Nama Yang Tepat Untuk Senyawa Kbr Adalah

Terbit Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kalium bromida
Kalium bromida
Kalium bromida
Penanda

Nomor Ki mengasah

  • 7758-02-3
    Ya
    Y

Model 3D (JSmol)

  • Gambar interaktif
3DMet {{{3DMet}}}
ChEBI
  • CHEBI:32030

    Horizon
ChEMBL
  • ChEMBL1644030

    N
ChemSpider
  • 22854

    Ufuk
Nomor EC

PubChem
CID

  • 24446
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • OSD78555ZM

    N

CompTox Dashboard
(EPA)

  • DTXSID5025946
    Sunting ini di Wikidata

InChI

  • InChI=1S/BrH.K/h1H;/q;+1/p-1
    N

    Key: IOLCXVTUBQKXJR-UHFFFAOYSA-M
    N

  • InChI=1/BrH.K/h1H;/q;+1/p-1

    Key: IOLCXVTUBQKXJR-REWHXWOFAT

SMILES

  • [K+].[Br-]

Kebiasaan

Rumus kimia

KBr
Konglomerasi molar 119.002 g/mol
Performa padatan putih
Bau tidak beraroma
Densitas 2.74 g/cm3
Titik lebur 734 °C (1.353 °F; 1.007 K)
Titik didih 1.435 °C (2.615 °F; 1.708 K)

Kelarutan intern air

535 g/L (0 °C)

678 g/L (25 °C)

1020 g/L (100 °C)
Kelarutan lalu agak larut internal dietil eter
Kelarutan internal gliserol 217 g/L
Kelarutan dalam etanol 47.6 g/L (80 °C)

Suseptibilitas magnetik (χ)

−49.1·10−6
cm3/mol
Indeks bias (t
D)
1.559
Struktur

Struktur kristal

Natrium klorida

Geometri koordinasi

oktahedral

Saat dipol

10.41 D (gas)
Farmakologi
Kode ATCvet QN03AX91
Bahaya
Piktogram GHS The exclamation-mark pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}

Pernyataan bahaya GHS

H319

Langkah perlindungan GHS

P280,
P305+351+338,
P337+313
Dosis atau konsentrasi letal (LD,
LC):

LD
50
(dosis median)

3070 mg/kg (oral, tikus)[1]
Sintesis terkait

Anion lain

Kalium fluorida
Kalium klorida
Kalium iodida
Potasium astatida

Kation lainnya

Litium bromida
Natrium bromida
Rubidium bromida
Cesium bromida
Fransium bromida

Kecuali dinyatakan tak, data di atas dolan lega guru dan impitan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).


Tepi langittestimoni (apa ini
Ya
Y

N
 ?)
Referensi

Potasium bromida
(KBr) adalah suatu garam, yang banyak digunakan bagaikan antikonvulsan dan obat penenang sreg akhir abad ke-19 dan semula abad ke-20, dengan penggunaan
adv lewat-the-counter
berlantas hingga tahun 1975 di Amerika Serikat. Aksi pelelang tersebut dikarenakan adanya ion bromida (sodium bromida setara efektifnya). Kalium bromida digunakan sebagai obat sato, bagaikan obat berlawanan-epilepsi kerjakan beruk.

Dalam kondisi barometer, kalium bromida adalah bubuk intan buatan zakiah. Fusi ini mudah larut dalam air; Senyawa ini tidak larut dalam asetonitril. Dalam larutan berair lumer, potasium bromida memiliki rasa manis, pada konsentrasi nan lebih tinggi rasanya ki getir, dan rasanya asin momen konsentrasinya semakin tinggi. Efek ini terutama disebabkan oleh sifat ion kalium-natrium bromida yang rasanya payau pada konsentrasi apapun. Dalam konsentrasi hierarki, kalium bromida lalu mengganggu gendang-gendang lambung, menyebabkan meluah dan sesekali muntah (efek khas berbunga semua garam potasium nan larut).

Sifat ilmu pisah

[sunting
|
sunting sumber]

Kalium bromida, garam ionik nan khas, terdisosiasi sebaik-baiknya dan mendekati pH 7 internal larutan berair. Fusi ini berfungsi sebagai sumber ion bromida. Reaksi ini berjasa lakukan pembuatan argentum bromida untuk film fotografi:

KBr(aq) + AgNO3(aq) → AgBr(s) + KNO3(aq)

Larutan bromida Br
juga membentuk kompleks ketika direaksikan dengan beberapa halida logam sebagai halnya tembaga(II) bromida:

2 KBr(aq) + CuBr2(aq) → K2[CuBr4](aq)

Preparasi

[sunting
|
sunting sumber]

Metode tradisional untuk pembuatan KBr adalah reaksi kalium karbonat dengan besi(III,III, II) bromida, Fe3Br8, dibuat dengan menjatah perlakuan plong logam lepasan di sumber akar air dengan kebaikan brom.:[2]

4 K2CO3
+ Fe3Br8
→ 8 KBr + Fe3O4
+ 4 CO2

Aplikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Medis dan medis hewan

[sunting
|
sunting sumber]

