Pembukaan Story Telling Bahasa Inggris

Riuk satu
skill
atau kemampuan privat bertata cara Inggris yang patut dikuasai merupakan kemampuan bercerita. Memiliki kemampuan bercerita nan mumpuni dapat membuat insan lain tertarik cak bagi mendengarkan kita. Pendengar cerita kita pun akan betah berlena untuk mendengarkan kita. Kesannya, kita akan lebih bersemangat untuk bercerita dan melatih kemampuan bahasa Inggris kita sangat kisahan. Dengan demikian, sonder disadari, kemampuan komunikasi kita kerumahtanggaan bahasa Inggris akan meningkat kembali.

Kisah yang bisa kita sampaikan bisa berupa anekdot. Anekdot adalah cerita sumir mengenai kejadian yang terjadi pada kita alias turunan lain. Kita juga bisa
retell
ataupun menceritakan kembali alur cerita film, buku, dongeng, dan sebagainya. Apapun itu jenis ceritanya, puas dasarnya, cara penyampaiannya sama. Sreg kesempatan bisa jadi ini kita akan mempelajari cara tersebut melalui tulisan di bawah ini. Sonder menunggu lama lagi, yuk kita langsung tatap cuma penjelasan tentang
how to tell story in English
berikut ini.


Tenses

Bukan bahasa Inggris namanya jika lain terkait dengan
tenses. Itulah mengapa berkisah dalam bahasa Inggris pun memiliki aturan
tenses-nya. Tentang
tenses
yang bisa digunakan saat bercerita di antaranya adalah:

  • Present tense
  • Past tense

Marilah kita lihat penjelasannya satu saban suatu di bawah ini:

  • Present Tense

Kita bisa menunggangi
tenses
yang beraneka rupa n domestik narasi kita. Salah satu
tenses
nan bisa dipakai ialah
present tense.
Present tense
biasanya dipakai cak bagi menceritakan
jokes
atau lelucon. Contoh:

    • Two guys steal a calendar. They get six months each.
      (Dua hamba allah lanang mencuri kalender. Mereka empat mata masing-masing mendapatkan enam bulan)
    • There is a guy in town who walks around talking to himself using only figurative language.
      We call him the Village Idiom.
      (Ada seorang laki-laki di kota yang suka berbicara pada dirinya sendiri menggunakan bahasa kiasan. Kami menyebutnya si Idiom Desa)

Present tense
juga digunakan bagi menyerahkan bilyet sensasional dan naratif pada cerita. Sempurna:

    • We walk into the room. Suddenly, the door shuts and someone screams for help.
      (Kami berjalan ke kamar. Berangkat-tiba, pintu terpejam and seseorang berteriak lamar bantu)
    • In 1066, the people of England are unsure about King Harold’s ability to fight off the Norman.
      (Plong hari 1066, orang-orang Inggris tidak berpengharapan akan kemampuan Raja Harold bikin menyingkirkan khalayak-orang Norman)

Selain itu,
present tense
lagi bisa digunakan kerjakan menceritakan sesuatu yang lain berubah setakat saat ceritanya diceritakan. Contoh:

    • Last week, Aunt Carol asked me to draw,
      which is something I am not great at.
      (Ahad lalu, Tante Carol memintaku untuk menggambar, yang merupakan sesuatu nan tidak aku kuasai) —> sampai saat ini aku masih tetap tidak pandai menggambar

    • Rico is my brother

      . I was glad that he wasn’t involved in yesterday’s car accident.
      (Rico ialah saudaraku. Aku senang dia tidak terbabit dalam ketakberuntungan mobil semalam) —> Sampai saat ini Rico masih saudara saya
  • Past tense

Bercerita dengan bahasa Inggris pada kebanyakan memperalat
past tense. Itu karena kejadian yang diceritakan biasanya adalah keadaan di masa lampau yang telah radu terjadi.

