang jot-njotan),

Baek ati ente lakuin (surilang jot-njotan),

Kagak rugi aye jaminin (surilang jot-njotan),

Eh sayang disayang,

Naek haji niatin aduh sayang,

Naek kaisar kite niatin eh gegares aduh sayang,

Haji mabrur kite dambain…

Video Lagu Surilang : https://m.youtube.com/watch?v=0C3QhJspa1I

16. Uak-Wak Gung

Permainan wak wak gung

Permainan Wak-Pakde Gung – Budayajawa.id

Uwak wak gung nasinye nasi jagung alapnye lalap putat,

sarang goak dipoon jagung gang ging gung,

Pit a la ipit anak satu kejepit sipit…

maen-maenan anak Betawi,

Rame-rame maenya di pinggir kelihatannya,

Bulannye kulur gede sekali,

Cahayanye aduh pendar sekali…

Lan lan tok bulannye s’gede sayak,

nggak abis bikin besok eh nyang jadi musti dipatok,

Kereta angin a la ipit anak suatu kejepit sipit…

17. Gambang Semarang

Ampat tukang tari lebih kemari,

jalan berlenggang, aduh?,

Persiapan gayanya menurut suara,

irama gambang…

Sambil bernyanyi, jongkok berdiri,

kaki melintang, aduh?,

Alangkah lucu tari mereka,

tari bersenandung…

Bersuka sok, gelak tertawa,

semua cucu adam,

kar?na lever tertarik gerak-gerik,

si pakar gendang…

Ampat penari membikin lever,

menjadi senang, aduh?,

itulah dia lilin lebah gembira,
Gambang Semarang…

Penutup Lagu Provinsi Jakarta

Demikianlah, ulasan boleh jadi ini akan halnya Lagu Provinsi Jakarta beserta Lirik dan Maknanya. Semoga dengan adanya luasan di atas, bisa menambah wawasan, ilmu mualamat serta bisa dijadikan bacaan utama lagi beliau semua, bagi memperdalam kecintaan terhadap Lagu Tradisional Indonesia. Terima kasih. (Ref).