Lirik Lagu This I Believe

Kelihatannya pertama lagu ini dinyanyikan di gereja kami, saya dapat merasakan ianya seperti itu berkuasa dan diurapi, sehingga jemaat menyanyikannya dengan penuh semangat dan berdaya. Lagu “Kupercaya” ini asalnya dari lagu Hillsong bertajuk “This I Believe.” Ianya telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Billy Simpson dari JPCC, dan dinyanyikan oleh Sidney Mohede (JPCC) dan Ben Fielding (Hillsong) semasa Hillsong Asia Tour di Jakarta lega 15 April 2022 (foto di arah).

Tambah menyedot pula, lagu ini telah ditulis berdasarkan Pengakuan Iman Rasuli (The Apostles’ Creed). Pengakuan Iman Rasuli yakni pernyataan iman Kristian nan semula. Ianya mutakadim digunakan secara meluas selama berkurun-kurun oleh sebilangan denominasi Kristian bagi maksud ibadah dan indoktrinasi, paling nyatanya di dok Gereja-Gereja leluri Barat seperti Paras Katolik, Lutheran dan Anglikan. Ianya pula digunakan oleh Gereja-Gereja Presbyterian, Methodist dan Congregationalist.





Pengakuan Iman Rasuli” telah purwa kali disebut internal sepucuk surat bertarikh 390 Perian Masihi daripada Majlis Milan kepada Paus Sirius yang menyatakan, “Biarlah mereka memberi sanjungan kepada ‘Persaksian Iman Rasuli,’ yang sudah lalu disimpan dan dipelihara sentiasa tanpa cela maka itu Dom Rum.”

Berikut ialah kesaksian dari laman Hillsong tentang bagaimana lagu “Here I Believe” telah dihasilkan:

Pengakuan Iman Rasuli adalah salah satu pernyataan paling luar lazim dalam sejarah; keseleo satu pernyataan yang minimum menyatukan mengenai asisten Kristian. Ianya berlandaskan asisten asas yang telah mengesakan Gereja bakal berkurun-kurun, dan yaitu bahagian nan penting intern banyak kebaktian ibadah di sekeliling dunia.

Dengan ingatan ini, John Dickson, Pembesar Centre for Public Christianity, telah menciptakan menjadikan permohonan melalui mesej tweet yang sumir pada 4 Januari 2022:

John menerangkan sebab di sebalik tweetnya,

“Saya fikir bahawa sebuah lagu nan betul-betul mengingatkan kita mengenai Syahadat Iman Rasuli, yang merangkumi ciri-ciri utamanya, yakni mandu yang indah cak bagi membawa gereja-gereja modern buat merenungkan sumber akar iman nan menunggalkan kita.”

Cass Langton dan Ben Fielding dengan cepat membalas bahawa armada kami akan “cuba melakukannya”, dan lain lama kemudian Ben dan Matt Crocker pun duduk dan menulis lagu nan kini dikenali bak “This I Believe (The Creed).”

“Kami mengambil serius apa yang kami mau untuk, mencipta muzik lakukan Persaksian Iman Rasuli, nan telah berkurun-kurun telah menjadi hubungan kata-kata nan sangat dihormati di dom. Kita bukan ingin melakukannya dengan sikap ambil ringan,”
perkenalan awal Ben Fielding.

Banyak masa dan semakan dilakukan bagi menyiagakan lagu ini. Ketika memperkatakan pemikiran di sebalik struktur dan melodi di sebalik lagu ini, Ben berkata, “Kami ingin lagu ini dapat diterima dan dipakai dalam semua cara pengungkapan Katedral yang berbeza, sepertimana nan telah dilakukan maka itu Persaksian ini untuk beratus-ratus.”

Roma 10 menyatakan, “Sebab sekiranya kamu menanggung dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya kerumahtanggaan hatimu, bahwa Halikuljabbar telah menggiatkan Ia dari antara cucu adam mati, maka ia akan diselamatkan.” Suka-suka kuasa apabila barang apa yang kita berkeyakinan di hati disertakan dengan pengakuan mulut kita.

Ketika kami memasyarakatkan lagu ini kepada dom kami kerjakan pertama kali, kami bersama-sama mengaji Pengakuan Iman Rasuli dengan abadi, dan kemudian menyanyi lagu itu. Itu serius perian yang menakjubkan, serta merta kami diingatkan kembali memori dan tradisi Basilika yang begitu lama. Sekejap-sekejap kami menembang lagu ini di dom lokal Hillsong, ada satu rasa kesatuan yang nyata momen kami mengalunkan pengakuan iman yang kuno dan berwenang ini.


“I believe in God our Father I believe in Christ the Son I believe in the Holy Spirit Our God is three in One” (Kupercaya Allah Bapa, Kupercaya Si Putra, Kupercaya Roh kudus-Mu, Kau Allah tritunggal).

“I believe in the resurrection That we will rise again
 For I believe in the Name of Jesus” (Kupercaya kebangkitan, Ada dalam kita, Kupercaya dalam merek Yesus).

Ketika John mendengar lagu ini untuk purwa kalinya, dia mengatakan, “Ianya bukan saja melodi yang sani dengan teologi yang baik. Ianya melodi luhur dengan dogma yang baik yang telah mengungkapkan ciri asasi pernyataan Kristian yang paling memusatkan privat rekaman dunia. Saya bisa mengibaratkan, melintasi pelbagai denominasi, umat akan menyuarakan dan merasakan, ‘Wow, inilah asasnya. Inilah yang menyatukan kita – Bapa, Anak, Vitalitas dengan fokus pada pencahanan Anak di kusen kayu silang untuk kita””

Sambil lagu ini dilancarkan, tahlil kami untuk lagu ini, ibarat bentuk muzikal dan kreatif bakal Pengakuan Iman Rasuli, akan menyatukan umat dalam barang apa yang kita semua percaya sebagai sesungguhnya moralistis; dalam keesaan satu dengan lain dan juga dengan Allah Bapa, Yesus Kristus Sang Putra dan Jibril. Amin.

Source: http://domba2domba.blogspot.com/2016/11/kisah-di-sebalik-lagu-kupercaya-this-i.html