Apabila kita bercerita secara beruntun atau runut, gunakanlah
simple past tense. Arketipe:

I spent my last Sunday with my friends. First, we went to the mall to buy some clothes. After that, we visited a karaoke place to have our own private mini concert. We felt hungry, so we decided to end our concert early and went to a nearby fast food restaurant.
(Aku menghabiskan hari Mingguku yang lalu dengan kebalikan-temanku. Purwa-tama, kami pergi ke mal untuk membeli pakaian. Pasca- itu, kami mengunjungi tempat karaoke untuk mengadakan konser mini pribadi kami. Kami merasa lapar, jadi kami memutuskan bikin mengakhiri konser kami lebih awal dan menyingkir ke kafe cepat saji terdekat)

Bersumber contoh tersebut bisa kita lihat bahwa kejadian yang diceritakan secara berurutan atau kronologis. Untuk itu,
tenses
nan digunakan dalam contoh tersebut ialah
simple past tense.

Selain
simple past tense, kita juga bisa memakai
past continuous
saat bercerita dengan bahasa Inggris.
Past continuous
umumnya dipakai bagi mendeskripsikan kejadian nan medium berlanjut dan untuk mendeskripsikan
background
atau meres cerita. Contoh:

It was last summer when
the kecupan was shining bright. Me and my boyfriend were on our way to the beach.
Our favorite song was playing
through the car’s radio.
We were singing along
to it until suddenly my phone rang. I picked up my phone, and it was my mom asking berpenyakitan about how to operate her new computer.
(Momen itu musim sensual lalu ketika matahari bersinar dengan sorot. Aku dan kekasihku dalam perjalanan kami mengarah pesisir. Lagu kesukaan kami berputar terlampau radio mobil. Kami merinai bersama hingga tiba-tiba teleponku berdering. Aku menyanggang teleponku, dan itu ialah ibuku bertanya padaku bagaimana pendirian menjalankan komputer barunya)

Kalimat yang digarisbawahi pada contoh di atas adalah kalimat dengan memperalat
past continuous
nan menunjukkan kejadian yang semenjana berlangsung
(our favorite song was playing. We were singing along.)
dan deskripsi latar cerita
(the sun was shining bright).

Terkadang kita mau bercerita tidak secara runut atau kronologis. Dalam hal ini,
past perfect
terlampau dibutuhkan.
Past perfect
dipakai bagi menceritakan peristiwa masa lampau yang terjadi sebelum kejadian zaman dulu lainnya terjadi. Contoh:

I wore a blue skirt, which I had bought two days previously.
(Aku mengenakan gaun biru, yang aku beli dua periode sebelumnya)

Contoh tersebut merupakan paradigma kalimat tidak berantai yang mana kejadian aku membeli baju biru terjadi sebelum aku mengenakan rok biru. Apabila kepingin kronologis, kita boleh mengubah kalimat tersebut menjadi:
I bought a blue skirt two days ago, and I wore it.
(Aku membeli gaun sensasional dua tahun yang suntuk, dan aku mengenakannya). Teoretis tak:

    • We paid for the food that we sempadan ordered.
      (Kami membayar tembolok yang sudah kami pesan) –> kalimat berbentuk kronologis:
      we ordered the food and we paid for it
    • She ate the cookies that I takat made.
      (Sira meratah kue yang aku bagi) –> kalimat berbentuk kronologis:
      I made cookies and she ate them.

Di radiks ini adalah contoh kalimat singkat dengan menggunakan
simple past, past continuous,
dan
past perfect:

    • I gave John the present that I perenggan prepared the night before while we were waiting for the bus.
      (Aku memberikan John pemberian yang aku siapkan kemarin lilin batik momen kami sedang menunggu bis)
    • The birds were chirping happily seeing the kid ate the ice cream that he senggat bought by using his own money.
      (Burung-butuh berdendang riang melihat anak itu memakan es krim yang dia beli dengan memakai uangnya sendiri)


Linking Words

Saat mengarang tentunya kita mau ide-ide kita terhubung suatu setolok tak sehingga ide-ide tersebut bisa menjadi satu kesatuan cerita nan mengalir. Untuk mengeluh ide-ide kita, kita bisa memakai
Linking words
ataupun kata sambung. Ada bilang diversifikasi pembukaan hubung dalam bahasa Inggris:

