Perjanjian Persahabatan Dan Kerjasama Di Asia Tenggara





Lembaran NEGARA
REPUBLIK INDONESIA



KEPUTUSAN Kepala negara REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 103 TAHUN 1999
TENTANG
Pengabsahan
SECOND PROTOCOL AMENDING THE TREATY OF AMITY
AND COOPERATION IN SOUTHEAST ASIA

(PROTOKOL KEDUA
Peralihan TRAKTAT PERSAHABATAN DAN KERJASAMA
DI ASIA TENGGARA)

Kepala negara REPUBLIK INDONESIA,

Mengeti: a. bahwa pada Konperensi Tingkat Tangga Negara-negara ASEAN di Denpasar, Bali, tanggal 24 Pebruari 1976, mutakadim ditandatangani Perjanjian Perkawanan dan Kerjasama di Asia Tenggara
(Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia) oleh Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura dan Thailand;

b. bahwa cak bagi bertambah memperluas dan meningkatkan persahabatan dan kerjasama antara negara-negara yang camar damai di kewedanan Asia Tenggara dengan negara-negara di luar kawasan Asia Tenggara maka puas Konperensi Tingkat Tinggi Negara-negara ASEAN ke-3 di Manila, sungkap 15-16 Desember 1987, disepakati buat mengadakan perubahan atas Perjanjian Perkawanan dan Kerjasama di Asia Tenggara
(Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia) melalui
Protocol Amending the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia);

c. bahwa puas Pertemuan Tingkat Jenjang Para Menteri Luar Negeri ASEAN ke-31 di Manila, puas tanggal 25 Juli 1998, sudah lalu ditandatangani
Second Protocol Amending The Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia
(Protokol Kedua Pergantian Traktat Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara) oleh sebelas negara yaitu Brunei Darussalam, Philipina, Indonesia, Kamboja, Laja, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Papua Nugini;

d. bahwa pertukaran tersebut buat mempertegas lagi kemungkinan negara di luar daerah Asia Tenggara buat menjadi Pihak puas Traktat Perkawanan dan Kerjasama
(Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia) dengan persetujuan seluruh negara di kewedanan Asia Tenggara;

e. bahwa sehubungan dengan itu, dan sesuai dengan Wara-wara Presiden Republik Indonesia kepada Pembesar Dewan Kantor cabang Rakyat Nomor 2826/HK/1960 tanggal 22 Agustus 1960 tentang Pembuatan Perjanjian-perjanjian dengan Negara Lain, dipandang perlu untuk mengesahkan Protocol tersebut dengan Keputusan Presiden;

Menghafal:    1. Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 11 Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-undang Nomor 6 Hari 1976 tentang Pelegalan Perjanjian Pertemanan dan Kerjasama di Asia Tenggara (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3082);

3. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1988 tentang Pengesahan
Protocol Amending the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia
(Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 16, Komplemen Lembaran Negara Nomor 3374);

Memutuskan:

Mematok:   KEPUTUSAN PRESIDEN Tentang PENGESAHAN
SECOND PROTOCOL AMENDING THE TREATY OFAMITY AND COOPERATION IN SOUTHEAST ASIA
(PROTOKOL KEDUA PERUBAHAN TRAKTAT PERSAHABATAN DAN KERJASAMA DI ASIA TENGGARA).

Pasal 1

Melegalkan
Second Protocol Amending the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia
(Protokol Kedua Perubahan Traktat Pertemanan dan Kerjasama di Asia Tenggara), sebagai hasil Pertemuan Tingkat Tinggi Para Menteri Asing Negeri ASEAN ke-31 plong tanggal 25 Juli 1998 di Manila, Philipina yang sahifah naskah aslinya privat bahasa Inggris dan terjemahannya intern bahasa Indonesia sebagai halnya terlampir pada Keputusan Presiden ini.

Pasal 2

Apabila terjadi perbedaan penafsiran antara tulisan tangan interpretasi
Protocol
kerumahtanggaan bahasa Indonesia dengan salinan naskah aslinya dalam bahasa Inggris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, maka yang berperan adalah salinan skrip aslinya intern bahasa Inggris.

Pasal 3

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada terlepas ditetapkan.

Agar setiap anak adam mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Keputusan Presiden ini dengan penempatannya dalam Kepingan Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
sreg terlepas 1 September 1999
Presiden REPUBLIK INDONESIA,

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Diundangkan di Jakarta
lega terlepas 1 September 1999
Nayaka SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA

MULADI


SECOND PROTOCOL AMENDING THE TREATY OF AMITY
AND COOPERATION IN SOUTHEAST ASIA

The Government of Brunei Darussalam
The Government of the Kingdom of Cambodia
The Government of the Republic of Indonesia
The Government of the Lao People’s Democratic Republic
The Government of Malaysia
The Government of the Union of Myanmar
The Government of the Republic of Philippines
The Government of the Republic of Singapore
The Government of the Kingdom of Thailand
Te Government of the Socialist Republic of Vietnam
The Government of the Papua New Guinea

Hereinafter referred as the High Contracting Parties:

DESIRING to ensure that there is approppiate enhancement of cooperation with all peace loving nations, both within and outside Southeast Asia and in particular, neighboring States of the Southeast Asia region;

CONSIDERING Paragraph 5 of the preamble of the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia done at Denpasar, Bali, on 24 February 1976 (hereinafter referred to as the Treaty of Amity which refers to the need for cooperation with all peace-loving nations, both within and outside Southeast Asia, in the furtherance of world peace, stability and harmony.

