Naskah Drama Lucu Untuk 8 Orang Singkat

hy guys, umumnya kan kita hilang akal kalo disuruh sam guru kerjakan sandiwara tradisional komedi. sesuai pengalaman yang seringkali saya alami, pasti mencacau nyari referensinya biasanya saya cuma boleh pemeran yang terdiri dari 6 orang atau 7 nah orang bisa jadi ini saya mem-posting Skenario Sandiwara tradisional Kelucuan yang terdiri dari 8 khalayak.




NASKAH Sandiwara tradisional

“Onde-onde cyanide”




Class: II.B

Group 1:

NURLIAH

DINA AWALIA

RAFLI

MIFTAHUL JANNAH

ANNAS AKIS

ISMAWATI

ANDI ARTIANA

ELMY FADILAH NUR

Perguruan tinggi MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Periode Tanzil 2022/2016

“ONDE-ONDE SIANIDA”

Karya: Andi Artiana

TOKOH & PENOKOHAN


1.



Gunarso : Annas Akis


2.



Mrs. Gunarso : Miftahul Jannah


3.



Zainuddin Putra Gunarso : Rafly


4.



Sumiati (Pelayan1) : Elmy Fadillah Cuaca


5.



Sulmi (Pelayan 2) : Nurliah


6.



Surti (Pelayan 3) : Ismawati


7.



Hayati (Amputan Zainuddin Putra Gunarso) : Andi Artiana


8.



Dokter : Dina Awalia

Alkisah disebuah Kota ada sebuah keluarga yang sangat kaya raya yang bernama “keluarga Gunarso”. Bungkusan Gunarso mempunyai koteng istri yang bernama Martha Tilaar, akan hanya para pelayan biasanya memanggil dia dengan sebutan “Miss Gunarso”. Usia anak bini Gunarso semakin lengkap dengan lahirnya seorang putra yang bernama Zainuddin Putra Gunarso. Zainuddin Putra Gunarso lagi mutakadim dewasa dan telah menikah dengan seorang dara desa yang bernama Hayati. Keluarga Gunarso suntuk bahagia dan usia rumah tangga mereka sekali lagi
sangat gemuk karena mengelola perusahaan miliknya bersama putranya.

Lega satu hari, salah sendiri pembantu di rumah Gunarso nan bernama Sumiati mulai berulah karena sangat iri dengan Hayati yang dengan mudah mendapatkan Zainuddin. Sira menghalalkan segala spesies mandu bakal menyingkirkan Hayati. Sumiati meminta bantuan kepada Surti dan Sulmi. Akan saja sulmi mendorong proposal Sumiati dan hanya Surti yang bersedia mengakuri tawaran itu, akan doang dengan syarat setelah Sumiati menyingkirkan posisi Hayati kamu akan bikin

Setakat lega satu hari Hayati meminta kerjakan dibuatkan onde-onde kesukaan Zainuddin, muncullah akal licik Sumiati buat menaruh sianida puas onde-onde tersebut. Akan tetapi usahanya gagal untuk membedakan Hayati karena nan meratah onde-onde tersebut bukan dirinya, akan tetapi si Sulmi.

Babak 1

Gunarso : (MASIH TERUS MERAYU ISTRINYA) Oh istriku, tagut hatiku, belahan jiwaku, kenapa kau asam seperti itu, tersenyumlah canti.

Miss Gunarso: Biarkan sahaja, biar memble tapi kece, buktinya Dia masih mau

Ekuivalen aku!!!”

Gunarso: Siang periode keliling pakai  motor sekuter, Permaisuriku yang slimmer, Membuat hatiku tambah ser…ser…ser”

Miss Gunarso: Uuh…meskipun sedemikian itu saya tetap elok, dear. (SAMBIL MEMANDANGI TUBUHNYA)”.

Gunarso: Oh iya sayang, ia morong … , manis dan cantik.

Miss Gunarso: oh…sayang, kamu bisa saja, gombal…gombal…gombal…!!! ( SAMBIL TERSIPU MALU)”

Gunarso : Ha… seperti itu wahai istriku, smile… kalau sebagaimana itu teko tambah cakap, semua bidadari
adv amat (Mengantuk Bahu ISTRINYA).

Gunarso: (DUDUK DI KURSI) by the way, saya sangat rindu sepadan putra kita si Zainuddin yang lalu penampan seperti saya. Sejak putra kita menikah dengan Hayati, gadis desa nan sangat santun dan halus budinya. Dia menjadi sibuk dan jarang sekali mendapati kita.