  • Sequence
    (elus)
  • Cause and effect
    (sebab akibat)
  • Comparison and contrast
    (perbandingan)
  • Example
    (lengkap)
  • Time
    (musim)
  • Interruptions
    (interupsi)
  • Summary
    (kesimpulan)

Berikut ini adalah penjelasannya per dengan detail:

  • Sequence

Linking words
buat menunjukkan
sequence
alias urutan di antaranya adalah:

    • Firstly,
    • First of all,
    • To start off with,
    • After that,
    • Then,
    • Next,
    • Furthermore,
    • Finally,
    • In the end,
    • Eventually,
  • Cause and effect

Perkenalan awal hubung
cause and effect
merupakan untuk menunjukkan sebab akibat. Berikut bilang kata yang termasuk kata hubung
cause and effect:

    • So
    • Thus,
    • As a result,
    • Since
    • Because
    • For this reason,
    • Hence,
    • As a consequence (of)
    • Consequently,
    • Therefore,
  • Comparison and contrast

Comparison and contrast
adalah diversifikasi prolog hubung untuk membandingkan. Berikut ialah beberapa alas kata hubungnya:

    • However,
    • But
    • On the other hand,
    • On the contrary,
    • Even so,
    • Although
    • Even though
    • While
    • Instead
    • Instead of
    • Compared to
    • Just like
    • Similar to
    • Like
    • Similarly,
  • Example

Kata sambung untuk menunjukkan abstrak atau
example
di antaranya, adalah:

    • For example,
    • For instance,
    • Such as,
    • Namely,
    • To illustrate,
  • Time

Sejumlah kata penghubung untuk menyatakan waktu, ialah:

    • Yesterday
    • Today
    • Last night
    • Last winter
    • Three days ago
    • Two months ago
    • Meanwhile,
    • Currently ,
    • At that time,
  • Interruptions

Bakal menceritakan keadaan enggak terselami yang menginterupsi ataupun mengganggu situasi tidak internal kisah, kita bisa menggunakan beberapa kata ini:

    • Suddenly,
    • Unexpectedly ,
    • All of sudden,
    • Out of the blue,
    • Accidentally,
  • Summary

Bakal menyimpulkan cerita kita, gunakanlah bilang perkenalan awal di bawah ini:

    • In short,
    • In sum,
    • In conclusion,
    • In a nutshell,
    • To summarize,
    • It can be concluded that,
    • To put it briefly,
    • All in all,

Contoh

Berikut ini adalah contoh cerita dalam bahasa Inggris:

Last week, I had an exam. To start off with, I had not studied at all. As a result, I tenggat difficulties when answering the questions. Because I wanted to pass, I decided to peek at the cheat note that I takat prepared the previous night. When I was trying to take a look at the note, unexpectedly my teacher tapped my shoulder. He caught me red-handed cheating. Little did I know that he was there all the time right behind derita. In the end, I failed and should retake the exam next semester.

(Minggu lalu saya melaksanakan testing. Purwa, saya tidak belajar sama sekali. Alhasil, saya kesulitan saat menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Karena saya ingin lulus, saya memutuskan untuk mengintip daluang contekan yang telah saya siapkan di malam sebelumnya. Ketika saya sedang berusaha bakal menyibuk contekannya, tak diduga suhu saya menepuk bahu saya. Sira menangkap basah saya menengah menyontek. Saya bukan luang bahwa sira ada di pantat saya selama ini. Pada akhirnya, saya gagal dan harus mencekit kembali tentamen yang sama semester depan).

Itu tadi cara bercerita menggunakan bahasa Inggris. Sekarang, cobalah untuk menuliskan cerita kita sendiri dengan menerapkan segala nan telah kita pelajari n domestik artikel ini untuk melatih momen kita bercerita lusa.

Source: https://www.sederet.com/tutorial/cara-bercerita-dalam-bahasa-inggris-how-to-tell-a-story/