Perbedaan Belalang Jantan Dan Betina

Valanga nigricornis
atau yang comar disebut bagaikan Belalang Kusen merupakan insekta berusul ordo Orthoptera dan famili
Acrididae. Insek ini memiliki fase hidup telur, nimfa, dan dewasa (Metamorfosis tidak hipotetis). Telur biasanya diletakkan pada lahan sedalam 5-8 cm yang dibungkus dengan konglomerasi busa yang membeku. Umumnya telur menetas pada awal musim hujan (Oktober – November) (Setiawan 2008: 4). Telur berbentuk silindris dengan ujung anterior meruncing dan membulat pada ujung sisi lainnya (Kok 1971: 439).

Valanga nigricornis
n kepunyaan perbedaan besaran panjang pada fase nimfa bersendikan jenis kelaminnya. Berani umumnya mempunyai 6 panjang instar, sedangkan betina galibnya memiliki 7 tangga instar. Pada fase larva, serangga ini memiliki rona fisik hijau muda menyerupai warna rumput. Ketika ki berjebah di tahap ketiga atau keempat instar, akan muncul warna asfar puas tubuh yang menyebabkan warna tubuh perlahan berubah menjadi kuning kehijauan (Kok 1971: 441) seperti yang ditunjukkan sreg buram 1. Sreg tahap dewasa, serangga ini mempunyai warna tubuh duli-abu kecoklatan dengan pangkat jasad berkisar antara 58-71 mm untuk betina dan berkisar antara 49-63 mm cak bagi dakar seperti yang ditunjukkan plong gambar 2.

Kawasan persebaran
Valanga nigricornis
meliputi Asia Tenggara dan Gugusan pulau Pasifik begitu juga Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, serta episode daksina Thailand, Kamboja, dan Vietnam seperti nan ditandai dengan dandan coklat kekuningan seperti pada gambar 3.

Valanga nigricornis
umumnya berkembang biak pada hutan jati, saja apabila tidak suka-suka pohon putih serangga ini akan berpindah ke tanaman nan cak semau di sekelilingnya (Setiawan 2008: 4). Komoditas pertanian yang juga diserang antara lain sebagaimana pertinggal, kakao, kelapa, milu, pisang, mempelam, kapuk, kapas, tebu, ketela pohon, dan lain-enggak sehingga
Valanga nigricornis
tersurat ke kerumahtanggaan kategori hama polifag (Zulfahmi 2022: 1).

Puas komoditas kelapa sawit,
Valanga nigricornis
menuding bagian selokan patera cukup umur pada hari pembenihan kerambil sawit. Meskipun kerusakan nan ditimbulkan tergolong ringan sahaja, bila populasinya tinggi dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman bahkan bisa menyebabkan kematian tanaman (Sawitnotif 2022: 1).

Berdasarkan data serangan Organisme Pengganggu Pokok kayu (OPT) yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sreg musim 2022 dan 2022,
Valanga nigricornis
termasuk menyerang dagangan Kelambir Sawit, Sugi, dan Mete. Plong komoditas Nyiur Sawit, OPT ini menyerang provinsi Aceh dan Kalimantan Daksina masing-masing sebesar 10 Ha dan 32 Ha yang tergolong serangan ringan. Lega barang Tembakau, OPT ini menyerang provinsi Jawa Tengah sebesar 15,34 Ha dengan intensitas bidasan ringan. Padahal, lega produk Mete, OPT ini menyerang di daerah Nusa Tenggara Barat sebesar 735 Ha dengan rincian 508 Ha tergolong intensitas serangan ringan dan 227 Ha tergolong intensitas serangan rumpil (Ditjenbun, 2022).

Pengendalian wereng
Valanga nigricornis
dapat dilakukan pelecok satunya dengan prinsip pemberian Agens Pengendali Hayati (APH)
Beauveria bassiana,
APH efektif untuk menekan pertumbuhan populasi
Valanga nigricornis. Setiawan (2008: 23) n domestik penelitiannya, menyatakan bahwa
Beauveria bassiana
menjadi agensia yang memliki kemampuan bagi menindihkan serangan
Valanga nigricornis
lega daun Tembakau Deli. Konsentrasi nan tepat bakal menekan serangan
Valanga nigricornis
merupakan 200 gram/liter air. Pengaplikasian
Beauveria bassiana
dilakukan dengan mandu melarutkan dengan 1 (satu) liter air dan lebih lanjut disemprotkan langsung pada tanaman yang dilakukan sreg sore hari dengan interval waktu 10 (sepuluh) hari. Riset tersebut dilakukan sreg rembulan November 2007 atau pada saat waktu hujan di Indonesia.