Miss Gunarso: Iya rajin, saya juga merindukan mereka, sangat Rindu !!!

Putaran 2


Zainuddin Putra Gunarso
datang bersama Hayati serta diikuti oleh 3 pembantunya.


Zainuddin dan Hayati: Assalamualaikum Ayah, Ibu. (MEMBUNGKUKAN BADAN SAMBIL Menjerahapkan KEDUA TANGAN)

Gunarso: waalaikummussalam. selamat datang
anakku.

Hayati : terima pemberian, Ayah.

Gunarso: Kalian jenjang kehidupan, bau kencur hanya ayah dan ibumu mambicarakan akan halnya kalian. Hingga kalian datang menemui kami. Bagaimana liburan kalian? Apakah kalian merasa senang?



Hayati : Kami terlampau senang Ayah, ii kabupaten paris sangat indah.

Miss Gunarso : Syukurlah jikalau kalian suka, kau harus majuh bahagia menantuku.

Zainuddin : pastilah Ayah, saya akan majuh membentuk istriku bahagia.

Hayati : selalu! mana tahu beliau sudah lalu sangat letih. Sebaiknya kita istirahat suntuk.

Gunarso : (Mengangguk-ANGGUKAN KEPALA)

Zainuddin: Kami pula harap pamit ibu. (DUDUK Langsung Menangkupkan KEDUA TANGAN)

(MEREKA PUN Memencilkan RUANGAN Bagi BER ISTIRAHAT)

Episode 3


SETELAH MEREKA Memencilkan MENINGGALKAN RUANGAN, SUMIATI MULAI BERAKSI DAN BERGAYA-Mode LAYAKNYA Seorang Sekar kedaton.

Sumiati : (DUDUK DI Singgasana PAK GUNARSO SAMBIL Membawa KIPAS) Ehmmmm…enaknya jadi manusia kaya…!!!”

Surti: Eh Sumi, kamu suntuk kesatria duduk disitu! Itu arena keluarga Gunarso berkumpul tau!!!.

Sulmi: iya, turun, turun!

Sumiati : Itu bukan urusan kalian!!!

Sulmi : Memang ter-hormat bukan urusan kami Sum, tapi kita selaras- sama asisten disini. So, sangat wajar
takdirnya aku mengingatkanmu. Jangan duduk di situ jikalau kau masih cak hendak mengabdi disini! ayo cepat berdiri sebelum tuan dan Nyonya adv pernah.

Sumiati: Huh…saya berat tulang mendengarkan perundingan dia yang tidak penting!”

Surti : OK fine. Oh iya saya cak hendak mengajak kalian  jalan- jalan, bagaimana takdirnya kita keliling lorong berbarengan bertemu dengan pujaan hatiku, mang Kus. HEHEHE..

Sumiati : Dengan beliau, Sur?

Surti : Ya iyalah.

Sumiati: Hemmm… stroberi mempelam apel sorry saya enggak level!!!

Surti :Ya sudah, jika anda tidak kepingin, saya akan pergi bersama Sulmi si pelayan nan silam pendiam ini, benar kan Sul? (SAMBIL MENGEDIP-NGEDIPKAN MATA KEARAH SULMI)

Sumiati: Ih cepat Pergi,pergi…menyingkir…!!!


SULMI DAN SURTI Pula PERGI MENINGGALKAN SUMIATI Sendirian. SEMENTARA
SUMIATI MULAI MENAMPAKKAN KEKESALANNYA Sreg SEMUA ORANG DAN MENGUMPAT KESANA KEMARI. Beliau IRI Menyibuk KEBAHAGIAAN HAYATI DENGAN ZAINUDDIN. Beliau Ingin Menggantikan Singgasana HAYATI DAN MENDAMPINGI ZAINUDDIN.

Sumiati :Dasar wanita tidak tahu sipu, datang- datang sekalian suruh sana-sini, memangnya barangkali engkau…dibandingkan dengan aku, aku jauh makin terhormat. Sira itu sok manis,sok alim,..cuuh…saya ingin muntah mengintai dia (DUDUK DI SINGGASANA GUNARSO). Bagaimanapun caranya aku harus bisa merebut posisi Hayati, amoi sok cakap itu. Aku akan menggunakan apa cara bikin menyingkirkannya. Ha….ha….ha….hahaha!


