Lirik Lagu Yang Mengandung Majas

Eska Adelaide Sianipar, 2022 Analisis Penggunaan Majas Satirik Pada Lagu-Lagu Karya Zazie Berpokok Tahun 1999 Sebatas 2003 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dari catur biji pelir lagu yaitu Rue de la paix 2001, Tais-toi et rap 2001, On s’éteint 2003, Cyber 1999 dapat disimpulkan bahwa lirik lagu-lagu Zazie tersebut menggunakan majas satirik yang dirangkai dengan mulia dan digunakan untuk menekankan pesan dan ide penulis lagu sehingga pendengar lagu congah menangkap pesan lagu tersebut. Peristiwa ini dapat ditandai dengan gaya bahasa tersendiri yang diciptakan oleh penyair buat mengekspresikan perasaannya. Dari empat biji kemaluan lirik lagu Zazie yang telah dianalisis maka dari itu peneliti terdapat 31 lirik lagu yang mengandung majas satirik, yakni: 1 Pada lagu Rue de la Paix masa 2001 terwalak 6 buah lirik lagu, 2 Sreg lagu Tais-toi et Rap masa 2001 terletak 9 biji kemaluan lirik lagu, 3 Lega lagu On s’éteint tahun 2003 terdapat 8 buah lirik lagu; serta 4 Pada lagu Cybers hari 1999 terletak 8 biji pelir lirik lagu. Dalam menganalisis lirik lagu-lagu Zazie, peneliti memperoleh hasil bahwa lirik lagu Zazie mengandung makna denotatif, makna konotatif, dan makna kontekstual. Jumlah keseluruhan makna terbit catur buah lirik lagu Zazie yaitu Rue de la Paix, Tais- toi et Rap, On s’éteint, dan Cybers, yang telah dianalisis adalah sebagai berikut : 1 Makna Denotatif ditemukan 23 kali, 2 Makna Konotatif ditemukan 30 kali, dan 3 Makna Kontekstual ditemukan 23 kelihatannya. Berpokok data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa makna simbolis mendominasi lirik lagu-lagu Zazie. Hal ini menunjukkan bahwa puas lagu pun dibutuhkan perantaraan kata yang disusun sedemikian rupa sehingga tercipta keindahan Eska Adelaide Sianipar, 2022 Analisis Pendayagunaan Majas Satirik Pada Lagu-Lagu Karya Zazie Bermula Perian 1999 Sampai 2003 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu pemaknaan dan pesan moral yang terkandung kerumahtanggaan isi lagu dapat tersampaikan sonder mengurangi estetika lagu seorang. Bersumber keempat maslahat majas satirik terdapat tiga fungsi yang terkandung dalam keempat lirik lagu Zazie nan telah dianalisis, yaitu 1 fungsi menghina seseorangsesuatu dengan menertawakan, 2 mempertegas suara miring sosial yang sedang terjadi di masyarakat, dan 3 mengakui diri dengan kekurangan yang dimiliki meskipun kadang-kadang suka-suka yang merasa terhina dengan pernyataan nan terbuka dari katib lagu. Pada umumnya, lirik lagu-lagu Zazie mengejek masyarakat nan mencitacitakan ketenteraman dan lega hati di dunia. Awam merusak alam, melanggar ordinansi negara dan tidak mendukung masyarakat yang kekurangan. Zazie juga mengejek orang wreda yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak mempunyai perian untuk anak-anaknya. Para anak muda sangat menyukai gadget dan perkakas elektronik lainnya sehingga menghabiskan waktunya di bumi tanwujud dan enggak peduli puas sekitarnya. Penggunaan sumber taktik alam yang jebah sehingga subversif ekosistem laut, dan ekosistem lainnya, yang pada akhirnya menimbulkan polusi yang semakin negatif alam. Fungsi majas satirik dalam lagu Zazie kembali adalah mempertegas kritik sosial dimana pemerintah kerap disibukkan dengan urusan ketatanegaraan tanpa melihat masyarakatnya yang mengangankan ketenteraman tanpa perang, terutama mahajana pinggiran yang justru tak mempunyai mata pencaharian untuk membiayai arwah mereka. Tujuan majas satirik yang terdapat kerumahtanggaan keempat lagu Zazie, adalah seperti 1 intensi mengajak pendengar berpikir, 2 tujuan mengubah pendapat orang, 3 tujuan mengadakan perbaikan, serta 4 tujuan mengekspos kebodohan seseorang. Eska Adelaide Sianipar, 2022 Analisis Pemakaian Majas Satirik Pada Lagu-Lagu Karya Zazie Bersumber Tahun 1999 Sampai 2003 Perhimpunan Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Zazie memiliki tujuan habis majas satirik privat lagu-lagunya, ialah mengajak masyarakat terjadwal anak asuh muda, orang tua, umum pinggiran kota, dan pemerintah berpikir bahwa semua orang menginginkan kedamaian, dan lega dada dimana semua turunan saling mencintai, oleh karena itu umum diajak bakal mengadakan perbaikan dengan berlaku serta n domestik takhlik bumi yang akur tersebut, menghemat perigi daya alam sehingga ekositem tetap terjaga, pemerintah semakin memperhatikan kebutuhan masyarakatnya, individu tua semakin menyenggangkan waktunya buat mendengarkan anak-anaknya, dan anak-anak asuh remaja peduli dengan mileu sekitarnya.

5.2 Rekomendasi

Source: https://text-id.123dok.com/document/6qme23r7z-kesimpulan-s-prs-0906806-chapter5.html