Dewantara
dkk.
(2017: 1–14) menguji efektivitas
Beauveria bassiana
sebagai pengendali hama Walang Tiang (Valanga nigricornis). Hasil pengaplikasian
Beauveria bassiana
dengan kepejalan konidia 108
konidia/ml menjadi nan paling kecil optimal dengan tingkat kematian sebesar 43.33%. Pengaplikasian dilakukan dengan cara menyemprotkan suspensi konidia
Beauveria bassiana
dari atas ke arah
thorax
dan
abdomen
belalang puas sore hari, dengan kerapatan konidia 108
konidia/ml menjadi yang minimum optimal namun, tingkat kematian sebesar 43,33% masih tergolong cukup abnormal. Keadaan tersebut disebabkan maka dari itu berbagai faktor, antara lain sistem imunitas belalang dan suhu serta kelembaban peledak. Belalang yang aktif bersirkulasi kemungkinan bisa menyebabkan konidia copot bermula tubuh walang. Sesudah pengaplikasian
Beauveria bassiana, belalang merentang menjurus sisi sinar matahari nan menyebabkan matinya
Beauveria bassiana. Kejadian tersebut terjadi karena
Beauveria bassiana
merupakan entomopatogen yang labil watak terhadap suhu tinggi dan radiasi Ultraungu (Mudrončeková
dkk. 2022: 2469). Kerumahtanggaan penelitiannya, Inglis
dkk. (1996: 136) dan Jaronski & Goettel (1997: 233) menyatakan bahwa famili Belalang (Acrididae) cenderung untuk berjemur di bawah sinar surya dan menaikkan master tubuhnya hingga 420C apabila terserang makanya entomopatogen.

Pengendalian hama
Valanga nigricornis
juga dapat dilakukan dengan menggunakan racun hama nabati berbahan kombinasi ekstrak batang Brotowali, daun Tembakau, dan daun Nangka belanda dinilai berpengaruh terhadap mortalitas walang. Pemberian pestisida nabati dengan skala tagihan 75 ml dan 25 ml air menunjukkan tingkat kematian sebesar 60%. Kaidah pembuatan pestisida nabati tersebut dengan mandu cara masing-masing bahan sebanyak 1 Kg kemudian setiap bahan diblender dengan perbandingan mangsa dan air 1:1. Selanjutnya, campuran bahan dimasukkan ke dalam bekas plastik cak bagi direndam sepanjang 24 jam, kemudian semua bahan disaring bikin memisahkan ampasnya. Pengaplikasian pestisida nabati dilakukan dengan pendirian menyemprotkan plong tubuh belalang dan makanannya secara langsung sebanyak 2 kali, pagi dan sore hari (Role 2022: 26–40).

DAFTAR Wacana

Dewantara, Horizon., Wibowo, T. J & Felicia, Z. 2022.
Efektifitas
Beauveria bassiana
(Bals.) laksana Pengendali Hama Belalang Kayu
(Valanga nigricornis
Burm.). Fakultas Teknobiologi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sleman, DI. Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2022. Sistem Pelaporan dan Rekapitulasi Data OPT (Sipereda OPT). https://sipereda.ditjenbun.pertanian.go.id/. Diakses pada 12 Maret 2022 pk. 11.57 WIB.

Hochkirch, A., Willemse, L.P.M. & Tan, M. 2022.

Valanga nigricornis. The IUCN Red List of Threatened Species

2022: e.T107431005A107431295. Downloaded on 08 March 2022.

Inglis, G. D., Johnson, D. L., dan Goettel, M. S. 1996. Effects of temperature and thermoregulation on mycosis by Beauveria bassiana in grasshoppers. Biological Control 7: 131-139.

Jaronski, S, Tepi langit & Mark, S. G. 1997. Development of Beauveria bassiana for control of Grasshoppers and Locusts. Memoirs of the Entomological Society of Canada
171: 225–231.

Kehati Keanekaragaman Hayati Daerah Istimewa Yogyakarta. 2022. Walang Kusen. https://kehati.jogjaprov.go.id/detailpost/belalang-tiang. Diakses pada 8 Maret 2022 pk. 15.26 WIB.

Kok, M. L. 1971. Laboratory studies on the life-history of Valanga nigricornis nigricornis (Burm.) (Orth., Acrididae).
Bull. ent. Res.
60: 439—446.

Mudrončeková, S., Mazáň, M., Nemčovič, M., dan Šalamon, I. 2022. Entomopathogenic fungus species Beauveria bassiana (Bals.) and Metarhizium anisopliae (Metsch.) used as mycoinsecticide effective in biological control of Ips typographus (L.). Journal of Microbiology, Biotechnology, and Food Sciences 2(6): 2469-2472.

Role, R. M. 2022.
Kekeluargaan pati layon Brotowali, daun Tembakau, dan daun Nangka belanda dalam pengendalian hama Belalang Tiang (Valanga nigricornis). Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Sleman, DI. Yogyakarta.

Sawitnotif. 2022. Ciri dan Jenis Hama yang Menyerang Pembibitan Kerambil Sawit. https://sawitnotif.pkt-group.com/2020/02/15/ciri-dan-macam-hama-yang-menyerang-pembibitan-kelambir-sawit/. Diakses pada 10 Maret 2022 pk. 11.35 WIB.

Setiawan, A. 2008.
Uji Efikasi Beberapa Agensia Hayati Terhadap Hama Perusak Daun Sugi Deli di Sampali. Fakultas Pertanian. Perkumpulan Sumatera Lor. Medan, Sumatera Paksina.

Zulfahmi. 2022.
Parasitoid Sarcophagidae (Diptera) lega Valanga nigricornis (Orthoptera: Sarcophagidae): Identifikasi dan Biologi. Fakultas Pertanaman. Institut Pertanian Bogor. Bogor, Jawa Barat.

Juru tulis : Reno Agassi,  Herly Kurniawan, Eva Lizarmi

Source: https://ditjenbun.pertanian.go.id/ancaman-serangga-valanga-nigricornis-belalang-kayu-pada-tanaman-perkebunan/