MENINGGALKAN Panggung

ADEGAN 4


Mulai-TIBA SUARA TERDENGAR Pecah
DALAM KAMAR HAYATI

Hayati: trio s, trio s, please come here!


SULMI Sekali lagi PERGI UNTUK MEMENUHI PANGGILAN HAYATI

Sulmi: cak semau yang bisa saya bantu, nyonya?

Hayati: tolong buatkan saya onde-onde kesukaan laki saya sekarang.

Sulmi : baiklah, nyonya, tunggu sebentar.


SULMI PUN KE Perbaraan UNTUK MEMBUATKAN HAYATI ONDE-ONDE, Semata-mata DALAM PERJALANAN KE Ketuhar IA Bersua dengan KEDUA PELAYAN Yang Rangah CANTIK ITU, YAKNI SI SURTI DAN SUMIATI.

Surti: hei, Sul. Kenapa sira raba-rubu?

Sulmi: nyonya Hayati ingin aku membuatkan sira onde-onde kegembiraan tuan zainuddin.

Sumiati: oh, kalau begitu serahkan saja kepada kami. Pergilah beristirahat. Kelihatannya ia lampau lelah, sum.

Sulmi: alangkah?

Sumiati: iya, sungguh.

SULMI PUN PERGI BERISTIRAHAT Sementara SURTI DAN SUMIATI Berbincang-bincang.

Sumiati : Sur, bisakah dia menolong saya?

Surti: apa itu?

Sumiati: sesungguhnya, saya ingin menyingkirkan si Hayati itu. Kamu punya ide tidak?

Surti: saya pun seperti itu. Saya penat jadi pelayan. Apakah Kamu pernah mendengar kasus mirna?

Sumiati: terus, apa hubungannya denganku?

Surti: pada perian siska ingin membunuh Mirna, dia menaruh sianida kedalam tembusan Mirna. Nah, kasus ini setimbang dengan kasus kita. Bagaimana kalau kita meletakkan sianida kedalam Onde-ondenya Hayati?

Sumiati: ide nan bagus.

MEREKA PUN KE Ketuhar Kerjakan MELANCARKAN AKSINYA Cak bagi Membuat ONDE-ONDE BERSIANIDA.

Hayati: trio s, dimana titipan onde-ondeku?

Surti: (BERLARI DARI ARAH Keran) ini onde-onde untuk nyonya nan paling cantik.

Hayati: Thank you.

Surti : with pleasure.

SURTI PUN Menyingkir MENINGGALKAN HAYATI

Hayati: oh my god, sepertinya saya harus ke toilet. (SAMBIL BERLARI Menentang TOILET)

Lain lama kemudian…

Zainuddin: WOW, ini adalah onde-onde. Sepertinya sangat enak. (SAMBIL Bersantap ONDE-ONDE)

Mendadak ZAINUDDIN MERASA KESAKITAN DAN JATUH PINGSAN.

Enggak LAMA KEMUDIAN HAYATI PUN DATANG.

Hayati: oh my god, what happen with you, honey? Pelayan..pelayan..tolong panggilkan dokter.

Sulmi: baik, nyonya.

TAK LAMA KEMUDIAN DOKTER Kembali Datang BERSAMA Kafilah DAN LANGSUNG Menginvestigasi KEADAAN ZAINUDDIN

Hayati: segala apa yang terjadi dengan junjungan saya, dokter?

Dokter: harap maaf, suami Beliau lain bisa diselamatkan karena sepertinya ia teracuni oleh bahan kimia begitu juga sianida.

Gunarso: segala-apaan ini? Ini tidak kali terjadi. Kami tidak jalinan mengoleksi sianida di rumah kami.

Dokter: Harap pembebasan, pak. Mungkin onde-onde nan ia makan tadi mengandung sianida. Jika begitu, saya permisi tinggal. Terimakasih.

Miss Gunarso: siapa yang berbuat semua ini?

Sulmi: sungguh, bukan saya nyonya.

HAYATI Tidak BISA MENERIMA KENYATAAN DAN Alhasil IA PUN MENJADI GILA.


~THE END~

PESAN:

Berhati-hatilah dengan anak adam terdamping kita, karena bisa saja ia akan menusuk kita berasal belakang ataupun memeluk kita dengan hampir hendaknya pisaunya semakin privat terukir.

Source: http://myintroaddress.blogspot.com/2016/04/naskah-drama-komedi-8-orang.html