Pegunungan Fatkai Berada Di Perbatasan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pegunungan Serayu Selatan
Kebumen High
Negara Indonesia
Titik tertinggi Gunung Adam
 – elevasi 1.102 ft (336 m)
Pangkat 63 mi (101,388672 km), Barat-Timur

Pegunungan Serayu Kidul
(dalam bahasa inggris disebut South Serayu Mountain)
yaitu rangkaian pegunungan yang termasuk episode pecah Cekungan Jawa Perdua Selatan yang terletak di penggalan selatan kewedanan Jawa Tengah. Pegununagn ini merupakan geoantiklin nan membentang dari barat ke timur sepanjang 100 kilometer dan terbagi menjadi dua episode yang dipisahkan maka dari itu Drum Jatilawang yaitu penggalan barat dan timur. Pegunungan Serayu Selatan merupakan kulminasi semenjak geoantiklin di Jawa. Rangkaian gunung Serayu Selatan punya sumbu menentang Barat-Timur. (Van Bemmelen, 1949 ). Pegunungan ini mencangkup Kabupaten Cilacap Lor, Kabupaten Banyumas Kidul, Kabupaten Banjarnegara Selatan, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo Daksina, dan Kabupaten Purworejo.

Bagian barat dibentuk oleh Jabal Kabanaran (360 m) dan bisa dideskripsikan mempunyai elevasi yang sama dengan Zona Depresi Bandung di Jawa Barat ataupun seumpama elemen struktural baru di Jawa Paruh. Bagian ini dipisahkan dari Zona Bogor makanya Depresi Majenang. (Van Bemmelen, 1949). Penggalan timur dibangun makanya antiklin Ajibarang (narrow anticline) yang dipotong oleh diseminasi Sungai Serayu. Pada timur Banyumas, antiklin tersebut berkembang menjadi antiklinorium dengan pesek hingga ke 30 km pada daerah Luk Ulo atau sering disebut tinggian Kebumen (Kebumen High). Di fragmen ini juga dikenal dengan Cagar alam Nasional Geologi Karangsambung. Pada bagian minimum ujung timur Gunung-gunung Serayu Selatan dibentuk maka itu kubah Pegunungan Kulonprogo (1022 m), yang terwalak di antara Purworejo dan Sungai Progo. (Van Bemmelen, 1949).

Cekungan Jawa Tengah Kidul secara fisiografi terdiri dari beberapa tinggian dan rendahan yang pembentukannya dikontrol oleh proses endogenik maupun proses eksogenik. Tinggian dan rendahan berpunca barat ke timur yaitu Tinggian Gabon, Rendahan Citanduy, Tinggian Besuki, Depresi Majenang, Depresi Wangon, Tinggian Majenang, Rendahan Kroya, Tinggian Karang Bolong, Rendahan Kebumen, Tinggian Kebumen dan Tinggian Kulonprogo.[1]

Tutul tertinggi di Gunung-gemunung Serayu Kidul berada di Ancala Lanang (1.102 m/dpl) di Kabupaten Wonosobo. Gunung lainnya yakni Argo Midangan (1.043 Mdpl), Gunung Pupur (1.102 Mdpl), Gunung Tanggullangsi (1.068 Mdpl), Gunung Mentosari (1.059 Mdpl), Bukit Mergolangu (1.060 Mdpl), Dolok Brukutan (1.031 Mdpl), Ardi Memean (1.019 Mdpl), Jabal Mantri (1.027 Mdpl), Gunung Gambarjaran (970 Mdpl), Gunung Rawacacing (1.035 Mdpl) dan Bukit Giyombong (1.035 Mdpl) Sejumlah sungai osean yang berkepala di Rangkaian gunung Serayu Selatan adalah Bengawan Luk Ulo, Barangkali Medono, Sungai Ijo, Bengawan Kemit, Sungai Jatinegara, Sungai Tambak dan Sungai Sapi serta anak sungai Sungai Serayu dan Batang air Bogowonto. Dua waduk berada di Rangkaian gunung Serayu Selatan ialah Waduk Sempor di Kabupaten Kebumen dan Reservoir Wadaslintang di terpinggirkan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen.

Gunung-gemunung Serayu Selatan yang menghampar di sebelah utara Kabupaten Kebumen, yang melingkupi wilayah Kecamatan Karanggayam, Kecamatan Karangsambung, Kecamatan Sadang, sebagian Kecamatan Pejagoan dan Kecamatan Alian, tersingkap bebatuan yang demikian penting artinya kerumahtanggaan guna-guna kebumian. Berbagai batuan endapan (deposit) dengan lapisan-lapisan nan kadang nyaris vertikal berjejeran dengan batuan malihan (metamorf) dan bongkahan-bongkahan batuan beku yang terlampar dalam wilayah tak terlalu luas. Normalnya pemandangan begini hampir tidak-tidak dijumpai.

Keunikan itu telah memukau intelektual sekelas Junghunn sejak satu sekeping abad suntuk. Namun barulah mulai sepenggal abad lalu penyebabnya ditemukan, lalu kerja keras seorang Sukendar Asikin. Bebatuan campur aduk di Kebumen utara ternyata adalah bukti langsung dari teori tektonik lempeng. Inilah teori ‘aneh’ yang dikembangkan berbunga gagasan seorang Alfred Wegener sejak menjelang Perang Dunia purwa, tetapi hijau menjumpai bukti-bukti penyokongnya berpuluh periode kemudian. Bebatuan campur aduk itu hendaknya sekadar dapat dijumpai di palung laut, salah satu ekspresi permukaan mulai sejak subduksi lempeng oseanik nan berberat jenis lebih tinggi dengan lempeng kontinental yang berat jenisnya lebih rendah. Maka jelas, Kebumen utara dulu-dulunya pertautan merupakan palung laut purba[2]

Bacaan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Geomorfologi Rangkaian gunung Serayu Selatan

  2. ^

    Mitigasi Tsunami Kabupaten Kebumen, Menggapil Bentakan dari balik Pegunungan yang Terbenam



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Serayu_Selatan