HEREBY AGREE TO THE FOLLOWING:

Article 1

Article 18 Paragraph 3, of the Treaty of Amity shall be amended to read as follows:
States outside Southeast Asia may also accede to this Treaty with the consent of all the Statets in Sountheast Asia, namely, Brunei Darussalam, the Kingdom of Cambodia, the Republic of Indonesia, the Lao People’s Democratic Republic, Malaysia, the Union of Myanmar, the Republic of the Philippines, the Republic of Singapore, the Kingdom of Thailand and the Socialist Republic of Vietnam.

Article 2

The Protocol shall be subject to ratification and shall come into force on the date the last instrument of ratification of the High Contracting Parties is deposited.

DONE in Manila the twenty-fifth day of July in the year one thousand nine hundred ninety eight.

For Brunei Darussalam:            For the Union of Myanmar:        signed                          signed PRINCE MOHAMED BOLKIAH              U OHN GYAW Minister of Foreign Affairs      Minister for Foreign Affairs  For the Kingdom of Combodia:     For the Republic of the Philippines:       signed                            signed     CHEM WIDHYA                    DOMINGGO L. SIAZON, JR. Special Envoy of the             Secretary of Foreign Affairs Royal Government of Cambodia  For the Republic of Indonesia:   For the Republic of Singapore:        signed                            signed      ALI ALATAS                       S JAYAKUMAR Minister for Foreign Affairs      Minister for Foreign Affairs  For the Lao People's Democratic   For the Kingdom of Thailand: Republic:        signed                            signed    SOMSAVAT LENGSAVAD                SURIN PITSUWAN Deputy Prime Minister and        Minister of Foreign Affairs Minister of Foreign Affairs  For Malaysia:                    For the Socialist Republic of                                  Vietnam:        signed                            signed  Kamitua Kurat ABDULLAH                NGUYEN MANH CAM   HAJI AHMAD BADAWI             Deputy Prime Minister and Minister of Foreign Affairs    Minister of Foreign Affairs  For Papua New Guinea:        signed       ROY YAKI Minister of Foreign Affairs
      

Terjemahan

PROTOKOL KEDUA Pergantian TAKTAT Perkawanan
DAN KERJASAMA DI ASIA TENGGARA

Pemerintah Burnei Darussalam
Pemerintah Kerajaan Kamboja
Pemerintah Republik Indonesia
Pemerintah Republik Demokratik Rakyat Laos
Pemerintah Malaysia
Pemerintah Myanmar
Pemerintah Republik Filipina
Pemerintah Republik Singapura
Pemerintah Kerajaan Thailand
Pemerintah Republic Sosialis Vietnam
Pemerintah Papua Nugini

Selanjutnya disebut perumpamaan Pihak-Pihak Agung

BERKEHENDAK untuk menjamin adanya pertambahan kerjasama yang tepat dengan semua bangsa yang comar damai baik di dalam maupun di asing kawasan Asia Tenggara, khususnya negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Paragraf 5, Prolog Traktat Persahabatan dan Kerjasama di Asia, yang dibuat di Bali, pada copot 24 Pebruari 1976 (selanjutnya disebut Traktat Persahabatan) dengan menuduh pentingnya kerjasama dengan semua bangsa nan pelalah damai, baik di dalam maupun di luar daerah Asia Tenggara, dalam usaha meningkatkan perdamaian dunia, kemantapan, dan keserasian.

DENGAN INI MENYETUJUI Laksana BERIKUT:

Pasal 1

Pasal 18 Gugus kalimat 3, Traktat Persahabatan akan diubah sebagaimana berbunyi perumpamaan berikut:
“Negara di luar kawasan Asia Tenggara boleh mengaksesi Traktat ini dengan persetujuan seluruh negara di kewedanan Asia Tenggara, ialah Brunei Daarussalam, Kerajaan Kamboja, Republik Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laja, Malaysia, Myanmar, Republik Filipina, Republik Singapura, Kerajaan Thaliand dan Republik Sosialis Vietnam”.

Pasal 2

Protokol ini harus disahkan dan akan start berlaku pada tanggal pendepositan Piagam Pelegalan terakhir berusul Pihak-pihak Agung.

DIBUAT di Manila, pada tanggal dua desimal lima Juli musim seribu sembilan ratus sembilan puluh okta-.

Bikin Brunei Darussalam:       Untuk Myanmar:       ttd                           ttd. PRINCE MOHAMED BOLKIAH           U OHN GYAW Menteri Luar Negeri          Nayaka Luar Negeri  Untuk Kerajaan Kamboja:    Bikin Republik Filipina:       ttd                           ttd.   CHEN WIDHYA                DOMINGO L. SIAZON, JR     Utusan Khusus kerjakan        Menteri Luar Daerah Pemerintah Kerajaan Kamboja  Untuk Republik Indonesia:   Untuk Republik Singapura:       ttd                            ttd.    ALI ALATAS                      S JAYAKUMAR Menteri Luar Negeri            Nayaka Asing Negeri  Untuk Republik Demokratik    Cak bagi Imperium Thailand:       Rakyat Laos:       ttd                           ttd.  SOMSAVAT LENGSAVAD             SURIN PITSUWAN Konsul Bendahara Menteri dan    Menteri Luar Negeri    Menteri Luar Kawasan    Lakukan Malaysia:          Buat Republik Sosialis Vietnam:       ttd                              ttd.  Datuk SERI ABDULLAH              NGUYEN MANH CAM   HAJI AHMAD BADAWI          Wakil Perdana Menteri dan  Menteri Luar Negeri            Menteri Luar Negeri  Bagi Papua Nugini:       ttd.     ROY YAKI Menteri Asing Wilayah
      


ke atas


Source: http://www.flevin.com/id/lgso/legislation/Mirror/czoyNjoiZD0xOTAwKzk5JmY9a3AxMDMtMTk5OS5odG0iOw==.html