Aturan antikonvulsan kalium bromida pertama kali dicatat oleh Sir Charles Locock plong pertemuan
Royal Medical and Chirurgical Society
London pada tahun 1857. Bromida bisa dianggap laksana obat efektif pertama bikin epilepsi. Kapan itu, umumnya diduga bahwa epilepsi disebabkan oleh coli.[3]
Locock menyadari bahwa bromida menenangkan kesenangan genital dan menganggap senyawa ini bertanggung jawab atas keberhasilannya intern mengobati kejang. Puas paruh kedua abad ke-19, kalium bromida digunakan untuk menengahi gangguan kejang dan saraf lega neraca yang habis besar, dengan penggunaan sreg satu kondominium lindu sebanyak beberapa ton sendirisendiri tahun (dosis untuk orang tertentu menjadi beberapa gram per hari).[3]

Tidak ada penawar epilepsi yang makin baik sampai fenobarbital pada tahun 1912. Seringkali dikatakan bahwa British Army menggunakan bromida puas para tentaranya bikin menghilangkan gairah genital—tapi itu bisa jadi tidak ter-hormat seperti melakukannya. Lagi akan mengurangi kesiapsiagaan n domestik pertempuran dan terserah cerita serupa tentang beberapa zat lainnya.[4]

Senyawa bromida, terutama sodium bromida, tetap merupakan perunding penenang dan obat linu majikan yang
adv lewat-the-counter
(seperti formulasi tulen Bromo-Seltzer) di Amerika Serikat dagang setakat periode 1975, detik bromida dilarang di seluruh kandungan pelelang penghilang rasa sakit, karena toksisitas kronisnya.[5]
Tahun paruh bromida nan sangat lama di n domestik jasmani membuatnya langka bagi minus bilyet samping (tatap di bawah). Penggunaan medis bromida di Amerika Serikat dihentikan bilamana ini, karena banyak obat penenang yang lebih baik dan bertambah pendek perian paruhnya.

Potasium bromida digunakan dalam pengobatan hewan bakal mengobati epilepsi puas kunyuk, baik sebagai pengobatan lini pertama atau seumpama tambahan bagi fenobarbital, bila kejang tidak terkontrol bila dengan fenobarbital semata-mata. Penggunaan bromida lega kucing terbatas karena mengandung risiko lautan menyebabkan pneumonia (pneumonitis) di dalamnya. Eksploitasi bromida sebagai obat medis bakal hewan signifikan bahwa laboratorium diagnostik kedokteran kedokteran hewan dapat digunakan sebagai rutinitas bakal mengeti tingkat serum bromida beralaskan perintah dokter hewan, padahal laboratorium diagnostik medis bani adam di Amerika Serikat tidak mengukur bromida bak uji rutinitas.

Optika

[sunting
|
sunting sendang]

Kalium bromida bersifat transparan dari panjang gelombang ultraviolet hingga gelombang tinggi inframerah (0.25-25 µm) dan tak memiliki garis absorpsi visual nan berfaedah sreg juluran transmisinya yang tingkatan.

Fusi ini digunakan secara luas ibarat tingkapan optik inframerah dan komponen buat spektroskopi umum karena jangkauan spektrumnya yang lebar. Dalam spektroskopi inframerah, sampel dianalisis dengan menggerus sampel dengan bubuk kalium bromida dan mengimpitkan bubuk ke dalam cakram. Andai alternatif, percontoh boleh dianalisis sebagai sinema cair (sebagai cairan, alias intern
mull
dengan Nujol) antara dua cakram potasium bromida nan dipoles.[6]

Karena kelarutan dan hal higroskopisnya yang panjang senyawa ini harus disimpan n domestik lingkungan yang kering. Indeks bias senyawa ini adalah sekitar 1.55 sreg 1.0 µm.

Fotografi

[sunting
|
sunting perigi]

Selain pembuatan perak bromida, potasium bromida digunakan sebagai penghalang puas pengembangan formula fotografi hitam putih. Interpolasi senyawa ini meningkatkan diferensiasi antara kristal terbuka dan enggak terpisahkan dari halida perak, dan dengan demikian mengurangi timbulnya kabut.[7]

Tatap pun

[sunting
|
sunting sumber]

  • Kalium hidroksida
  • N-Bromosuksinimida (NBS)
  • Natrium bromida
  • Spektroskopi inframerah
  • Spektroskopi inframerah transmutasi Fourier
  • Spektroskopi inframerah-dekat

Bacaan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “ChemIDplus — Potassium bromide”.
    chem.sis.nlm.nih.gov.





  2. ^


    “Potassium bromide”.
    The Titi Tudorancea Bulletin.




  3. ^


    a




    b




    Goodman; Gilman (1970). “chapter 10: Hypnotics and Sedatives”.
    The Biological Basis of Therapeutics
    (edisi ke-4th). London: MacMillan. hlm. 121–2.





  4. ^


    Mikkelson, Barbara (2 August 2007). “The Saltpeter Principle”.
    Snopes.com.





  5. ^


    Adams, Samuel Hopkins (1905).
    The Great American Fraud.





  6. ^


    Reusch, W. “Infrared Spectroscopy”.
    VirtualText of Organic Chemistry. Diarsipkan dari versi zakiah copot 2007-10-27. Diakses copot
    18 December
    2007
    .





  7. ^


    Anchell, Stephen; Troop, Bill (1998).
    The Film Developing Cookbook. Boston: Focal Press. hlm. 28.




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Veterinary use note at Auburn University
  • Pesticide information



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kalium_bromida