Mahfudzot Kelas 1 Beserta Penjelasannya


1.



مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ






Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah dia

Maksudnya di dalam menapaki usia ini kita harus istiqamah melanglang sreg kronologi yang sopan supaya kita setakat pada pamrih hakiki umur kita, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat.


2.



مَنْ جَدَّ وَجَدَ






Barang boleh jadi bermati-mati, dapatlah beliau.

Kecerdasan itu penting, tetapi kebulatan hati itu jauh lebih utama. Sosok yang cerdas namun enggak sungguh-sungguh akan kalah dan ditinggal oleh orang yang kecerdasannya biasa-baku saja belaka alangkah-bukan main.


3.



مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ






Siapa-siapa bersabar beruntunglah engkau.

Di dalam kehidupan ini seringkali kita menghadapi ujian dan cobaan, sekadar hanya individu yang bersabar yang akan berhasil dan beruntung.


4.



مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ






Sembarang orang rendah benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.

Ini adalah syariat alam nan dolan di manapun kita berada, karena manusia pada tabiatnya lebih menyenangi orang yang andal tinimbang pembohong.


5.



جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ






Pergaulilah individu nan teruji dan menepati janji.

Karena tara dan lingkungan wadah kita berbual mesra adalah keseleo satu unsur n domestik pembentukan budi kita. Maka menjadi sangat penting kerjakan kita bikin memilih jodoh yang baik karena adab seseorang itu tercermin dari akhlak jodoh dekatnya. Berbual mesra dengan orang-sosok yang jujur dan menepati ikrar akan membentuk semangat kita tenteram dan akan mewujudkan budi kita menjadi lebih baik.


6.



مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ






Kecintaan/kemurahan hati teman itu, akan terpandang pada perian kekerdilan.

Sekiranya beliau cak hendak mengetahui n partner setiamu nan sesungguhnya, maka lihatlah siapa yang menemanimu tatkala pelik.


7.



وَمَا اللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ






Tak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.

Kenikmatan nan didapatkan tanpa usaha dan pengorbanan ialah kenikmatan sesaat yang akan segera hilang, namun kenikmatan yang didapatkan setelah melalui perjuangan akan selalu dikenang.


8.



الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ






Ketenangan itu menolong segala pekerjaan.

Sekali-kali sebagian pekerjaan terasa sulit doang di awalnya cuma, di sinilah kesabaran memainkan peran yang terdahulu, percayalah bahwa akan pelahap ada kemudahan yang lampir kesusahan, yang kita pelir belaka sedikit menyapu dada di awalnya untuk mendapatkan manis di karenanya..

Sesungguhnya ada kemudahan menyertai kesusahan” (Al-Insyirah : 6)


9.



جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا






Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi manusia nan tahu.

Ini adalah kaidah di dalam menghendaki ilmu, bahwasannya kita tak boleh takut bikin mengepas.. Nan harus kita tanamkan di dalam diri kita yakni lebih baik keseleo saat menyedang daripada bukan perkariban menyedang sama sekali..


10.



اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ






Tuntutlah ilmu sejak berpokok nyanyian hingga liang kubur.

Menuntut ilmu itu lain suka-suka batasannya, karena menuntut ilmu itu bukan terbatas maka itu tempat dan waktu, engkau boleh dilakukan kapan saja dan di mana semata-mata. Karena ilmu merupakan kebutuhan mutlak manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya.


Baca Juga:

Source: https://www.putrakapuas.com/2017/10/mahfudzot-kelas-1-kmi-gontor-beserta_27.html